Showing posts with label my life. Show all posts
Showing posts with label my life. Show all posts

Friday, 15 April 2016

The Diary of Caymaru - The First Rejection

Awal Januari di Kudus, aku mengikuti terapi Chi dari seorang shinshe yang mengajarkan aku beberapa gerakan ringan untuk menarik napas dan menghembuskan napas jika sesak, ia juga memberikan beberapa terapi pijatan di titik Chi supaya pernapasanku menjadi lebih baik.

Aku melakukan perjanjian dengan seorang dokter kandungan di Kudus, di mana dulu adek bungsuku dilahirkan di sana. Selama 20 tahun, klinik bersalin itu kini sudah berkembang menjadi RSIA kecil. Kebetulan dokter yang menangani aku adalah dokter kepala RS yang dulu juga menangani kehamilan mamaku.

Aku masuk ke ruang praktek ditemani oleh tanteku.
Di dalam terjadilah percakapan yang kurang lebih seperti ini :

Dokter : Ada yang bisa kami bantu Ibu ?

Me : Saya sudah terlambat beberapa minggu Dok, saya sudah test pack dan hasilnya positif, jadi saya mau cek apakah benar saya hamil dengan USG.

Dokter : Oh baik...baik...silakan... (sambil menyilakan aku berbaring di ranjang pasien)


Lalu aku pun di USG dan ditest oksigen menggunakan Pulse Oximemeter. Pulse Oximeter menunjukkan saturasi oksigenku yang hanya 85%. Sedangkan hasil USG menunjukkan bahawa memang benar ada embrio di sana.
Gambarnya begini....

Lalu kami pun kembali ke tempat duduk, dan kali ini dokter aku beritahu bahwa aku ada kelainan jantung sehingga hasil pulse oximeter menunjukkan saturasi oksigen yang sangat rendah, yang seharusnya pada orang normal berkisar 99% tapi aku cuma 85%

Ekspresi dokter menunjukkan kekhawatiran dan tidak lagi seramah tadi.

Dokter : Ibu harus konsultasi dengan dokter jantung, sekarang ibu tinggal di mana ? Saya akan buatkan surat rujukan.
Terus terang, dalam kasus ini saya menyatakan angkat tangan jika harus menangani kehamilan ibu, karena ibu harus melahirkan di ruang ICU dengan pengawasan ketat dari dokter jantung.
Dan sebelum semuanya dilanjutkan, kita harus mendapatkan persetujuan dari dokter jantung apakah kehamilan ini bisa diteruskan atau tidak.

Me : Ya, saya tahu itu...

Tante (tiba-tiba nyeletuk) : Tapi ini kehamilan yang sudah ditunggu bertahun-tahun Dok....

Dokter : Ya saya paham akan adanya keinginan untuk memiliki anak, tapi kita harus lihat juga antara keinginan dan kenyataan... jika memang kehamilan ini berisiko ya tidak bisa dipaksakan

Me : (diem aja karena udah tau dia bakal ngomong begitu)

Tante : (tiba-tiba ekspresinya berubah jadi bete dan jutek)


Dalam perjalanan pulang, si tante yang tadi ketika pergi dalam keadaan ceria, ngajakin makan tahu telor... tiba-tiba terdiam dan sama sekali melupakan ajakannya. Waktu aku tanya lagi apakah jadi makan tahu telor khas kudus, dia malah jawab..."Makan di rumah aja ya..."

Huaaaa... kok jadi dia yang galau melow...tahu telor pun melayang bai-bai..

Mungkin memang orang yang baru dapat berita hepi terus dijebloskan ke kemungkinan terburuk PASTI akan shock.
Tanteku juga demikian.

Aku pun demikian.

Tapi itu sudah lama terjadi, ketika 2 tahun lalu aku didiagnosa PH oleh seorang dokter di Siloam.
Waktu itu apapun yang dia katakan aku tidak takut atau gentar, mau dia bilang jantungku bolong 2 cm kek, harus minum obat seumur hidup kek, sudah tidak bisa dioperasi kek.... I don't care.
Hanya 1 omongannya yang membuatku menangis, TIDAK BOLEH HAMIL.

Selama 2 tahun aku tidak mau menelan omongan dokter itu bulat-bulat. Aku selalu browsing di google mengenai kasus kehamilan pada penderita ASD + PH + eisenmenger. Artikel-artikel kedokteran yang aku temukan mengkategorikan penyakit itu sebagai penyakit jantung dengan risiko tertinggi pada kehamilan. Dalam kamus mereka, penderita jantung digolongkan ke dalam 3 kategori risiko untuk kasus kehamilan, low-medium-high... mungkin udah rejekiku dapet penyakit yang masuk golongan HIGH RISK.

Dan aku juga menemukan beberapa artikel mengenai keberhasilan dalam proses kelahiran pada penderita ASD + PH + eisenmenger, meskipun persentase keberhasilan yang terjadi di luar negeri, yang memiliki tenaga medis lebih profesional dengan tingkat manajemen yang lebih baik daripada di Indonesia, hanya berkisar 50-60%. Tidak heran waktu itu dokterku mengatakan risiko bisa sampai 75%, jika kondisi medis di Indonesia yang memiliki keterbatasan peralatan, tenaga medis, dan manajemen yang masih berbelit.

Sampai sekarang aku masih ingat apa yang dikatakan seorang pendoa ketika aku berada di Siloam pada tahun 2014 silam, yang pernah aku posting di sini.

Tidak apa-apa, saya percaya kamu bisa hamil, semua ini terjadi supaya kamu benar-benar mengalami sendiri bahwa Tuhan kita sungguh besar."

Wednesday, 28 January 2015

Suka Duka Tinggal di Apartemen dan di Landed House

Setelah 2x tinggal di apartemen, dan 1x tinggal di landed house, aku jadi bisa sedikit banyak merasakan plus minusnya.

Tinggal di apartemen :
Minus :
- Sempit
- Males naik turun lift
- Parkir motor/mobil ke unit jauh
- Peraturan ketat
- Lebih costly

Plus :
- Privasi
- Di kota, deket ke mana-mana
- Pemandangan indah
- Gampang kalo mau beli makanan atau laundry, tinggal telpon langsung antar
- Lebih aman, gak khawatir barang dalam unit ilang karena keluar masuk barang ada yang pantau

 
Suka banget sama garden apartemen yang terletak di atas gedung.....


Tinggal di rumah :
Minus :
- Jauh ke mana-mana --> tergantung lokasi rumah juga sih
- Transport susah, kalo ga ada kendaraan sendiri repot
- Berisik dari tetangga, ada anak kecil, anjing, orang ngamuk-ngamuk, dll
- Harus bersosialisasi, soalnya aku rada cuek jadi kalo ketemu cuma senyum aja, ga bisa basa-basi ngobrol macam-macam
- Karena lebih besar dari apartemen, bersihinnya juga lebih memakan tenaga
- Pemandangan gitu-gitu aja atap rumah tetangga

Plus :
- Parkiran motor dan mobil di depan rumah, bisa dipantau setiap saat dan kalo mau keluar ga ribet
- Ada halamannya
- Biaya operasional lebih murah dari apartemen


 Rumah berantakan....ga kebayang kalo nambah anggota keluarga harus punya si embak nih....

Sebenarnya kondisi ini diambil karena apartemen dan rumah yang aku tempatin masih kontrak,
Aku jadi penasaran kalau keduanya merupakan milikku sendiri, apakah lebih homey atau beda rasanya aku gak tau....
Lagipula komplek perumahan yang aku tempatin ini masih sangat baru, jadi kondisi sekitar masih sepi. Padahal kalo udah rame lumayan banyak fasilitasnya, ada ratusan ruko yang suatu saat pasti bakal rame banget kayak di PIK, ada akses tol langsung seperti komplek Alam Sutera.
Sayang, saat semua fasilitas itu sudah siap, aku pasti sudah pindah lagi dari sini.

Yang jelas, kalo tidak ada kendala biaya, disuruh milih kontrak apartemen atau rumah, definately I WILL CHOOSE APARTMENT !!

Monday, 26 January 2015

A Very Late Post : Selamat Tahun Baru 2015


Menilik resolusi tahun 2014 kemarin, kayaknya banyak terget yang tidak tercapai.


Contohnya, pengen bisa nyetir ke mana-mana sendirian, ternyata sampai tahun berakhir aku belum berani juga kalo ditinggal eric. Paling banter nyetir sendirian sepanjang 5 km dari rumah menuju bengkel Honda Mugen di Puri, dan sebaliknya dari honda mugen ke rumah, jadi total tempuh 10 km saja. Atau ke alfamart yang masih di dalem komplek sejauh 3 km hanya supaya bisa internetan.

Terus, pengen kelarin 1 novel ecek-ecek buat dikirim ke penerbit ternyata mandek juga. Yang ada bawaannya males melulu....

Penyakit males ini emang racun berbahaya kalo nanti pengen resign dan bikin usaha sendiri.
Pengen ngelunasi cicilan mobil, rencananya pertengahan tahun tapi ketunda beberapa bulan jadi awal tahun ini karena ternyata duitnya kepake buat DP rumah !!! Muahahahaaa.....ini juga salah satu hal unpredictable yang tidak direncanakan di awal tahun 2014. Kita sih mikirnya mau kontrak aja lagi seperti sebelum-sebelumnya, tapi entah ide sinting dari mana yang membuat aku nekat beli rumah, padahal duitnya pas-pasan, ternyata setelah diitung-itung, kebeli juga itu rumah....makasih ya Gusti Allah, eke gak menyangka bisa beli rumah taun 2014 ini !

Jadi resolusi tahun 2015 ini enaknya apa yahhh ?
Tentu saja melanjutkan resolusi tahun 2014 yang tidak tercapai....

Nyetir sendiri ke mana-mana.
Entah berapa tahun lagi aku berani nyetir sendiri tanpa co-pilot di jalanan Jakarta yang mengerikan ini.


mobil penyok akibat nabrak pantat truck, kata orang kalo gak nabrak ya gak belajar...
huuuu...menghibur diri T___T


Menyelesaikan novel amatir.
Meski aku juga udah lupa terakhir nulis sampe mana ya...


Menabung buat travelling.
Tujuan travelling masih tentative yang jelas kudu ke luar Indonesia, jadwal travelling juga tentative tergantung tiket yang didapat. Semoga aja sebelum aku mati, masih punya kesempatan mengunjungi tempat-tempat indah kaya si Walter Mitty !

 Aihhh...ke tempat yang deket-deket aja jarang, mau ke tempat jauhhhhh....duitnye dari mane ?
jangan pesimis, kata orang...kalo punya mimpi yang tinggi sekalian jangan cetek2 :p


Mulai mikirin dana pensiun
Yah ini sebenarnya keputusan yang sulit. Di lubuk hati terdalam, aku masih pengen meniti karir sampe ke jenjang manager di perusahaan ternama, masih pengen loncat sana-sini. Tapi apa daya sepertinya tubuhku tidak mampu. Kalo lagi kumat, aku bener-bener gak kuat ngapa-ngapain, bahkan hanya bangun tidur dan berjalan ke kamar mandi aja aku ngos-ngosan. Meskipun ini terasa sangat dini, kayaknya aku harus udah mulai mikirin akan usaha apa nanti kalo resign. Penghasilan seiprit di awal usaha pasti akan terjadi, tidak akan menyamai penghasilan saat ini, tapi apa boleh buat jika tidak berani memulai maka aku tidak bersikap adil terhadap tubuhku sendiri.

 
source: google

Pengobatan ke jenjang selanjutnya.
Kemarin udah dijadwalin untuk kateterisasi jantung di akhir Maret, abis kateterisasi terus dilihat apakah masih memungkinkan untuk menjalani operasi penutupan lubang jantung. Emang sih gak bakal ditutup semua, karena aku sudah kena eisenmenger syndrome a.k.a aliran darah yang melewati lubang ASD itu sudah 2 arah, mungkin nanti bakal disisain lubang sekitar 2-5 mm dari yang sebelumnya 17 x 22 mm. Tapi kalo ternyata hasil kateter tidak memungkinkan aku untuk operasi yahh....pasrah aja deh.


 kateter jantung bisa dimasukin lewat tangan, bisa lewat paha....
kayaknya kalo aku bakal lewat paha nih !


Baby program continuity.
Sebenarnya ide ini cukup kontroversial. Kalo nanti aku bisa dioperasi dan PH-ku bisa turun, aku pasti akan melanjutkan baby program, tapi kalo ternyata tidak bisa operasi....aku akan tetap mencoba, meski eric dan mamiku lebih memilih menghindari risiko dengan menyarankan adopsi saja, tapi aku tetap pengen mencoba. Kenapa kita harus menyerah sebelum mencoba ? Beberapa teman dari grup PH Indo, ada yang berhasil melahirkan bayi sehat walopun pas melahirkan, sekujur tubuh mereka jadi biru. Masalahnya, ternyata kesulitan hamil ini bukan disebabkan oleh PH, beberapa waktu lalu pas aku test darah diketahui bahwa test ANA ku positif. ANA adalah singkatan Anti-Nuclear Antibody, biasanya ditemui pada penderita LUPUS. Tapi ANA positif belum tentu penderita lupus. Masalah antibody ini sebenarnya cukup mempengaruhi proses kehamilan. Bisa aja hasil pembuahan tidak berkembang karena dihancurkan oleh antibody atau immune tubuh karena dianggap benda asing. Pokoknya, bisa atau tidak bisa operasi, aku akan melanjutkan beberapa test yang sebelumnya disarankan dokter tapi belum sempat aku lakukan. Semoga aja ANA test-ku berubah jadi negatif.

Hasil ANA test aku yang...POSITIVE....makkkk T___T


Yahhh...itu aja sih, sebenarnya bukan resolusi juga, malah lebih ke rencana-rencana tanpa target yang jelas. Karena untuk beberapa kasus, aku hanya bisa pasrah dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan.

Tapi aku yakin setiap tahun selalu memberikan cerita tak terlupakan pada setiap orang, entah itu cerita sedih yang membuat kita makin kuat, atau cerita bahagia yang membuat kita makin bersyukur dilahirkan sebagai diri kita.

Selalu begitu, terus, sampai entah kapan akhirnya kita meninggalkan dunia.
Bolehlah kita membuat rencana A sampai Z, tapi apa daya kalo besok ternyata hari terakhir kita menghirup udara, entah dengan cara bagaimana dan di mana.
Aku bersyukur aku masih bisa bersama orang-orang yang aku kasihi, meskipun anjingku telah pergi untuk selamanya dan membuat nangis mami serta adikku.

Selamat berpulang Justin, my 11 years old dog !
Selamat berpulang penumpang Air Asia QZ8501 !

Bye-bye Justin....walopun mami belum rela kau pergi...
tapi aku rela kok....terima kasih sudah menjadi anjing dan teman kami selama 11 tahun,
itu adalah waktu yang cukup panjang :)


Selamat datang 2015 !
selamat datang harapan baru !

Monday, 27 October 2014

The Fault, Dear, is not In Our Stars

Segenap kru Fly Me to My Dream (*againnnn) mengucapkan....
 
"SELAMAT HARI NGEBLOG SELURUH INDONESIA"
 
semoga dengan tersusunnya kabinet Indonesia Kerja ini, negeri kita makin maju dalam segala hal.

naik odong-odong lewat jalan becek, gak nyambung jek !
yah biarin lah....

kata orang, di hari ini kita boleh posting apa pun kok.

mengenai judul di atas, sebenernya kalimat itu jadi popular belakangan karena dijadiin judul film "The Fault in Our Stars" tau kan ? yang maenin si Woodley atau sapalah itu yang main di Divergent juga.
nah, kata autornya, kalimat itu diambil dari cuplikan dalam karangan Shakespeare yang judulnya "Julius Cesar", yang mana kalimat itu diucapkan oleh Casius kepada Brutus.

Lengkapnya gini,

"The fault, dear Brutus, is not in our stars, But in ourselves, that we are underlings."

maksudnya tuh si Casius mau manas-manasin Brutus supaya mengkudeta Julius Cesar, karena menurut dia, jadi raja atau bawahan itu bukan takdir orang, tetapi karena kelemahan orang itu sendiri, semua orang dilahirkan sama derajatnya jadi kenapa yang satu harus membungkuk terhadap yang laen ? Salah sendiri elu bego, makanya jadi bawahan seumur hidup.
kira-kira begitulah intinya.....

Beberapa minggu lalu, akhirnya aku gabung juga di Indo PH family yang isinya sesama penderita hipertensi paru. Jadi banyak dapat info ini itu sama para senior.
Terus waktu aku bilang kalo aku tuh masih kerja kantoran, kebanyakan pada bilang, kayaknya aku masih kuat ya dibanding mereka yang kayanya menderita banget.

Bukannya aku underestimate, dan aku tau setiap orang memiliki tanggapan berbeda-beda pada kenyataan yang mereka hadapi. Ada yang cuek aja dan tetap semangat, ada yang galau melulu, ada yang parnoan, dan lain-lain.

Tapi, jujur aja, aku agak kesel dibilang lebih kuat.

I AM TRYING HARD !

Mereka mana tau kalo kandungan O2 dalam nadi arteriku cuma 40, sedangkan batas minimum orang hidup itu seharusnya 60.

Kalo dibilang, kok masih kuat kerja, aku aja mandi bisa ngos-ngosan.

Well, me too !

habis mandi aku ngos-ngosan...kalo gak percaya tanya aja suamiku...qiqiqiqi....sambil berwajah mesum....
habis jongkok terus berdiri ngos-ngosan,
ngomong cepet ngos-ngosan,
jalan 1 meter per detik ngos-ngosan,
naik 5 anak tangga ngos-ngosan,
bangun tidur ngos-ngosan,
mau tidur ngos-ngosan,

Aku cuma pengen bilang, kalo sakit mbo ya jangan terlalu galau seakan-akan dunia mau runtuh, toh kita bukan sakit kanker stadium 4

Kita harusnya berpikir kalo kita itu....

KUAT, KUAT, KUAT
SEHAT, SEHAT, SEHAT

percayalah obat paling manjur itu bukanlah sildenafil yang harganya 150 ribu per butir, tetapi doa dan pikiran positif.

Dengan doa pasti Tuhan akan mendengarkan.
Dengan positive thinking pasti otak kita akan berupaya supaya si tubuh menyesuaikan.

kalo pikiran negative terus ya tubuh bakal sakit terus.

Bukan takdir yang membuat kita terpuruk dan sakit, tetapi kelemahan kita dalam menanggapinya yang membuat kita benar-benar sakit dan perlu dikasihani.

NB: oiya aku abis pindah kontrakan loh, dari apartemen ke landed house. Gatau kenapa rasanya lebih sreg di apartemen yaa....apa karena struktur rumahnya ga cocok (pengap banget sumpah) atau karena belum biasa ?? cerita lengkapnya, di posting kapan-kapan. see ya !

Tuesday, 25 March 2014

Berteman dengan Atrial Septal Defect dan Pulmonary Hypertension

Hari ini, saya mendaftar sebagai member di PHA Indonesia, sebuah asosiasi cabang dari PH International yang didirikan di USA di mana anggotanya adalah para pasien penderita PH, serta keluarganya.

Website PHA International dan Website PHA Indonesia

Di situs itu, kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang mudah dicerna oleh orang awam, kalau sebelumnya kita agak dung-dung mendengarkan penjelasan dokter dengan bahasa dewanya. Selain itu, bagi keluarga pasien juga diberikan cara penanganan dan penyuluhan untuk mensupport pasien PH, kayaknya suami saya perlu juga nih daftar jadi member.

Nah, keuntungan jadi member ini, ternyata ada link spesial yang hanya bisa dibuka oleh para membernya yang pastinya memuat informasi yang lebih spesifik dan lebih rahasia, bau-bau Sherlock Holmes dikit.
Untuk jadi member, saya harus isi form yang akan direview secara manual oleh admin-nya dan saya belum mendapatkan balasan approval dari mereka berhubung baru kirim beberapa jam yang lalu hehee...

Memang ya, orang ember itu sekali ember, seumur hidup bakal terus ember. Kayak saya ini.

Tadinya, di postingan sebelumnya saya pikir saya bakal merahasiakan atau at least membagikan info sesedikit mungkin kepada orang lain mengenai penyakit yang saya derita. Tapi, emang dasarnya suka ember, menyimpan air dalam tempayan sendiri itu gak enak banget, suerr...rasanya kayak ada yang menekan dan suatu hari bisa meledak. Jadi saya putuskan untuk melakukan apa yang biasanya saya lakukan, and I love to do that hahahaa....maapkan daku yah teman-temin korban gossiper, untuk membagikan informasi sebanyak-banyaknya, apapun yang saya tahu, meskipun semuanya juga hasil dari brosing sana sini nanya Om Gugel.

Mungkin, mungkin saja di suatu hari di masa depan, ada seseorang yang sedikit bingung dan mencoba browsing mengenai penyakit ini, entah karena dia sendiri menderitanya atau keluarga atau teman atau orang yang dia kenal menderitanya, dan tanpa sengaja menemukan postingan ini. Itung-itung untuk lebih mempopulerkan penyakit ini di kalangan awam, berhubung penyakit ini tergolong langka dan penelitian di dunia kedokteran mengenai penyakit ini masih sangat sedikit sekali dibandingkan critical disease lain seperti kanker, stroke, dsb.

Apa itu Pulmonary Hypertension (Hipertensi Pulmonal / Hipertensi Paru) ?
Suatu keadaan dimana terjadi tekanan darah tinggi di arteri paru-paru.
Tekanan darah di arteri pulmonal yang normal adalah 8-20 mmHg, pada pasien PH tekanan paru >25 mmHg pada kondisi istirahat dan >30 mmHg pada saat aktifitas.Tekanan darah tinggi tersebut yang terjadi karena saluran (arteri pulmonal) yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit/menebal sehingga jantung kanan harus bekerja extra keras untuk memompa darah tersebut menuju paru-paru. Hipertensi pulmonal adalah penyakit kronis yang memerlukan perubahan/penyesuaian gaya hidup dari pasien dan pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosa, karena bila tidak maka bisa menyebabkan gagal jantung kanan.
Pada kasus saya, tekanan di paru-paru mencapai 60-65 mmHg

Apa gejalanya ?
  1. Sesak nafas,
  2. Nyeri di dada (angina pectoris)/dada terasa tertekan (berat),
  3. Pusing, Pingsan, Mudah lelah
  4. Bengkak air (edema) pada pergelangan/tungkai kaki, lengan dan perut, Batuk kering
  5. Raynaud’s Phenomenon – jari menjadi pucat/biru dan kadang terasa sakit, bisa juga dicetuskan karena hawa dingin.
Gejala pada umumnya terjadi setelah melakukan aktifitas, tetapi tergantung pada tingkatan penyakit itu sendiri, gejala bisa juga terjadi dengan aktifitas minimal atau bahkan tanpa adanya aktifitas.
Gejala2 di atas adalah yang umum terjadi pada pasien hipertensi pulmonal, bisa juga terjadi gejala hipertensi pulmonal lainnya yang masih berhubungan/efek dari hipertensi pulmonal contohnya seperti : detak jantung tidak beraturan (aritmia), detak jantung cepat, palpitasi, kuku jari tangan biru, liver bengkak, batuk berdarah, dst.
Seringkali pasien dengan PH terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya aktifitas sedikit saja sudah merupakan hal yang berat dan menimbulkan gejala sesak nafas dll/memperburuk keadaan PH. Karena itu pasien PH harus menyesuaikan diri dan membiarkan pandangan orang lain yang mungkin kurang baik terhadapnya dan lebih memilih untuk berbaik hati dengan kondisi kesehatan sendiri.

Apa hubungan PH dengan penyakit jantung bawaan ?
Hipertensi paru dapat disebabkan oleh penyakit jantung bawaan yang tidak diperbaiki pada masa awal/bayi/anak-anak. Karena penyakit jantung bawaan meningkatkan aliran darah dan tekanan pada paru-paru.
Pada hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan, biasanya progressivitas PH berjalan lebih lambat dan prognosisnya lebih baik dibandingkan hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh lainnya. Selain itu dalam banyak kasus dimana penyakit jantung bawaan yang ada dapat dikoreksi, tekanan paru dapat turun drastis mendekati normal.
Di Indonesia sendiri, kebanyakan kasus hipertensi pulmonal yang terjadi saat ini adalah karena penyakit jantung bawaan yang parah dan tidak diperbaiki pada masa anak-anak.
Contoh kondisi-kondisi penyakit jantung bawaan yang bila tidak diperbaiki dapat menimbulkan hipertensi pulmonal adalah Ventricular Septal Defects, Atrial Septal Defects, Truncus Arterioses dan Pulmonary atau Tricuspid Atresia.

Apa itu Atrial Septal Defect ?
is a form of a congenital heart defect that enables blood flow between two compartments of the heart called the left and right atria. Normally, the right and left atria are separated by a septum called the interatrial septum. If this septum is defective or absent, then oxygen-rich blood can flow directly from the left side of the heart to mix with the oxygen-poor blood in the right side of the heart, or vice versa.[1] This can lead to lower-than-normal oxygen levels in the arterial blood that supplies the brain, organs, and tissues. However, an ASD may not produce noticeable signs or symptoms, especially if the defect is small.

In the case of a large ASD (>9mm), which may result in a clinically remarkable left-to-right shunt, blood will shunt from the left atrium to the right atrium. This extra blood from the left atrium may cause a volume overload of both the right atrium and the right ventricle. If untreated, this condition can result in enlargement of the right side of the heart and ultimately heart failure.

Any process that increases the pressure in the left ventricle can cause worsening of the left-to-right shunt. This includes hypertension, which increases the pressure that the left ventricle has to generate in order to open the aortic valve during ventricular systole, and coronary artery disease which increases the stiffness of the left ventricle, thereby increasing the filling pressure of the left ventricle during ventricular diastole. The left-to-right shunt increases the filling pressure of the right heart (preload) and forces the right ventricle to pump out more blood than the left ventricle. This constant overloading of the right side of the heart will cause an overload of the entire pulmonary vasculature. Eventually, pulmonary hypertension may develop.

The pulmonary hypertension will cause the right ventricle to face increased afterload. The right ventricle will be forced to generate higher pressures to try to overcome the pulmonary hypertension. This may lead to right ventricular failure (dilatation and decreased systolic function of the right ventricle).

If the ASD is left uncorrected, the pulmonary hypertension progresses and the pressure in the right side of the heart will become greater than the left side of the heart. This reversal of the pressure gradient across the ASD causes the shunt to reverse; a right-to-left shunt will exist. This phenomenon is known as Eisenmenger's syndrome.
source : Wikipedia

Terus, berikut ini adalah hadiah ulang tahun terburuk yang pernah saya terima, dari hasil TEE :
Biatrial Enlargement.
A large ASD secundum is seen. The diameter is 18 x 22 mm in size.
The aortic part of the atrial septum rim is deficient.
The other rims of the atrial septum is > 7mm.
Bidirectional flow is seen accross the atrial septum.
This finding and the pulmonary hypertension is consistent with Eisenmenger Syndrome.

All four Pulmonary veins are seen draining into the left atrium as confirmed by cardiac CT Scan.

Dilated RV with PASP 60-65 mmHg, with systemic BP 75-80/50

Well, saya akan selalu ingat kata-kata seorang wanita dari kelompok pendoa Gereja saya yang hari Jumat itu mengunjungi rumah sakit. Meskipun selama di depan mami saya, saya selalu menahan tangis, soalnya mami saya udah nangis terus, ketika didoakan entah kenapa saya tidak bisa menahannya lagi. Karena saya merasa mereka seperti bisa membaca pikiran saya, bahwa bukan karena jantung saya bolong atau paru-paru saya rusak yang membuat saya sedih, tapi karena rahim saya yang normal itu tidak diijinkan untuk mengandung seorang bayi.

Wanita pendoa itu berkata,
"Tidak apa-apa, saya percaya kamu bisa hamil, semua ini terjadi supaya kamu benar-benar mengalami sendiri bahwa Tuhan kita sungguh besar."

Saya berharap saya memiliki iman sebesar wanita itu, karena jujur saja, saya masih terpasung dalam diagnosis dokter. Belum lagi membaca artikel-artikel di internet yang menulis kasus kematian seorang wanita penderita PH, 14 hari pasca melahirkan dan lain-lain. Rasa-rasanya kehamilan itu sesuatu yang tidak mungkin. Dan kalau saya memaksakannya, bukankah saya akan menjadi orang yang egois ? Bagaimana jika bayi saya nantinya cacat ? Seandainya bayi saya selamat dan saya tidak, apakah saya tega meninggalkan suami saya jadi duda beranak satu ? Apa gunanya saya memimpikan kelahiran anak, tapi saya tidak bisa merawatnya sebagai ibu dan malah mati begitu saja ?
Bukankah lebih baik jika kita membiarkan segalanya berjalan sesuai kehendak Tuhan ? Meskipun itu berarti merelakan keinginan memiliki anak kandung.

Tuhan, saya ingin sekali memiliki iman sebesar biji sesawi.


Articles Source : PHA Indonesia & Wikipedia

Tuesday, 11 March 2014

How I Met Your Father - Part 9

IT'S NOT GOODBYE YET

Dear Kid(s),

Maybe this is the last chapter of this season.
I have just done some medical treatments and the result is not good.

The doctor said that I may not be pregnant because of my heart & lungs condition.
If I insist, he said that 75% will cause the death of you, me, or us both.

The tension in my lungs is way too high, even if it's just to supply the oxygen for my body. It will become even higher if I'm pregnant and my heart will exceed its limit to pump the blood.

It's not my broken lungs or heart that made me cry.
It's because I can't have you that make me the saddest woman in the world.

Deep inside my heart, I believe that 25% is more that enough for miracle to happen into somebody's life.

25% is a big opportunity.
25% is hope.
25% is everything for me.

I will cancel ALL the baby program that I have planned because of that 75%.
But, I WILL NOT say goodbye to you because of that 25%.

So, I would like to say....
See you again in the next chapter of my life.

Turning 29 - My Life Will Never Be The Same Again

Tidak pernah terbersit sedikit pun di pikiranku bahwa ulang tahun ke-29 akan kurayakan di Rumah sakit dan menerima kabar paling mengejutkan dalam hidupku.

Semua ini berawal ketika suami membelikan paket MCU diskonan dari Groupon Disdus yang di dalamnya termasuk paket foto Rontgen THorax. Setelah hasilnya jadi, suami mendapat telepon dari lab tempat MCU itu kalo hasil foto Rontgen-nya ada yang gak beres, dan si petugas lab itu menyarankan supaya kita ambil tes Echocardiography.

Kita yang sebelumnya sudah pernah periksa ke berbagai macam dokter, mulai dari dokter jantung, dokter THT, dokter saraf, tanpa pikir panjang pun langsung memutuskan untuk periksa ke dokter paru-paru, tanpa memedulikan saran si pegawai lab untuk ECG. Karena tahun 2012, aku sudah pernah melakukannya dengan dokter jantung di salah satu rumah sakit di Grogol.

Dokter spesialis paru-paru ini merupakan rekomendasi salah seorang temanku yang juga dokter muda. Dia pernah menderita pneumonia dan menjadi pasien si dokter paru ini. Namanya Dr. P. Handojo, katanya salah satu dokter spesialis paru senior yang cukup terkenal di Jakarta.

Begitu melihat hasil rontgen-ku, dr. Handojo langsung mengklaim bahwa ada yang tidak beres dengan jantungku. Dia menyarankan untuk CT Scan, untuk melihat lebih detail ke dalam paru-paru ku, meskipun kecurigaan terhadap si pembawa masalah adalah jantung.

Berhubung biaya CT Scan mahal, aku langsung mengajukan untuk rawat inap di RS supaya bisa direimburse asuransi. Dokter langsung setuju, karena dengan dirawat di RS dia jadi bisa langsung kolaborasi dengan dokter jantung, dan langsung merujuk aku ke ketua tim jantung di RS tersebut. Jadilah kami pulang dan berkemas untuk rawat inap di salah satu rumah sakit Kristen di kawasan Kebon Jeruk.

Selama 2 hari pertama, keadaanku di RS baik-baik aja, beberapa tes aku jalani satu persatu :

1. CT Scan dengan disuntikkan cairan kontras. Jadi prosesnya hampir mirip sama tes HSG waktu aku cek apakah di saluran tuba falopi ada kebuntuan atau tidak. Kali ini cairan kontras disuntikkan dari alat berbentuk tabung ke infus dan masuk ke jantung serta paru-paru. Aliran cairan kontras ini kemudian difoto. Ada sensasi panas di sekujur tubuh sewaktu cairan ini mengaliri nadi-nadiku hihiii...untung sebelumnya udah dikasi tau jadi gak shock.

2. Tiup paru-paru. Aku disuruh menghirup napas dalam-dalam, kemudian tahan napas dan memasukkan semacam tabung sensor ke dalam mulut, lalu hembus napas kuat-kuat melalui tabung tersebut. Hasilnya nanti akan muncul di monitor berupa grafik-grafik. Yang lucunya, di monitor ada animasi ikan dan tirai panggung. Kalau kita hembus napasnya pelan, tirai panggung dalam animasi itu cuma akan terbuka dikit dan ikan yang kelihatan cuma 1-2 ekor. Katanya kalau hembus napas kita kuat, tirai yang terbuka akan lebar dan akan nampak jenis ikan lainnya. Dari hasil grafik, sepertinya kemampuanku hanya mencapai kurang dari 50% alias not good.

3. Echo jantung. Nah...yang ini sebelumnya aku sudah pernah, tapi kali ini alat yang digunakan lebih canggih kelihatannya. Dari sini bisa kelihatan bahwa bilik kanan jantung yang menyambung ke arteri paru-paru membesar lebih dari normal. Padahal seharusnya bilik kanan itu lebih kecil dari bilik kiri, karena kan bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Di sini juga ketahuan bahwa diagnosis dokter jantung sebelumnya, yang mengatakan bahwa klep jantungku terlalu panjang sebenarnya TIDAK TEPAT. Klep jantungku sebenarnya baik-baik aja, cuman karena ukuran bilik kanan membesar dan bilik kiri mengecil, tampaklah si klep jantung seperti kepanjangan pada bilik kiri.

4. Cek darah setiap hari. Ganti infus sampai 2x karena normalnya infus cuma boleh sampai 3 hari, kalo lebih dari itu harus diganti sebab bisa mengakibatkan infeksi. Selain disuntik melalui pembuluh vena untuk mengetahui profil darah secara keseluruhan, aku juga diambil darahnya melalui PEMBULUH ARTERI untuk mengetahui secara langsung kadar O2 yang dibawa darah Fresh From The Lungs, yaitu pembuluh yang terletak jauh di dalam, yang  terasa denyutnya, dan aliran darahnya menyembur, jika dipotong cocok untuk orang yang mau bunuh diri. Kalo biasanya orang cek darah diambil dari pembuluh vena cuman sakit bentar pas jarum masuk dan keluar, beda dengan ketika disuntik di pembuluh arteri. Luka tusukan di luar udah sembuh, tapi yang di dalem ini berasanya masih sampai berhari-hari kemudian....

Setelah cek ini itu, akhirnya (untuk sementara) para dokter menyimpulkan bahwa penyebab aku gampang capek dan ngos-ngos an di luar batas normal adalah PULMONARY HYPERTENSION PRIMARY.
Psstt...ternyata penyakit ini masuk ke kategori CRITICAL DISEASE di dalam polis asuransi prudential. Tapi belum bisa klaim karena belum masuk stadium 4 alias masih di tingkat menengah.

Kenapa disebut primary ?
Karena waktu itu para dokter masih di grey area untuk menyimpulkan penyebab tingginya tekanan di paru-paru. Selama ini, di dunia kedokteran, 90% penyebab pulmonary hypertension termasuk dalam kategori tidak diketahui alias faktor X karena, penyakit itu sendiri sangat langka terjadi, perbandingannya 1 : 1000

TAPI...
masih ada 1 tes lagi yang bisa dilakukan untuk memperkuat kesimpulan para dokter. Tes itu adalah TEE.

Sayangnya, pada saat dokter jantung akan melakukan TEE, aku malah terserang demam yang menyebabkan trombosit turun setiap harinya. Karena dicurigai virus Demam Berdarah, akhirnya ditunggulah 3 hari untuk menunggu munculnya virus itu sejak masa inkubasi. Puji Tuhan, hasilnya negatif. Ternyata demamnya cuma karena virus biasa, dan setelah 3 hari aku gak demam lagi.

Maka pada hari Kamis, 6 Maret 2014, aku melakukan TEE.
Sebuah prosedur untuk mendapatkan foto organ dalam dengan lebih jelas, dengan memasukkan kamera micro melalui kerongkongan. Untuk melakukan tes ini, mulutku dibius lokal dan aku dibius total alias terlelap tanpa daya selama 1 jam. Meskipun dokternya nawarin supaya aku ga perlu bius total, tapi hatiku lebih tenang kalo aku bius total dan terlelap ke alam mimpi... jadi bangun-bangun semuanya udah kelar. Daripada cuma bius lokal, aku bisa liat ini itu malah cemas dan panik.

1 jam berlalu....

Dan akhirnya si dokter jantung, Antono Sutandar beserta asistennya, Reynold Agustinus, menemukan sesuatu.

Sesuatu yang menyebabkan terjadinya Pulmonary Hypertension.

Sesuatu yang mengubah diagnosis para dokter yang sebelumnya PRIMARY menjadi SECONDARY.

Sesuatu yang menyebabkan mamaku menangis di tempat dan tidak nafsu makan sampai beberapa jam sesudahnya.

Sesuatu yang membuatku divonis tidak boleh hamil, karena 75% akan menyebabkan kematian padaku, bayiku, atau kami berdua.

Sesuatu yang akan mengubah hidupku selamanya.

Sesuatu yang menjadi SALIBKU.

Salib yang harus aku pikul sampai saat Tuhan berkenan mengangkatnya.

Sesuatu yang akan aku ceritakan pada dunia suatu hari nanti.


NB : Perjalanan ini belum selesai sampai sini. Akan ada 2nd opinion dari dokter-dokter lain mungkin suatu hari nanti, akan ada obat-obat alternatif, dan lain-lain dan lain-lain

Thursday, 16 January 2014

Resolusi Tahun 2014

Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.

Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)


Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !

Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.

- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.

- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.

- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !

- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T

- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
 
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig

- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....

- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.

Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....

- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??

Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu

 
 
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut


- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)

- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.

Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)

- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.

- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.

- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.

- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit


Selamat berjuang kawan !


Friday, 20 December 2013

There's A Place Called Home

Pindah rumah ??

Rrr...sebenarnya bukan. Tapi sebenarnya iya.

Karena dalam Bahasa Indonesia, terjemahan untuk "house" dan "home" sama, RUMAH. Jadi agak rancu untuk menjelaskan bahwa "There's A Place Called Home" is not "There's A Place Called House"

Yep, I move to a new place which is not a landed house, but an apartment unit. Secara keamanan, tempat parkir, tempat makan, kualitas bangunan, kualitas layanan, semuanya lebih memuaskan daripada apartemen lama. Yang gak memuaskan cuma biaya sewanya jauh lebih mahal, dan jalan ke kantor jadi lebih jauh untuk ukuran anak manja dan males kayak saya :)

Jadi kalo sebelumnya saya bisa bangun jam 7 teng, sekarang saya harus bangun jam 6.30, 6.45, atau mungkin 6.15.

Ini beberapa penampakan rumah barunya...

kolam renangnya....belum sempat nyobain T_T

waktu masih kosong ^_^

waktu ada badai di kejauhan.....


Pindahan di bulan Desember, tiba-tiba keinget sama lagu-nya Christmas Carol yang 1 ini. Langsung deh kebayang kalo someday punya rumah sendiri, bukan ngontrak, dengan perabotan yang lebih lengkap dan gak ala kadarnya seperti sekarang, ada pernak-pernik Natal, ada pohon natal, dan tentunya....anak-anak  >_<

 There's a place called home
 I can almost see, with a red front door, and
 A roaring fire, and a Christmas tree.
 Yes, a place called home
 Full of love and family,
 And I'm there at the door
 Watching you come home to me.

 Through the years
 I'll recall this day

 In your arms
 Where I finally found my way

 To a place called home
 And a life for two

 You'll have everything
 You could ever want

 All I want is you

 And a place called home
 You and I will always be

 In the dark of the night
 Let your heart come home
 To me


 Through the years
 I recall this day

 In your arms
 In your arms
 When I finally found my way

 To a place called home
 And to life with you
 Where the days are long
 And the love is strong
 And the dreams are true
 And the dreams are true

 To a place called home
 You and I will always be

 Always be
 In the dark of the night
 Let your heart come home
 To me


 To the place in my heart
 Where you're always home
 With me


Friday, 6 December 2013

Antara Jujur, Polos, dan Straightforward

Kalau ada temen aku yang bilang, "Ya ampunnn....kamu jujur banget sih !"
atau "Kamu paling gak bisa bohong ya ? Jadi orang kok polos banget !"

Sebenernya aku sudah nggak kaget lagi.

Yap, aku udah tau dan sadar sepenuhnya sama sifatku yang satu ini.
Jujur aja, aku paling gak bisa nahan apa yang ada di pikiranku. Rasanya kalo gak diutarakan, aku bisa mati gak tenang. Dan...parahnya, makin akrab aku dengan seseorang, makin jujurlah aku mengutarakan apa yang aku pikirkan.

Jadi, gak heran kalo kadang beberapa di antara temen aku merasa tersinggung, ngambek, atau marah. Ada yang semenit, ada yang beberapa jam, ada yang berbulan-bulan, dan ada yang bertahun-tahun alias kita udah gak temenan akrab lagi. See ? From "bestfriend" become "acquaintance" !

Tapi banyak juga kisah lucunya.

Misalnya waktu mantan kolegaku berinisial J mengambil jajanan dan persediaan makanan punya orang lain, seakan-akan dia ikutan beli - padahal mah enggak hahahaha - aku langsung bacot dengan nada polosku yang paling ajib mengutarakan pertanyaan retoris kenapa kok dia gak sungkan-sungkan ambil jajanan itu. Dannn....ternyata efeknya lebih dasyat daripada perkiraanku ! Aku pikir dia bakal cuek aja, ternyata dia merasa "Mak JLEB" hahahaa....
Untungnya dia gak marah dan langsung sadar diri. Soalnya yang jajanannya diambil ikhlas sih...jadi buat apa marah-marah ? heheeee...

Kejadian lucu lain, kalo diceritain satu-satu bakalan panjang, jadi aku tulis poin-poinnya aja :

- Sama orang di kantor yang suka bluffing tentang gaji, aku sindir aja kenapa dia mau pindah ke perusahaan yang ngasi gajinya kecil
- Sama orang yang bau ketek, aku suruh aja orang lain cium keteknya --> yang mengagetkan, korbannya beneran ada ! Seperti apakah baunya ? Wallahu a'lam pembaca.....
- Sama orang yang mukanya jutek melulu, aku sukurin
- Sama orang yang ngaku toketnya besar, aku lemparin beha-nya yang berbusa tebal, lumayan ada bahan bully-bully soalnya sebelum itu aku yang selalu dibully olehnya alias dia suka remes-remes tetek orang. NYEBELIN BANGET !!

Tapi gak semua tindakan straightforward-ku berakhir menggelikan, ada juga yang berakhir tragis.

Waktu SMP masa-masa ababil, aku bertengkar sama bestfriend sejak SD, dan kami pun gak saling bicara selama berbulan-bulan. walaupun akhirnya aku minta maaf, tapi hubungan kami sudah gak bisa kayak dulu lagi.

Belakangan ini juga karena teguranku sama seorang temen, dia jadi diemin aku. Mungkin untuk selamanya tapi mungkin juga tidak. Wallahu a'lam.... Yang jelas aku sudah pernah inisiatif mengajak komunikasi, tapi gak ditanggepin. Ya sudah, aku gak akan mengemis-ngemis kayak suamiku. Soalnya sebelum itu, suamiku juga sempat gak enakan sama orang tersebut, tapi suamiku ngalah dan mencoba berkali-kali berkomunikasi lagi. Sayangnya, ego-ku jauh lebih tinggi dari suamiku, jadi apa yang dilakukan suamiku itu gak akan pernah aku lakukan.

Tapi, jika ditelusuri lebih lanjut lagi, gak semua yang aku pikirkan, serta merta aku ungkapkan.

Misalnya nih...

Ada temen kuliah S2 yang sukanya pamerrrrr melulu, mungkin karena dia merasa kaya. Beliin kado ultah maminya berlian, dipost di fesbuk. Beli ini beli itu punya ini punya itu dipamerin melulu. Okelah...bilang aja aku sirik karena tak mampu haahaaa....tapi yang bikin aku gregetan banget, pernah suatu kali dia mau nyumbang panti asuhan, foto sumbangannya diupload di Instagram. Emang sih itu harta dia, bukan urusan aku. Tapi rasanya pengen banget komen gini :
"Menyumbang itu baik, tapi alangkah lebih baiknya kalo kebaikan yang kita lakukan gak di blow-up. Kalo gak gitu, apa bedanya kita dengan orang Farisi dan Saduki ? Biarlah hanya Tuhan yang tau ketulusan hati kita"

Yah, tapi hal itu gak aku lakukan, karena kemungkinan dia tersinggung LEBIH BESAR daripada kemungkinan dia mengamini.

Peristiwa lain, ada orang yang hobiiiii banget kirim gambar cewek-cewek sexy dan cantik ke contact bbm dia, termasuk ke bbm nya suamiku. Soalnya aku kan suka iseng baca-baca bbm suamiku, jadinya aku sering liat kelakuan temennya yang suka kirim gambar-gambar cewek. Aku pengennnn banget bilang gini :
"Kamu udah bosen yah sama cewek kamu ? Katanya sayang, tapi masih memimpikan cewek laen. Kasian aku sama cewekmu !"

Yahhh...tapi itu juga gak aku lakukan. Seberapa pun memuakkannya sikap cowok itu, aku tetap mengasihani dirinya.

Itulah sebabnya postingan ini muncul, karena seperti yang aku bilang sebelumnya, kalo gak diutarakan aku bisa mati gak tenang. Jadi daripada mengendap berjamur, lebih baik aku utarain di blog aja heheheheee....

Kira-kira siapa lagi ya yang bakal jadi korban kalimat "polos" ku ?

*wink-wink*

Thursday, 17 October 2013

I Failed

Saya nggak sadar kalau ternyata tanggal 7 September 2013 kemarin, lomba menulis 7 deadly sins udah diumumin 20 besar karya terbaik, dan tanggal 7 Oktober 2013 akhirnya terpilih 7 pemenang utama.

Memang sih saya gak terlalu berharap banyak bakal menang mengingat ini pertama kalinya saya bikin cerita panjang, saya pikir saya akan cuek-cuek aja mengetahui karya saya gak masuk ke daftar itu, tapi ternyata ada sedikit rasa kecewa *ya iyalahhh...hello ?

I failed.

Sudah bertahun-tahun saya lupa rasanya ikut kompetisi dan gagal.
Sekarang jadi ingat lagi, waktu SD hampir setiap minggu ikut lomba gambar, kalo menang dapet piala ya syukur, kalo gak ya udah. Minggu depan akan ada kompetisi lain.

So...

Kayaknya saya HARUS KUDU SHOULD MUST beli novel Indonesia deh....
Kalo dipikir-pikir, saya hampir ga punya satu pun novel asli Indonesia, semuanya novel terjemahan, gimana bisa menguasai medan perang dan menang ???

My next project should be better than this :)

Wednesday, 16 October 2013

Tadaaa....New Skin From Me to Me !

Akhirnya....setelah sekian lamaaaaaa kepengen bikin skin "Made by Me" yang gak kesampaian juga, karena males dan lain-lain, kali ini The Dream Team Fly Me to My Dream - yang terdiri dari saya sebagai desainer & illustrator, serta suami tercintah sebagai programmer - dengan bangga mempersembahkan.....tretttt tretttt tretttt teeeettt.......
 
Fly Me to My Dream Blog Skin versi LITTLE ANGEL
 
  
 
Plok plok plok plok plokkkkkk *soundeffectapplause
 
Memang sih, blog skin ini banyak kekurangan di sana-sini, karena si tukang coding-nya belum terlalu fasih main CSS dan HTML, tapi thanks to you my hubby...muahahahahahaha....lop you muah-muah :-*
 
Berhubung coding-nya masih edit dari template orang, jadinya susah banget ngepasin image. Salah saya juga sih gak nurutin size sesuai template, yang akhirnya bikin mumet yang edit.
 
Tapi sebagai debut, saya cukup puas dengan hasilnya.
 
Karena saya tidak perlu lagi majang gambar orang lain yang antah berantah, saya bisa pakai gambar saya sendiri, yang meskipun gak bagus-bagus amat, tapi bisa berkata,
 
"Hello world, this is who I am."
 
 

 

Wednesday, 9 October 2013

Kalo Lagi PMS

Kemarin pas di lift, saya berpapasan sama sesosok tante-tante yang marah-marah mulu...
gak sama anaknya, gak sama suaminya, semua diomelin, dikata-katain "GILA" sambil teriak-teriak kayak korban kebakaran....dan gak malu sama sekali sama orang-orang lain yang ngeliatin dia.

Nah, sekarang sih rasanya saya pengen kayak begitu.

Tapi, apa mau dikata, bukan salah Bunda mengandung jikalau diriku ini terlahir sebagai anak nan lemah lembut bersahaja. Gak mungkin daku ini berteriak-teriak di depan umum, palingan juga kalau gak sengaja liat poster yang ada gambar pocongnya....

Jadi, saya cuman bisa teriak-teriak dalam hati, atau di......BLOG INI !!!!!!!!!

AAARRRRRGGGHHHH !!!!

Kalo lagi PMS itu bawaannya negatif terus, marah, sedih, cemburu, iri, dengki, kesel, sebel, males *alibi

Kesel, marah, kecewa, sebel itu....
Kalo ternyata misua gak setuju dengan rencana yang sudah kita pikirkan masak-masak, karena alasan duit. Tapi saya tetep keukeuh dengan prinsip, "There is a will, there is a way !!"

Cemburu, iri, dengki itu....
Kalo lihat foto ponakan yang lagi lucu-lucunya, dipuji sana-sini, dibilang mirip bintang iklan, ganteng, kayak artis korea, dijadiin profile picture di mana-mana....sedangkan saya masih aja masang foto narsis diri sendiri !

Sedih itu...
Kalo merasa bahwa kesabaran itu lebih berat daripada sekadar kata-kata !


Pengen gigit orang rasanya :[|]

Friday, 27 September 2013

How I Met Your Father - Part 6

Hi Kid(s),
Mom is here, how are you ?

After I and your dad made a deal of 1 year contract to rent our new apartment, we decided to try the new SpOG doctor. Dr. Dario Turk at Pantai Indah Kapuk hospital. At first, we didn't mean to have "that" program, I just need to check the pain in my stomach.

Surprisingly, Dr. Dario said that I need no worry because the pain is normal - there are some minor adenomiosis inside my utery that caused the pain. Luckily, these adenomiosis do not affect the insemination process. And he suggested us to take "that" program.

After that, we took some laboratory test in Pluit, and the result were OK. This kind of test is not as many as the previous suggested test which cost 12 million. This test took only 6 million. Well, if I said "only" it doesn't mean that I feel free and nothing to lose to pay that much. It is a bit difficult for me and your dad, but for you, we will try our best. Dr. Dario also gave me some pills to boost my fertility.

On the 16th day of my cycle, I am so happy to hear that there are TWO BIG EGGS which are ready to be released from the ovary.

I am glad to know that we are both normal, and nothing wrong with the "hardware" hahahaaa....

I know it is just a beginning. We have to try more and never give up.

Life is a miracle.
And it is about time before God make it happen.

From Sydney to Melbourne - My First Overseas Trip

Pernah suatu kali saya dan seorang teman di divisi export berkelakar gini :

Saya : kasian banget yah kita, kerja di divisi export, nanganin customer dari seluruh benua tapi gak pernah disuruh keluar negeri T_T

Colleague : Iyah mbak, mungkin kalo kita keluar negeri diberangkatinnya bareng barang, dipack en dikirim pake sea freight T__T

Saya & colleague : hahahahahahaa..... *ketawa hampa sambil menerawang jauh


Ehh, tak disangka-sangka, ternyata manager kami (yang gembul dan baik hati) sudah menyiapkan surprise buat kami berdua. Pada bulan Agustus (tadinya Juli tapi dimundurin jadi Agustus) saya berangkat ke Sydney untuk mengikuti reguler meeting dengan customer terbesar kami, Australia. Sedangkan kolega saya itu akan berangkat ke Malaysia pada bulan Oktober nanti dalam rangka Asia Pacific Marketing Meeting.

Wuaaa...saya yang belum pernah keluar negeri seumur hidup sebelumnya tentu saja girang banget, antara percaya dan gak percaya. Padahal target pertama saya keluar negeri itu cuma Singapore aja, itupun gak kesampaian melulu. Lalu ini tiba-tiba dapet duren runtuh kesempatan ke Ausie. Terima kasih Tuhan, terima kasih Pak Manager, terima kasih Pak Direktur.
Sebenarnya kalau mau jadi orang skeptis, saya akan berpikir, "Ahhh...ini mah strategi Pak Bos aja untuk appreciate karyawan supaya lebih loyal, karena dia sebelumnya dikhianati oleh karyawan kesayangannya, dan banyak karyawan resign karena merasa kurang dihargai"
Tapi saya tetep positive thinking aja deh, saya diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan lebih luas.

Jadilah saya berangkat ke Ausie dengan rincian sebagai berikut (Halaahhh, kok kayak orang finance !!)

1. Berangkat dengan Qantas Airways dibayarin kantor

2. Perjalanan lebih kurang 7-8 jam, yang membuat saya mabok udara dan muntah-muntah, lebih parahnya saya lupa bawa obat muntah sehingga di sana sakit perutnya berkelanjutan sampai berhari-hari. Btw, ini pertama kalinya saya naik pesawat yang ada TV-nya hiakakakaka....dan udah ada film Hangover 3, tapi saya ga nonton, malah nonton reality show perjalanan menyusuri Australia.

3. Sampai di Sydney, menginap di Rydges World Square selama 3 malam dibayari kantor, yang terletak di daerah pecinan, sekitar 2 km dari Opera House. Mengapa 3 malam ? Itu karena sebenarnya jadwal meeting saya cuma 4 hari saja, lalu sisanya extend sendiri :D

Rydges World Square

4. Hari 1 - 3 saya meeting dengan customer di kantornya yang artistik, gak kayak kantor Indonesia yang boring abis. Udah gitu CEO di sana bawa anjingnya ke kantor, plus handuknya dan tempat makannya hehehee...lucu banget, padahal lantai kantor sana dilapis karpet ! Coba aja kalo di Indonesia, jangankan anjing, paling banter cuma boleh bawa ikan hias.

5. Setelah jadwal meeting kelar, kami semua berpencar. Direktur saya balik ke Singapore, manager saya ke rumah sodaranya di Newcastle sebelah utara Sydney, sedangkan saya pindah hotel yang lebih murah di daerah Potts Point, yaitu Springfield Lodge. Ternyata daerah Potts Point ini gak seramai daerah pecinan, kalau malam jalanan sepi dan klub-klub nya makin ramai, orang Asianya dikit. Oiya di hari ini saya masih bisa ke Hyde Park, St. Mary's Cathedral, Opera House, Royal Botanical Garden, Darling Harbour, Madame Tussaud.
St. Mary's Cathedral di sebelah timur Hyde Park, 
sempat masuk ke dalamnya dan berdoa setengah menit hihii...
Sayang gak boleh motret di dalam, padahal buagusss buangettt !!!

6. Keesokannya, dari Springfield Lodge di pagi-pagi buta saya minta dijemput oleh airport shuttle untuk terbang ke Melbourne dengan Jetstar, low cost airline yang 1 grup dengan Qantas. Nah, ini bayar pakai duit sendiri dan sempat ada kegalauan karena jadwal meetingnya mundur *baca di sini* tapi akhirnya syukur alhamdulilah Pak Direktur mengijinkan tiket yang hangus itu diganti dengan tiket baru pakai budget kantor. Ini berkat jasa Pak Manager juga yang sudah memperjuangkan hak saya huhuuu...

Springfield Lodge, gak senyaman Rydges sih...tapi bolehlah :)

7. Melbourne !! The Culture city...si cupu ini tiba di bandara Tullamarine seorang diri, kemudian naik Sky Bus seorang diri pula tanpa tahu dibawa ke mana. Ternyata bus shuttle ini berhenti di Southern Station yang dekat dengan Federation Square, tempat di mana saya janjian dengan tour guide saya. Ketika saya mau naik taksi ke Federation Square, si sopir taksi bilang kalo Federation Square deket banget, tinggal 15 menit jalan kaki. Lalu saya pun jalan kaki, dan membutuhkan waktu 45 menit !!!! karena keseringan berhenti, galau, dan nanya orang-orang di tiap traffic light. Udah gitu gara-gara ditelpon sama si tour guide, pulsa saya Rp. 300.000,- lenyap dalam sekejap karena roaming huaaaa T____T
Dan setelah perjalanan nan melelahkan, dimulailah perjalanan yang sesungguhnya menyusuri gang-gang Melbourne yang pernuh lukisan mural. Menurut tour guide saya, si Dave Carswell, total perjalanan kami 3 km. Pantes rasanya udah mau pingsan. Untunglah kami berpisah di tepi Yarra River dan saya bisa duduk santai beberapa menit sebelum melanjutkan jalan lagi ke Eureka Skydeck 88, menara tertinggi di Melbourne.
Pukul 4 sore, dari Eureka Skydeck, saya belain naik taksi buat balik lagi ke depan Flinder's Station yang terletak di depan Federation Square. Meski jaraknya dekat, tapi saya udah males banget jalan karena kaki mau copot. Sampai-sampai si sopir taksi yang asli Sri Lanka bilang, "that's a very expensive picture because you have to pay 22$ for the taxi, are you a journalist ?"
Hahahaa....22$ buat foto narsis, saya cuma jawab, "It's OK. it will be paid by my company."
Kalo dipikir-pikir, hmmm...22$ = Rp. 220.000,- buat taksi dari HI ke Sarinah, ampun Pak Bos !
Abis itu, saya balik lagi Ke bandara dan sampai Sydney jam 10 malem.

 Melbourne City dari lantai 88 Eureka Skydeck

Ini nih foto mahal yang bikin sopir taksi terheran-heran hahahahaaa....
Minta difotoin orang di traffic light, not bad lah hasilnya :P

8. Hari Sabtu, setelah kelelahan tak terperikan di Melbourne, saya bilang ke tour guide saya yang akan memandu ke Blue Mountain bahwa saya gak bisa jalan banyak-banyak karena capek banget dan gak enak badan. Untung tour guide yang ini bawa mobil jadinya dia nurunin saya di poin terdekat dan jemput saya lagi di poin itu. Bahkan ketika ada wahana yang diharuskan jalan memutar, tour guide saya ini bilang ke petugasnya bahwa saya ada problem dengan jalan jauh, wakakakaka....dan akhirnya kita diijinkan naik wahana tersebut tanpa harus muter :p
Malessss kan kalo harus naik turun tangga ini !

9. Hari Minggu, saatnya balik ke kampung halaman. Memang bener kata pepatah, "Hujan emas di negeri orang, masih lebih enak hujan batu di negeri sendiri." Mungkin saya merasakan hal itu karena saya melakukan perjalanan sendirian dan merasa kesepian. Saya tidak tahu, jika saya pergi bersama teman-teman saya dan bisa have fun bareng, apakah saya masih merasakan hal yang sama.

Akhirnya pecah telor juga rekor saya belum pernah keluar negeri.
I guess I am a lucky woman :)

Friday, 20 September 2013

Ke Bandung again

Kalau tahun lalu saya ke Bandung dalam rangka hari jadi perkawinan, maka tahun ini saya ke Bandung dalam rangka liburan lebaran.
Yaelahh..cuma ke Bandung aja sih heheee...tapi sebagai orang yang sudah 5 tahun tinggal di Jakarta, saya merasa sangat jarang sekali berkunjung ke Bandung, dan tiap kali ke sana, selalu ada experience baru (ya iyalah baru juga 1-2 kali ke sana)

Ini adalah pengalaman pertama si CITY BLUE jalan ke luar kota sejak jadi milik saya, congrats to you my bluei !

Saya, bareng suami en maminya (aka mertua saya) menginap 2 malam di hotel Sukajadi. Hotel ini sebenernya bagus karena bernuansa etnik, tapi karena nuansa yang banyak lukisan, patung, relik-relik, ukiran justru bikin agak-agak merinding gimana gitu hehehee.... hotel yang interiornya lebih nge-pop dan minimalis sepertinya lebih bisa diterima. Saya sih sebenarnya agak menyesal pilih hotel ini, hanya karena tergoda ada kolam renangnya. Ternyata lokasi kolam renangnya di tengah taman kecil yang bisa dilihat oleh orang-orang yang lagi breakfast, kan jadi males renangnyaaaa T_T

Bagus sihhh...tapi hawanya jadi gimana gituuu....ga berani deh kalo disuruh tidur sendirian di sini

Berhubung hotel ini letaknya dekat Cihampelas, jadilah kami setiap hari menyusuri jalan itu. Ntah itu mau cari makan, beli jaket winter (buat ke Ausie), atau cuma lihat-lihat dan shopping dikit buat oleh-oleh.

Di salah satu FO yang bangunannya warna putih peninggalan jaman Belanda
Aduuhhh....kalo udah berbau-bau sejarah gini saya sukaaaa bangetttt ^^

Hari kedua, sebagian besar waktu kami habiskan di pemandian air panas Sari Ater. Hmmm....comfy bangetttt...sayangnya waktu itu kita dateng siang-siang pas panas, harusnya dateng pas sore-sore dan mulai dingin jadi kan enak berendam air panas, salah timing !
Belum lagi kita ada acara tersesat di area resort itu, jalan kaki ngos-ngosan karena jalanan menanjak, udah mau pingsan rasanya. Untung ada mobil keliling resort yang gak sengaja papasan di jalan, akhirnya kita numpang sampe parkiran mobil. Hahhh...thank God :D


naik bebek-bebek-an dan foto alay narsis di Sari Ater resort *sebelum tersesat nih*

Hari terakhir, saya mampir ke Twiggy winter shop, toko yang jual perlengkapan musim dingin di sebelahnya Paris Van Java persis. Walopun kata temen, winter di AUstralia itu cupu alias gak dingin-dingin amat, tapi kan saya tetap harus siap sedia donk, namanya juga makhluk tropis. Di sana saya dapetin sepatu boot yang udah lama saya idam-idamkan *seperti di sini* yeayyyy !!!
Habis itu mampir ke Paris Van Java yang tersohor, menurut saya sih....mallnya biasa aja, dan panas ! Yep panas en gerah terutama di bagian outdoor buatan. Btw, ini Bandung kan ???? kok panas yahhh....

Dan berakhirlah perjalanan saya di Bandung.

Garing banget yak ceritanya ???????!!
*Semoga cerita perjalanan yang setelah ini ga garing-garing banget T_T

Hello Again !!

Krik..krik...krik...krik...

Waduh, setelah sebulan absen ngepost, jadi bingung mau mulai dari mana. Karena ternyata banyakkkkk banget yang bisa disharekan selama puasa ngeblog.

1. Jalan-jalan ke Bandung dalam rangka liburan lebaran
2. Business trip ke Ausie
3. New Doctor SpOG
4. Persiapan pindahan apartemen

Selain itu, novel idealis saya juga kaga ada perkembangan hahahahaa....
Sampai jumpa di post selanjutnya :)

Saturday, 6 July 2013

My Very First Day of Nge-GYM

Akhirnya setelah resmi terdaftar sebagai member Gold's Gym CL pekan lalu, saya memulai latihan pertama pada hari ini.

Sebelum dateng udah ditanya-tanya melulu sama Personal Trainer nya, karena memang paketan gold's gym dapet 2x Free PT, dan dalam 2x itu siap-siap aja diiklanin tentang pentingnya pakai PT.
Bukannya saya memandang PT itu ga penting yah, tapi ongkosnya ntuh yang bikin berat di kantong, mana saya baru aja kebobolan duit tiket pesawat (huhuuu..teringat lagi masih nyesek)

Di hari pertama ini, saya langsung disambut oleh PT yang ngajak saya untuk timbang berat badan, tensi darah, dan cek heart rate.

Habis tes, kita ada wawancara dikit mengenai history dan kondisi kesehatan. Menurut dia heart rate saya pada kondisi normal katanya terlalu cepat untuk orang seusia saya, yang ini saya udah tau, kan udah dibilangin Pak Dokter akhir tahun lalu, ini akibat rongga jantung n klep yang ga matching.

Terus dia juga bilang kalau RHR (atau apa yah ??) saya terlalu tinggi sampai 123, padahal kalau orang seusia saya tuh normalnya 60-80. Akibatnya ini aliran darah yang dipompa jantung tidak menyebar rata ke seluruh tubuh, dan hal ini bisa mengakibatkan pusing (kayak orang darah rendah) karena otak gak mendapatkan Oksigen (yang diikat oleh hemoglobin aka sel darah merah --> pelajaran SMP nih) secara optimal.

dan lain-lain bla bla bla....

Intinya saya harus melatih bagian bawah tubuh, yaitu KAKI.
Ehhh...padahal kan saya udah bilang kalau dokter yang meriksa saya dulu itu rekomennya latihan isometrik, bukan cardio. Auk ah nih Mas trainer, saya butuhnya apa disuruhnya apa.

Lalu dimulailah pemanasan dengan genjot sepeda selama 10 menit yang bikin saya keringetan karena membakar kalori (berapa yah lupaa...) yang jelas pada menit ke 10, heart rate saya mencapai 160, yang mana menurut dia sangat tinggi. Karena maksimal untuk seusia saya kan 192, jadi kalau baru olah raga selama 10 menit udah 160 itu mah kebangetan, udah mendekati maksimal hahahahaa.....

Habis pemanasan, terus lanjut stretching yang istilahnya saya lupa juga, HALAH !! Habisnya susah sih buat diinget.
Pokoknya perut harus dikunci ke dalem, kalau napas diusahakan jangan majuin perut yang udah dikunci itu, terus jongkok berdiri angkat pantat, lutut gak boleh ikutan turun.

Habis selesai latihan ini, kaki saya gemeteran bangetttt....padahal besok minggu harus jaga Back to School season di Gramedia dan berdiri selama 7 jam, mamiiii T___T

Karena saya kelihatannya udah kepayahan, akhirnya latihan hari itu cukup sampai di situ. Padahal menurut dia itu belum ada apa-apanya, baru juga 2 gerakan heheee...

Dia bilang, angkat tubuh sendiri aja belum kuat ya, gimana mau angkat beban ?
WHAT ?? Angkat beban ?? siapa yang mau body building ??? Saya kan udah sexy *prettt

Saya langsung nyamber kalo gabung member tuh buat latihan YOGA, bukan body building. Terus dia bilang, yoga juga sama aja kalo basicnya belum kuat tubuh bakal sakit semua. Ya iyalah lah mas, badan dipuntir-puntir gitu gimana gak sakit ?? Walaupun saya misalnya udah kuat genjot sepeda sampe 1 jam, dan kunci perut angkat bokong sampai 50 hitungan, kalau pertama kali ikutan yoga, pasti tetep aja sakit semua :p

Ahhhh...hari yang melelahkan.
Tapi tak apalah kalau masih bisa bergaya dengan baju nge-gym dan sepatu sport UNGU :D

Friday, 5 July 2013

Kehilangan Tiket Seharga AUD 187

Hari ini, Jumat 5 Juli 2013 telah saya tetapkan sebagai salah satu hari yang menggundahkan hati dan menggalaukan pikiran.

Pada pukul 09:54 WIB saya mendapatkan email konfirmasi dari JetStar untuk penerbangan PP dari Sydney ke Melbourne dengan total pembayaran AUD 187, saya pun sudah membayangkan keliling kota dengan tram listrik dan naik ke Eureka Sky Deck untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Namun pada pukul 11:00 saya mendadak dipanggil ke ruang manager dan diberitahu mengenai kabar buruk, yaitu ke Australia-nya mundur jadi bulan Agustus habis lebaran.

DUUUUAAARRRRRRR !!!

Meskipun sound effect dalam hati saya kayak gunung meletus, namun ekspresi saya pastinya TETAP COOL, meski dalam hati pengen berteriak, "ANJRITTTTT, KAMPRETTT, BANGKEEEE, FAKKK !!!"

Siapa yang menduga sih kalau tiba-tiba si COO kantor Australia ada urusan mendadak dan harus meninggalkan Ausie, lalu kita yang mau bertamu disuruh mundurin tanggal. Padahal semua sudah fix. Tiket Qantas PP udah dibeliin kantor, visa udah diapprove, tinggal ngebook hotel doank. Karena udah fix itulah, saya memberanikan diri beli tiket PP buat jalan-jalan ke Melbie saat hari bebas, berhubung hari bebas makanya tiket ga ditanggung kantor tapi dari kantong sendiri. Yang bikin saya nekat emang pikiran kemaruk kayak, "Kapan lagi sih bisa ke Ausie ?? Masak seminggu cuman di Sydney aja ???"

Tapi....tapi....tapi....

Nasi udah jadi bubur, bubur pun udah jamuran...

Saya kemudian menelpon JetStar Indonesia dan menanyakan apakah tanggal penerbangan boleh diundur, petugasnya bilang bisa tapi biaya penaltynya AUD 140....gileeee ajeeee...kalau saya beli sendiri buat bulan agustus masih bisa tuh dapet harga AUD 134, ngapain juga harus bayar penalty kalau beli lagi masih murah :(

Sepertinya Tuhan belum mengijinkan saya pergi ke Melbourne. Mungkin saya cuma boleh jalan-jalan di Sydney aja.

Yahhh...walopun manager saya bilang "feel guilty" dan berusaha mencarikan solusi seperti nanyain tiket murah lain ke sodaranya di Newcastle, atau saran untuk menjualnya setengah harga di internet, tapi saya udah gak mood lagi.

WHY ?????????????????

*brb nangis bombay