Showing posts with label baby. Show all posts
Showing posts with label baby. Show all posts

Thursday, 30 June 2016

The Diary of Caymaru - The Point of No Return (FINALE)

Postingan kali ini (terakhir) ditulis sendiri oleh Caymama beberapa hari sebelum menjalani operrasi. Saya, Caypapa cuma bantu upload agar kisah "The Diary of Caymaru" terselesaikan dan (mungkin) bisa berguna bagi para pembacanya.

Week 24
Setiap malam aku selalu terbangun karena saturasi oksigen yang cuma 60an, padahal selang oksigen tidak pernah lepas dari hidungku.
Saat-saat seperti itu, sepertinya tubuhku tidak menyatu satu dengan yang lainnya.
Aku terduduk. Aku sebut nama Yesus terus dan terus...
Aku kuat. Aku bisa. Tuhan besertaku. Ia akan mampukan aku.
 
Hasil USG minggu ini tidak bagus.
Caymaru positif mengalami IUGR dengan kondisi ABSENT DIASTOLIC END FLOW (ADEF).
Aku tanya ke gugel, beberapa forum ibu hamil di Amerika menceritakan bahwa kondisi ini pertanda buruk, tapi masih bisa dipertahankan asalkan gejala ini tidak berubah menjadi REVERSE END DIASTOLIC FLOW (REDF).
Jika janin mengalami gejala di atas (ADEF) artinya sirkulasi plasenta tidak bagus.
Janin tidak mendapatkan nutrisi cukup yang dibutuhkannya untuk bertumbuh dan berkembang secara normal.
Dalam hal ini, aku gagal mensupply oksigen karena minimnya oksigen darah.
Caymaru bertumbuh sangat sedikit bahkan grafiknya menunjukkan gejala pertumbuhan yang sangat memprihatinkan.
Beratnya hanya 500 gram.

Caymaru,
apapun yang terjadi aku serahkan semuanya pada Tuhan.
Aku memang egois karena memintamu untuk berjuang terus dan terus bahkan sebelum kau mengenal cahaya.
Tapi aku percaya Tuhan punya rencana besar akan kehadiranmu.
Karena itu aku mohon berjuanglah sampai akhir.


Week 25
Kondisi Caymaru tidak bertambah baik, meski beratnya menjadi 560 gram, tetapi aliran darah plasenta menjadi ABSENT-REVERSE END DIASTOLIC (ARED).
Menurut forum di gugel, lagi-lagi perkumpulan calon ibu di Amerika, biasanya jika mereka sudah memasuki gejala REVERSE FLOW, dokter akan mengeluarkan bayi secara paksa alias terminasi kehamilan. Sebagian besar ibu-ibu di sana menuruti maunya dokter, karena memang survival rate di Amerika untuk bayi prematur sudah tinggi, beda dengan Indonesia. Di Amerika, untuk janin berusia 28 minggu dengan berat berkisar 500 - 1000 gram, tingkat survivalnya mencapai 95%, sedangkan di RSCM sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia dengan dokter-dokter mumpuni, tingkat survival rate usia 28 minggu dengan syarat berat badan janin minimal 1 kg hanya sebesar 70%.


Week 26
Kami mencoba USG 4D untuk kedua kalinya...dannnn eng ing eng... kami bisa melihat wajahnya dengan lebih jelas dibandingkan ketika berusia 14 minggu.

Caymaru - USG 4D.

Tapi karena kondisi IUGR Caymaru makin memburuk, gerakannya tidak seaktif ketika dia masih berusia muda, ditambah lagi jumlah air ketubanku yang lebih sedikit dibanding wanita hamil normal, membuat dia makin tidak bebas bergerak.
Beratnya di minggu ke 26 ini ditulis 690 gram, ada peningkatan tetapi ukuran yang tertulis berdasarkan hasil USG tidak bisa dikatakan akurat karena ada selisih plus minus sebesar 20%.... weewww banyak banget ya.


Week 27
Minggu ini merupakan.....
.
.
.
.
.
.
.



Postingan Caymama berakhir sampai disini.... Dia takkan pernah bisa melanjutkan lagi tulisannya di sini.
Dia telah mengakhiri pertarungannya bersama sama dengan Caymaru pada Week 28.



 Kondisi Caymama saat menulis postingan terakhir ini.


Caymama tidur pulas, kelelahan menulis postingan ini


Selamat jalan Caymama,
Selamat jalan Caymaru,
Hidupmu boleh berakhir di dunia ini, tapi tulisanmu ini akan tetap hidup dan menjadi pesan positif bagi dunia.

Terima kasih atas teladanmu yang sangat luar biasa...




I LOVE YOU,




( Caypapa )   


Sunday, 19 June 2016

The Diary of Caymaru - Let's Fight Together

Akhirnya perjalanan RS kami berakhir di RSCM, yang katanya merupakan rumah sakit umum nomor 1 di Indonesia, di mana calon-calon dokter hebat dilahirkan dari sebuah institusi tersohor bernama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Tapi....ironisnya, fasilitas di RS yang pasiennya banyak banget ini sangat kurang memadai. Jumlah penduduk Jakarta aja udah berapa, jumlah penduduk Indonesia berapa, jumlah RS berapa, semua itu gak cukup Pak Presiden, gak heran kalo banyak kasus pasien ditolak atau terlambat penanganannya karena terbatasnya fasilitas yang ada.
Percuma kalo otak dan skill dokternya mumpuni, tapi fasilitasnya kurang, pada akhirnya kita tidak mempercayai tenaga medis di Indonesia. Hanya orang yang bergantung pada BPJS seperti saya ini yang sudi memilih pengobatan di Indonesia untuk menangani kasus berat, kalo duit saya kayak Paman Gober sudah pasti saya terbang ke Jepang atau Amerika sekalian hahahaaaa....


Week 14
Saya datang ke klinik obgyn dan ditangani oleh dokter residen yang sedang mengambil pendidikan spesialis kebidanan. Mereka semua di bawah mentoring seorang dokter senior bergelar Profesor Doktor yang ahli di bidang fetomaternal, yaitu sub spesialis kebidanan yang khusus menangani kehamilan berisiko tinggi.
Awalnya saya sempat dibawa ke IGD karena terjadi kesalahpahaman. Para dokter residen mengira saya setuju untuk melakukan aborsi. Tapi mereka kaget karena saya ternyata tidak menyetujuinya. Akhirnya saya diopname supaya mereka bisa mengadakan join conference dengan dokter jantung mengenai kondisi saya.
Ketika saya diopname, seorang dokter residen yang lumayan ganteng bernama dokter Greg menyuruh suami saya keluar dan ingin berbicara 4 mata dengan saya.

dr. Greg : Saya ingin tahu kenapa ibu sangat kukuh mempertahankan kehamilan ini ? padahal Ibu tahu risikonya. Kehamilan ini berbahaya bukan cuma buat si bayi tapi juga buat Ibu. Saya perlu tahu alasan Ibu untuk bahan pertimbangan saat join conference nanti.
Me : Yaaa... saya sudah pernah bilang kalo saya sulit hamil selama 3 tahun. Saya sudah putus asa bahkan berpikir tidak mungkin saya hamil secara alami. Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Dokter tahu eisenmenger sulit diobati, setiap tahun saya selalu menerima kabar kematian dari teman-teman di grup Hipertensi Paru. Saya pun tidak tahu kapan saya akan mati. PH belum ada obatnya di dunia ini. Kalo saya menggugurkan kandungan ini demi memperpanjang hidup saya, sampai berapa lama lagi ? 5 tahun ? 10 tahun ?
Lalu selama sisa hidup saya itu, apakah saya bisa hidup tenang, Dok ? Yang ada hanya rasa penyesalan dan kesedihan karena saya menyerah...
(lalu ntah kenapa air mata menetes dan sesenggukan di depan dokter itu, padahal selama ini saya pantang nangis di depan dokter-dokter)


Week 15
Saya bertemu dengan Profesor Yudit, mentor para dokter residen itu untuk melakukan USG perkembangan janin.
Ketika saya berbaring, dia bertanya dengan suara sinis,
"Apa yang Ibu harapkan dari kehamilan ini ? Percuma...paling hanya bisa bertahan hingga bulan ke-5..."
Saya cuma terdiam.
Janin saya masih dalam kondisi normal. USG selesai. Saya dan suami digiring ke ruangannya dan disidang bersama dengan beberapa dokter residen.
Pertanyaannya masih sama dengan yang lalu-lalu,

Dr.dr.Yudith, PhD :
"Kenapa Ibu kukuh mempertahankan kehamilan ini ? Padahal sudah dijelaskan berkali-kali tentang risikonya, taruhannya nyawa. Ini bukan soal buah simalakama, kalo yang 1 dikorbankan akan menyelamatkan yang lain, tapi ini menyangkut 2 nyawa. Bisa keduanya selamat, bisa keduanya tidak selamat kalo menunggu sampai kehamilan lebih tua."
Me :
"Karena di dunia ini tidak ada yang pasti. Dokter bilang risiko berapa 50%, 60& bahkan ada dokter yang bilang sampai 75%, tapi kan masih ada kemungkinan 50%, 40%, atau 25% untuk berhasil... emang kalo orang kena kanker divonis setahun lagi bakal mati, apa dia pasti mati ?"
Dr.dr.Yudith, PhD :
Ya enggak sih...tapi di sini kamu mempertaruhkan 2 nyawa sekaligus
Suami :
Iya dokter, saya paham semua dokter akan menghindari risiko tinggi. Tapi kami tidak mau menyerah, kami mau berjuang sampai akhir, seandainya suatu hari nanti kita menghadapi risiko terburuk, kami tidak akan menuntut apa pun dari dokter. Kamu sudah diberi tahu berkali-kali mengenai risikonya...tapi kami minta dokter juga berusaha semaksimal mungkin membantu kami.

Mendengar jawaban suamiku, tiba-tiba si dokter itu berubah sikap, tidak lagi sinis. Ketika keluar dari ruang fetomaternal, dia menepuk-nepuk bahuku dan memberi semangat.


Week 17
Join conference sudah dilaksanakan antara dokter kandungan, dokter jantung, dan legal ethic dengan konklusi sbb :
  • week 28 bayi harus dikeluarkan untuk menghindari risiko gagal jantung kanan dan thromboemboli vena (pembekuan darah) pada ibu yang bisa menyebabkan kematian mendadak (sudden death)
  • pemantauan secara rutin perkembangan bayi setiap minggu karena risiko IUGR - Intra Uterina Growth Restriction - terhambatnya perkembangan janin karena kurang oksigen, risiko terburuk adalah IUFD - Intra Uterine Fetal Death - di mana plasenta menjadi kering sehingga tidak mampu menyalurkan nutrisi pada janin dan mengakibatkan janin meninggal dalam rahim
  • kontrol rutin untuk memantau kondisi fungsi jantung ibu, perburukan pada eisenmenger syndrome, atau peningkatan hipertensi paru yang berpotensi mengakibatkan gagal jantung

Week 20
Aku merasakan sesak yang semakin berat. Tiap malam aku terbangun karena susah bernapas padahal bantal udah tumpuk 3. Batukku menjadi makin sering, bahkan beberapa kali disertai gumpalan kecil darah. Saat aku kontrol ke dokter jantung, dia geleng-geleng... TVG ku sudah di atas 100 mmmHg, itulah yang membuat beberapa pembuluh halus paru pecah sehingga dahakku berdarah.

Akibat PH yang terlalu tinggi, menyebabkan hipoksia (sesak napas) dan beberapa pembuluh halus paru-paru pecah, jadi dahak yang keluar bercampur darah

Dia mengganti pengencer darah aspirin dengan heparin sodium, yang berarti aku harus disuntik setiap hari. Jadi mulai sekarang aku punya suster baru yaitu suamiku yang kadang nyuntiknya sakit, kadang gak sakit, kadang juga sakit banget.... sampe lengan kanan kiri dan pahaku memar-memar.


 memar-memar di lengan akibat suntikan HEPARIN SODIUM, sebenarnya di paha juga masih banyak, tapi malu fotonya karena pahaku gendut hueheehehee.....

Aku selalu mengingatkan diriku, untuk siapa aku berjuang, karena siapa aku mau percaya. Aku hanya bisa menyebut nama YESUS dalam setiap saat aku merasa sangat lemah, karena aku percaya dia selalu bersamaku.


Week 21
Aku dan suamiku sepakat untuk meminta didoakan dalam sebuah sakramen perminyakan, sebuah ritual dalam gereja Katolik yang bertujuan untuk mendoakan orang sakit.
Prosesnya begitu cepat karena orang-orang di lingkungan sangat support. Seorang pastor datang dan memberikan penguatan melalui sakramen minyak suci.
Biasanya upacara ini diadakan buat orang yang sudah mendekati ajal, walaupun sebenarnya tidak, tapi seringnya kebiasaan orang Katolik di Indonesia seperti itu. Sampai-sampai ketika berita ini didengar oleh mantan managerku, dia langsung shock dan mengira kondisiku sudah amat buruk sehingga berencana menjengukku bersama beberapa teman kantor. Tapi setelah dikonfirmasi bahwa aku masih stabil, akhirnya dia tidak jadi menjenguk hehehee..... baik yah mantan managerku :D


Week 22
Aku merasa lebih sehat. Kadang masih terbangun tengah malam karena sesak napas tapi sudah gak sesering minggu lalu. Dahak berdarahku juga sudah sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah.
Aku kontrol ke dokter kandungan untuk melakukan USG. Dokter bilang janinku terlalu kecil untuk ukuran 22 minggu. Seharusnya di usia sekian berat bayi sudah mencapai 500 gram, tapi janinku hanya kisaran 350 gram. Walaupun organnya normal, tetapi dia juga kesulitan oksigen sehingga penyerapan nutrisi tidak maksimal.
Dokter pesimis aku bisa melahirkan di usia 28 minggu.
Dia bilang, "paling gak di usia 34 minggu...tapi berisiko buat kamu,"

Aku bilang pada suamiku, kalo aku sepertinya tidak mungkin melahirkan di usia 28 minggu karena berat bayi tidak sesuai target.
Aku sih oke2 aja melahirkan di usia 34 minggu, tapi suamiku jadi galau...karena itu berarti semakin tua kehamilan, semakin berisiko untuk jantungku.
Aku bilang padanya, "Kamu harus percaya padaku kalo aku kuat, aku gak akan menyerah demi Caymaru...semoga Caymaru juga terus berjuang di sini."


Aku mungkin ibu yang paling egois.
Aku tidak bisa memberikan kenyamanan atau apa yang dibutuhkan anakku.
Aku malah memintanya berjuang.
Bahkan sebelum dia mengenal cahaya.

Aku tidak ingin dia menyerah, "berjuanglah, let's fight together..." itu yang selalu aku ucapkan saat aku merasakan gerakannya yang semakin aktif.

Tuesday, 5 April 2016

The Diary of Caymaru - A Hello from the Womb

Halo dunia...aku Caymaru si keren, sebelumnya mamaku memanggilku Baby G, tapi kok kesannya kayak merk jam tangan Casio yah...
akhirnya suatu hari papaku memanggilku "Caymaru" and I like it !
Kalian suka juga nggak ?

Diary ini akan ditulis olehku, atau oleh Caymama, atau mungkin juga oleh Caypapa :)

Apakah kalian mau nimbrung juga ?
Boleh.. boleh...kalo mau nimbrung di komen donk, aku suka punya banyak temen, aku kan shio Monyet api :)

kata master Shifu, kalo shio monyet itu temennya banyaaaakkkkk karena orangnya supel, tapi beneran gak yah nanti aku kayak gitu ?
Kalo sekarang sih aku cuma bisa jumpalitan di perut mama, soalnya aku masih keciiillll tiny winy bity... masih banyak space kosong di sini ^_^

Oh iya di post pertama ini, aku mau flashback dikit ah ke akhir tahun 2015, itu adalah saat di mana aku tercipta di dunia ini.... myohohohoho ^o^

Jadi pada awal bulan Desember 2015, keluargaku sedang berduka karena kehilangan Opa, papinya Caypapa, yang sangat kami cintai. Beliau meninggalkan kami begitu cepat sehingga kami semua merasa shock dan tidak siap.

Pada saat itu, ketika Caymama melihat tubuh Opa yang terbujur kaku dan melihat Oma dan Caypapa menangis, Caymama refleks memegang perutnya dan berkata dalam hati, "Jika saja Tuhan berkenan memberikan kehidupan baru ketika kehidupan lain telah Ia ambil..."
Caymama tidak tahu kenapa ia berpikir begitu, dan yang ia lakukan juga reflek aja karena di dalam hati ia juga sangat merindukan kehadiranku.

Waktu berlalu dan hidup harus terus berlanjut.

Caymama yang sudah mengajukan surat resign pada bulan Oktober pun akhirnya bersiap meninggalkan cita-citanya sebagai wanita karir demi menjaga kesehatannya. Caymama berharap suatu hari nanti di masa depan, ketika kesehatannya membaik, dia ingin melanjutkan program baby yang sempat tertunda 2 tahun lalu.

Caymama bilang, hidup itu tentang pilihan. Kita tidak bisa memiliki segalanya yang kita inginkan sesuai dengan apa yang kita rencanakan, pada suatu titik manusia akan dihadapkan pada berbagai pilihan untuk menentukan masa depannya. Jika 1 pintu kesempatan tertutup, akan selalu ada pintu kesempatan lain terbuka. Caymama rela bekerja serabutan, menjadi freelancer atau penjual online atau ibu rumah tangga, demi kesehatan dan sebuah kesempatan yang lain.

Menjelang 2016, Caymama dan Caypapa mudik ke Malang. Ketika kebelet pipis, mereka berhenti di sebuah Rest Area di daerah Bekasi Timur, di situlah pertama kalinya Caymama hoekk...hoekkk di dalam WC yang baunya pesing. Padahal menurut Caymama selama 30 tahun dia hidup belum pernah mungkok karena bau pesing WC, sepesing apapun dia bisa tahan karena memang indera penciumannya kurang tajam dan terpercaya :D

Selama di Malang, Caymama juga selalu merasa mual dan pusing dan merasa badan tidak fit, menurutnya itu karena sakit maag dan kurang oksigen, seperti yang selalu terjadi. Bahkan ketika piknik ke sebuah pantai di selatan Malang yang bernama Balekambang, Caymama mau pingsan karena cuaca panas dan hiruk pikuk keramaian yang ruarrrrr binasaaaaa...untunglah hal tersebut tidak sampai terjadi karena Caypapa menggendong Caymama balik ke mobil. Sampai pada akhirnya, Caymama tidak tahan dengan sakit maagnya, ia ingin bermanja-manja di rumah Omi dan Opi di Surabaya.... menurut Caymama bersantai di rumah orang tua sendiri jauh lebih nyaman daripada di rumah mertua.

Di Surabaya, rasa mual Caymama tak kunjung berkurang walaupun sudah minum berbagai obat maag. Suatu pagi Caymama dalam keadaan perut kosong makan buah kelengkeng banyak banget, karena itu buah favoritnya. Alhasil lambungnya kram melilit tak tertahankan dan ia pun dilarikan ke UGD. Di sana Caymama baru menyadari bahwa ia sudah terlambat haid selama 2 minggu. Tapi ia masih tidak mau percaya 100% kalau ia kemungkinan hamil, karena sudah 3 tahun lebih usahanya untuk hamil secara alami tidak membuahkan hasil.

Dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta, Caymama membeli test pack dan berniat melihat hasilnya saat menginap di tengah perjalanan.
Walopun saat itu keadaan sangat kacau karena tiba-tiba aja Caypapa demam tinggi, tidak nafsu makan, dan tidak mampu menyetir dengan fokus...hampir aja dia nabrak sepeda gowes. Sampai di hotel di Pekalongan, ia sudah dalam keadaan hampir pingsan.

Saat di hotel sambil menjaga Caypapa yang demamnya gak turun-turun, Caymama mengetahui bahwa hasil test pack-nya positif.
Kalo kondisi normal, seharusnya adegan ini menjadi adegan mengharukan kan ? kayak di film-film gitu yang istri dan suaminya berpelukan saling mencucurkan air mata, atau berpelukan bahagia....tapi waktu itu Caypapa lagi sakit (yang nantinya ketauan kalo dia kena DBD...huhuhu) dan Caymama galau karena susah membujuk Caypapa untuk menunda perjalanan ke Jakarta, Caypapa ngotot pengen kembali ke Jakarta walopun fisiknya gak mampu. Mereka akhirnya bertengkar...dan Caymama mengeluarkan jurus maut wanita yaitu.... air matanya T_T
Akhirnya perdebatan itu dimenangkan oleh Caymama. Karena memang wanita selalu benar, laki-laki selalu salah....uuuhhh gimana nih ??? Sabar yah Caypapa, mungkin ini semua demi kebaikan kita bersama :p


harusnya pelukan romantis gini lohhhh kalo ada berita kehamilan.....

pic source : veer.com / google search

Keesokan paginya, Caymama memutuskan untuk meminta jemputan dari saudara di Kudus, yang jaraknya 4 jam perjalanan. Di Kudus, Caypapa mendapatkan sedikit perawatan walopun ia ngotot untuk kembali ke Jakarta. Caymama setuju dengan syarat Caypapa mengajak sopir, sedangkan Caymama stay di Kudus untuk berobat di salah seorang shinshe rekomendasi Mak Ik, tantenya Caymama.
Lalu berpisahlah Caymama dan Caypapa untuk sementara waktu ditemani semburat sinar mentari pagi...

Uuhhh....aku ngantuk nih...
Caymama juga kayaknya udah capek duduk lama-lama jadi jubir aku, keren kan aku punya jubir kayak Farhat Abbas...aku kan gaol (^^)v



kayaknya segini dulu post pembukanya, kapan-kapan kita lanjutkan lagi ya


Salam sayang dari dalam perut sexy,
Caymaru si keren  :-*


Wednesday, 30 March 2016

Misteri Suara Tawa di SPBU

Kejadian ini terjadi waktu aku lagi hamil memasuki usia kandungan hampir 3 bulan.
Waktu itu sekitar pukul 19:00 aku nemenin Eric untuk isi ulang oksigen di Jalan Panjang. Selesai isi ulang, kami mampir ke SPBU untuk isi bensin, berhubung diriku udah kebelet pengen pipis akhirnya turun ke arah toilet.
Sementara Eric nunggu di mobil, aku pun menuju toilet yang berada di bagian belakang SPBU, tepatnya di belakang mushola, di samping gudang yang kelihatannnya sepi.

Di depan toilet hanya ada seorang bapak penjaga yang menunggu kotak uang. Di bagian dalam toilet ada 2 bilik WC yang mana campur antara laki-laki dan perempuan karena modelnya seperti kamar mandi.
Salah 1 bilik tertutup tanda ada orang yang memakai. Aku pun masuk ke bilik yang satunya lagi.

Saat aku mulai pipis, terdengar bunyi fush dari WC sebelah tanda orang sebelah udah kelar buang hajat.

Habis pipis, aku pun bersiap menyiram air....lalu saat itulah terdengar suara orang tertawa, "Ihihhihihi...."

Suaranya jelas banget sehingga aku menganggap itu adalah suara dari WC sebelah dan tidak ada perasaan maupun pikiran apa pun.

Aku kembali menyiram air sampai benar-benar bersih, tapi suara tawa itu malah terus berlanjut...

"Ihihihihihiii.....ihihihihihi.....ihihihiiiii...."

Tiba-tiba aja aku teringat sama film-filmnya Suzanna, aku pikir kok ada aja sih orang iseng begini, kurang kerjaan banget.
Aku pun buru-buru membuka pintu yang terkunci dan melihat ke WC samping yang ternyata.... KOSONG !!!

JENG JENG !!!

Aku jadi heran, seandainya memang orang di WC sebelah yang ketawa ketiwi iseng, harusnya dia papasan dengan aku ketika aku buka pintu. Nyatanya bilik itu sepertinya udah kosong sejak suara flush yang tadi, berarti orangnya sudah keluar dari tadi.

Aku berjalan ke depan, dan lagi-lagi tidak ada seorang pun selain si Bapak penjaga uang yang dari tadi masih melamun aja nungguin kotak. Aku gak melihat seorang perempuan sama sekali. Aku tengok ke toko di belakang si Bapak yang letaknya tepat di samping WC, aku pikir mungkin si Mbak penjaganya yang iseng ketawa-ketiwi atau lagi bercanda sama temannya. Ternyata toko itu juga sepi tidak ada orang sama sekali !

Sekali lagi aku mikir, kalo memang ada perempuan, misalnya mbak-mbak penjaga toko yang ketawa karena sedang bercanda dari ruang sebelah, harusnya suaranya seperti teredam tembok, gak mungkin sejelas suara tadi. Dan pasti terdengar juga suara lawan bicaranya. Nyatanya di sekitar tempat itu tidak ada siapa-siapa selain Bapak penjaga kotak. Masak iya, dia kurang kerjaan banget gangguin orang lagi pipis...orang tampangnya serius hahahahaaaa....

Pikiranku terus bertanya-tanya sembari jalan ke mobil.
Aku pun tiba-tiba teringat cerita salah seorang teman yang tinggal di daerah kampung, yang digangguin tawa kuntilanak karena ibunya sedang mengandung.

Apa mungkin yang gangguin aku tadi itu beneran kuntilanak ya ?? Yang bisa merasakan aura janin....

Kalo memang benar demikian, berarti itu pertama kalinya sepanjang ingatanku mendengar suara Mbak Kunti, bener-bener mirip seperti di film.


pic source : raindart @ deviantart
link : http://img03.deviantart.net/a123/i/2012/193/e/4/indonesia_ghost___kuntilanak___by_raindart-d56xhxr.jpg




Saturday, 5 April 2014

Rest in Peace, Baby Oliver...

Beberapa hari yang lalu, saya berencana mengunjungi salah satu teman saya, seorang dokter muda yang merekomendasikan dokter spesialis paru-paru pada saya. Dia baru saja melahirkan anak cowoknya yang pertama di usia kehamilan 33 minggu. Yap...bayi itu lahir prematur.

Menurut teman saya, dia terpaksa melahirkan prematur karena tekanan darahnya melonjak sangat tinggi dan bisa berakibat fatal pada ibu dan bayi sehingga diputuskan harus operasi cesar meski baru 33 minggu.

Saya dan suami yang sudah berencana membeli kado barang bayi, tiba-tiba mendapatkan informasi bahwa bayi itu, yang diberi nama Oliver, ternyata telah meninggal 3 hari setelah dilahirkan karena kelainan patologis organ jantung, sehingga aliran oksigen dan karbondioksida jadi kacau.

Saya dan suami sangat shock mendengar berita tersebut. Tadinya kami mau menyambut kelahiran, kenapa sekarang kami harus ke rumah duka ?

Berita sedih itu membuat saya berpikir, bahwa kejadian ini bisa saja jadi salah satu skenario masa depan hidup saya.
Ya, masih tentang penyakit saya dan kehamilan, dan efeknya, seperti yang pernah saya bahas di postingan terdahulu.

Waktu itu, sebelum saya melakukan IUI, saya berdoa semoga apa yang saya lakukan untuk baby program ini diberkati dan saya tidak melakukan hal yang sia-sia. Saya berencana melakukan IUI pada bulan April. Ternyata nasib berkata lain, manusia boleh berencana, Tuhanlah yang menentukan. Akhir Maret hasil medical check-up keluar dan saya opname dan mendapatkan diagnosis annoying itu, sehingga saya membatalkan niat saya untuk IUI.

Jika saja saya melakukan IUI sebelum diagnosis, entah bagaimana skenario hidup saya. Jika IUI gagal, artinya saya sia-sia keluar ongkos belasan juta. Jika IUI berhasil, dan pada usia kehamilan triwulan ketiga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, artinya saya akan sia-sia mengandung.
Saya tau sebenarnya Tuhan telah menjawab doa saya, sehingga saya tidak jadi melakukan hal yang sia-sia. Mungkin Tuhan ingin saya menunggu dan menguji kesabaran saya. Karena meskipun saya lelet, saya termasuk orang yang gak sabaran dan mudah bertindak karena emosi sesaat.

Baby Oliver memang hanya hadir di dunia selama 3 hari, namun dia telah sukses menjadi kaki tangan Tuhan bagi kedua orang tuanya, dan mungkin bagi teman orang tuanya ?

Oiya...baby Oliver sempat dibabtis dengan nama GABRIEL.

GABRIEL !!

Ini jodoh atau apa ya ??
Gabriel kan nama yang sudah terpatri dalam otak saya buat anak saya kelak, nama yang selalu saya teriakkan dalam hati kalo saya sedang merindukannya, nama yang selalu terngiang ketika saya nulis seluruh episode surat dalam "How I Met Your Father"

Drama Masa Depan :
Gue : "Gabriel....Gabriel...ayo makan dulu, jangan maen piano terus !"
Anak gue : "Bentar, Mi. Kata guru pianoku, Tante Nita, aku harus bisa lagu ini biar lulus grade."
Gue : "Tante Nita mulai minggu ini udah cuti melahirkan anak ke-3, jadi kamu makan dulu !"
Anak gue : "Hahhh...udah mau lahiran, Mi ? Ciyuss ? Miapah ? Hebat juga Om Dimas bisa bikin 3 anak ya ?? Kok si papi cuma bisa bikin 1 ?"

*elus dada* sejak kapan anak gua jadi alay ?!

Gue : "Jangan salahin papimu, mami sih udah dikasi anak satuuuu aja, udah bersyukur banget...gatau apa kamu tuh brojolnya bikin orang mau mati, tapi mami hepi..."

*mami dan anak berpelukan bercucuran air mata*
THE END
~Tokoh dalam cerita di atas hanyalah fiktif belaka, jika ada kemiripan nama mohon maaf emang disengaja~

Selamat tidur Baby Oliver.
Selamat kembali ke surga dan tidak merasakan sakit.
Kelak kamu akan bertemu dengan mama, papa, dan adik-adikmu :)

Tuesday, 25 March 2014

Berteman dengan Atrial Septal Defect dan Pulmonary Hypertension

Hari ini, saya mendaftar sebagai member di PHA Indonesia, sebuah asosiasi cabang dari PH International yang didirikan di USA di mana anggotanya adalah para pasien penderita PH, serta keluarganya.

Website PHA International dan Website PHA Indonesia

Di situs itu, kita bisa mendapatkan berbagai informasi yang mudah dicerna oleh orang awam, kalau sebelumnya kita agak dung-dung mendengarkan penjelasan dokter dengan bahasa dewanya. Selain itu, bagi keluarga pasien juga diberikan cara penanganan dan penyuluhan untuk mensupport pasien PH, kayaknya suami saya perlu juga nih daftar jadi member.

Nah, keuntungan jadi member ini, ternyata ada link spesial yang hanya bisa dibuka oleh para membernya yang pastinya memuat informasi yang lebih spesifik dan lebih rahasia, bau-bau Sherlock Holmes dikit.
Untuk jadi member, saya harus isi form yang akan direview secara manual oleh admin-nya dan saya belum mendapatkan balasan approval dari mereka berhubung baru kirim beberapa jam yang lalu hehee...

Memang ya, orang ember itu sekali ember, seumur hidup bakal terus ember. Kayak saya ini.

Tadinya, di postingan sebelumnya saya pikir saya bakal merahasiakan atau at least membagikan info sesedikit mungkin kepada orang lain mengenai penyakit yang saya derita. Tapi, emang dasarnya suka ember, menyimpan air dalam tempayan sendiri itu gak enak banget, suerr...rasanya kayak ada yang menekan dan suatu hari bisa meledak. Jadi saya putuskan untuk melakukan apa yang biasanya saya lakukan, and I love to do that hahahaa....maapkan daku yah teman-temin korban gossiper, untuk membagikan informasi sebanyak-banyaknya, apapun yang saya tahu, meskipun semuanya juga hasil dari brosing sana sini nanya Om Gugel.

Mungkin, mungkin saja di suatu hari di masa depan, ada seseorang yang sedikit bingung dan mencoba browsing mengenai penyakit ini, entah karena dia sendiri menderitanya atau keluarga atau teman atau orang yang dia kenal menderitanya, dan tanpa sengaja menemukan postingan ini. Itung-itung untuk lebih mempopulerkan penyakit ini di kalangan awam, berhubung penyakit ini tergolong langka dan penelitian di dunia kedokteran mengenai penyakit ini masih sangat sedikit sekali dibandingkan critical disease lain seperti kanker, stroke, dsb.

Apa itu Pulmonary Hypertension (Hipertensi Pulmonal / Hipertensi Paru) ?
Suatu keadaan dimana terjadi tekanan darah tinggi di arteri paru-paru.
Tekanan darah di arteri pulmonal yang normal adalah 8-20 mmHg, pada pasien PH tekanan paru >25 mmHg pada kondisi istirahat dan >30 mmHg pada saat aktifitas.Tekanan darah tinggi tersebut yang terjadi karena saluran (arteri pulmonal) yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit/menebal sehingga jantung kanan harus bekerja extra keras untuk memompa darah tersebut menuju paru-paru. Hipertensi pulmonal adalah penyakit kronis yang memerlukan perubahan/penyesuaian gaya hidup dari pasien dan pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosa, karena bila tidak maka bisa menyebabkan gagal jantung kanan.
Pada kasus saya, tekanan di paru-paru mencapai 60-65 mmHg

Apa gejalanya ?
  1. Sesak nafas,
  2. Nyeri di dada (angina pectoris)/dada terasa tertekan (berat),
  3. Pusing, Pingsan, Mudah lelah
  4. Bengkak air (edema) pada pergelangan/tungkai kaki, lengan dan perut, Batuk kering
  5. Raynaud’s Phenomenon – jari menjadi pucat/biru dan kadang terasa sakit, bisa juga dicetuskan karena hawa dingin.
Gejala pada umumnya terjadi setelah melakukan aktifitas, tetapi tergantung pada tingkatan penyakit itu sendiri, gejala bisa juga terjadi dengan aktifitas minimal atau bahkan tanpa adanya aktifitas.
Gejala2 di atas adalah yang umum terjadi pada pasien hipertensi pulmonal, bisa juga terjadi gejala hipertensi pulmonal lainnya yang masih berhubungan/efek dari hipertensi pulmonal contohnya seperti : detak jantung tidak beraturan (aritmia), detak jantung cepat, palpitasi, kuku jari tangan biru, liver bengkak, batuk berdarah, dst.
Seringkali pasien dengan PH terlihat baik-baik saja dari luar, tetapi sebenarnya aktifitas sedikit saja sudah merupakan hal yang berat dan menimbulkan gejala sesak nafas dll/memperburuk keadaan PH. Karena itu pasien PH harus menyesuaikan diri dan membiarkan pandangan orang lain yang mungkin kurang baik terhadapnya dan lebih memilih untuk berbaik hati dengan kondisi kesehatan sendiri.

Apa hubungan PH dengan penyakit jantung bawaan ?
Hipertensi paru dapat disebabkan oleh penyakit jantung bawaan yang tidak diperbaiki pada masa awal/bayi/anak-anak. Karena penyakit jantung bawaan meningkatkan aliran darah dan tekanan pada paru-paru.
Pada hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit jantung bawaan, biasanya progressivitas PH berjalan lebih lambat dan prognosisnya lebih baik dibandingkan hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh lainnya. Selain itu dalam banyak kasus dimana penyakit jantung bawaan yang ada dapat dikoreksi, tekanan paru dapat turun drastis mendekati normal.
Di Indonesia sendiri, kebanyakan kasus hipertensi pulmonal yang terjadi saat ini adalah karena penyakit jantung bawaan yang parah dan tidak diperbaiki pada masa anak-anak.
Contoh kondisi-kondisi penyakit jantung bawaan yang bila tidak diperbaiki dapat menimbulkan hipertensi pulmonal adalah Ventricular Septal Defects, Atrial Septal Defects, Truncus Arterioses dan Pulmonary atau Tricuspid Atresia.

Apa itu Atrial Septal Defect ?
is a form of a congenital heart defect that enables blood flow between two compartments of the heart called the left and right atria. Normally, the right and left atria are separated by a septum called the interatrial septum. If this septum is defective or absent, then oxygen-rich blood can flow directly from the left side of the heart to mix with the oxygen-poor blood in the right side of the heart, or vice versa.[1] This can lead to lower-than-normal oxygen levels in the arterial blood that supplies the brain, organs, and tissues. However, an ASD may not produce noticeable signs or symptoms, especially if the defect is small.

In the case of a large ASD (>9mm), which may result in a clinically remarkable left-to-right shunt, blood will shunt from the left atrium to the right atrium. This extra blood from the left atrium may cause a volume overload of both the right atrium and the right ventricle. If untreated, this condition can result in enlargement of the right side of the heart and ultimately heart failure.

Any process that increases the pressure in the left ventricle can cause worsening of the left-to-right shunt. This includes hypertension, which increases the pressure that the left ventricle has to generate in order to open the aortic valve during ventricular systole, and coronary artery disease which increases the stiffness of the left ventricle, thereby increasing the filling pressure of the left ventricle during ventricular diastole. The left-to-right shunt increases the filling pressure of the right heart (preload) and forces the right ventricle to pump out more blood than the left ventricle. This constant overloading of the right side of the heart will cause an overload of the entire pulmonary vasculature. Eventually, pulmonary hypertension may develop.

The pulmonary hypertension will cause the right ventricle to face increased afterload. The right ventricle will be forced to generate higher pressures to try to overcome the pulmonary hypertension. This may lead to right ventricular failure (dilatation and decreased systolic function of the right ventricle).

If the ASD is left uncorrected, the pulmonary hypertension progresses and the pressure in the right side of the heart will become greater than the left side of the heart. This reversal of the pressure gradient across the ASD causes the shunt to reverse; a right-to-left shunt will exist. This phenomenon is known as Eisenmenger's syndrome.
source : Wikipedia

Terus, berikut ini adalah hadiah ulang tahun terburuk yang pernah saya terima, dari hasil TEE :
Biatrial Enlargement.
A large ASD secundum is seen. The diameter is 18 x 22 mm in size.
The aortic part of the atrial septum rim is deficient.
The other rims of the atrial septum is > 7mm.
Bidirectional flow is seen accross the atrial septum.
This finding and the pulmonary hypertension is consistent with Eisenmenger Syndrome.

All four Pulmonary veins are seen draining into the left atrium as confirmed by cardiac CT Scan.

Dilated RV with PASP 60-65 mmHg, with systemic BP 75-80/50

Well, saya akan selalu ingat kata-kata seorang wanita dari kelompok pendoa Gereja saya yang hari Jumat itu mengunjungi rumah sakit. Meskipun selama di depan mami saya, saya selalu menahan tangis, soalnya mami saya udah nangis terus, ketika didoakan entah kenapa saya tidak bisa menahannya lagi. Karena saya merasa mereka seperti bisa membaca pikiran saya, bahwa bukan karena jantung saya bolong atau paru-paru saya rusak yang membuat saya sedih, tapi karena rahim saya yang normal itu tidak diijinkan untuk mengandung seorang bayi.

Wanita pendoa itu berkata,
"Tidak apa-apa, saya percaya kamu bisa hamil, semua ini terjadi supaya kamu benar-benar mengalami sendiri bahwa Tuhan kita sungguh besar."

Saya berharap saya memiliki iman sebesar wanita itu, karena jujur saja, saya masih terpasung dalam diagnosis dokter. Belum lagi membaca artikel-artikel di internet yang menulis kasus kematian seorang wanita penderita PH, 14 hari pasca melahirkan dan lain-lain. Rasa-rasanya kehamilan itu sesuatu yang tidak mungkin. Dan kalau saya memaksakannya, bukankah saya akan menjadi orang yang egois ? Bagaimana jika bayi saya nantinya cacat ? Seandainya bayi saya selamat dan saya tidak, apakah saya tega meninggalkan suami saya jadi duda beranak satu ? Apa gunanya saya memimpikan kelahiran anak, tapi saya tidak bisa merawatnya sebagai ibu dan malah mati begitu saja ?
Bukankah lebih baik jika kita membiarkan segalanya berjalan sesuai kehendak Tuhan ? Meskipun itu berarti merelakan keinginan memiliki anak kandung.

Tuhan, saya ingin sekali memiliki iman sebesar biji sesawi.


Articles Source : PHA Indonesia & Wikipedia

Tuesday, 11 March 2014

How I Met Your Father - Part 9

IT'S NOT GOODBYE YET

Dear Kid(s),

Maybe this is the last chapter of this season.
I have just done some medical treatments and the result is not good.

The doctor said that I may not be pregnant because of my heart & lungs condition.
If I insist, he said that 75% will cause the death of you, me, or us both.

The tension in my lungs is way too high, even if it's just to supply the oxygen for my body. It will become even higher if I'm pregnant and my heart will exceed its limit to pump the blood.

It's not my broken lungs or heart that made me cry.
It's because I can't have you that make me the saddest woman in the world.

Deep inside my heart, I believe that 25% is more that enough for miracle to happen into somebody's life.

25% is a big opportunity.
25% is hope.
25% is everything for me.

I will cancel ALL the baby program that I have planned because of that 75%.
But, I WILL NOT say goodbye to you because of that 25%.

So, I would like to say....
See you again in the next chapter of my life.

Monday, 17 February 2014

How I Met Your Father - Part 8

Dear Kid(s).....

Remember my last post when I said that I wanna do something on February ?
I decided to cancel it.

It's a kind of traditional eastern theraphy called acupuncture.
They said it is good to normalize hormones and metabolism in our body.

I am not sure why I changed my mind, in the beginning of February I decided to postpone it.
At least until I try the first IUI - Intrauterine Insemination.
I will back to Dr. Dario and ask if I can do IUI on March or April.
If he said I can't do it, I will move to another doctor in RSIA Bunda.

I really want to try IUI on March, but I have to go to Sydney again.

You know what makes me sad when I tried to refuse the order to go to Sydney ?
I told my manager about my plan to do IUI on March, and it has to be done exactly on my fertile period.
And he said, it should be no problem for me to postpone it one or two month because it has been 2 years after all.

I know he is right.
and it's so ironic....
 

Friday, 24 January 2014

How I Met Your Father - Part 7

Hi Kid(s).........

I just read an article in the internet, something that I planned since the end of last year.
Something that I want to try after 2 months I was going to the doctor.

It will start on February..........

And I can't wait for the days to come !

Thursday, 16 January 2014

Resolusi Tahun 2014

Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.

Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)


Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !

Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.

- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.

- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.

- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !

- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T

- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
 
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig

- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....

- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.

Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....

- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??

Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu

 
 
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut


- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)

- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.

Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)

- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.

- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.

- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.

- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit


Selamat berjuang kawan !


Friday, 27 September 2013

How I Met Your Father - Part 6

Hi Kid(s),
Mom is here, how are you ?

After I and your dad made a deal of 1 year contract to rent our new apartment, we decided to try the new SpOG doctor. Dr. Dario Turk at Pantai Indah Kapuk hospital. At first, we didn't mean to have "that" program, I just need to check the pain in my stomach.

Surprisingly, Dr. Dario said that I need no worry because the pain is normal - there are some minor adenomiosis inside my utery that caused the pain. Luckily, these adenomiosis do not affect the insemination process. And he suggested us to take "that" program.

After that, we took some laboratory test in Pluit, and the result were OK. This kind of test is not as many as the previous suggested test which cost 12 million. This test took only 6 million. Well, if I said "only" it doesn't mean that I feel free and nothing to lose to pay that much. It is a bit difficult for me and your dad, but for you, we will try our best. Dr. Dario also gave me some pills to boost my fertility.

On the 16th day of my cycle, I am so happy to hear that there are TWO BIG EGGS which are ready to be released from the ovary.

I am glad to know that we are both normal, and nothing wrong with the "hardware" hahahaaa....

I know it is just a beginning. We have to try more and never give up.

Life is a miracle.
And it is about time before God make it happen.

Friday, 20 September 2013

Hello Again !!

Krik..krik...krik...krik...

Waduh, setelah sebulan absen ngepost, jadi bingung mau mulai dari mana. Karena ternyata banyakkkkk banget yang bisa disharekan selama puasa ngeblog.

1. Jalan-jalan ke Bandung dalam rangka liburan lebaran
2. Business trip ke Ausie
3. New Doctor SpOG
4. Persiapan pindahan apartemen

Selain itu, novel idealis saya juga kaga ada perkembangan hahahahaa....
Sampai jumpa di post selanjutnya :)

Sunday, 5 May 2013

How I Met Your Father - Part 5

Dear Kid(s),

Last Friday - on May 3rd - finally I met with Professor T.Z.Jacoeb in Sam Marie Clinic, South Jakarta.
The queue is very loooooonnnggg....and I got number 23 !!!
I and your dad decided to watch Iron Man 3 in IMAX Gandaria to kill time. I got some phone rings from my manager when I watched the movie, but I just ignored it, because I said to him that I must attend the clinic on time at noon - lolzz...we're a naughty-escape-from-work-couple :D
Well, even my schedule is 8:00 pm, but we met the doctor at 9:30 pm, not too bad...and he explained about reproduction system briefly.
I and your dad have to take some tests in laboratory before further medical treatment.
All the test should be done in 1 menstruation cycle, i.e in 1 month.

For this very first visit, we spent IDR 270,000 for doctor consultation and administration fee - ONLY !!

We asked the nurse to write the budget estimation for every test, and here's the list :
- General treatment check, both for me and your dad = IDR 1,400,000
- Sperm analysis, general = IDR 1,300,000
- Reproduction hormone & protein = IDR 4,700,000
- HSG = IDR 1,000,000
- Torch, KM, HIV = IDR 3,500,000

TOTAL = IDR 11,900,000

Well...well...I just can say NOTHING, I am speechless  >_<"

I know, we will have the money in the second quarter of the year (e.g THR, bonus, incentive), but I have a plan to travel to Singapore.
I really want to have you indeed ! No doubt about it.

But I will not force myself to do this.

I will let everything flow as God's plan.
And I will enjoy my quality time with your dad before you come into our life :)


Tuesday, 5 March 2013

How I Met Your Father - Part 4

Dear Kid(s),

Today, your first cousin was born
His name is Epharain Richie Gunawan
He is a very cute and adorable boy

We are all so happy, rite ?

We should be.....

But why I cried ?

Sunday, 17 February 2013

How I Met Your Father - Part 3

Dear Kid(s),

I miss you so
Time flies
Days run
Months away

Your dad and your granma said
That I must think positvely
Because the power of mind affects many things

When I see the young couple prepared for their first kid,
I wonder why they can have their baby so fast and easy,
But when I see around closer, and wider...
There are many couples that have to wait years for their own

I believe that God's plan is better than mine
And everything will be beautiful in time
Not too fast, not too late

That's  why I can not give up
Not for you

Thursday, 20 December 2012

How I Met Your Father - Part 2

It's a blue chair day that I will remember for the next years.

Kid, I just think that....
maybe...
We are not ready to be your parent yet......
I am so sad to think of it, but it's true.
Because I realized that I am an egoist person, careless, and stubborn.

Let the story begin...

Today, your father bought a blue chair from the nearest supermarket. Once I saw that blue chair, all I can think is....THAT IS AN UGLY CHAIR !!!
When I asked him why he bought it, he answered me that it's the cheapest chair that he can found.

I can't believe it !!!!

He forget about what I said long long time ago that I want to buy the same chair for our dining room - the same black flowery chair. And he suddenly bought that ugly chair. How can he said that he knows me but he can't understand my sense of art ?

I knew, because of my words, your father would be feel offended since he is a kind of person who get upset easily.

You know, your mom is a kind of person who will say everything that she likes and dislikes straightly. And I said, "That chair will make our room looks bad, I don't like it, it's so ugly..."

And your dad said, "Never mind, I'll throw it away to the garbage room !!"

His answer is sooooo childish.
I even didn't ask him to do anything. I just said that I don't like it.

I knew he is so tired of brought that chair all the way home. He even said that he is shaking. How can I ask him to throw it away ? Am I that mean ?

But I don't want to interrupt his decision. I have asked him if it's a waste, but he just acted that didn't care (but actually I knew he DOES CARE about it).

He just want to save his ego.

Kid, I know your mother and father are just kids sometimes.

And maybe, God want us to learn to be more mature before He let us to take care of you.

I also really hope that the chair - which is now in the apartment garbage room - will find a nice master who will keep it carefully.

Tuesday, 30 October 2012

How I Met Your Father - Part 1


Hello Kid(s),

I am your mother, and this is the first story from me to you.
First of all, I am sorry for these horrible grammars. I just want to practice my english so that someday we can have a little chit-chat in english. In God's permission, I will take you to the international elementary school. About where the money come from ? I do not know yet :)
I am not a rich people, you know, nor your father, your grandmas and granpas. But just like I mentioned before, in God's permission, I have faith that everything is possible.

You know kids, everyone told me that money is not the most important thing. But, we still do believe that everything need money, yes ?
Sometimes i really hate this condition that I have to choose to postpone to have you in the first year of I and your father marriage.
Life is about to choose. I hate it, but I have to.

It is not that I prefer to have another thing instead of you. HELL NO.

I just want to prepare a better living condition for you.
If a car become the first priority before you, it is mean that I don't want you to consume air polution in Jakarta directly while you still breathe through me. I don't want you to feel the hard-shaking motorcycle while you still sleep in my belly.
How can I handle this very fragile sweet creature inside of me ?

But Kid(s),
I think I can't wait anymore.
Although we do not have a car yet, we welcome you anytime.
I really hope that you won't let me and your father wait too long for your presence.
Pic Source : designandprgirl.com.au
 
 
Will God let you come to us ? When is God let you come to us ?

In the end, I can only said what Mother Mary said to Angel Gabriel,
"I am the Lord's servant, May it be to me as you have said."

Monday, 22 October 2012

Tidak Bisa Hidup Tanpa Sambel


Sakit maag, rasanya frasa ini sudah mendarah daging dalam hidup saya dan kedengaran sepele remeh temeh. Gimana nggak ? Sejak kecil, saya sudah doyan dan cinta mati sama yang namanya SAMBAL aka sambel (panggilan cayangnya). Kalo makan gak pake sambel, kayaknya something wrong dan ada yang kurang, pepatah bilang bagai makan sayur tanpa garam.
Padahal, kalau lidah udah dibiasakan makan pedas apalagi sejak kecil, pasti lama-lama akan kebal dan tingkat kemampuan menyantap makanan pedas akan meningkat.

Namun tidak begitu halnya dengan perut dan lambung saya.

Karena makan makanan pedas inilah, perut saya sering sakit. Alhasil, saya selalu punya persediaan berbagai macam obat maag dan ulu hati, seperti; polycrol forte, promag, ulsikur, radin 150 gr, ranitidin 150 gr, acitral, spasminal buat kalo lagi keram, buskopan juga mirip-mirip spasminal walo kurang nampol, dan primperan buat kalo muntah-muntah non stop.

Lalu, suatu hari saya ngidam banget sama yang namanya bubur ayam pasundan di daerah binus kemanggisan. Dulu waktu saya kos di daerah situ, saya sering banget makan. Tapi karena sekarang tempat tinggal saya jauh dari situ, jadi saya kangennn...dan pengen makan di situ. Sayangnya karena dia menu sarapan, sehingga jam 12an biasanya sudah habis, dan saya harus berangkat lebih pagi untuk beli menu sarapan. Padahal saya kan males banget bangun pagi apalagi kalo hari libur.

Singkat kata, demi bubur ayam, badai pun saya terjang untuk dapat menyantapnya. Saya bangun pagi, siap-siap dan langsung cabut. Sampai di sana, saya makan semangkuk bubur plusssss....4 sendok sambel. Sampe buburnya jadi warna orange. Yahh...emang kemaruk sih, dalam hati saya dengar ada yang berbisik, "jangan banyak-banyak" tapi saya cuekin aja kata hati itu berhubung saya gak mau ketinggalan momen menyantap bubur pedas yang sudah diidamkan sejak lama. Kalo gak pedas mana nampol ??!!

Menjelang beberapa suapan terakhir, perut saya mulai sakit, tapi saya anggap itu karena kekenyangan dan eneg. Karena lagi kemaruk, saya paksakan untuk menghabiskan meski saya sudah eneg.

Setelah itu, saya cabut ke carrefour Central Park untuk membeli beberapa keperluan. Selama muter-muter di carrefour, entah kenapa saya merasa sakit kepala, sementara sakit perut saya berangsur-angsur menghilang digantikan oleh feeling ingin pup. Tapi karena saya udah terbiasa dengan gejala ini, akhirnya saya cuekin saja dan tetep keliling.

Ketika saat membayar di kasir, gejala sakit kepala ini semakin menjadi-jadi. Saya suruh suami saya cepetan bayar, terus kami mendorong trolley ke arah bangku pengunjung tepat di depan carrefour. Saya langsung duduk dan berusaha menahan rasa pusing mendadak itu.

Beberapa menit berlalu, dan bukannya perasaan sakit itu hilang, makin lama malah makin menjadi-jadi. Masih belum puas juga, perasaan mual datang mendadak, dan saya mulai berkeringat dingin. Lalu saya mengalami gejala familier yang saya kenali sebagai "perasaan ingin pingsan" ditandai dengan pandangan kabur, semua obyek menghitam, pendengaran kabur, dan hanya terdengar suara ngiiiiinggggg......

Lalu dalam keadaan hampir kehilangan kesadaran, sayup-sayup saya merasa beberapa orang mendekat menanyakan kondisi saya. Saat orang itu mendekat, tiba-tiba saya muntah dan langsung kembali ke alam nyata karena perut saya sakiitttt bangetttt....
Sambil menahan muntahan dalam mulut (yaikssss!!), saya menunjuk-nunjuk minta plastik buat tempat muntah, lalu sepertinya orang asing tadi dan suami saya sibuk mengambilkan ini itu. Kemudian tak lama, ada satpam yang datang dan berusaha mengantar kami ke klinik mall.

Sempoyongan dan masih muntah-muntah dikit sambil jalan, saya diantar ke klinik mall, yang namanya KLINIK ROYAL TARUMA, dengan dokter jaga yang kayaknya masih cupu dan logatnya cadel sehingga apa yang diomongkan susah dimengerti sampai terkadang susternya harus mengulang kembali maksud si dokter heheheee...
Lalu saya diberi beberapa obat, yang setelah saya minum 2x ternyata kurang manjur, sehingga saya ganti pakai obat andalan saya sendiri, yaitu spasminal buat perut kram, plus radin 150 gr.
Ternyata obat saya jauh lebih manjur.....

Yahhhh...but life goes on.

Saya akan tetap makan sambel apapun yang terjadi, karena saya tidak bisa hidup tanpa sambel. Tapi saya akan menjadi lebih waspada saat menyantap sambel terutama ketika perut kosong. Karena hal ini pernah terjadi sebelumnya, ketika saya melahap kripik singkong pedas "MAICIH" dengan tingkat kepedasan level 10 alias MAX di saat perut kosong, karena enak saya jadi keterusan. Lalu setelah itu saya merasa perut panas dan sakit luar biasa, sampai rasanya mau mati. Bahkan saat itu, ketika di kamar mandi kantor saya berpikir, "Apakah saya akan mati sia-sia seperti ini di kamar mandi kantor ?"

Sebenarnya jika saya menyantap makanan pedas dengan perut yang sudah diisi akan baik-baik saja, seperti ketika saya menjadikan maicih level 10 cemilan setelah makan, saya tidak kenapa-kenapa dan berhasil menghabiskan sekantong seorang diri. Tapi ketika saya menyantap barang yang sama dengan kondisi perut kosong, gejalanya sama sekali berbeda.

Seharusnya dengan 2x kejadian seperti ini, saya menjadi lebih waspada.

Seharusnyaaa.......
I loveeeeee it !!!!!!!!!

Eittssss...tunggu dulu, postingan ini belum berakhir.....
Ketika mertua datang dan mendengar kasus ini, dia langsung berasumsi bahwa sakit perut ini adalah gejala awal kehamilan....
Karena menurut mimpinya, ada 2 anak ayam kecil-kecil yang katanya itu pertanda akan mendapat keturunan. Sedangkan adik ipar saya sudah hamil dan anaknya bukan kembar, sehingga mertua saya menganggap bahwa anak ayam kedua adalah anak saya dan suami saya hahahahahahahaaaa....

Anak ayam rainbow, saya mau yang warna UNGU....