Showing posts with label my point of view. Show all posts
Showing posts with label my point of view. Show all posts

Wednesday, 28 January 2015

Suka Duka Tinggal di Apartemen dan di Landed House

Setelah 2x tinggal di apartemen, dan 1x tinggal di landed house, aku jadi bisa sedikit banyak merasakan plus minusnya.

Tinggal di apartemen :
Minus :
- Sempit
- Males naik turun lift
- Parkir motor/mobil ke unit jauh
- Peraturan ketat
- Lebih costly

Plus :
- Privasi
- Di kota, deket ke mana-mana
- Pemandangan indah
- Gampang kalo mau beli makanan atau laundry, tinggal telpon langsung antar
- Lebih aman, gak khawatir barang dalam unit ilang karena keluar masuk barang ada yang pantau

 
Suka banget sama garden apartemen yang terletak di atas gedung.....


Tinggal di rumah :
Minus :
- Jauh ke mana-mana --> tergantung lokasi rumah juga sih
- Transport susah, kalo ga ada kendaraan sendiri repot
- Berisik dari tetangga, ada anak kecil, anjing, orang ngamuk-ngamuk, dll
- Harus bersosialisasi, soalnya aku rada cuek jadi kalo ketemu cuma senyum aja, ga bisa basa-basi ngobrol macam-macam
- Karena lebih besar dari apartemen, bersihinnya juga lebih memakan tenaga
- Pemandangan gitu-gitu aja atap rumah tetangga

Plus :
- Parkiran motor dan mobil di depan rumah, bisa dipantau setiap saat dan kalo mau keluar ga ribet
- Ada halamannya
- Biaya operasional lebih murah dari apartemen


 Rumah berantakan....ga kebayang kalo nambah anggota keluarga harus punya si embak nih....

Sebenarnya kondisi ini diambil karena apartemen dan rumah yang aku tempatin masih kontrak,
Aku jadi penasaran kalau keduanya merupakan milikku sendiri, apakah lebih homey atau beda rasanya aku gak tau....
Lagipula komplek perumahan yang aku tempatin ini masih sangat baru, jadi kondisi sekitar masih sepi. Padahal kalo udah rame lumayan banyak fasilitasnya, ada ratusan ruko yang suatu saat pasti bakal rame banget kayak di PIK, ada akses tol langsung seperti komplek Alam Sutera.
Sayang, saat semua fasilitas itu sudah siap, aku pasti sudah pindah lagi dari sini.

Yang jelas, kalo tidak ada kendala biaya, disuruh milih kontrak apartemen atau rumah, definately I WILL CHOOSE APARTMENT !!

Monday, 27 October 2014

The Fault, Dear, is not In Our Stars

Segenap kru Fly Me to My Dream (*againnnn) mengucapkan....
 
"SELAMAT HARI NGEBLOG SELURUH INDONESIA"
 
semoga dengan tersusunnya kabinet Indonesia Kerja ini, negeri kita makin maju dalam segala hal.

naik odong-odong lewat jalan becek, gak nyambung jek !
yah biarin lah....

kata orang, di hari ini kita boleh posting apa pun kok.

mengenai judul di atas, sebenernya kalimat itu jadi popular belakangan karena dijadiin judul film "The Fault in Our Stars" tau kan ? yang maenin si Woodley atau sapalah itu yang main di Divergent juga.
nah, kata autornya, kalimat itu diambil dari cuplikan dalam karangan Shakespeare yang judulnya "Julius Cesar", yang mana kalimat itu diucapkan oleh Casius kepada Brutus.

Lengkapnya gini,

"The fault, dear Brutus, is not in our stars, But in ourselves, that we are underlings."

maksudnya tuh si Casius mau manas-manasin Brutus supaya mengkudeta Julius Cesar, karena menurut dia, jadi raja atau bawahan itu bukan takdir orang, tetapi karena kelemahan orang itu sendiri, semua orang dilahirkan sama derajatnya jadi kenapa yang satu harus membungkuk terhadap yang laen ? Salah sendiri elu bego, makanya jadi bawahan seumur hidup.
kira-kira begitulah intinya.....

Beberapa minggu lalu, akhirnya aku gabung juga di Indo PH family yang isinya sesama penderita hipertensi paru. Jadi banyak dapat info ini itu sama para senior.
Terus waktu aku bilang kalo aku tuh masih kerja kantoran, kebanyakan pada bilang, kayaknya aku masih kuat ya dibanding mereka yang kayanya menderita banget.

Bukannya aku underestimate, dan aku tau setiap orang memiliki tanggapan berbeda-beda pada kenyataan yang mereka hadapi. Ada yang cuek aja dan tetap semangat, ada yang galau melulu, ada yang parnoan, dan lain-lain.

Tapi, jujur aja, aku agak kesel dibilang lebih kuat.

I AM TRYING HARD !

Mereka mana tau kalo kandungan O2 dalam nadi arteriku cuma 40, sedangkan batas minimum orang hidup itu seharusnya 60.

Kalo dibilang, kok masih kuat kerja, aku aja mandi bisa ngos-ngosan.

Well, me too !

habis mandi aku ngos-ngosan...kalo gak percaya tanya aja suamiku...qiqiqiqi....sambil berwajah mesum....
habis jongkok terus berdiri ngos-ngosan,
ngomong cepet ngos-ngosan,
jalan 1 meter per detik ngos-ngosan,
naik 5 anak tangga ngos-ngosan,
bangun tidur ngos-ngosan,
mau tidur ngos-ngosan,

Aku cuma pengen bilang, kalo sakit mbo ya jangan terlalu galau seakan-akan dunia mau runtuh, toh kita bukan sakit kanker stadium 4

Kita harusnya berpikir kalo kita itu....

KUAT, KUAT, KUAT
SEHAT, SEHAT, SEHAT

percayalah obat paling manjur itu bukanlah sildenafil yang harganya 150 ribu per butir, tetapi doa dan pikiran positif.

Dengan doa pasti Tuhan akan mendengarkan.
Dengan positive thinking pasti otak kita akan berupaya supaya si tubuh menyesuaikan.

kalo pikiran negative terus ya tubuh bakal sakit terus.

Bukan takdir yang membuat kita terpuruk dan sakit, tetapi kelemahan kita dalam menanggapinya yang membuat kita benar-benar sakit dan perlu dikasihani.

NB: oiya aku abis pindah kontrakan loh, dari apartemen ke landed house. Gatau kenapa rasanya lebih sreg di apartemen yaa....apa karena struktur rumahnya ga cocok (pengap banget sumpah) atau karena belum biasa ?? cerita lengkapnya, di posting kapan-kapan. see ya !

Friday, 18 April 2014

The Secret Life of Walter Mitty - My Point of View

"To see the world, things dangerous to come to,
to see behind walls, to draw closer,
to find each other and to feel.
That is the Purpose of LIFE"




*SPOILER ALLERT*

Walter Mitty adalah seorang yang memiliki kehidupan monoton dengan rutinitasnya sehari-hari. Sejak ayahnya meninggal dan dia harus jadi tulang punggung keluarga, rupanya dia sudah meninggalkan segala hal yang membuat dia menjadi "lebih hidup" misalnya hobinya main skateboard dan membuat rambutnya model mohawk. Mungkin karena hal itu pula, Walter Mitty menjadi orang yang sering sekali (baca: amat sangat sering sekali hampir tiap waktu) tenggelam dalam dunia imajinasinya, sampai bengong alias freezing beberapa menit.

Tapi hidupnya mendadak berubah ketika dia dihadapkan pada beberapa masalah yang ekstrim dalam waktu bersamaan. Pertama, dia jatuh cinta pada seorang karyawan baru di kantornya. Kedua, kantor tempat dia bekerja akan diakuisisi sehingga jajaran management akan mengalami perombakan besar-besaran dan banyak karyawan terancam dipecat. Ketiga, ketika dia sebagai manager yang menangani cover majalah kini harus mencari negative film no.25 yang hilang untuk edisi terakhir majalahnya. Maka si Walter Mitty, dipaksa oleh keadaan yang ekstrim, mengambil langkah yang tidak kalah ekstrim pula dengan meninggalkan rutinitasnya mencari negative film yang sangat penting itu sampai ke seluruh dunia. Ia mengejar keberadaan Sean O'Connell, seorang fotografer yang mengambil foto untuk cover majalah dan hanya meninggalkan petunjuk melalui beberapa jepretan terakhirnya.

Perjalanannya dimulai dari Greenland yang beku dan terpencil, kemudian menuju gunung berapi dengan skateboard di Islandia, dilanjutkan ke Afganistan yang tak bertuan, lalu berakhir di puncak bersalju Himalaya.
  
Welcome to Greenland, pals !


Not enough with volcano eruption in Iceland ?


 Try freezing ice that drift your mind on the high Himalaya...

Selama perjalanan si Walter Mitty keliling dunia, mata saya gak bisa lepas dari keindahan alam yang disajikan dengan sangat apik. Membuat saya berpikir, betapa hidup kita yang terjebak rutinitas seperti Walter Mitty itu membuat kita seperti katak dalam tempurung. Kita yang berada dalam comfort zone merasa ogah mencari sesuatu di luar sana, yang belum bisa kita jangkau, hanya karena kita tidak memiliki keberanian untuk melangkah keluar.

Suatu hari nanti jika saya tinggal di landed house, saya akan merindukan kerlip malam kota Jakarta yang membentang dari lautan sampai ke selatan dilihat dari lantai 28. Sungguh ganjil rasanya bahwa saya merasa pemandangan itu sungguh indah, padahal di luar sana, di suatu tempat antah berantah, ada keindahan yang sesungguhnya dan saya tidak pernah tahu.

Kalau saya membuat "The Bucket List", saya akan memasukkan kunjungan ke tempat-tempat indah dan liar di dalamnya :)

Eh, tapi jangan sampe ya karena keliaran alamnya, saya malah mati seperti pemeran utama dalam film "Into The Wild" heheee....