Showing posts with label my dream. Show all posts
Showing posts with label my dream. Show all posts

Monday, 26 January 2015

A Very Late Post : Selamat Tahun Baru 2015


Menilik resolusi tahun 2014 kemarin, kayaknya banyak terget yang tidak tercapai.


Contohnya, pengen bisa nyetir ke mana-mana sendirian, ternyata sampai tahun berakhir aku belum berani juga kalo ditinggal eric. Paling banter nyetir sendirian sepanjang 5 km dari rumah menuju bengkel Honda Mugen di Puri, dan sebaliknya dari honda mugen ke rumah, jadi total tempuh 10 km saja. Atau ke alfamart yang masih di dalem komplek sejauh 3 km hanya supaya bisa internetan.

Terus, pengen kelarin 1 novel ecek-ecek buat dikirim ke penerbit ternyata mandek juga. Yang ada bawaannya males melulu....

Penyakit males ini emang racun berbahaya kalo nanti pengen resign dan bikin usaha sendiri.
Pengen ngelunasi cicilan mobil, rencananya pertengahan tahun tapi ketunda beberapa bulan jadi awal tahun ini karena ternyata duitnya kepake buat DP rumah !!! Muahahahaaa.....ini juga salah satu hal unpredictable yang tidak direncanakan di awal tahun 2014. Kita sih mikirnya mau kontrak aja lagi seperti sebelum-sebelumnya, tapi entah ide sinting dari mana yang membuat aku nekat beli rumah, padahal duitnya pas-pasan, ternyata setelah diitung-itung, kebeli juga itu rumah....makasih ya Gusti Allah, eke gak menyangka bisa beli rumah taun 2014 ini !

Jadi resolusi tahun 2015 ini enaknya apa yahhh ?
Tentu saja melanjutkan resolusi tahun 2014 yang tidak tercapai....

Nyetir sendiri ke mana-mana.
Entah berapa tahun lagi aku berani nyetir sendiri tanpa co-pilot di jalanan Jakarta yang mengerikan ini.


mobil penyok akibat nabrak pantat truck, kata orang kalo gak nabrak ya gak belajar...
huuuu...menghibur diri T___T


Menyelesaikan novel amatir.
Meski aku juga udah lupa terakhir nulis sampe mana ya...


Menabung buat travelling.
Tujuan travelling masih tentative yang jelas kudu ke luar Indonesia, jadwal travelling juga tentative tergantung tiket yang didapat. Semoga aja sebelum aku mati, masih punya kesempatan mengunjungi tempat-tempat indah kaya si Walter Mitty !

 Aihhh...ke tempat yang deket-deket aja jarang, mau ke tempat jauhhhhh....duitnye dari mane ?
jangan pesimis, kata orang...kalo punya mimpi yang tinggi sekalian jangan cetek2 :p


Mulai mikirin dana pensiun
Yah ini sebenarnya keputusan yang sulit. Di lubuk hati terdalam, aku masih pengen meniti karir sampe ke jenjang manager di perusahaan ternama, masih pengen loncat sana-sini. Tapi apa daya sepertinya tubuhku tidak mampu. Kalo lagi kumat, aku bener-bener gak kuat ngapa-ngapain, bahkan hanya bangun tidur dan berjalan ke kamar mandi aja aku ngos-ngosan. Meskipun ini terasa sangat dini, kayaknya aku harus udah mulai mikirin akan usaha apa nanti kalo resign. Penghasilan seiprit di awal usaha pasti akan terjadi, tidak akan menyamai penghasilan saat ini, tapi apa boleh buat jika tidak berani memulai maka aku tidak bersikap adil terhadap tubuhku sendiri.

 
source: google

Pengobatan ke jenjang selanjutnya.
Kemarin udah dijadwalin untuk kateterisasi jantung di akhir Maret, abis kateterisasi terus dilihat apakah masih memungkinkan untuk menjalani operasi penutupan lubang jantung. Emang sih gak bakal ditutup semua, karena aku sudah kena eisenmenger syndrome a.k.a aliran darah yang melewati lubang ASD itu sudah 2 arah, mungkin nanti bakal disisain lubang sekitar 2-5 mm dari yang sebelumnya 17 x 22 mm. Tapi kalo ternyata hasil kateter tidak memungkinkan aku untuk operasi yahh....pasrah aja deh.


 kateter jantung bisa dimasukin lewat tangan, bisa lewat paha....
kayaknya kalo aku bakal lewat paha nih !


Baby program continuity.
Sebenarnya ide ini cukup kontroversial. Kalo nanti aku bisa dioperasi dan PH-ku bisa turun, aku pasti akan melanjutkan baby program, tapi kalo ternyata tidak bisa operasi....aku akan tetap mencoba, meski eric dan mamiku lebih memilih menghindari risiko dengan menyarankan adopsi saja, tapi aku tetap pengen mencoba. Kenapa kita harus menyerah sebelum mencoba ? Beberapa teman dari grup PH Indo, ada yang berhasil melahirkan bayi sehat walopun pas melahirkan, sekujur tubuh mereka jadi biru. Masalahnya, ternyata kesulitan hamil ini bukan disebabkan oleh PH, beberapa waktu lalu pas aku test darah diketahui bahwa test ANA ku positif. ANA adalah singkatan Anti-Nuclear Antibody, biasanya ditemui pada penderita LUPUS. Tapi ANA positif belum tentu penderita lupus. Masalah antibody ini sebenarnya cukup mempengaruhi proses kehamilan. Bisa aja hasil pembuahan tidak berkembang karena dihancurkan oleh antibody atau immune tubuh karena dianggap benda asing. Pokoknya, bisa atau tidak bisa operasi, aku akan melanjutkan beberapa test yang sebelumnya disarankan dokter tapi belum sempat aku lakukan. Semoga aja ANA test-ku berubah jadi negatif.

Hasil ANA test aku yang...POSITIVE....makkkk T___T


Yahhh...itu aja sih, sebenarnya bukan resolusi juga, malah lebih ke rencana-rencana tanpa target yang jelas. Karena untuk beberapa kasus, aku hanya bisa pasrah dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan.

Tapi aku yakin setiap tahun selalu memberikan cerita tak terlupakan pada setiap orang, entah itu cerita sedih yang membuat kita makin kuat, atau cerita bahagia yang membuat kita makin bersyukur dilahirkan sebagai diri kita.

Selalu begitu, terus, sampai entah kapan akhirnya kita meninggalkan dunia.
Bolehlah kita membuat rencana A sampai Z, tapi apa daya kalo besok ternyata hari terakhir kita menghirup udara, entah dengan cara bagaimana dan di mana.
Aku bersyukur aku masih bisa bersama orang-orang yang aku kasihi, meskipun anjingku telah pergi untuk selamanya dan membuat nangis mami serta adikku.

Selamat berpulang Justin, my 11 years old dog !
Selamat berpulang penumpang Air Asia QZ8501 !

Bye-bye Justin....walopun mami belum rela kau pergi...
tapi aku rela kok....terima kasih sudah menjadi anjing dan teman kami selama 11 tahun,
itu adalah waktu yang cukup panjang :)


Selamat datang 2015 !
selamat datang harapan baru !

Friday, 18 April 2014

The Secret Life of Walter Mitty - My Point of View

"To see the world, things dangerous to come to,
to see behind walls, to draw closer,
to find each other and to feel.
That is the Purpose of LIFE"




*SPOILER ALLERT*

Walter Mitty adalah seorang yang memiliki kehidupan monoton dengan rutinitasnya sehari-hari. Sejak ayahnya meninggal dan dia harus jadi tulang punggung keluarga, rupanya dia sudah meninggalkan segala hal yang membuat dia menjadi "lebih hidup" misalnya hobinya main skateboard dan membuat rambutnya model mohawk. Mungkin karena hal itu pula, Walter Mitty menjadi orang yang sering sekali (baca: amat sangat sering sekali hampir tiap waktu) tenggelam dalam dunia imajinasinya, sampai bengong alias freezing beberapa menit.

Tapi hidupnya mendadak berubah ketika dia dihadapkan pada beberapa masalah yang ekstrim dalam waktu bersamaan. Pertama, dia jatuh cinta pada seorang karyawan baru di kantornya. Kedua, kantor tempat dia bekerja akan diakuisisi sehingga jajaran management akan mengalami perombakan besar-besaran dan banyak karyawan terancam dipecat. Ketiga, ketika dia sebagai manager yang menangani cover majalah kini harus mencari negative film no.25 yang hilang untuk edisi terakhir majalahnya. Maka si Walter Mitty, dipaksa oleh keadaan yang ekstrim, mengambil langkah yang tidak kalah ekstrim pula dengan meninggalkan rutinitasnya mencari negative film yang sangat penting itu sampai ke seluruh dunia. Ia mengejar keberadaan Sean O'Connell, seorang fotografer yang mengambil foto untuk cover majalah dan hanya meninggalkan petunjuk melalui beberapa jepretan terakhirnya.

Perjalanannya dimulai dari Greenland yang beku dan terpencil, kemudian menuju gunung berapi dengan skateboard di Islandia, dilanjutkan ke Afganistan yang tak bertuan, lalu berakhir di puncak bersalju Himalaya.
  
Welcome to Greenland, pals !


Not enough with volcano eruption in Iceland ?


 Try freezing ice that drift your mind on the high Himalaya...

Selama perjalanan si Walter Mitty keliling dunia, mata saya gak bisa lepas dari keindahan alam yang disajikan dengan sangat apik. Membuat saya berpikir, betapa hidup kita yang terjebak rutinitas seperti Walter Mitty itu membuat kita seperti katak dalam tempurung. Kita yang berada dalam comfort zone merasa ogah mencari sesuatu di luar sana, yang belum bisa kita jangkau, hanya karena kita tidak memiliki keberanian untuk melangkah keluar.

Suatu hari nanti jika saya tinggal di landed house, saya akan merindukan kerlip malam kota Jakarta yang membentang dari lautan sampai ke selatan dilihat dari lantai 28. Sungguh ganjil rasanya bahwa saya merasa pemandangan itu sungguh indah, padahal di luar sana, di suatu tempat antah berantah, ada keindahan yang sesungguhnya dan saya tidak pernah tahu.

Kalau saya membuat "The Bucket List", saya akan memasukkan kunjungan ke tempat-tempat indah dan liar di dalamnya :)

Eh, tapi jangan sampe ya karena keliaran alamnya, saya malah mati seperti pemeran utama dalam film "Into The Wild" heheee....

Sunday, 6 April 2014

Live for Dream or Dream to Live

Sejak keluar dari RS, aku cuma minum obat wajib bernama "VIAGRA", yeahhh...ini obat yang biasanya dipake buat orang birahi yang kurang bisa "tegang" aka "berdiri" ternyata fungsi aslinya buat paru-paru loh !
Dan menurut dokter obat ini efeknya kecil atau bahkan tidak terasa. Kalau mau obat yang efeknya lumayan, namanya Iloprost harganya mahal banget, belum mampu lah aku beli buat minum rutin seumur hidupku, maybe later.
Masalahnya, viagra ini katanya untuk jangka panjang bisa menyebabkan saturasi warna yang dilihat mata kita menjadi berkurang atau menurun.
WHAT ???? APAAA ???

Aku gak mau donk, aku kan punya cita-cita pengen kuliah lanjutan desain. Masa belum kesampaian, aku udah jadi semi buta warna. No No Nooooo !

Buat apa aku memperpanjang hidup tapi tidak tampak impian yang bisa jadi nyata ? Lebih baik masa hidupku gak panjang-panjang amat tapi bisa live to the fullest.
Lebih baik duitku habis buat keliling dunia daripada buat beli obat, lebih baik duitku habis buat sekolah daripada buat bayarin dokter.

Lagipula, saat ini belum ada obat yang bener-bener nyembuhin, paling cuma mengurangi dampak. Operasi juga bukan jalan keluar. ASD bisa diselesaikan dengan mudah dengan kateterisasi, lebih baik lagi jika dilakukan sebelum usia 12 tahun. Tapi aku sekarang udah 29 tahun, ditambah lagi ada Pulmonary Hypertension dan Eisenmenger Syndrome. Kalau selama bertahun-tahun, tubuhku yang sudah beradaptasi dengan kondisi ini tiba-tiba diubah, lubang di jantung mendadak ditutup, pasti tekanan di paru-paru dan jantung kanan akan kacau, aliran darah bakal gak karuan, bisa kebolak-balik.
Saran dokter yang lulusan Amerika itu, jika mau melakukan operasi, harus melalui 2 tahapan simulasi dulu untuk mengetahui apakah operasi masih memungkinkan. Simulasinya yaitu dengan memasang balon di lubang jantungku. Jika hasil simulasi tidak OK, maka operasi tidak bisa dilakukan. Jalan keluarnya ya transplantasi jantung dan paru-paru. Dan di Indonesia ini belum ada yang pernah melakukannya.

Hello ???

Dok, aku ini manusia yah....bukan ayam !
Kok enak banget dibedal bedol bedel.
Daripada organ kita diobrak-abrik, lebih baik tetap seperti ini kan ?
Toh banyak juga orang yang memilih untuk gak operasi, ehh...hidupnya lebih panjang dari orang sehat, misalnya orang sehat yang numpang MH370....

Ngomong-ngomong soal ayam, pasti pembaca sekalian gak mau kan kena penyakit aneh kaya aku ? Makanya, sebelum terlambat, cobalah makanan sehat seperti makanan organik, misalnya ayam organik, snack organik, beras organik, yang bisa dibeli di sini :

WARUNG ORGANIK 77

Walopun aku belum pernah nyoba, siapa tau dengan promosi ini, juragannya berbaik hati mengirimiku snack organik....wakakakakaa....*ngarep*

Ada juga pengobatan allternatif, tapi ternyata biayanya ga murah juga, sekali berobat bisa habis jutaan dan biasanya dilakukan selama beberapa sesi. Yang lebih parah, gak bisa direimburse asuransi !!!
Geeezz...kenapa sih asuransi percayanya cuma sama dokter ?
Dukun kan kadang pinter juga, bisa santet, pelet, bikin babi ngepet !
Hayooo....kalo dokter, bikin dendeng babi aja belom tentu bisa *ga nyambung dwehh*

Yahh...pokoknya maksudnya gitu lah, selain pengobatan ala western macam steak n pasta, ada baiknya kita coba pengobatan eastern seperti tom yam dan baikut.
Kok jadi ngomongin makanan sih ?

Ah, au ah gelap !
Kegiatan rutin isi ulang oksigen setiap minggu....


Monday, 24 March 2014

SEANDAINYA

Seandainya
Waktu adalah milik kita
Kan kurengkuh hangatmu tiap detik
dalam dekap dan lelap

Seandainya
Ruang adalah lukisan tanpa judul
Kan kucoretkan nama malaikat
dalam relung jantung dan nadiku

Seandainya
Musim berlari tanpa arah
kan kubuka jendela bermandikan sinar mentari
serta atap kaca di mana bulan dan bintang tersenyum malu
untukmu

Seandainya
Awan dan hujan tak berjalan satu tujuan
Kan kuputar kemudi untuk menjemputmu
di ujung busur pelangi

Seandainya
Duri dalam daging mengoyak serpih-serpih hati
dan pisau-pisau kaca memburai semburat air mata
Dunia adalah komidi putar dalam alunan nina bobo
Jika kau tertawa

Seandainya
Bisa kudengar pecah tangismu
Saat menjumpai dunia fana
Maka itu adalah seluruh hidupku

Tuesday, 11 March 2014

How I Met Your Father - Part 9

IT'S NOT GOODBYE YET

Dear Kid(s),

Maybe this is the last chapter of this season.
I have just done some medical treatments and the result is not good.

The doctor said that I may not be pregnant because of my heart & lungs condition.
If I insist, he said that 75% will cause the death of you, me, or us both.

The tension in my lungs is way too high, even if it's just to supply the oxygen for my body. It will become even higher if I'm pregnant and my heart will exceed its limit to pump the blood.

It's not my broken lungs or heart that made me cry.
It's because I can't have you that make me the saddest woman in the world.

Deep inside my heart, I believe that 25% is more that enough for miracle to happen into somebody's life.

25% is a big opportunity.
25% is hope.
25% is everything for me.

I will cancel ALL the baby program that I have planned because of that 75%.
But, I WILL NOT say goodbye to you because of that 25%.

So, I would like to say....
See you again in the next chapter of my life.

Thursday, 16 January 2014

Resolusi Tahun 2014

Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.

Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)


Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !

Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.

- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.

- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.

- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !

- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T

- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
 
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig

- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....

- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.

Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....

- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??

Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu

 
 
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut


- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)

- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.

Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)

- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.

- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.

- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.

- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit


Selamat berjuang kawan !


Friday, 20 December 2013

There's A Place Called Home

Pindah rumah ??

Rrr...sebenarnya bukan. Tapi sebenarnya iya.

Karena dalam Bahasa Indonesia, terjemahan untuk "house" dan "home" sama, RUMAH. Jadi agak rancu untuk menjelaskan bahwa "There's A Place Called Home" is not "There's A Place Called House"

Yep, I move to a new place which is not a landed house, but an apartment unit. Secara keamanan, tempat parkir, tempat makan, kualitas bangunan, kualitas layanan, semuanya lebih memuaskan daripada apartemen lama. Yang gak memuaskan cuma biaya sewanya jauh lebih mahal, dan jalan ke kantor jadi lebih jauh untuk ukuran anak manja dan males kayak saya :)

Jadi kalo sebelumnya saya bisa bangun jam 7 teng, sekarang saya harus bangun jam 6.30, 6.45, atau mungkin 6.15.

Ini beberapa penampakan rumah barunya...

kolam renangnya....belum sempat nyobain T_T

waktu masih kosong ^_^

waktu ada badai di kejauhan.....


Pindahan di bulan Desember, tiba-tiba keinget sama lagu-nya Christmas Carol yang 1 ini. Langsung deh kebayang kalo someday punya rumah sendiri, bukan ngontrak, dengan perabotan yang lebih lengkap dan gak ala kadarnya seperti sekarang, ada pernak-pernik Natal, ada pohon natal, dan tentunya....anak-anak  >_<

 There's a place called home
 I can almost see, with a red front door, and
 A roaring fire, and a Christmas tree.
 Yes, a place called home
 Full of love and family,
 And I'm there at the door
 Watching you come home to me.

 Through the years
 I'll recall this day

 In your arms
 Where I finally found my way

 To a place called home
 And a life for two

 You'll have everything
 You could ever want

 All I want is you

 And a place called home
 You and I will always be

 In the dark of the night
 Let your heart come home
 To me


 Through the years
 I recall this day

 In your arms
 In your arms
 When I finally found my way

 To a place called home
 And to life with you
 Where the days are long
 And the love is strong
 And the dreams are true
 And the dreams are true

 To a place called home
 You and I will always be

 Always be
 In the dark of the night
 Let your heart come home
 To me


 To the place in my heart
 Where you're always home
 With me


Thursday, 17 October 2013

I Failed

Saya nggak sadar kalau ternyata tanggal 7 September 2013 kemarin, lomba menulis 7 deadly sins udah diumumin 20 besar karya terbaik, dan tanggal 7 Oktober 2013 akhirnya terpilih 7 pemenang utama.

Memang sih saya gak terlalu berharap banyak bakal menang mengingat ini pertama kalinya saya bikin cerita panjang, saya pikir saya akan cuek-cuek aja mengetahui karya saya gak masuk ke daftar itu, tapi ternyata ada sedikit rasa kecewa *ya iyalahhh...hello ?

I failed.

Sudah bertahun-tahun saya lupa rasanya ikut kompetisi dan gagal.
Sekarang jadi ingat lagi, waktu SD hampir setiap minggu ikut lomba gambar, kalo menang dapet piala ya syukur, kalo gak ya udah. Minggu depan akan ada kompetisi lain.

So...

Kayaknya saya HARUS KUDU SHOULD MUST beli novel Indonesia deh....
Kalo dipikir-pikir, saya hampir ga punya satu pun novel asli Indonesia, semuanya novel terjemahan, gimana bisa menguasai medan perang dan menang ???

My next project should be better than this :)

Wednesday, 16 October 2013

Tadaaa....New Skin From Me to Me !

Akhirnya....setelah sekian lamaaaaaa kepengen bikin skin "Made by Me" yang gak kesampaian juga, karena males dan lain-lain, kali ini The Dream Team Fly Me to My Dream - yang terdiri dari saya sebagai desainer & illustrator, serta suami tercintah sebagai programmer - dengan bangga mempersembahkan.....tretttt tretttt tretttt teeeettt.......
 
Fly Me to My Dream Blog Skin versi LITTLE ANGEL
 
  
 
Plok plok plok plok plokkkkkk *soundeffectapplause
 
Memang sih, blog skin ini banyak kekurangan di sana-sini, karena si tukang coding-nya belum terlalu fasih main CSS dan HTML, tapi thanks to you my hubby...muahahahahahaha....lop you muah-muah :-*
 
Berhubung coding-nya masih edit dari template orang, jadinya susah banget ngepasin image. Salah saya juga sih gak nurutin size sesuai template, yang akhirnya bikin mumet yang edit.
 
Tapi sebagai debut, saya cukup puas dengan hasilnya.
 
Karena saya tidak perlu lagi majang gambar orang lain yang antah berantah, saya bisa pakai gambar saya sendiri, yang meskipun gak bagus-bagus amat, tapi bisa berkata,
 
"Hello world, this is who I am."
 
 

 

Friday, 11 October 2013

Nostalgia dan Jejak

Waktu lagi mikirin untuk nerusin novel idealis yang lagi mentok, tiba-tiba saya teringat kembali sama cerita pendek yang saya tulis ketika masih menjabat sebagai mahasiswa DKV semester 6 Universitas Kristen Petra Surabaya.

Ntah kenapa saya pengen banget membaca lagi cerpen saya itu, soalnya saya sudah agak-agak lupa. Sedih banget kalo rekam jejak karya kita hilang begitu saja gegara cuma di-save pada sebuah perangkat keras macam computer atau Hardisk. Padahal kannnnn....kita sudah mencurahkan segala passion dan hati kita untuk menciptakan sebuah masterpiece.

Terus, saya iseng-isenng browsing di Mbah Google, dan.....yatta !!! Saya menemukan pengumuman pemenang lomba cerpen yang diadain oleh Lipice-Selsun itu di sebuah artikel online.
Berikut screen shot nya :

 
 
Waaaaa.....ternyata rekam jejak itu tidak hilang !! Girangnya udah kayak nama kita keukir di prasasti aja :p

Sayang banget kenapa jabatan saya ditulis "Staf TU" sihhhh....padahal tadinya niat saya menulis TU itu supaya surat atau lain-lain ditujukan ke TU Jurusan DKV biar gak ilang.

Ternyata pemenang lomba cerpen itu ada banyak :
3 pemenang utama
15 pemenang harapan utama --> saya masuk ke yang ini :D
30 pemenang harapan

Kalo inget lagi data filenya hilang, saya jadi sedih T___T
Padahal kan ceritanya tentang cewek pribumi cupu yang menjalin cinta dengan sinyo Belanda (*hello ? again ???) hahahaaaa....

Ntah kenapa, saya suka banget tema beginian, bahkan novel idealis yang lagi mentok itu, lagi-lagi mengangkat tema yang sama, cuma kali ini pemeran utamanya bukan cewek pribumi, melainkan cewek keturunan Tionghoa.

Apa mungkin keinginan terpendam saya itu dapet jodoh cowok bule ya ????
heuheheueheheuuu.....*smoga postingan ini gak dibaca suami saya :p

Sunday, 5 May 2013

How I Met Your Father - Part 5

Dear Kid(s),

Last Friday - on May 3rd - finally I met with Professor T.Z.Jacoeb in Sam Marie Clinic, South Jakarta.
The queue is very loooooonnnggg....and I got number 23 !!!
I and your dad decided to watch Iron Man 3 in IMAX Gandaria to kill time. I got some phone rings from my manager when I watched the movie, but I just ignored it, because I said to him that I must attend the clinic on time at noon - lolzz...we're a naughty-escape-from-work-couple :D
Well, even my schedule is 8:00 pm, but we met the doctor at 9:30 pm, not too bad...and he explained about reproduction system briefly.
I and your dad have to take some tests in laboratory before further medical treatment.
All the test should be done in 1 menstruation cycle, i.e in 1 month.

For this very first visit, we spent IDR 270,000 for doctor consultation and administration fee - ONLY !!

We asked the nurse to write the budget estimation for every test, and here's the list :
- General treatment check, both for me and your dad = IDR 1,400,000
- Sperm analysis, general = IDR 1,300,000
- Reproduction hormone & protein = IDR 4,700,000
- HSG = IDR 1,000,000
- Torch, KM, HIV = IDR 3,500,000

TOTAL = IDR 11,900,000

Well...well...I just can say NOTHING, I am speechless  >_<"

I know, we will have the money in the second quarter of the year (e.g THR, bonus, incentive), but I have a plan to travel to Singapore.
I really want to have you indeed ! No doubt about it.

But I will not force myself to do this.

I will let everything flow as God's plan.
And I will enjoy my quality time with your dad before you come into our life :)


Sunday, 28 April 2013

GagasMedia "7 Deadly Sins Writing Competition 2013"


Akhirnya setelah bergelut dengan waktu selama sekitar 5 minggu, karya amatiran ini selesai juga.
Sebagai salah satu syarat pengiriman naskah, panitia mengharuskan peserta membuat video promo untuk presentasi karyanya. Berhubung saya nggak pede menampilkan wajah dan suara medok saya, jadi videonya hanya berisi ilustrasi karya saya sendiri plus penggalan-penggalan kalimat yang dipikirkan atau diucapkan tokoh-tokoh dalam novel ini.

Berikut videonya :


Kalau kalian punya akun YouTube, boleh donk minta bantuan untuk like atau comment. Kalau nggak punya, di view aja juga nggak papa, untuk meningkatkan traffic-nya :)

Cover print-out nya nanti seperti ini :


Saya sangat sangat sangat menikmati proses pengerjaan karya ini, meskipun di bawah tekanan deadline yang ketat. Ternyata kalau sesuatu dikerjakan dengan passion, meskipun hasilnya mungkin tidak semaksimal ekspektasi tapi bisa memuaskan juga ya ? I just realized it.

Oiya, saya juga merasakan sensasi dan gairah menyenangkan sewaktu saya kembali memegang pensil warna dan kuas, setelah sekian lamaaa....
Mungkin terakhir kali saya menggambar manual secara serius itu waktu mau bikin portfolio untuk melamar di Faber-Castell, hahahaa :D

Saya berencana, suatu hari nanti kalau saya hamil, saya akan melukis di depan jendela sambil mendengarkan nada piano, entah itu piano klasik atau piano-nya Yiruma. Katanya psikolog sih, emosi yang dirasakan ibu hamil itu bisa tersalurkan kepada si anak meskipun dia masih dalam kandungan. Pasti sangat menyenangkan sekali, kalau anak saya punya darah seni dan memiliki bakat seni yang lebih besar, misalnya nggak cuma bisa menggambar, tapi bisa main musik juga, menyanyi juga, menari juga. Widihhh.....si mami banyak maunya ya ? Hamil aja belom berhasil !!!


Percakapan di masa depan :

Kid : mami...mamiii....aku mau maen piano, mi !!!
Mami : iya sayang, mami seneng kamu suka main piano...
Kid : beliin piano donk, mi !!
Mami : *ngelirik harga piano = 50 juta
*dilema "Aduuhhh...harga piano bisa buat biaya kuliah gue S2 desain nih, gimana ya ?? mendingan ngembangin bakat anak, apa meraih cita-cita diri sendiri ?? Mami galawwww !!!!"



Sunday, 14 April 2013

Writing Competition 2013

Setelah sekian lama nggak pernah ikutan kompetisi lagi, baik kompetisi menggambar atau menulis, akhirnya tahun ini saya nekat ikutan kompetisi lagi. Padahal dari segi waktu bisa dibilang sudah mepet banget, and very close to deadline !!!

Saya sudah setengah jalan, kira-kira sampai halaman 80an ketika akhirnya menyempatkan diri untuk browsing mengenai pemenang kompetisi tahun lalu, terus melihat-lihat video promosi - bahkan video untuk kompetisi tahun ini sudah ada yang upload ! - tiba-tiba saya merasa down.

Saya merasa alur cerita saya biasa saja, penggunaan frase dan kata tidak apa adanya, penggambaran karakter dan tokoh-tokoh di dalamnya kurang dalam, begitu juga dengan emosi yang ingin disampaikan. Singkat kata, tulisan saya sangat kurang dalam hal kualitas.

Yah, bukan berarti saya menyerah setelah menghabiskan berjam-jam di depan komputer dan kurang tidur selama berhari-hari. Karena sudah terlanjur nyemplung, lebih baik saya basah sekalian.

Mungkin ini kedengaran sangat pesimis, seperti demam panggung, galau !

Satu-satunya hal optimis yang bisa saya pikirkan adalah :

Kalo nggak menang, ya udah diperbaiki lagi dan kirim ke penerbit lain yang lebih ecek-ecek.
Mungkin kita bisa belajar dari karya para pemenang, untuk jadi lebih baik lagi.

Lebih baik kalah daripada tidak berani mencoba !

Arrghhh, aku galaw, CIYUS!!!!!

Monday, 18 March 2013

My Novel Progress

Hulalaaa....
setelah sekian lama, akhirnya saya mulai nulis proyek impian lagi dan baru memasuki bab III.
Saya juga mengubah setting waktu dari tahun 1921 menjadi 1931.
Hal ini disebabkan karena di Malang, sepertinya AMS (Algemeene Middelbare School) baru didirikan pada akhir tahun 1930an.

Ini dia sneak peak-nya, saya mendapatkan referensi kosa kata Belanda ini dari buku Kwee Thiam Tjing dan google translate. Sudah pasti yang dari Google translate grammarnya kacau. I need Steven, my relative from Belgium, semoga saja dia menjadi penerjemah saya, secara bahasa Belanda Belgia belum tentu sama dengan bahasa Belanda asli....ataukah sama ???!! ntahlah....

Lalu kami berdua menertawai Marco sampai terbahak-bahak, padahal tidak ada yang lucu dari kejadian itu. Dan Marco pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Albert kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat dan mengatakan,

”Jij een…chinees, kunnen we vriend ?”
 
Aku sempat bingung dan tidak tahu harus jawab apa, tapi aku balas saja jabat tangannya dan mengangguk. Albert menjabat tanganku dengan mantap dan mengangguk juga, “Dan zijn we vrienden, ehh…..naam ?”

"My name is Khan"


Boong dink kalimat yang terakhir ini, cuma buat ngeles aja gamau kasi bocoran nama tokoh utamanya.
Intinya di bab III ini ketambahan 1 tokoh baru si sinyo Londo.


Simpati & Empati

Di post sebelumnya, saya sempat menuliskan upaya untuk refleksi diri. Sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan daripada sekadar menulis atau berucap, namanya juga manusia kan ?

Apakah kita boleh puas dengan memberikan lembaran 100 ribu kepada manula miskin, padahal harta kita berjumlah milyaran ? Apa kita boleh puas dengan menyumbang jutaan rupiah dan jadi donatur tetap sebuah panti asuhan padahal harta kita puluhan milyar ?

Yang berlebih memang sudah seharusnya dan sewajarnya memberi kepada yang kurang mampu, tidak ada yang perlu dibanggakan. Toh, harta yang diberikan itu sebenarnya cuma titipan Tuhan. Tuhan mungkin menganggap kita mampu mengelolanya dan mengharapkan supaya kelebihan itu juga disalurkan untuk yang lain. Bersimpati memang mudah, apalagi kalau kita sampai bingung mau buang uang ke mana.

Tapi kalau berempati ?



Lifestyle in Jakarta

Pernah dengar pepatah "Kejamnya ibukota lebih kejam daripada ibu tiri" ?
Jika dipikir-pikir, istilah itu ada benarnya.
Menurut seseorang, saya lupa ntah dosen saya atau manager saya atau baca di buku, tipikal orang Indonesia itu, terutama yang tinggal di kota besar adalah KONSUMTIF.
Saking konsumtifnya, sering kali seseorang mengalami besar pasak daripada tiang, dan tagihan kartu kredit jadi menumpuk, seperti saya misalnya, hehehehee......

Bagi karyawan golongan menengah yang tidak punya pendapatan kedua (passive income kek, usaha sampingan kek), tentu menggantungkan segala pengeluaran pada gaji bulanannya. Dan untuk menutup semua kebutuhan yang konsumtif itu, diperlukan gaji besar.
Sedangkan, tidak semua perusahaan bisa membayar karyawannya sesuai standard pasar atau bahkan di atasnya. Belum lagi orang-orang yang berusaha masuk ke perusahaan yang seperti itu jumlahnya bejibun melewati tes berlapis-lapis. Yang pintar dan beruntung, bisa lolos. Namun perjuangan dia ternyata belum selesai, karena dia harus mempertahankan performance-nya. Jika dia dianggap COST oleh perusahaan, dan bukannya ASSET, maka bersiaplah untuk ditendang dan digantikan oleh pendatang-pendatang baru yang siap bersaing. Seperti adik ipar saya, meski berhasil lolos menjadi trainee di BCA bersaing dengan ratusan kandidat lain, perjuangannya belum selesai. Dia harus belajar tiap hari supaya lolos tes tiap minggunya. Tahun depan, ia masih harus melalui seleksi karyawan tetap. HIGH GAIN, HIGH RISK. Perusahaan yang memberi gaji di atas rata-rata, tentunya juga mengharapkan karyawan dengan kemampuan di atas rata-rata.

Orang-orang lain yang kurang beruntung bisa masuk ke perusahaan seperti itu, meski menyerah pada nasib dan melamar ke perusahaan lain supaya dapurnya tetap ngepul dan gak jadi pengangguran. Tidak jarang juga, mereka menerima pekerjaan yang kurang sesuai dengan ekspektasi, ntah itu jobdesk-nya atau salary-nya. Akibatnya, karyawan-karwayan di perusahaan seperti ini menjadi kutu loncat, loncat sana, loncat sini, mencari pekerjaan yang sesuai harapan dan salary yang lebih tinggi.

Ada salah seorang teman saya yang bilang jika gaji 2,5 juta di Jakarta itu MIRIS.
Entah kenapa dia bilang begitu, padahal bila dilihat dari berbagai variabel, kondisi itu sangatlah masuk akal. Misal :
1/ Gaji 2,5 juta itu didapat dari pekerjaan part-time alias tidak setiap hari
2/ Dia adalah seorang fresh-graduate
3/ Persaingan di industri keahlian dia, di Jakarta ini sangat ketat. Semua orang ingin ke Jakarta demi penghasilan yang lebih baik, tapi tidak semua bidang kerja di Jakarta itu over demand, banyak juga yang over supply

Waktu saya fresh-grade dan kerja pertama kali di Surabaya tahun 2007, gaji saya CUMA 1,5 juta. Dan ketika saya mulai kerja di Jakarta tahun 2009, gaji saya juga berkisar sekitar 2,5 juta. Tapi apakah kondisi saya dengan gaji sekian miris ? NO. Saya masih bisa ngekos di tempat yang ada AC, Internet, dan water heater-nya. Saya bisa makan kenyang tiap hari, bahkan waktu itu saya lebih gendut dari saat ini. Tidak ada supply dari orang tua sepeser pun. Meski kalo saya bokek, kadang-kadang juga ditraktir makan sama cowok saya waktu itu :D

Mungkin orang-orang yang tidak pernah merasakan gaji sekecil itu bertanya-tanya bagaimana bisa gaji 2.5 juta mencukupi kebutuhan hidup di Jakarta ? Tapi kenyataan bilang itu bisa, lihat saja buruh-buruh yang cuma digaji 2,3 juta. Mereka bisa hidup berkecukupan.
Intinya, berapa pun gaji seseorang, pengeluaran harus bisa menyesuaikan. Kondisi idealnya, jika penghasilan meningkat, invetasi harus meningkat juga, tapi kenyataannya seringkali pengeluaran berbanding lurus dengan penghasilan. Makin tinggi penghasilan, makin tinggi juga pengeluaran (uuppss...ini seperti membicarakan diri saya sendiri :p )

Saya juga pengen curhat tentang kondisi suami saya, bagaimana dia mulai dari 0 lagi ketika sudah tidak tahan dengan pekerjaan pertamanya. Jadi ketika itu, dia datang ke Jakarta dengan tawaran gaji yang lumayan tinggi untuk ukuran fresh-grade. Tapi ternyata kerja di perusahaan itu tidak cocok dengan kata hatinya, dan dia memutuskan resign setelah setahun bekerja. Semua keluarganya menentang keputusan itu. Dia mulai melamar ke sana-sini mengharapkan diterima sebagai engineer elektonik. Tapi mendapatkan jobdesk yang sesuai susah sekali, akhirnya dia mencoba banting stir sebagai programer meski tidak yakin mampu, yang penting waktu kuliah sudah pernah dapet dasar logika coding. Akhirnya ada yang menerima, tapi dengan gaji hampir 50% lebih kecil dari pekerjaan pertamanya dan dengan pekerjaan baru yang dia sendiri tidak yakin menguasainya. Tapi dia pikir lebih baik perpenghasilan 50% lebih kecil daripada penghasilan 0, lebih malu lagi kalau sampai ngutang orang tua. Hare geneee ??? Apa kata dunia ???

Ternyata kerja di perusahaan ini sedikit membuat dia shock dan stress, singkatnya setelah 3 bulan, dia tidak diangkat jadi karyawan tetap karena dianggap kerjanya terlalu lama. Sedih tentu iya. Tapi dapur harus tetap ngepul, maka job-hunting dimulai lagi. Dengan bekal 3 bulan belajar coding, kali ini dia sudah lebih pede melamar sebagai programer dan berhasil diterima di perusahaan di mana dia bisa lebih enjoy dan belajar lebih banyak lagi. Gajinya standard, lebih tinggi sedikit dari yang sebelumnya, tapi tidak bisa dibilang di atas rata-rata. Selama dua tahun dia belajar menguasai beberapa program dan mengasah kemampuan coding. Akhirnya, ketekunannya membuahkah hasil juga. Mungkin ini rencana Tuhan, setelah menikah dia diterima di perusahaan yang bisa memberi dia gaji yang lebih tinggi dari saya, kenaikan gajinya lebih dari 50% thank God. Waduuhh...sedikit saya merasa kalah, karena sudah S2 tapi penghasilan tetap lebih kecil. Tapi apa saya berhak menjadikan S2 sebagai alasan untuk mendapatkan gaji tinggi ? kalau saya berpikiran begitu, seharusnya saya malu pada diri sendiri.

Jika ditilas balik, seandainya waktu itu dia tidak memutuskan resign dan nekat mendapat gaji kecil, mungkin saat ini kami belum bisa beli mobil.

Sekarang, saya merasa perlu lebih memperhatikan finansial keluarga. Tidak boleh sembarangan seperti dulu lagi. Porsi untuk invetasi harus ditingkatkan menjadi 30%, porsi untuk konsumtif dan living cost harus ditekan menjadi 50%, porsi amal harus dinaikkan menjadi 10%, dan porsi lain-lain yang selama ini tidak pernah terhitung harus dialokasikan 10%.

Pokoknya kalau jiwa konsumtif mulai merayap, 1 hal yang harus saya pikirkan, "Kapan jadi pengusahanya kalau boros terus ?????"
Jadi ingat film "Billionaire", di mana si Top Ittipat harus jual mobilnya demi mendapatkan modal usaha, saya sih berharap jangan sampai mobil yang saya dapat susah payah harus melayang lagi demi buka usaha. Tapi kalau dapet mobilnya jatuh dari langit, ya bolehlah dipikirkan lagi untuk modal usaha dan ganti mobil yang lebih murah (atau motor) heheheeeee...
Ada lagi cerita dari teman kantor saya mengenai seorang anak yang dilahirkan di keluarga kaya, sejak kecil segalanya serba ada, dia tidak perlu berusaha keras untuk mendapatkan sesuatu. Namun nasib berputar, ketika orang tuanya meninggal, dia belum siap untuk mengurus bisnis keluarga dan lama kelamaan bisnis itu tidak segemilang saat diurus orang tuanya.
Semoga saja saya tidak mengulangi kesalahan orang tua saya dalam mengelola asset, saya sebagai anaknya yang sudah diberi pendidikan lebih tinggi seharusnya juga bisa menjadi lebih baik dan lebih makmur daripada orang tua saya yang cuma tamatan SMP dan SMA. Jadi suatu hari kelak, orang tua saya bisa menuai apa yang sudah ditanamkan mereka pada diri anaknya ehuehehueheuhe...*prikitiuw

Ayo kita mencoba refleksi pada diri sendiri, jika kita sudah bergaji tinggi, masih bisakah kita hidup dengan lifestyle seperti saat kita bergaji kecil ? Misalnya, kalo udah punya mobil, masih mau naik motor gak ? Masih mau naik busway / angkot gak ? Kalo biasa makan delivery service, masih mau makan warteg gak ? Jangan mentang-mentang sudah kaya, lalu kita sudah lupa rasanya jadi orang susah :)


Tuesday, 5 March 2013

How I Met Your Father - Part 4

Dear Kid(s),

Today, your first cousin was born
His name is Epharain Richie Gunawan
He is a very cute and adorable boy

We are all so happy, rite ?

We should be.....

But why I cried ?

Sunday, 17 February 2013

How I Met Your Father - Part 3

Dear Kid(s),

I miss you so
Time flies
Days run
Months away

Your dad and your granma said
That I must think positvely
Because the power of mind affects many things

When I see the young couple prepared for their first kid,
I wonder why they can have their baby so fast and easy,
But when I see around closer, and wider...
There are many couples that have to wait years for their own

I believe that God's plan is better than mine
And everything will be beautiful in time
Not too fast, not too late

That's  why I can not give up
Not for you

Wednesday, 2 January 2013

Life Changes, Friends Don't

Di tahun 2012 ini, banyak sekali teman kantor yang resign, karena berbagai alasan. Mulai dari yang jenuh sama pekerjaan, mau melanjutkan bisnis keluarga, mau kawin, mau fokus S2, mau mencari tantangan di luar, mau usaha sendiri, mau cari gaji yang lebih besar, de el el.

Saya sendiri, sejak lulus dari kuliah sampai saat ini sudah berpindah tempat kerja sebanyak 4x. Sudah capek juga bikin surat resign, surat lamaran, apalagi update portfolio.

Setiap tempat kerja, selalu ada poin minusnya. Tidak ada yang benar-benar memuaskan bagi saya. Tapi tentu saja juga ada poin plusnya. Kan hidup itu harus seimbang, ada negatif, ada positif. Saya pernah kerja di tempat yang bos-nya gendut dan galak, semua pegawai takut pada bos-nya. Kalo pake komputer, gak bisa internetan. Bosnya gamau tau tuh kalo graphic designer juga butuh browsing buat cari ide-ide dan referensi. Jadi, kalo mau internetan ya pakai komputer marketing yang cuma bisa dipake beberapa menit.
Kalo mau tidur atau mata merem boro-boro, karena ruangannya disekat pakai kaca dan bos bisa muncul sewaktu-waktu berhubung rumahnya ada di atas. Kalau pulang tenggo dikomentarin, padahal kalo telat potong gaji. Bekerja under pressure, itu istilah yang cocok untuk perusahaan itu. Sebagai fresh-grade yang sebelumnya belum pernah bekerja selain kerja praktek, tentu hal ini cukup membuat saya shock. Karena di tempat saya kerja praktek, bos-nya baik dan suasana kerja menyenangkan. Akhirnya saya cuma bertahan selama 6 bulan di sana, dan memutuskan hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi, pengen S2 cing !! Meski kerja di perusahaan tersebut banyak negatifnya, tetap ada kenangan manis dan lucu bersama teman-teman seperguruan.

Sesampai di Jakarta, saya berkenalan dengan teman-teman S2 binus yang lumayan membuka wawasan dan channel. Beberapa bulan pertama, saya hanya menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada uang saku dari orang tua. Tapi lama-kelamaan, saya merasa menjadi beban bagi mereka. Saya sudah lulus S1, seharusnya sudah bisa cari duit sendiri. Sementara orang tua saya masih harus menanggung biaya kuliah dan sekolah 2 adik saya. Akhirnya saya putuskan untuk melamar kerja di Jakarta ini, dan berhasil diterima di salah satu perusahaan game online. Gajinya tidak besar, tapi lumayan buat menghidupi saya sendiri daripada saya terus meminta orang tua. Di titik inilah, saya benar-benar lepas dari supply orang tua. Saya merasa senang bekerja di perusahaan ini meskipun gajinya kecil untuk standard Jakarta dan hari Sabtu masuk. Semua yang bekerja di situ adalah gamer, jadi setiap pulang kerja selalu ada pertandingan DOTA, termasuk manager saya sendiri ikut kecanduan heheheeee.....
Setahun pertama saya lalui dengan riang gembira, lalu memasuki 1,5 tahun saya merasa jenuh dengan pekerjaan yang itu-itu saja. Apalagi kantor perusahaan yang pindah dari gedung di tengah kota ke ruko terpencil membuat mood kerja meredup, ditambah lagi frekuensi main DOTA yang semakin dibelenggu oleh bos - padahal saya kan belum jago, gelar MONSTER KILL aja belum bisa apalagi BEYOND GODLIKE !!!

Lalu kesempatan dan keputusan untuk resign muncul setelah saya lulus S2 dan ditawari oleh teman untuk bekerja di perusahaannya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Dengan tawaran gaji yang 30% lebih besar, tentu saya jadi ngiler dot com. Belum lagi lokasi kantornya di Menara BCA, persis di depan bundaran HI, what a prestigious place to work hahaaa....
Ternyata impian dan bayangan tak seindah kenyataan. Again. Di kantor ini, ada lagi yang namanya bos nyebelin. Kalo di pekerjaan pertama saya seorang om gendut, kali ini seorang tante centil. Setau saya, di perusahaan itu ga ada yang suka sama tuh tante, termasuk teman saya sendiri yang mana adalah komisaris perusahaan. Tapi karena tante centil itu adalah istri pemegang saham, jadi walopun dia ga pintar, tetap aja bisa duduk di kursi Vice President tanpa bisa didepak. Itu satu hal, dan hal lainnya adalah bidang pekerjaan dan suasana kerja. Ternyata kerjaan saya banyak berhubungan dengan administrasi, yang mana tidak ada lagi software-software ADOBE di komputer saya, tidak ada lagi desain, hanya ada angka dan tulisan. It's so stressful !! Lalu ada 2 kelompok kerja, front office dan back office. Saya sebenarnya kurang suka dengan kelompok front office, dan cenderung bergaul dengan kelompok back office. Dan ternyata entah kenapa, 2 kelompok ini juga tidak bisa berbaur. Jika kelompok front mengadakan acara, kelompok back tidak mau ikut, begitu juga sebaliknya. Akhirnya saya cuma bertahan di perusahaan ini selama 4 bulan. Tadinya cuma mau 3 bulan lalu kabur, tetapi saya merasa tidak enak pada teman saya yang adalah komisarisnya, saya tidak ingin hubungan kami menjadi buruk karena saya kabur dan mempermalukan dia, akhirnya saya diperpanjang 1 bulan. Dalam 1 bulan terakhir itu, bisa dibilang saya jarang masuk karena sibuk interview hahahahaa.....

Di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, bisa dibilang hal negatif dan positifnya lebih banyak positifnya, jika dibandingkan perusahaan-perusahaan sebelumnya. Pertama, bos-nya baik dan pintar, bisa menjadi teladan bagi bawahannya. Bidang pekerjaan sesuai dengan skill dan minat. Teman-teman dan suasana yang menyenangkan. Poin minusnya cuma gaji. Yahh...tapi kalo dipikir-pikir lagi, sebagai karyawan saya gak akan pernah puas dengan gaji. Yang bisa memuaskan kita adalah jika kita bekerja sendiri sebagai pengusaha dan penghasilan ditentukan oleh kita sendiri. Karena itu saya berharap, bisa memiliki usaha sendiri di tahun-tahun berikutnya entah kapan, karena saya sudah capek pindah-pindah kerja dengan berbagai alasan. Saya harus berhenti di 1 titik dan fokus, daripada loncat-loncat kayak kutu.

Dulu setiap kali saya resign, saya merasa sedih karena meninggalkan teman-teman yang sudah akrab. Dan setelah beberapa bulan, berkenalan dengan orang baru membuat jarang kontak dengan teman-teman lama, karena sibuk dengan hal baru dan teman baru. Saya berharap teman-teman saya yang resign meninggalkan saya di perusahaan ini bisa tetap menjaga kontak dan suatu hari nanti bisa reuni lagi.

LIFE CHANGES, FRIENDS DON'T
 


Dedicated to all my ex-colleagues and ex-colleague soon to be : 
Dina, Rossa, Jun, Pras, Pak Alex, Bu Yuli, Lily, Bengky, Rizki, Sianne, Franky, Simon, Nita, Budi Anduk, Andreas, Patrick, Vivi, Susan, Vina, Suwandi, Dhini, Koento, Fani, Andini, Rere, Diko, Anggita, Lia "Cila", Jessica, Ko Bro, Oka, David ?, Niken ?, Mbak Tri ?, Wening ?, Liswandi ??


Big Christmas Gift

Finally, I got it in December 26, 2012....

Rasa syukur yang begitu dalam dan terima kasih yang susah diungkapkan dengan kata dalam doa apalagi dalam blog ingin saya sampaikan pada Tuhan Yesus yang telah mendengarkan doa saya, dan Bunda Maria yang telah turut mendoakan saya.

Saya berterima kasih karena orang tua saya diberi jalan dan kemudahan tepat pada waktunya sehingga bisa membiayai uang masuk Universitas adik bungsu saya yang mana biayanya tidak kecil. Benar-benar deh...Tuhan memberikan tidak lebih cepat atau lebih lambat, tetapi TEPAT WAKTU.

Lalu, cerita mengenai saya sendiri. Betapa kesabaran dan penantian selama setahun ini akhirnya terbayar sudah dengan kehadiran sebuah mobil yang sebentar lagi akan dikirim ke Jakarta.

Memang mobil ini bukan mobil baru, istimewa, harga selangit, kinclong, blink-blink dan bisa membuat penumpangnya bangga setengah mati. Mobil ini cuma mobil sedan biasa, yang diproduksi tahun 2003 alias umurnya sudah 10 tahun dan teknologinya tidak secanggih mobil-mobil sekarang. Beruntung, pemilik sebelumnya merawat mobil ini dengan baik sehingga meski usianya cukup tua, tetapi mobil ini masih terlihat sehat walafiat.

Meski mobil ini cuma sedan tua, tapi saya sangat berterima kasih pada Tuhan. Karena saya boleh memilikinya dari hasil keringat sendiri. Mobil ini tidak jatuh dari langit, tidak dibelikan orang tua, tidak dipinjami oleh kantor, tidak diberikan secara cuma-cuma oleh orang lain, tetapi hasil dari kesabaran menabung se-sen demi se-sen, dan tentunya atas ijin Tuhan.

Saya tidak akan lupa setahun lalu, ketika saya membulatkan tekad untuk memiliki mobil ini. Meskipun suami saya bilang menabung dengan persentase sekian dari gaji cukup berat, tetapi saya tidak peduli. Bulan demi bulan kami jalani seperti komitmen awal tahun. Godaan juga datang bertubi-tubi, di saat teman-teman bisa pelesir ke Bali dan luar negeri atau nonton konser dengan tiket harga jutaan atau beli hape baru, saya dan suami harus menahan keinginan jalan-jalan demi menabung. Padahal kan suami istri yang belum dikaruniai anak seharusnya banyak-banyak refreshing biar gak stress dan gampang bikin anak hahahahahaaa.....

Kadang-kadang, tidak jarang juga terjadi percekcokan yang disebabkan misi menabung gila-gilaan ini karena beda prinsip. Menurut suami, untuk menambah tabungan, kami harus semakin berhemat, menurut saya untuk menambah tabungan justru pendapatan kita harus ditambah, alias punya passive income. heheeee....seperti analogi gelas berisi 1/2 air, suami saya berpikir, "Gelas ini setengah kosong". Sedangkan saya berpikir,"Gelas ini setengah isi".

Sebagai manusia biasa, sering juga saya merasa iri pada orang-orang atau pasangan muda yang sepertinya tidak harus se-struggle kami. Yang sudah diberi rumah oleh orang tuanya, sudah diberi mobil, tinggal meneruskan bisnis keluarga, sehingga yang perlu dipikirkan mereka cuma "bikin anak" saja. Tidak perlu repot-repot memikirkan materi. Tapi kalau melihat ke atas terlalu lama ya bakal capek juga. Melihat ke atas perlu untuk motivasi, tapi kalau pikiran sudah menjurus ke iri, saya perlu sekali orang yang mengingatkan saya untuk melihat ke bawah. Betapa banyak juga orang-orang maupun pasangan yang tidak seberuntung kami berdua. Yang harus berjuang lebih keras lagi dan menghadapi cobaan yang jauh lebih berat. Seharusnya kami bersyukur atas semua yang kami punya.

Jadi, ini bukan akhir perjuangan. 1 wish list sudah terpenuhi di akhir tahun 2012. Masih banyak wish list yang lain yang harus dikejar ketika kita masih muda dan diberi kesehatan. Kalau teman saya woro-woro di facebook mengenai resolusinya di tahun 2013, saya cukup woro-woro di blog ini. Resolusi saya ya...semua yang ada di wish list heheheee....

Mari mengejar impian, dan semoga Anda selalu dalam berkat Tuhan, amin.

 Nangkring di depan rumah mertua @ Malang