Tuesday, 6 January 2009

Cerita Tentang Angin

Ini bukan sebuah puisi, bukan pula sajak, bukan pantun, bukan pula elegy...

Hanya sebuah cerita dari masa lalu...

tentang angin.



Aku terbuai pada angin lembut
hembusannya
semilirnya
atau belaiannya
yang meniup ringan helai rambutku
atau mengusap lembut pipiku

Angin itu ada di sana
selalu di sana
kau tahu, kita tahu
aku takkan pernah bisa membawa angin
kalau aku ingin
akulah yang harus mengikuti angin

Angin
apa dia tahu maksudku?
berharap angin mengikuti
tapi angin berhembus ke arah lain
ke tempat suara suling
yang ditiup anak gembala
yang mengalun di antara bukit-bukit
yang memanggil angin
Ya...ke sanalah angin pergi
ke tempat asalnya

Aku merindukan angin

di sini
dalam suara hujan
atau terik matahari
terus melihat putaran jam

Angin
aku menginginkanmu
merasuki diriku
sampai jauh
ke seluruh nadi dan jantungku

Apa Kau, Angin ?
yang menjanjikan lagu aurora untukku
merasakan hal yang sama

Apa Kau, Angin ?
yang menjanjikan cinta sejati
datang berhembus
dalam rasa ini ?

Apa Kau, Angin ?
seberapa dalam rasa cintamu
padaku ?

Angin
Angin
Angin
Aku ingin menghukummu di sini
tapi tidak
di sinilah aku yang terhukum

Aku ??
sejujurnya aku ini jahat
aku tidak ingin kembali ke sana
sampai angin merasa terhukum,
tapi kau tahu kan ?
Manusia tidak dapat hidup tanpa udara
Aku pun
tidak dapat hidup tanpa Anginku.