Showing posts with label masterpiece. Show all posts
Showing posts with label masterpiece. Show all posts

Monday, 24 March 2014

SEANDAINYA

Seandainya
Waktu adalah milik kita
Kan kurengkuh hangatmu tiap detik
dalam dekap dan lelap

Seandainya
Ruang adalah lukisan tanpa judul
Kan kucoretkan nama malaikat
dalam relung jantung dan nadiku

Seandainya
Musim berlari tanpa arah
kan kubuka jendela bermandikan sinar mentari
serta atap kaca di mana bulan dan bintang tersenyum malu
untukmu

Seandainya
Awan dan hujan tak berjalan satu tujuan
Kan kuputar kemudi untuk menjemputmu
di ujung busur pelangi

Seandainya
Duri dalam daging mengoyak serpih-serpih hati
dan pisau-pisau kaca memburai semburat air mata
Dunia adalah komidi putar dalam alunan nina bobo
Jika kau tertawa

Seandainya
Bisa kudengar pecah tangismu
Saat menjumpai dunia fana
Maka itu adalah seluruh hidupku

Thursday, 16 January 2014

Resolusi Tahun 2014

Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.

Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)


Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !

Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.

- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.

- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.

- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !

- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T

- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
 
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig

- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....

- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.

Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....

- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??

Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu

 
 
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut


- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)

- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.

Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)

- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.

- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.

- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.

- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit


Selamat berjuang kawan !


Thursday, 17 October 2013

I Failed

Saya nggak sadar kalau ternyata tanggal 7 September 2013 kemarin, lomba menulis 7 deadly sins udah diumumin 20 besar karya terbaik, dan tanggal 7 Oktober 2013 akhirnya terpilih 7 pemenang utama.

Memang sih saya gak terlalu berharap banyak bakal menang mengingat ini pertama kalinya saya bikin cerita panjang, saya pikir saya akan cuek-cuek aja mengetahui karya saya gak masuk ke daftar itu, tapi ternyata ada sedikit rasa kecewa *ya iyalahhh...hello ?

I failed.

Sudah bertahun-tahun saya lupa rasanya ikut kompetisi dan gagal.
Sekarang jadi ingat lagi, waktu SD hampir setiap minggu ikut lomba gambar, kalo menang dapet piala ya syukur, kalo gak ya udah. Minggu depan akan ada kompetisi lain.

So...

Kayaknya saya HARUS KUDU SHOULD MUST beli novel Indonesia deh....
Kalo dipikir-pikir, saya hampir ga punya satu pun novel asli Indonesia, semuanya novel terjemahan, gimana bisa menguasai medan perang dan menang ???

My next project should be better than this :)

Wednesday, 16 October 2013

Tadaaa....New Skin From Me to Me !

Akhirnya....setelah sekian lamaaaaaa kepengen bikin skin "Made by Me" yang gak kesampaian juga, karena males dan lain-lain, kali ini The Dream Team Fly Me to My Dream - yang terdiri dari saya sebagai desainer & illustrator, serta suami tercintah sebagai programmer - dengan bangga mempersembahkan.....tretttt tretttt tretttt teeeettt.......
 
Fly Me to My Dream Blog Skin versi LITTLE ANGEL
 
  
 
Plok plok plok plok plokkkkkk *soundeffectapplause
 
Memang sih, blog skin ini banyak kekurangan di sana-sini, karena si tukang coding-nya belum terlalu fasih main CSS dan HTML, tapi thanks to you my hubby...muahahahahahaha....lop you muah-muah :-*
 
Berhubung coding-nya masih edit dari template orang, jadinya susah banget ngepasin image. Salah saya juga sih gak nurutin size sesuai template, yang akhirnya bikin mumet yang edit.
 
Tapi sebagai debut, saya cukup puas dengan hasilnya.
 
Karena saya tidak perlu lagi majang gambar orang lain yang antah berantah, saya bisa pakai gambar saya sendiri, yang meskipun gak bagus-bagus amat, tapi bisa berkata,
 
"Hello world, this is who I am."
 
 

 

Friday, 11 October 2013

Nostalgia dan Jejak

Waktu lagi mikirin untuk nerusin novel idealis yang lagi mentok, tiba-tiba saya teringat kembali sama cerita pendek yang saya tulis ketika masih menjabat sebagai mahasiswa DKV semester 6 Universitas Kristen Petra Surabaya.

Ntah kenapa saya pengen banget membaca lagi cerpen saya itu, soalnya saya sudah agak-agak lupa. Sedih banget kalo rekam jejak karya kita hilang begitu saja gegara cuma di-save pada sebuah perangkat keras macam computer atau Hardisk. Padahal kannnnn....kita sudah mencurahkan segala passion dan hati kita untuk menciptakan sebuah masterpiece.

Terus, saya iseng-isenng browsing di Mbah Google, dan.....yatta !!! Saya menemukan pengumuman pemenang lomba cerpen yang diadain oleh Lipice-Selsun itu di sebuah artikel online.
Berikut screen shot nya :

 
 
Waaaaa.....ternyata rekam jejak itu tidak hilang !! Girangnya udah kayak nama kita keukir di prasasti aja :p

Sayang banget kenapa jabatan saya ditulis "Staf TU" sihhhh....padahal tadinya niat saya menulis TU itu supaya surat atau lain-lain ditujukan ke TU Jurusan DKV biar gak ilang.

Ternyata pemenang lomba cerpen itu ada banyak :
3 pemenang utama
15 pemenang harapan utama --> saya masuk ke yang ini :D
30 pemenang harapan

Kalo inget lagi data filenya hilang, saya jadi sedih T___T
Padahal kan ceritanya tentang cewek pribumi cupu yang menjalin cinta dengan sinyo Belanda (*hello ? again ???) hahahaaaa....

Ntah kenapa, saya suka banget tema beginian, bahkan novel idealis yang lagi mentok itu, lagi-lagi mengangkat tema yang sama, cuma kali ini pemeran utamanya bukan cewek pribumi, melainkan cewek keturunan Tionghoa.

Apa mungkin keinginan terpendam saya itu dapet jodoh cowok bule ya ????
heuheheueheheuuu.....*smoga postingan ini gak dibaca suami saya :p

Friday, 20 September 2013

Hello Again !!

Krik..krik...krik...krik...

Waduh, setelah sebulan absen ngepost, jadi bingung mau mulai dari mana. Karena ternyata banyakkkkk banget yang bisa disharekan selama puasa ngeblog.

1. Jalan-jalan ke Bandung dalam rangka liburan lebaran
2. Business trip ke Ausie
3. New Doctor SpOG
4. Persiapan pindahan apartemen

Selain itu, novel idealis saya juga kaga ada perkembangan hahahahaa....
Sampai jumpa di post selanjutnya :)

Sunday, 28 April 2013

GagasMedia "7 Deadly Sins Writing Competition 2013"


Akhirnya setelah bergelut dengan waktu selama sekitar 5 minggu, karya amatiran ini selesai juga.
Sebagai salah satu syarat pengiriman naskah, panitia mengharuskan peserta membuat video promo untuk presentasi karyanya. Berhubung saya nggak pede menampilkan wajah dan suara medok saya, jadi videonya hanya berisi ilustrasi karya saya sendiri plus penggalan-penggalan kalimat yang dipikirkan atau diucapkan tokoh-tokoh dalam novel ini.

Berikut videonya :


Kalau kalian punya akun YouTube, boleh donk minta bantuan untuk like atau comment. Kalau nggak punya, di view aja juga nggak papa, untuk meningkatkan traffic-nya :)

Cover print-out nya nanti seperti ini :


Saya sangat sangat sangat menikmati proses pengerjaan karya ini, meskipun di bawah tekanan deadline yang ketat. Ternyata kalau sesuatu dikerjakan dengan passion, meskipun hasilnya mungkin tidak semaksimal ekspektasi tapi bisa memuaskan juga ya ? I just realized it.

Oiya, saya juga merasakan sensasi dan gairah menyenangkan sewaktu saya kembali memegang pensil warna dan kuas, setelah sekian lamaaa....
Mungkin terakhir kali saya menggambar manual secara serius itu waktu mau bikin portfolio untuk melamar di Faber-Castell, hahahaa :D

Saya berencana, suatu hari nanti kalau saya hamil, saya akan melukis di depan jendela sambil mendengarkan nada piano, entah itu piano klasik atau piano-nya Yiruma. Katanya psikolog sih, emosi yang dirasakan ibu hamil itu bisa tersalurkan kepada si anak meskipun dia masih dalam kandungan. Pasti sangat menyenangkan sekali, kalau anak saya punya darah seni dan memiliki bakat seni yang lebih besar, misalnya nggak cuma bisa menggambar, tapi bisa main musik juga, menyanyi juga, menari juga. Widihhh.....si mami banyak maunya ya ? Hamil aja belom berhasil !!!


Percakapan di masa depan :

Kid : mami...mamiii....aku mau maen piano, mi !!!
Mami : iya sayang, mami seneng kamu suka main piano...
Kid : beliin piano donk, mi !!
Mami : *ngelirik harga piano = 50 juta
*dilema "Aduuhhh...harga piano bisa buat biaya kuliah gue S2 desain nih, gimana ya ?? mendingan ngembangin bakat anak, apa meraih cita-cita diri sendiri ?? Mami galawwww !!!!"



Sunday, 14 April 2013

Writing Competition 2013

Setelah sekian lama nggak pernah ikutan kompetisi lagi, baik kompetisi menggambar atau menulis, akhirnya tahun ini saya nekat ikutan kompetisi lagi. Padahal dari segi waktu bisa dibilang sudah mepet banget, and very close to deadline !!!

Saya sudah setengah jalan, kira-kira sampai halaman 80an ketika akhirnya menyempatkan diri untuk browsing mengenai pemenang kompetisi tahun lalu, terus melihat-lihat video promosi - bahkan video untuk kompetisi tahun ini sudah ada yang upload ! - tiba-tiba saya merasa down.

Saya merasa alur cerita saya biasa saja, penggunaan frase dan kata tidak apa adanya, penggambaran karakter dan tokoh-tokoh di dalamnya kurang dalam, begitu juga dengan emosi yang ingin disampaikan. Singkat kata, tulisan saya sangat kurang dalam hal kualitas.

Yah, bukan berarti saya menyerah setelah menghabiskan berjam-jam di depan komputer dan kurang tidur selama berhari-hari. Karena sudah terlanjur nyemplung, lebih baik saya basah sekalian.

Mungkin ini kedengaran sangat pesimis, seperti demam panggung, galau !

Satu-satunya hal optimis yang bisa saya pikirkan adalah :

Kalo nggak menang, ya udah diperbaiki lagi dan kirim ke penerbit lain yang lebih ecek-ecek.
Mungkin kita bisa belajar dari karya para pemenang, untuk jadi lebih baik lagi.

Lebih baik kalah daripada tidak berani mencoba !

Arrghhh, aku galaw, CIYUS!!!!!

Monday, 18 March 2013

My Novel Progress

Hulalaaa....
setelah sekian lama, akhirnya saya mulai nulis proyek impian lagi dan baru memasuki bab III.
Saya juga mengubah setting waktu dari tahun 1921 menjadi 1931.
Hal ini disebabkan karena di Malang, sepertinya AMS (Algemeene Middelbare School) baru didirikan pada akhir tahun 1930an.

Ini dia sneak peak-nya, saya mendapatkan referensi kosa kata Belanda ini dari buku Kwee Thiam Tjing dan google translate. Sudah pasti yang dari Google translate grammarnya kacau. I need Steven, my relative from Belgium, semoga saja dia menjadi penerjemah saya, secara bahasa Belanda Belgia belum tentu sama dengan bahasa Belanda asli....ataukah sama ???!! ntahlah....

Lalu kami berdua menertawai Marco sampai terbahak-bahak, padahal tidak ada yang lucu dari kejadian itu. Dan Marco pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Albert kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat dan mengatakan,

”Jij een…chinees, kunnen we vriend ?”
 
Aku sempat bingung dan tidak tahu harus jawab apa, tapi aku balas saja jabat tangannya dan mengangguk. Albert menjabat tanganku dengan mantap dan mengangguk juga, “Dan zijn we vrienden, ehh…..naam ?”

"My name is Khan"


Boong dink kalimat yang terakhir ini, cuma buat ngeles aja gamau kasi bocoran nama tokoh utamanya.
Intinya di bab III ini ketambahan 1 tokoh baru si sinyo Londo.


Friday, 24 August 2012

Resep Sebuah Masterpiece

Belakangan ini, salah satu kesibukan saya adalah menulis.
Akhirnya saya memberanikan diri juga menulis sebuah karya panjang, meski ketidakpedean pastilah datang merayap.
Di antara beberapa ide yang sudah bermunculan, ada dua yang paling menonjol.

Yang satu berbentuk saga atau chronicle, seperti narnia, berjumlah 7 seri. Entah kapan saya bisa mewujudkannya menjadi sesuatu yang berarti daripada sekadar ide antah berantah.

Yang satunya lagi, adalah gabungan tema-tema dan ide yang sebelumnya pernah saya tulis. Dari tulisan pendek itu, hanya tinggal dikembangkan melalui penambahan karakter dan jalan cerita supaya lebih kompleks. Saya berencana menjadikan yang satu ini sebagai debut (Cieilee....gayanya bo' belum tentu juga ada yang mau nerbitin heheheheeee....)

Oke, ide sudah ada.
Plot dan kerangka sudah dibuat, meski harus disesuaikan lagi sambil jalan.
Lalu saatnya merangkai kata demi kata, menjadi bab demi bab.
Astagaaa....ternyata gak gampang.

Menurut plot yang saya buat, buku ini nantinya akan berjumlah 18-19 bab dengan total halaman 150. Jika 150/19 maka seharusnya per bab sepanjang 8 halaman A4 dengan font Times New Roman spasi 1,5.
Kesulitan yang paling nyata saya temui adalah merangkai percakapan. Saya selalu merasa percakapan yang terjadi kurang natural.
Seandainya dialog itu diucapkan anak berusia 10 tahun, saya selalu merasa tidak seharusnya anak sepuluh tahun mengeluarkan statement seperti itu.
Atau ketika percakapan terjadi di antara orang dewasa yang hidup pada awal abad ke 20, saya tidak punya bayangan bagaimana mereka saling bertukar pikiran.
Pokoknya, saya selalu merasa, dialog antar karakter kurang pas.
Mungkin ini bisa dikesampingkan dulu, dan menunggu suatu hari nanti apa pendapat editor.

Kesulitan lain adalah informasi mengenai latar belakang. Yep !!
Saya harus mengumpulkan banyak informasi untuk menggambarkan suasana dan kondisi pada saat cerita saya sedang berlangsung.
Saya tidak yakin ketika menuliskan jarak antara rumah karaker satu dengan karakter lainnya di kota Malang pada tahun 1920. Ke mana kendaraan mereka harus belok, atau di mana letak bangunan ini dan itu.
Memang ada sedikit informasi dari sebuah blog, tapi kurang detail. Seandainya saya punya bukunya Dukut Imam, "Malang Tempo Doeloe" mungkin sedikit membantu.
Untuk mempelajari sedikit gaya bahasa tempo dulu, saya beli juga buku Memoar Kwee Thiam Tjing. Tapi sepertinya tidak mungkin menulis percakapan dengan gaya jadul seperti itu, pembaca pasti akan pusing dan malas baca. Maka saya putuskan untuk menulis dengan gaya bahasa yang modern, sebenarnya untuk memudahkan saya juga heheheheeee......

Jadi dari pengalaman di atas, kesimpulan yang bisa saya tarik adalah :

IDE + SKILL = MASTERPIECE

Ide yang brilian harus bisa diwujudkan dengan skill yang mumpuni untuk menghasilkan suatu maha karya.
Dan meski ide saya yang gak brilian-brilian amat cukup membuat saya puas, tapi skill saya benar-benar melempem.

Oke, saatnya sneak peak membaca salah satu dialog yang terjadi dalam karya saya. Kalimat ini saya persiapkan untuk membangun emosi romantis pembaca akan harapan dan cita-cita masa kecil. Tapi asal tahu saja, bahwa dialog ini terjadi di antara anak berusia 9 tahun dan 12 tahun. Karena masih off the record, nama karakternya akan saya ganti dengan AAA dan BBB. Mungkinkah anak yang hidup di tahun 1921 dengan pendidikan ala kadarnya bisa berujar seperti ini ??

“Aku bercita-cita menjadi jurnalis suatu hari nanti. Kau tahu jurnalis ? Kurasa tidak. Jurnalis adalah orang yang bekerja di surat kabar dan membuat berbagai berita agar orang lain tahu.”

“Apa cita-cita itu sama dengan impian ?” tanya AAA penasaran.

BBB mengangguk, “Bisa dibilang begitu. Kau berharap dewa mau membantumu bisa membaca dan menulis. Apa yang akan kau lakukan jika semua itu sudah terwujud ? Pasti kau juga punya cita-cita. Jika kau mau terus menjadi buruh pencuci botol, kurasa kau tidak akan punya tekad sekuat itu untuk bisa membaca dan menulis.”

SKIP. SKIP. SKIP.

“Saya menebak usia pohon ini lebih tua daripada makam ini. Dan ia selalu berdiri tegak di puncak bukit tanpa bergerak sedikit pun memandang ke segala penjuru di bawah sana. Kalau ia bisa bercerita, pasti ia punya kisah-kisah hebat yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah hari dalam kehidupan saya. Saya ingin sekali bisa mendengar kisah-kisah hebat. Kelak jika saya sudah lancar membaca dan menulis, saya akan menuliskan semua kisah-kisah itu agar tidak hilang ditelan masa,” AAA menoleh pada BBB, “Apakah seorang jurnalis akan seperti itu BBB ? Menuliskan kisah-kisah hebat agar dunia tahu ?”

Mungkinkah anak kecil bisa membuat metafora seperti itu ??
Anak kecil dalam novel bisa saja :D