Kringggg......kringggg......
Gw : Halo ?
Ms.HRD : Halo, selamat pagi dengan ibu Erika ?
Gw : Iya, betul
Ms.HRD : Saya HRD dari PT blablabla, saya lihat portfolio Ibu di Jobstreet, saat ini perusahaan kami sedang mencari product development manager untuk produk C&F Perfumery
Gw : (*dalam hati - WHATT ?? Gw ga siap untuk ini !) Err...Lokasinya di mana ya ?
Ms.HRD : Kita di MOI
GW : Hmm...ohh...jauh yaah....errr...tapi saya gak ada background kimia-kimia an....errr...
(*dalam hati - aduhhh gimana yahh....ting ting ting...bayangan jarak tempuh "rumah tangerang-kelapa gading" membuatku gelagapan...)
Ms.HRD : Tidak masalah Ibu, karena jobdesk nya lebih ke arah management persiapan produk baru, tidak terlalu ke teknikal....tapi kalo tidak tertarik tidak apa-apa Ibu...
GW : Iyahh...mmm..jauh sih yah....
Ms.HRD : Baik Ibu, tidak apa, terima kasih.
tut tut tut.....
Uwaaaa.....tunggu dulu kenapa ditutup ???!!
Padahal baru aja datang kesempatan yang menarik, tapi gara-gara terkendala jarak aku jadi galau.
Dan akhirnya si HRD tadi malah berpikir aku tidak tertarik....
Well.
Aku tidak siap.
Update: si HRD telepon lagi untuk kedua kalinya sekitar beberapa minggu lalu, tapi aku sudah kukuh bahwa jarak jauh bukan hal yang baik, jadi aku menolak dengan pertimbangan yang masak.
hix....walopun sayang juga sih benernya T___T
Showing posts with label work. Show all posts
Showing posts with label work. Show all posts
Monday, 26 January 2015
Tuesday, 20 May 2014
Out of My Comfort Zone
Akhir-akhir ini saya menjalani hari-hari yang cukup hectic, riwa-riwi ke sana-sini, pulang malem, rasanya capekkk....
Terus terang saya mulai merasa agak jenuh dan lelah dengan pekerjaan saya ini.
Walaupun apa yang saya kerjakan tiap tahun berbeda yaitu mengembangkan produk baru, tapi saya sudah menemukan sistem yang mana tinggal diulang-ulang saja polanya.
Suasana kantor sudah berubah, sudah berbeda dengan ketika saya masuk di sini tahun 2011 lalu, banyak yang sudah resign, orang baru datang dan pergi. Tak terasa saya sudah 3 tahun di sini. Rekor kerja terlama yang saya capai sejak saya bekerja pada tahun 2007.
Dan sampailah saya pada tahap itu.
Saya berpikir untuk keluar dari comfort zone ini. Saya ingin melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin ke jenjang assistant manager atau junior manager. Saya pikir saya sudah usia 29 tahun dan kelamaan jadi staff. Kebanyakan teman-teman saya juga udah di jenjang middle management.
Mungkin memang saya gak seambisius mereka yang loncat sana-sini dan berhasil dalam karir. Saya lebih suka be patience, I know it's worth it. Paling gak, saya lulus dari perusahaan ini dengan jabatan supervisor (walau tanpa anak buah).
Itu satu hal. Hal lainnya bisa dibilang karena faktor finansial. Saya pengen pensiun muda, tapi dengan pendapatan yang sekarang, saya rasa cita-cita itu susah dicapai dalam waktu dekat.
Jadi solusinya cuma loncat ke perusahaan lain dan meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Hehehee....memang bisa dibilang ini money oriented.
But I think it's fine.
I don't have to be idealist.
I have my own purpose.
I have my own dream.
Sekarang mungkin saatnya untuk kembali sebar undangan....mmm....application letter :P
Will you hire me ?
Terus terang saya mulai merasa agak jenuh dan lelah dengan pekerjaan saya ini.
Walaupun apa yang saya kerjakan tiap tahun berbeda yaitu mengembangkan produk baru, tapi saya sudah menemukan sistem yang mana tinggal diulang-ulang saja polanya.
Suasana kantor sudah berubah, sudah berbeda dengan ketika saya masuk di sini tahun 2011 lalu, banyak yang sudah resign, orang baru datang dan pergi. Tak terasa saya sudah 3 tahun di sini. Rekor kerja terlama yang saya capai sejak saya bekerja pada tahun 2007.
Dan sampailah saya pada tahap itu.
Saya berpikir untuk keluar dari comfort zone ini. Saya ingin melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin ke jenjang assistant manager atau junior manager. Saya pikir saya sudah usia 29 tahun dan kelamaan jadi staff. Kebanyakan teman-teman saya juga udah di jenjang middle management.
Mungkin memang saya gak seambisius mereka yang loncat sana-sini dan berhasil dalam karir. Saya lebih suka be patience, I know it's worth it. Paling gak, saya lulus dari perusahaan ini dengan jabatan supervisor (walau tanpa anak buah).
Itu satu hal. Hal lainnya bisa dibilang karena faktor finansial. Saya pengen pensiun muda, tapi dengan pendapatan yang sekarang, saya rasa cita-cita itu susah dicapai dalam waktu dekat.
Jadi solusinya cuma loncat ke perusahaan lain dan meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Hehehee....memang bisa dibilang ini money oriented.
But I think it's fine.
I don't have to be idealist.
I have my own purpose.
I have my own dream.
Sekarang mungkin saatnya untuk kembali sebar undangan....mmm....application letter :P
Will you hire me ?
Friday, 18 April 2014
Ellen May Books
Isinya bagus...recommended buat yang pengen tau serba serbi saham !
Bulan lalu, saya udah pengen banget beli buku-buku Ellen May tapi baru kesampaian bulan ini, dan beruntungnya terbitan bulan ini sudah yang edisi revisi.
Ellen May punya akun twitter @pakarsaham yang sudah saya follow dan memberikan tips serta teori-teori trading & investing yang berguna.
Seperti yang selalu saya singgung di posting terdahulu, saya berencana untuk pensiun dini sebagai karyawan kantoran dan fokus untuk cari duit dari rumah.
Rencana pertama, saya akan buka online shop dikarenakan lebih mudah dilaksanakan dengan modal kecil, saat ini sih baru punya 1 onlen shop, masih belajar en coba-coba suka dukanya, mungkin someday bakal nambah untuk produk-produk laen hahahahaaa...
Rencana kedua, saya akan memulai trading dan investasi saham, mengikuti usaha saya tahun lalu dengan membuka akun reksa dana. Rencana ketiga, setelah saya mahir trading saham, saya akan mencoba trading forex dikarenakan forex ini jauh lebih sexy dari saham namun juga lebih liar karena tingkat volatilitas yang tinggi. Kalau saham itu ibarat Syahrini, kalau forex itu ibarat Julia Perez :p
Buku Ellen May yang pertama berjudul "Smart Trader Not Gambler" yang lebih fokus mengangkat topik psikologi atau Mind MAPS dalam trading, sedangkan bukunya yang kedua "Smart Trader, Rich Investor: The Baby Steps" lebih difokuskan untuk para pemula banget yang masih bingung dalam pengambilan langkah, akan fokus ke trading atau investasi dengan modal yang dimiliki. Jadi kalo menurut saya, lebih baik baca STRI:TBS dulu baru setelah itu baca STNG.
Setelah habis baca bukunya, kita cobain juga CD trial dari software analisis teknikal yang ditawarkan, yaitu Amibroker. Saya pernah juga ditawarin seorang teman dari sebuah sekuritas tempat saya kerja dulu, sebuah software trading bernama Metatrader. Nah, sebelum beneran buka akun real, ada baiknya kita belajar dengan akun virtual selama beberapa bulan. Saya sih akan belajar pakai akun virtual sampai modal terkumpul cukup dan siap untuk resign.
Setelah siap lahir batin, saya akan buka rekening di sekuritas. Kemungkinan di tempat suami saya kerja, atau di tempat saya dulu pernah kerja alias di perusahaan teman saya.
After that, sesuai saran dalam buku STRI:TBS, sebaiknya membedakan akun untuk trading jangka pendek, dengan akun untuk investasi jangka menengah/panjang, karena strateginya juga berbeda.
Kalo sudah lebih ahli lagi dalam trading saham dan modal lebih banyak, saatnya mulai terjun ke trading forex.
Satu hal yang sangat ditekankan oleh Ellen May adalah :
Jangan menganggap "Trading Saham" sama dengan "Main Saham". Main saham akan membuat seseorang menganggap bahwa jual beli saham bukanlah sesuatu yang serius, melainkan hanya "permainan" alias "judi" sehingga banyak orang mengalami kerugian karena pengen kaya secara instan. Tapi anggaplah jual beli saham sebagai bisnis yang serius dengan mempelajari teori yang ada, baik analisis teknikal maupun analisis fundamental serta pembatasan risiko yang ketat dan disiplin.
Lebih baik untung kecil tapi konsisten, daripada untung besar karena tamak tapi setelah itu buntung besar.
Tidak ada kaya yang instan di dunia ini, yang ada kaya instan jadi babi ngepet, berendam di danau keramat cari wangsit, atau jadi koruptor.
Let's learn and do stock trading !
Saturday, 5 April 2014
Soft Opening Kasoetkoe Online Shop
Segenap kru "Fly Me to My Dream" mengucapkan :
"Selamat dan Sukses ! Atas dibukanya website Kasoetkoe Shop"
wakakakaaa....lucu juga yah kalo dikasi selamat, berhubung kru fly me to dream itu sama dengan kru kasoetkoe Shop.
Ini dia penampakannya :
Tampilan halaman katalog Kasoetkoe
Sebenarnya, saya kurang puas dengan hasil desain ini, karena bikinnya diburu waktu, jadi agak cepet-cepetan. Dan, kalau saya bikinnya kelamaan, suami saya yang inisiatif sendiri melayout-nya :)
Bagi saya, website ini memiliki nilai lebih selain sebagai pencari duit tambahan. Website ini merupakan pilot project untuk usaha-usaha online lainnya di masa depan, itung-itung belajar untuk persiapan kemerdekaan sebagai karyawan kantoran.
Website ini merupakan versi 1 sebagai generasi pertama yang dilaunching. Versi 1 ini belum memiliki fitur "Log In" dan "Keranjang Belanja" sehingga customer harus membeli secara manual melalui email/sms/chat. Karena belum memiliki database terintegrasi, sulit untuk melihat histori dan sebagainya. Nanti rencananya akan ada versi 2, pengembangan lebih lanjut dari versi 1 di mana pembeli harus log in sebagai member untuk mendapatkan poin plus-plus yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.
Setelah websitenya jadi, sekarang saya harus mikirin strategi pemasarannya, business development, supply chain management, customer relationship management, kayak yang pernah saya bahas dalam tugas mata kuliah e-business saya di blog ini :
Tapi kok kayaknya itu idealis banget yah....apa lebih baik saya mulai dari yang simplicity dulu ??
Tapi kalo membatasi diri begitu, sepertinya kita membiarkan diri kita untuk manja dalam berkembang lambat...
Tertarik untuk membuat website sederhana Online Shop Anda ?
Jangan ragu menghubungi kami, karena kami juga menyediakan jasa pembuatan website + design dengan harga terjangkau !
*ngiklan dulu hahahaa...
Silakan dikunjungi yah...boleh...silakan.....Om Tante Mbak Mas...
Jangan lupa "Like" Facebooknya dan "Follow" twitternya buat naikin traffic.
Makasih.
Suwun.
Friday, 21 February 2014
Mr. Nyebelin
Gue punya kolega yang duduk tepat di depan kubikel gue, sebut aja namanya PETER.
Peter ini orangnya loyal banget sama perusahaan, dan bukti keloyalannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan diangkatnya dia menjadi Supervisor dan mendapat fasilitas mobil dari perusahaan.
Gue tau sih, emang dari sononya si Peter ini udah agak nyebelin orangnya. Tapi belakangan, ntah kenapa kok gue ngerasa dia makin meningkat kadar ke-nyebelin-nya.
Jadi ceritanya begini...
Di suatu sore menjelang malam nan cerah selepas jam kerja, sebagian staff di lantai gue udah berkemas untuk pulang, termasuk gue. Tiba-tiba, si Peter ini mendatangi gue dan meneplok lengan gue dengan gulungan kertas, "PLOK !"
Gue meringis aja, karena emang ga sakit sama sekali. Dan dimulailah percakapan kami.
Peter : Eh, udah mau pulang ? Tumben...
Gue : Iya...
Peter : Gak sakit ya gue teplok, udah biasa main kasar di rumah ?
Gue : *tau maksudnya main kasar tuh masokist style, sex pake kekerasan, soalnya si Peter jablai ini kalo guyonan sama gue ntah kenapa topiknya selangkangan melulu*
"Bukan gue donk yang biasa sakit, kan suami gue yang kata lo sering gue kasarin, harusnya dia yang biasa sakit"
Peter : Oh gitu yaa...hehehee...pantesan suami lu naik busway terus, gak pernah naik motor ke kantornya. Pasti gara-gara dengkulnya pegel tiap malem lo kasarin !"
Gue : Hahaaa....kok cowok sih yang dengkulnya pegel. Harusnya kan cewek yang biasanya dengkulnya pegel. Lagian suami gue sering kok naik motor kalo pas lagi macet kayak hari Jumat atao Senin."
Peter : Kalo naik mobil gak pernah ya ?
Gue : Gak...selain karena jalur 3 in 1, di sana meski karyawan tetep harus bayar parkir 3000 per jam. Gak ada sistem langganan kayak di ruko kita.
Peter : Mobilnya dipake cuman buat kondangan doank ya ? ahahahaa....Jual aja lahh...ganti AGYA.
Gue : Gak ah, gue gak suka interiornya AGYA, keliatan ringkih.
Peter : Kan mobil lo bempernya udah mo copot ! Kalo AGYA kan masih baru.
Gue : *Mulai sebel* Udah gue asuransiin kok bempernya kemarin, udah diganti dan gak beret-beret lagi.
Rasanya pengen gue jitak tuh orang.
Mentang-mentang abis dapet Panther dari kantor, dia lupa ama mobil sedannya yang juga keluaran 10 tahun lalu kayak mobil gue, dan power windownya macet pas di kondangan. Masih mendingan mobil gue, biar beret sana-sini tapi gak pernah rewel.
Gue masih inget banget tuh, waktu dia beli mobil sedan tuanya itu. Tiba-tiba aja tanpa ada angin, tanpa ada ujan, dia nunjukin bukti setoran Rp. 40 Juta ke gue dan bilang kalo itu DP mobil. Waktu itu gue kasih dia selamat karena akhirnya bisa beli mobil, dan gue bilang juga lagi nabung buat beli mobil meski gatau kapan bisa beli. Waktu itu kita bercanda-canda kalo beli mobil buat kondangan aja biar dandanan gak rusak, kita ketawa-ketawa, bahkan melakukan TOS aka high five.
Sekarang aja sok-nya kumat dan nyuruh-nyuruh orang jual mobil jelek, mentang-mentang dia udah dapet mobil dari kantor. Teruss...kalo gue beneran jual dan beli BMW seri 5, pasti gue bakal disuruh jual lagi biar bisa beli Jaguar. Kalo gue beli jaguar, mungkin juga disuruh jual dan beli Ferarri !
Pernah juga di suatu hari saat makan siang, dia menyinggung-nyinggung soal jual mobil. Waktu itu dia habis mampir ke apartemen lama gue yang rusunami, dan mungkin agak shock melihat kondisi apartemen yang sumpek dan semrawut. Banyak yang jemur pakaian di balkon yang ketutup pagar bak penjara, terus parkiran sempit nan kacau.
Peter : Tuh mobil lu ga pernah dipake, cuman buat kondangan, mending jual aja lah...buat DP rumah
Gue : *sebel* hehehee...gak lah, gue pengen beli rumah yang DP-nya 300 juta, ga cukup lah kalo mobil gue dijual.
Gue dalem hati : sotoy bener sih nih orang bilang mobil gue ga pernah dipake. Lagian tanpa jual mobil juga gue bisa kok beli rumah someday. Gak kayak elu, udah umur 30 tahun lebih masih aja numpang di rumah orang tua.
Peter : Kok bisa sih tahan tinggal di apartemen sempit banget kayak gitu. Ih kalo gue sih gak bakalan betah deh...hahahahaa....mana kemarin banyak banget lagi bangku baksonya (info: gue ga punya sofa, alhasil tamu didudukin di bangku-bangku bakso).
Udah gitu berantakan, kayak tempat tinggal gue, kayak ga ada ceweknya.
Gue : hahahahaa.....
Gue dalem hati : memble banget nih orang ! udah bagus kemarin gue ajak ke rumah karena dia minta pinjem charger laptop. Dah gue pinjemin, malah jelek-jelekin apartemen gue. Ya emang rusunami masa mau dibandingin sama kondominium. Hello ??!
Daripada elu, ga kluar ongkos sewa, numpang rumah ortu, udah umur 30 tahun lebih, MASIH juga belum bisa beli rumah sendiri ??? Talk to my hand bro...
Terus, gue penasaran juga kenapa dia selaluuu nyaranin orang beli AGYA.
Masih di saat makan siang di lain hari, salah satu kolega kita yang baru aja merit, sebut aja namanya HARI, nanya-nanya ke gue tentang cicilan mobil. Rencananya dia pengen beli mobil Xenia / Avanza.
Eh tiba-tiba si Peter ini nimbrung....
Peter : Lo ngapain beli Xenia Avanza, Har ? Itu mobil kan buat family. Mending lo beli AGYA ato AYLA aja, lebih mungil cocok buat penganti baru.
Hari : Yaaa....gue mikirnya mending beli mobil second tapi bagus, daripada mobil baru tapi ringkih.
Terus terang, gue heran banget sama si Peter ini. Ada temen mau beli mobil yang spec-nya lebih bagus, kenapa dia malah nyaranin beli mobil kelas bawahnya ?
Ya duit-duit nya si Hari, suka-suka dia mau beli apa. Palingan juga seandainya si Hari beneran beli AGYA baru, pasti bakal diledekin sama si Peter kalo itu mobil murah ato apalah...pasti dia lupa kalo dia yang pernah nyaranin.
Gue yakin itu !
Peter ini orangnya loyal banget sama perusahaan, dan bukti keloyalannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan diangkatnya dia menjadi Supervisor dan mendapat fasilitas mobil dari perusahaan.
Gue tau sih, emang dari sononya si Peter ini udah agak nyebelin orangnya. Tapi belakangan, ntah kenapa kok gue ngerasa dia makin meningkat kadar ke-nyebelin-nya.
Jadi ceritanya begini...
Di suatu sore menjelang malam nan cerah selepas jam kerja, sebagian staff di lantai gue udah berkemas untuk pulang, termasuk gue. Tiba-tiba, si Peter ini mendatangi gue dan meneplok lengan gue dengan gulungan kertas, "PLOK !"
Gue meringis aja, karena emang ga sakit sama sekali. Dan dimulailah percakapan kami.
Peter : Eh, udah mau pulang ? Tumben...
Gue : Iya...
Peter : Gak sakit ya gue teplok, udah biasa main kasar di rumah ?
Gue : *tau maksudnya main kasar tuh masokist style, sex pake kekerasan, soalnya si Peter jablai ini kalo guyonan sama gue ntah kenapa topiknya selangkangan melulu*
"Bukan gue donk yang biasa sakit, kan suami gue yang kata lo sering gue kasarin, harusnya dia yang biasa sakit"
Peter : Oh gitu yaa...hehehee...pantesan suami lu naik busway terus, gak pernah naik motor ke kantornya. Pasti gara-gara dengkulnya pegel tiap malem lo kasarin !"
Gue : Hahaaa....kok cowok sih yang dengkulnya pegel. Harusnya kan cewek yang biasanya dengkulnya pegel. Lagian suami gue sering kok naik motor kalo pas lagi macet kayak hari Jumat atao Senin."
Peter : Kalo naik mobil gak pernah ya ?
Gue : Gak...selain karena jalur 3 in 1, di sana meski karyawan tetep harus bayar parkir 3000 per jam. Gak ada sistem langganan kayak di ruko kita.
Peter : Mobilnya dipake cuman buat kondangan doank ya ? ahahahaa....Jual aja lahh...ganti AGYA.
Gue : Gak ah, gue gak suka interiornya AGYA, keliatan ringkih.
Peter : Kan mobil lo bempernya udah mo copot ! Kalo AGYA kan masih baru.
Gue : *Mulai sebel* Udah gue asuransiin kok bempernya kemarin, udah diganti dan gak beret-beret lagi.
Rasanya pengen gue jitak tuh orang.
Mentang-mentang abis dapet Panther dari kantor, dia lupa ama mobil sedannya yang juga keluaran 10 tahun lalu kayak mobil gue, dan power windownya macet pas di kondangan. Masih mendingan mobil gue, biar beret sana-sini tapi gak pernah rewel.
Gue masih inget banget tuh, waktu dia beli mobil sedan tuanya itu. Tiba-tiba aja tanpa ada angin, tanpa ada ujan, dia nunjukin bukti setoran Rp. 40 Juta ke gue dan bilang kalo itu DP mobil. Waktu itu gue kasih dia selamat karena akhirnya bisa beli mobil, dan gue bilang juga lagi nabung buat beli mobil meski gatau kapan bisa beli. Waktu itu kita bercanda-canda kalo beli mobil buat kondangan aja biar dandanan gak rusak, kita ketawa-ketawa, bahkan melakukan TOS aka high five.
Sekarang aja sok-nya kumat dan nyuruh-nyuruh orang jual mobil jelek, mentang-mentang dia udah dapet mobil dari kantor. Teruss...kalo gue beneran jual dan beli BMW seri 5, pasti gue bakal disuruh jual lagi biar bisa beli Jaguar. Kalo gue beli jaguar, mungkin juga disuruh jual dan beli Ferarri !
Pernah juga di suatu hari saat makan siang, dia menyinggung-nyinggung soal jual mobil. Waktu itu dia habis mampir ke apartemen lama gue yang rusunami, dan mungkin agak shock melihat kondisi apartemen yang sumpek dan semrawut. Banyak yang jemur pakaian di balkon yang ketutup pagar bak penjara, terus parkiran sempit nan kacau.
Peter : Tuh mobil lu ga pernah dipake, cuman buat kondangan, mending jual aja lah...buat DP rumah
Gue : *sebel* hehehee...gak lah, gue pengen beli rumah yang DP-nya 300 juta, ga cukup lah kalo mobil gue dijual.
Gue dalem hati : sotoy bener sih nih orang bilang mobil gue ga pernah dipake. Lagian tanpa jual mobil juga gue bisa kok beli rumah someday. Gak kayak elu, udah umur 30 tahun lebih masih aja numpang di rumah orang tua.
Peter : Kok bisa sih tahan tinggal di apartemen sempit banget kayak gitu. Ih kalo gue sih gak bakalan betah deh...hahahahaa....mana kemarin banyak banget lagi bangku baksonya (info: gue ga punya sofa, alhasil tamu didudukin di bangku-bangku bakso).
Udah gitu berantakan, kayak tempat tinggal gue, kayak ga ada ceweknya.
Gue : hahahahaa.....
Gue dalem hati : memble banget nih orang ! udah bagus kemarin gue ajak ke rumah karena dia minta pinjem charger laptop. Dah gue pinjemin, malah jelek-jelekin apartemen gue. Ya emang rusunami masa mau dibandingin sama kondominium. Hello ??!
Daripada elu, ga kluar ongkos sewa, numpang rumah ortu, udah umur 30 tahun lebih, MASIH juga belum bisa beli rumah sendiri ??? Talk to my hand bro...
Terus, gue penasaran juga kenapa dia selaluuu nyaranin orang beli AGYA.
Masih di saat makan siang di lain hari, salah satu kolega kita yang baru aja merit, sebut aja namanya HARI, nanya-nanya ke gue tentang cicilan mobil. Rencananya dia pengen beli mobil Xenia / Avanza.
Eh tiba-tiba si Peter ini nimbrung....
Peter : Lo ngapain beli Xenia Avanza, Har ? Itu mobil kan buat family. Mending lo beli AGYA ato AYLA aja, lebih mungil cocok buat penganti baru.
Hari : Yaaa....gue mikirnya mending beli mobil second tapi bagus, daripada mobil baru tapi ringkih.
Terus terang, gue heran banget sama si Peter ini. Ada temen mau beli mobil yang spec-nya lebih bagus, kenapa dia malah nyaranin beli mobil kelas bawahnya ?
Ya duit-duit nya si Hari, suka-suka dia mau beli apa. Palingan juga seandainya si Hari beneran beli AGYA baru, pasti bakal diledekin sama si Peter kalo itu mobil murah ato apalah...pasti dia lupa kalo dia yang pernah nyaranin.
Gue yakin itu !
Monday, 17 February 2014
FOREX, New Acquaintance of Mine
Berawal dari kunjunganku ke pameran properti di JCC minggu lalu, rasanya ngiler banget liat rumah-rumah berharga murah (yang sekitar 200 jutaan), yang cicilannya 2 jutaan. Pengen beli, terus dijual lagi buat modal rumah yang lebih besar, tapi apa daya cicilan mobilnya belom kelar. Ditambah lagi bayar kontrakan yang sebulan sekitar 3 jutaan. Kalo misalnya berandai-andai nih, cicilan mobil dan biaya kontrakan dipangkas, kami yakin mampu bayar cicilan rumah yang harganya 400-500 jutaan. Kalau misalnya bisa beli rumah harga segitu, aku juga pengen jual lagi dan beli yang lebih gede lagi hahahaaaa..... salah siapa, rumah-rumah idaman yang di brosur-brosur itu harganya berkisar 700 juta ke atas.
Permasalahannya sekarang adalah "CONDITION".
Aku kan cewek.
Cita-citaku pengen kerja dari rumah tanpa harus meninggalkan anak-anak. Atau kalau misalnya pun harus kerja, pengennya yang waktunya fleksibel. Mau nawarin aku kerja macam MLM ? PLease no....that's not my type. Aku yakin di luar sana masih banyak hal yang bisa menghasilkan uang selain
MLM.
Saat ini, aku masih belum punya anak, dan masih jadi karyawan berlevel staff. Level staff ini dilihat dari tingkat ke-stress-an tergolong dalam kelas menengah, karena itu wajar jika gajinya juga masuk dalam kelas menengah alias pas-pasan. Belum lagi kalau staff tersebut gak punya passive income alias cuma ngandelin gaji bulanan doank. Kemajuannya dalam memiliki berbagai aset pasti lambat.
Sebagai seorang yang gampang bosen dan jenuh terjebak dalam rutinitas, membayangkan akan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore - belum termasuk perjalanan dari rumah ke kantor - selamaaa......katakanlah selama membayar cicilan rumah alias 15 TAHUN, adalah sebuah mimpi buruk bagi aku.
Timbul pertanyaan-pertanyaan :
Nanti siapa yang urus anak-anakku ? Baby sitter ?
Baby sitter jaman sekarang apa bisa dipercaya ditinggalin seharian ?
terus ntar anakku apakah bakal menganggap baby sitter itu emaknya ??
kalau aku jadi ibu rumah tangga, siapa yang bakal bantuin suami bayar cicilan rumah, baby sitter, bensin kendaraan, listrik, air, susu bayi yang sebulan bisa ngabisin 2 juta lebih ?
Gimana aku bisa jadi ibu rumah tangga dengan penghasilan yang sama seperti seorang karyawan ?
Hmmm....mari kita berhitung !
Katakanlah penghasilan seorang karyawan adalah 6 juta.
Upss....jangan 6 juta, ntar kurang motivasi, lebih baik kita buat lebih tinggi karena gaji karyawan kemungkinan naik sampai 35% toh tiap tahun ?
Baik, katakanlah gaji karyawan level staff 7,5 juta.
7,5 juta dibagi 22 hari kerja = sekitar 340 ribu
Biar makin termotivasi, mari bulatkan ke atas menjadi 350 ribu.
Tiga ratus lima puluh ribu rupiah per hari !
Apakah menurutmu jumlah tersebut banyak ???
mungkin saat kamu masih jomblo, atau belum punya anak, kamu akan menjawab iya.
Tapi sebetulnya TIDAK.
Dengan effort 5 hari seminggu, minimal 8 jam sehari, jumlah tersebut bisa dibilang KECIL.
Apalagi inflasi tiap tahun ga berbanding lurus dengan kenaikan gaji seorang karyawan. Pasti makin lama, kebutuhan-kebutuhan makin sulit dijangkau, padahal secara naluri manusia tuh pasti ingin berkembang dan kebutuhan serta keinginannya makin banyak.
Bandingkan dengan orang yang buka warteg !
Saya yakin seyakin-yakinnya, penghasilan mereka sehari bisa mencapai jutaan (NB: kalau laris)
Jadi, buat apa bangga jadi karyawan level staff ?
Mendingan buka warteg kan ?
Masalah lain untuk buka warteg ini juga ga gampang loh.
Seorang enterpreneur pasti dituntut untuk kreatif, kerja keras, pantang menyerah, pokoknya syarat PEJUANG TAKESHI deh !
Jika kita belum mau membakar perahu kita bernama "PEGAWAI KANTORAN",
totalitas untuk menjadi enterpreneur BELUM BISA DILAKUKAN.
Terus gimana donk ?
Pernah liat mobil-mobil mewah harga milyaran berseliweran di Jakarta ?
Pernah penasaran gak gimana mereka bisa dapet uang sebanyak itu ?
Bisa jadi mereka pengusaha sukses, bisa jadi mereka koruptor, bisa jadi
juga mereka pegawai TOP MANAGEMENT di perusahaan TOP GAIN REVENUE.
Tapi saya yakin 1 hal....
mereka semua adalah INVESTOR !
THEY DON'T WORK FOR MONEY, THE MONEY WORK FOR THEM.
oke, katakanlah hal penting semacam investasi itu sudah aku lakukan dari tahun-tahun kemarin. Tapi semua itu adalah long term investment. Imbal hasilnya tidak bisa aku rasakan dalam waktu dekat. Dibutuhkan 3 atau 5 atau bahkan 10 tahun untuk menikmati hasilnya. Sedangkan kondisiku saat ini mengharuskan aku bergerak cepat. Masak aku berdoa siang malam tiap hari memohon dikaruniai seorang anak, tapi masih belom bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ?
I feel so stupid and silly then....
Jadi, aku mulai bertanya-tanya sama adekku, YES my little brother, yang masih ababil dan baru saja berusia 18 tahun itu mengenai seluk beluk forex.
Sejak kuliah di finance, dia mulai tertarik dengan yang namanya cari duit. Entah itu jadi broker properti, MLM kosmetik, sampai belajar forex. Di antara semua coba-coba yang dia lakukan, ternyata dia paling serius menekuni bidang forex. Selain karena dia juga dilatih oleh seorang manager di perusahaan tempatnya latihan pakai virtual account, dia juga termotivasi untuk mendapatkan real account dan nasabah.
Kalau motivasi adek saya ini lain lagi.
Ya iyalah...hidup kan mesti ngikutin fase, masa baru umur 18 tahun udah disuruh mikir ngurus anak.
Jadi ceritanya, dia pengen banget beli mobil buat PDKT ke cewek-cewek.
Memang orang tua kami bukan tergolong orang yang mampu membelikan anaknya mobil buat kuliah. Boro-boro buat anaknya, buat dipakai sendiri aja kagak punya.
Terkadang agak keki juga kalo ke-ababil-an adekku ini lagi kumat. Kenapa sih jadi anak gak bisa ngerti kondisi orang tuanya yang lagi susah. Kerja banting tulang peras keringat buat bayarin dia kuliah, masih aja gak bersyukur.
Tapi kalau mau dipikir lebih lanjut lagi, aku gak bisa juga nyalahin dia 100%, lha wong tempat kuliahnya sekarang didominasi anak orang tajir. Sebagai seorang kakak yang open minded *ciehhh...* aku mikir kalo dia pasti mengalami yang namanya social pressure.
Ibarat San Chai di Universitas Ying De....wakakakakaa....
Karena itulah, dia getol banget pengen cari duit sendiri, sebanyak-banyaknya, as soon as possible. Menunggu sampai lulus kuliah adalah SANGAT TERLAMBAT. Betul dik, jangan ikutin jejak kakak-kakakmu ini yang baru mikirin cari duit sejak lulusan. Walo sebenarnya pun, cari duit pada saat kuliah ini bisa menimbulkan ketidakfokusan. Terbukti dari IP adik saya yang ga nyampe 3, ampunnn dahh...ngelus dada !
Serba salah emang menghadapi anak ababil @_@
Sekian curcol saya hari ini.
Mari kita segera menuju TKP belajarforex.com dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
Selamat berinvestasi.
NB: Beli juga bukunya Ellen May "Smart Trader Not Gambler" yang katanya
bagus buat trader pemula, saham ada forex juga ada.
*kok malah ngiklan ya?*
Permasalahannya sekarang adalah "CONDITION".
Aku kan cewek.
Cita-citaku pengen kerja dari rumah tanpa harus meninggalkan anak-anak. Atau kalau misalnya pun harus kerja, pengennya yang waktunya fleksibel. Mau nawarin aku kerja macam MLM ? PLease no....that's not my type. Aku yakin di luar sana masih banyak hal yang bisa menghasilkan uang selain
MLM.
Saat ini, aku masih belum punya anak, dan masih jadi karyawan berlevel staff. Level staff ini dilihat dari tingkat ke-stress-an tergolong dalam kelas menengah, karena itu wajar jika gajinya juga masuk dalam kelas menengah alias pas-pasan. Belum lagi kalau staff tersebut gak punya passive income alias cuma ngandelin gaji bulanan doank. Kemajuannya dalam memiliki berbagai aset pasti lambat.
Sebagai seorang yang gampang bosen dan jenuh terjebak dalam rutinitas, membayangkan akan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore - belum termasuk perjalanan dari rumah ke kantor - selamaaa......katakanlah selama membayar cicilan rumah alias 15 TAHUN, adalah sebuah mimpi buruk bagi aku.
Timbul pertanyaan-pertanyaan :
Nanti siapa yang urus anak-anakku ? Baby sitter ?
Baby sitter jaman sekarang apa bisa dipercaya ditinggalin seharian ?
terus ntar anakku apakah bakal menganggap baby sitter itu emaknya ??
kalau aku jadi ibu rumah tangga, siapa yang bakal bantuin suami bayar cicilan rumah, baby sitter, bensin kendaraan, listrik, air, susu bayi yang sebulan bisa ngabisin 2 juta lebih ?
Gimana aku bisa jadi ibu rumah tangga dengan penghasilan yang sama seperti seorang karyawan ?
Hmmm....mari kita berhitung !
Katakanlah penghasilan seorang karyawan adalah 6 juta.
Upss....jangan 6 juta, ntar kurang motivasi, lebih baik kita buat lebih tinggi karena gaji karyawan kemungkinan naik sampai 35% toh tiap tahun ?
Baik, katakanlah gaji karyawan level staff 7,5 juta.
7,5 juta dibagi 22 hari kerja = sekitar 340 ribu
Biar makin termotivasi, mari bulatkan ke atas menjadi 350 ribu.
Tiga ratus lima puluh ribu rupiah per hari !
Apakah menurutmu jumlah tersebut banyak ???
mungkin saat kamu masih jomblo, atau belum punya anak, kamu akan menjawab iya.
Tapi sebetulnya TIDAK.
Dengan effort 5 hari seminggu, minimal 8 jam sehari, jumlah tersebut bisa dibilang KECIL.
Apalagi inflasi tiap tahun ga berbanding lurus dengan kenaikan gaji seorang karyawan. Pasti makin lama, kebutuhan-kebutuhan makin sulit dijangkau, padahal secara naluri manusia tuh pasti ingin berkembang dan kebutuhan serta keinginannya makin banyak.
Bandingkan dengan orang yang buka warteg !
Saya yakin seyakin-yakinnya, penghasilan mereka sehari bisa mencapai jutaan (NB: kalau laris)
Jadi, buat apa bangga jadi karyawan level staff ?
Mendingan buka warteg kan ?
Masalah lain untuk buka warteg ini juga ga gampang loh.
Seorang enterpreneur pasti dituntut untuk kreatif, kerja keras, pantang menyerah, pokoknya syarat PEJUANG TAKESHI deh !
Jika kita belum mau membakar perahu kita bernama "PEGAWAI KANTORAN",
totalitas untuk menjadi enterpreneur BELUM BISA DILAKUKAN.
Terus gimana donk ?
Pernah liat mobil-mobil mewah harga milyaran berseliweran di Jakarta ?
Pernah penasaran gak gimana mereka bisa dapet uang sebanyak itu ?
Bisa jadi mereka pengusaha sukses, bisa jadi mereka koruptor, bisa jadi
juga mereka pegawai TOP MANAGEMENT di perusahaan TOP GAIN REVENUE.
Tapi saya yakin 1 hal....
mereka semua adalah INVESTOR !
THEY DON'T WORK FOR MONEY, THE MONEY WORK FOR THEM.
oke, katakanlah hal penting semacam investasi itu sudah aku lakukan dari tahun-tahun kemarin. Tapi semua itu adalah long term investment. Imbal hasilnya tidak bisa aku rasakan dalam waktu dekat. Dibutuhkan 3 atau 5 atau bahkan 10 tahun untuk menikmati hasilnya. Sedangkan kondisiku saat ini mengharuskan aku bergerak cepat. Masak aku berdoa siang malam tiap hari memohon dikaruniai seorang anak, tapi masih belom bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ?
I feel so stupid and silly then....
Jadi, aku mulai bertanya-tanya sama adekku, YES my little brother, yang masih ababil dan baru saja berusia 18 tahun itu mengenai seluk beluk forex.
Sejak kuliah di finance, dia mulai tertarik dengan yang namanya cari duit. Entah itu jadi broker properti, MLM kosmetik, sampai belajar forex. Di antara semua coba-coba yang dia lakukan, ternyata dia paling serius menekuni bidang forex. Selain karena dia juga dilatih oleh seorang manager di perusahaan tempatnya latihan pakai virtual account, dia juga termotivasi untuk mendapatkan real account dan nasabah.
Kalau motivasi adek saya ini lain lagi.
Ya iyalah...hidup kan mesti ngikutin fase, masa baru umur 18 tahun udah disuruh mikir ngurus anak.
Jadi ceritanya, dia pengen banget beli mobil buat PDKT ke cewek-cewek.
Memang orang tua kami bukan tergolong orang yang mampu membelikan anaknya mobil buat kuliah. Boro-boro buat anaknya, buat dipakai sendiri aja kagak punya.
Terkadang agak keki juga kalo ke-ababil-an adekku ini lagi kumat. Kenapa sih jadi anak gak bisa ngerti kondisi orang tuanya yang lagi susah. Kerja banting tulang peras keringat buat bayarin dia kuliah, masih aja gak bersyukur.
Tapi kalau mau dipikir lebih lanjut lagi, aku gak bisa juga nyalahin dia 100%, lha wong tempat kuliahnya sekarang didominasi anak orang tajir. Sebagai seorang kakak yang open minded *ciehhh...* aku mikir kalo dia pasti mengalami yang namanya social pressure.
Ibarat San Chai di Universitas Ying De....wakakakakaa....
Karena itulah, dia getol banget pengen cari duit sendiri, sebanyak-banyaknya, as soon as possible. Menunggu sampai lulus kuliah adalah SANGAT TERLAMBAT. Betul dik, jangan ikutin jejak kakak-kakakmu ini yang baru mikirin cari duit sejak lulusan. Walo sebenarnya pun, cari duit pada saat kuliah ini bisa menimbulkan ketidakfokusan. Terbukti dari IP adik saya yang ga nyampe 3, ampunnn dahh...ngelus dada !
Serba salah emang menghadapi anak ababil @_@
Sekian curcol saya hari ini.
Mari kita segera menuju TKP belajarforex.com dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
Selamat berinvestasi.
NB: Beli juga bukunya Ellen May "Smart Trader Not Gambler" yang katanya
bagus buat trader pemula, saham ada forex juga ada.
*kok malah ngiklan ya?*
Thursday, 16 January 2014
Resolusi Tahun 2014
Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.
Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)
Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !
Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.
- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.
- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.
- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !
- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T
- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig
- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....
- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.
Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....
- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??
Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut
- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)
- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.
Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)
- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.
- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.
- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.
- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit
Friday, 27 September 2013
From Sydney to Melbourne - My First Overseas Trip
Pernah suatu kali saya dan seorang teman di divisi export berkelakar gini :
Saya : kasian banget yah kita, kerja di divisi export, nanganin customer dari seluruh benua tapi gak pernah disuruh keluar negeri T_T
Colleague : Iyah mbak, mungkin kalo kita keluar negeri diberangkatinnya bareng barang, dipack en dikirim pake sea freight T__T
Saya & colleague : hahahahahahaa..... *ketawa hampa sambil menerawang jauh
Ehh, tak disangka-sangka, ternyata manager kami (yang gembul dan baik hati) sudah menyiapkan surprise buat kami berdua. Pada bulan Agustus (tadinya Juli tapi dimundurin jadi Agustus) saya berangkat ke Sydney untuk mengikuti reguler meeting dengan customer terbesar kami, Australia. Sedangkan kolega saya itu akan berangkat ke Malaysia pada bulan Oktober nanti dalam rangka Asia Pacific Marketing Meeting.
Wuaaa...saya yang belum pernah keluar negeri seumur hidup sebelumnya tentu saja girang banget, antara percaya dan gak percaya. Padahal target pertama saya keluar negeri itu cuma Singapore aja, itupun gak kesampaian melulu. Lalu ini tiba-tiba dapet duren runtuh kesempatan ke Ausie. Terima kasih Tuhan, terima kasih Pak Manager, terima kasih Pak Direktur.
Sebenarnya kalau mau jadi orang skeptis, saya akan berpikir, "Ahhh...ini mah strategi Pak Bos aja untuk appreciate karyawan supaya lebih loyal, karena dia sebelumnya dikhianati oleh karyawan kesayangannya, dan banyak karyawan resign karena merasa kurang dihargai"
Tapi saya tetep positive thinking aja deh, saya diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan lebih luas.
Jadilah saya berangkat ke Ausie dengan rincian sebagai berikut (Halaahhh, kok kayak orang finance !!)
1. Berangkat dengan Qantas Airways dibayarin kantor
2. Perjalanan lebih kurang 7-8 jam, yang membuat saya mabok udara dan muntah-muntah, lebih parahnya saya lupa bawa obat muntah sehingga di sana sakit perutnya berkelanjutan sampai berhari-hari. Btw, ini pertama kalinya saya naik pesawat yang ada TV-nya hiakakakaka....dan udah ada film Hangover 3, tapi saya ga nonton, malah nonton reality show perjalanan menyusuri Australia.
3. Sampai di Sydney, menginap di Rydges World Square selama 3 malam dibayari kantor, yang terletak di daerah pecinan, sekitar 2 km dari Opera House. Mengapa 3 malam ? Itu karena sebenarnya jadwal meeting saya cuma 4 hari saja, lalu sisanya extend sendiri :D
4. Hari 1 - 3 saya meeting dengan customer di kantornya yang artistik, gak kayak kantor Indonesia yang boring abis. Udah gitu CEO di sana bawa anjingnya ke kantor, plus handuknya dan tempat makannya hehehee...lucu banget, padahal lantai kantor sana dilapis karpet ! Coba aja kalo di Indonesia, jangankan anjing, paling banter cuma boleh bawa ikan hias.
5. Setelah jadwal meeting kelar, kami semua berpencar. Direktur saya balik ke Singapore, manager saya ke rumah sodaranya di Newcastle sebelah utara Sydney, sedangkan saya pindah hotel yang lebih murah di daerah Potts Point, yaitu Springfield Lodge. Ternyata daerah Potts Point ini gak seramai daerah pecinan, kalau malam jalanan sepi dan klub-klub nya makin ramai, orang Asianya dikit. Oiya di hari ini saya masih bisa ke Hyde Park, St. Mary's Cathedral, Opera House, Royal Botanical Garden, Darling Harbour, Madame Tussaud.
6. Keesokannya, dari Springfield Lodge di pagi-pagi buta saya minta dijemput oleh airport shuttle untuk terbang ke Melbourne dengan Jetstar, low cost airline yang 1 grup dengan Qantas. Nah, ini bayar pakai duit sendiri dan sempat ada kegalauan karena jadwal meetingnya mundur *baca di sini* tapi akhirnya syukur alhamdulilah Pak Direktur mengijinkan tiket yang hangus itu diganti dengan tiket baru pakai budget kantor. Ini berkat jasa Pak Manager juga yang sudah memperjuangkan hak saya huhuuu...
7. Melbourne !! The Culture city...si cupu ini tiba di bandara Tullamarine seorang diri, kemudian naik Sky Bus seorang diri pula tanpa tahu dibawa ke mana. Ternyata bus shuttle ini berhenti di Southern Station yang dekat dengan Federation Square, tempat di mana saya janjian dengan tour guide saya. Ketika saya mau naik taksi ke Federation Square, si sopir taksi bilang kalo Federation Square deket banget, tinggal 15 menit jalan kaki. Lalu saya pun jalan kaki, dan membutuhkan waktu 45 menit !!!! karena keseringan berhenti, galau, dan nanya orang-orang di tiap traffic light. Udah gitu gara-gara ditelpon sama si tour guide, pulsa saya Rp. 300.000,- lenyap dalam sekejap karena roaming huaaaa T____T
Dan setelah perjalanan nan melelahkan, dimulailah perjalanan yang sesungguhnya menyusuri gang-gang Melbourne yang pernuh lukisan mural. Menurut tour guide saya, si Dave Carswell, total perjalanan kami 3 km. Pantes rasanya udah mau pingsan. Untunglah kami berpisah di tepi Yarra River dan saya bisa duduk santai beberapa menit sebelum melanjutkan jalan lagi ke Eureka Skydeck 88, menara tertinggi di Melbourne.
Pukul 4 sore, dari Eureka Skydeck, saya belain naik taksi buat balik lagi ke depan Flinder's Station yang terletak di depan Federation Square. Meski jaraknya dekat, tapi saya udah males banget jalan karena kaki mau copot. Sampai-sampai si sopir taksi yang asli Sri Lanka bilang, "that's a very expensive picture because you have to pay 22$ for the taxi, are you a journalist ?"
Hahahaa....22$ buat foto narsis, saya cuma jawab, "It's OK. it will be paid by my company."
Kalo dipikir-pikir, hmmm...22$ = Rp. 220.000,- buat taksi dari HI ke Sarinah, ampun Pak Bos !
Abis itu, saya balik lagi Ke bandara dan sampai Sydney jam 10 malem.
8. Hari Sabtu, setelah kelelahan tak terperikan di Melbourne, saya bilang ke tour guide saya yang akan memandu ke Blue Mountain bahwa saya gak bisa jalan banyak-banyak karena capek banget dan gak enak badan. Untung tour guide yang ini bawa mobil jadinya dia nurunin saya di poin terdekat dan jemput saya lagi di poin itu. Bahkan ketika ada wahana yang diharuskan jalan memutar, tour guide saya ini bilang ke petugasnya bahwa saya ada problem dengan jalan jauh, wakakakaka....dan akhirnya kita diijinkan naik wahana tersebut tanpa harus muter :p
9. Hari Minggu, saatnya balik ke kampung halaman. Memang bener kata pepatah, "Hujan emas di negeri orang, masih lebih enak hujan batu di negeri sendiri." Mungkin saya merasakan hal itu karena saya melakukan perjalanan sendirian dan merasa kesepian. Saya tidak tahu, jika saya pergi bersama teman-teman saya dan bisa have fun bareng, apakah saya masih merasakan hal yang sama.
Akhirnya pecah telor juga rekor saya belum pernah keluar negeri.
I guess I am a lucky woman :)
Saya : kasian banget yah kita, kerja di divisi export, nanganin customer dari seluruh benua tapi gak pernah disuruh keluar negeri T_T
Colleague : Iyah mbak, mungkin kalo kita keluar negeri diberangkatinnya bareng barang, dipack en dikirim pake sea freight T__T
Saya & colleague : hahahahahahaa..... *ketawa hampa sambil menerawang jauh
Ehh, tak disangka-sangka, ternyata manager kami (yang gembul dan baik hati) sudah menyiapkan surprise buat kami berdua. Pada bulan Agustus (tadinya Juli tapi dimundurin jadi Agustus) saya berangkat ke Sydney untuk mengikuti reguler meeting dengan customer terbesar kami, Australia. Sedangkan kolega saya itu akan berangkat ke Malaysia pada bulan Oktober nanti dalam rangka Asia Pacific Marketing Meeting.
Wuaaa...saya yang belum pernah keluar negeri seumur hidup sebelumnya tentu saja girang banget, antara percaya dan gak percaya. Padahal target pertama saya keluar negeri itu cuma Singapore aja, itupun gak kesampaian melulu. Lalu ini tiba-tiba dapet duren runtuh kesempatan ke Ausie. Terima kasih Tuhan, terima kasih Pak Manager, terima kasih Pak Direktur.
Sebenarnya kalau mau jadi orang skeptis, saya akan berpikir, "Ahhh...ini mah strategi Pak Bos aja untuk appreciate karyawan supaya lebih loyal, karena dia sebelumnya dikhianati oleh karyawan kesayangannya, dan banyak karyawan resign karena merasa kurang dihargai"
Tapi saya tetep positive thinking aja deh, saya diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan lebih luas.
Jadilah saya berangkat ke Ausie dengan rincian sebagai berikut (Halaahhh, kok kayak orang finance !!)
1. Berangkat dengan Qantas Airways dibayarin kantor
2. Perjalanan lebih kurang 7-8 jam, yang membuat saya mabok udara dan muntah-muntah, lebih parahnya saya lupa bawa obat muntah sehingga di sana sakit perutnya berkelanjutan sampai berhari-hari. Btw, ini pertama kalinya saya naik pesawat yang ada TV-nya hiakakakaka....dan udah ada film Hangover 3, tapi saya ga nonton, malah nonton reality show perjalanan menyusuri Australia.
3. Sampai di Sydney, menginap di Rydges World Square selama 3 malam dibayari kantor, yang terletak di daerah pecinan, sekitar 2 km dari Opera House. Mengapa 3 malam ? Itu karena sebenarnya jadwal meeting saya cuma 4 hari saja, lalu sisanya extend sendiri :D
Rydges World Square
4. Hari 1 - 3 saya meeting dengan customer di kantornya yang artistik, gak kayak kantor Indonesia yang boring abis. Udah gitu CEO di sana bawa anjingnya ke kantor, plus handuknya dan tempat makannya hehehee...lucu banget, padahal lantai kantor sana dilapis karpet ! Coba aja kalo di Indonesia, jangankan anjing, paling banter cuma boleh bawa ikan hias.
5. Setelah jadwal meeting kelar, kami semua berpencar. Direktur saya balik ke Singapore, manager saya ke rumah sodaranya di Newcastle sebelah utara Sydney, sedangkan saya pindah hotel yang lebih murah di daerah Potts Point, yaitu Springfield Lodge. Ternyata daerah Potts Point ini gak seramai daerah pecinan, kalau malam jalanan sepi dan klub-klub nya makin ramai, orang Asianya dikit. Oiya di hari ini saya masih bisa ke Hyde Park, St. Mary's Cathedral, Opera House, Royal Botanical Garden, Darling Harbour, Madame Tussaud.
St. Mary's Cathedral di sebelah timur Hyde Park,
sempat masuk ke dalamnya dan berdoa setengah menit hihii...
Sayang gak boleh motret di dalam, padahal buagusss buangettt !!!
Springfield Lodge, gak senyaman Rydges sih...tapi bolehlah :)
7. Melbourne !! The Culture city...si cupu ini tiba di bandara Tullamarine seorang diri, kemudian naik Sky Bus seorang diri pula tanpa tahu dibawa ke mana. Ternyata bus shuttle ini berhenti di Southern Station yang dekat dengan Federation Square, tempat di mana saya janjian dengan tour guide saya. Ketika saya mau naik taksi ke Federation Square, si sopir taksi bilang kalo Federation Square deket banget, tinggal 15 menit jalan kaki. Lalu saya pun jalan kaki, dan membutuhkan waktu 45 menit !!!! karena keseringan berhenti, galau, dan nanya orang-orang di tiap traffic light. Udah gitu gara-gara ditelpon sama si tour guide, pulsa saya Rp. 300.000,- lenyap dalam sekejap karena roaming huaaaa T____T
Dan setelah perjalanan nan melelahkan, dimulailah perjalanan yang sesungguhnya menyusuri gang-gang Melbourne yang pernuh lukisan mural. Menurut tour guide saya, si Dave Carswell, total perjalanan kami 3 km. Pantes rasanya udah mau pingsan. Untunglah kami berpisah di tepi Yarra River dan saya bisa duduk santai beberapa menit sebelum melanjutkan jalan lagi ke Eureka Skydeck 88, menara tertinggi di Melbourne.
Pukul 4 sore, dari Eureka Skydeck, saya belain naik taksi buat balik lagi ke depan Flinder's Station yang terletak di depan Federation Square. Meski jaraknya dekat, tapi saya udah males banget jalan karena kaki mau copot. Sampai-sampai si sopir taksi yang asli Sri Lanka bilang, "that's a very expensive picture because you have to pay 22$ for the taxi, are you a journalist ?"
Hahahaa....22$ buat foto narsis, saya cuma jawab, "It's OK. it will be paid by my company."
Kalo dipikir-pikir, hmmm...22$ = Rp. 220.000,- buat taksi dari HI ke Sarinah, ampun Pak Bos !
Abis itu, saya balik lagi Ke bandara dan sampai Sydney jam 10 malem.
Melbourne City dari lantai 88 Eureka Skydeck
Ini nih foto mahal yang bikin sopir taksi terheran-heran hahahahaaa....
Minta difotoin orang di traffic light, not bad lah hasilnya :P
8. Hari Sabtu, setelah kelelahan tak terperikan di Melbourne, saya bilang ke tour guide saya yang akan memandu ke Blue Mountain bahwa saya gak bisa jalan banyak-banyak karena capek banget dan gak enak badan. Untung tour guide yang ini bawa mobil jadinya dia nurunin saya di poin terdekat dan jemput saya lagi di poin itu. Bahkan ketika ada wahana yang diharuskan jalan memutar, tour guide saya ini bilang ke petugasnya bahwa saya ada problem dengan jalan jauh, wakakakaka....dan akhirnya kita diijinkan naik wahana tersebut tanpa harus muter :p
Malessss kan kalo harus naik turun tangga ini !
9. Hari Minggu, saatnya balik ke kampung halaman. Memang bener kata pepatah, "Hujan emas di negeri orang, masih lebih enak hujan batu di negeri sendiri." Mungkin saya merasakan hal itu karena saya melakukan perjalanan sendirian dan merasa kesepian. Saya tidak tahu, jika saya pergi bersama teman-teman saya dan bisa have fun bareng, apakah saya masih merasakan hal yang sama.
Akhirnya pecah telor juga rekor saya belum pernah keluar negeri.
I guess I am a lucky woman :)
Friday, 5 July 2013
Kehilangan Tiket Seharga AUD 187
Hari ini, Jumat 5 Juli 2013 telah saya tetapkan sebagai salah satu hari yang menggundahkan hati dan menggalaukan pikiran.
Pada pukul 09:54 WIB saya mendapatkan email konfirmasi dari JetStar untuk penerbangan PP dari Sydney ke Melbourne dengan total pembayaran AUD 187, saya pun sudah membayangkan keliling kota dengan tram listrik dan naik ke Eureka Sky Deck untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Namun pada pukul 11:00 saya mendadak dipanggil ke ruang manager dan diberitahu mengenai kabar buruk, yaitu ke Australia-nya mundur jadi bulan Agustus habis lebaran.
DUUUUAAARRRRRRR !!!
Meskipun sound effect dalam hati saya kayak gunung meletus, namun ekspresi saya pastinya TETAP COOL, meski dalam hati pengen berteriak, "ANJRITTTTT, KAMPRETTT, BANGKEEEE, FAKKK !!!"
Siapa yang menduga sih kalau tiba-tiba si COO kantor Australia ada urusan mendadak dan harus meninggalkan Ausie, lalu kita yang mau bertamu disuruh mundurin tanggal. Padahal semua sudah fix. Tiket Qantas PP udah dibeliin kantor, visa udah diapprove, tinggal ngebook hotel doank. Karena udah fix itulah, saya memberanikan diri beli tiket PP buat jalan-jalan ke Melbie saat hari bebas, berhubung hari bebas makanya tiket ga ditanggung kantor tapi dari kantong sendiri. Yang bikin saya nekat emang pikiran kemaruk kayak, "Kapan lagi sih bisa ke Ausie ?? Masak seminggu cuman di Sydney aja ???"
Tapi....tapi....tapi....
Nasi udah jadi bubur, bubur pun udah jamuran...
Saya kemudian menelpon JetStar Indonesia dan menanyakan apakah tanggal penerbangan boleh diundur, petugasnya bilang bisa tapi biaya penaltynya AUD 140....gileeee ajeeee...kalau saya beli sendiri buat bulan agustus masih bisa tuh dapet harga AUD 134, ngapain juga harus bayar penalty kalau beli lagi masih murah :(
Sepertinya Tuhan belum mengijinkan saya pergi ke Melbourne. Mungkin saya cuma boleh jalan-jalan di Sydney aja.
Yahhh...walopun manager saya bilang "feel guilty" dan berusaha mencarikan solusi seperti nanyain tiket murah lain ke sodaranya di Newcastle, atau saran untuk menjualnya setengah harga di internet, tapi saya udah gak mood lagi.
WHY ?????????????????
*brb nangis bombay
Pada pukul 09:54 WIB saya mendapatkan email konfirmasi dari JetStar untuk penerbangan PP dari Sydney ke Melbourne dengan total pembayaran AUD 187, saya pun sudah membayangkan keliling kota dengan tram listrik dan naik ke Eureka Sky Deck untuk melihat pemandangan kota dari ketinggian. Namun pada pukul 11:00 saya mendadak dipanggil ke ruang manager dan diberitahu mengenai kabar buruk, yaitu ke Australia-nya mundur jadi bulan Agustus habis lebaran.
DUUUUAAARRRRRRR !!!
Meskipun sound effect dalam hati saya kayak gunung meletus, namun ekspresi saya pastinya TETAP COOL, meski dalam hati pengen berteriak, "
Siapa yang menduga sih kalau tiba-tiba si COO kantor Australia ada urusan mendadak dan harus meninggalkan Ausie, lalu kita yang mau bertamu disuruh mundurin tanggal. Padahal semua sudah fix. Tiket Qantas PP udah dibeliin kantor, visa udah diapprove, tinggal ngebook hotel doank. Karena udah fix itulah, saya memberanikan diri beli tiket PP buat jalan-jalan ke Melbie saat hari bebas, berhubung hari bebas makanya tiket ga ditanggung kantor tapi dari kantong sendiri. Yang bikin saya nekat emang pikiran kemaruk kayak, "Kapan lagi sih bisa ke Ausie ?? Masak seminggu cuman di Sydney aja ???"
Tapi....tapi....tapi....
Nasi udah jadi bubur, bubur pun udah jamuran...
Saya kemudian menelpon JetStar Indonesia dan menanyakan apakah tanggal penerbangan boleh diundur, petugasnya bilang bisa tapi biaya penaltynya AUD 140....gileeee ajeeee...kalau saya beli sendiri buat bulan agustus masih bisa tuh dapet harga AUD 134, ngapain juga harus bayar penalty kalau beli lagi masih murah :(
Sepertinya Tuhan belum mengijinkan saya pergi ke Melbourne. Mungkin saya cuma boleh jalan-jalan di Sydney aja.
Yahhh...walopun manager saya bilang "feel guilty" dan berusaha mencarikan solusi seperti nanyain tiket murah lain ke sodaranya di Newcastle, atau saran untuk menjualnya setengah harga di internet, tapi saya udah gak mood lagi.
WHY ?????????????????
*brb nangis bombay
Thursday, 4 July 2013
Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan
Akhir Juli nanti, saya diberi kesempatan oleh kantor untuk melakukan perjalanan dinas ke Australia. Senangnyaaa...thanks GOD !! Tapi meski demikian, saya terpaksa membatalkan rencana jalan-jalan ke Singapore sama suami & teman-teman. Yup, duitnya mau dipake buat jalan-jalan ke Ausie saja, meskipun sendirian. Pepatah bilang, melepaskan ikan kecil demi ikan besar :P
Nah, berhubung saya belum pernah ke LN sebelumnya, saya yang cupu ini tidak punya paspor. Maka manager saya mengutus saya untuk mengurus paspor SENDIRI, dengan alasan lebih cepat (yang penting duitnya diganti kantor - seperti biasa gak mau rugi dot com heheeee...)
Tenyata mengurus paspor sendiri tanpa jasa biro perjalanan atau calo itu mudah tapi butuh perjuangan. Karena kita HARUS datang di pagi-pagi buta dan menunggu antrian hingga siang hari. Sebelum berangkat perang, saya dan suami sudah brosing ke berbagai blog untuk mengetahui medan perang. Yaa...suami saya juga rencananya mau bikin, meskipun belum tau kapan kesempatan ke LN itu datang heheee...yang penting siap duluan donk :p
TAHAPANNYA GINI :
1. Daftar secara online di website imigrasi. Di situ kita tuliskan data-data kita dan mengupload hasil scan dokumen yang diperlukan. Setelah selesai, kita akan dikirimi bukti pendaftaran yang harus diprint (karena ada barcodenya) dan ditunjukkan pada saat kita datang ke kantor imigrasi. Di wesbite itu ada pilihan dan daftar kantor imigrasi mana saja yang available, kita tentukan sendiri mau datang tanggal berapa. Kalau misalnya kita berhalangan hadir pada tanggal yang kita tentukan itu, kita HARUS daftar lagi dari awal dan menentukan tanggal lain karena data kita yang sebelumnya tidak akan berlaku.
2. Siapkan semua fotokopi dokumen (KTP, NPWP, KK, Akta Kelahiran, Surat Nikah, Surat Sponsor dari perusahaan, Ijazah). Jangan lupa agar fotokopi KTP dan NPWP JANGAN DIPOTONG kecil, tetapi biarkan tetap seukuran A4 kertas fotokopi. Jika dipotong kecil petugas tidak mau menerima dan kita harus fotokopi lagi. Siaplan juga semua dokumen aslinya karena HARUS ditunjukkan pada saat kita menyerahkan semua fotokopi tadi.
3. Datanglah ke kantor imigrasi pada pagi hari. Karena saya memilih Jakarta Selatan yang ramenya ampun-ampun, jadi harus datang pada pukul 06:00 WIB. Sopir taksi saya waktu itu sampai terheran-heran dan nanya, "Emangnya sudah buka, Bu ?", terus saya jawab, "Aduh, gatau deh bang, saya juga bingung..."Dan ternyata kebingungan saya itu tejawab karena di sana sudah ada sekitar 10 orang pengantri. Jika memungkinkan, pilihlah kantor imigrasi lain yang lebih sepi (Kelapa Gading misalnya). Nah, sesampainya di kanim Jaksel, segera menuju lantai dua dan mengantrilah di depan loket nomor antrian, letaknya persis di depan tangga. Kalau Anda merasa capek berdiri terus, duduk aja di lantai sambil mainan gadget. Atau letakkan tas Anda dan duduklah di kursi tunggu. Tapi jika waktu sudah menunjukkan pukul 06:45 segera masuk ke dalam antrian karena bisa jadi Anda diserobot orang lain yang berbaris di belakang.
4. Pukul 07:00 loket nomor antrian dibuka. Ketika giliran Anda tiba, segera tunjukkan bukti pendaftaran online Anda dan katakan "Saya daftar online" maka petugas tersebut akan memberikan nomor antrian dengan kode A khusus untuk pendaftar online. Selain nomor antrian, Anda juga akan diberikan sebuah map khusus kanim berwarna kuning untuk meletakkan semua fotokopi dokumen yang diperlukan. Masukkan semua fotokopi dokumen Anda ke dalam map tersebut.
Saya dapat antrian A 008 walaupun datang pukul 06:00.
5. Segera duduk di depan loket A, karena kalau kelamaan dijamin gak bakal dapat tempat duduk. Tunggu dengan kalem sampai pukul 08:00, tidur dulu juga boleh asal jangan ngorok :)
Sambil duduk tenang, coba perhatikan kesibukan di sekeliling Anda, rame banget kan ??? Entah ngapain aja mereka, kalau Anda jeli, mungkin Anda akan menjumpai beberapa calo yang berbaur dengan keramaian.
6. Pukul 08:00 Teng, loket mulai dibuka. Speaker yang mengumandangkan nomor antrian segera berbunyi, berisik banget !! Speaker ini akan berbunyi NON-STOP sampai antrian habis. Bayangin aja antriannya sampai ratusan. Jangan meleng, konsentrasi pada nomor Anda dan majulah ke loket yang disebutkan oleh si speaker otomatis. Kalau Anda meleng, siap-siaplah dilompatin dan harus minta nomor antrian lagi (gak mau banget kan ?!!)
7. Setelah giliran Anda tiba, segera serahkan semua berkas dalam map kuning. Petugas akan meminta Anda menunjukkan dokumen aslinya. Tunjukkan semua pada petugas. Setelah selesai dicek, petugas akan memberikan form pembayaran. Cek sekali lagi dokumen asli Anda jangan sampai tertinggal.
8. Setelah Anda menerima form pembayaran, jangan buang-buang waktu dan segera menuju loket nomor antrian lagi. Tenang saja, kali ini di loket tersebut tidak ada antrian mengular seperti ketika baru buka tadi. Anda cukup menyerahkan form pembayaran kepada petugas untuk ditukar dengan slip nomor antrian pembayaran. Jangan kaget jika nomor Anda nominalnya RATUSAN, karena loket pembayaran tersebut digabung antara yang daftar online dan non-online. Loket pembayaran memiliki kode D dan C, untuk pembayaran individual biasanya memiliki kode C. Saya yang awalnya dapat antrian A008, ketika giliran membayar mendapat antrian C157, jauh amat yak ???
9. Nahhh...sekarang tiba saatnya bersantai karena saya yakin, giliran Anda masih sangat lama. Anda bisa sarapan di cafe lantai 1 atau di kantin di basement. Anda juga bisa mengantri untuk ke toilet. Jika Anda beruntung, Anda akan mendapatkan tempat duduk sehingga bisa bersantai, jika tidak beruntung Anda terpaksa berdiri dan menunggu sampai ada kursi kosong. Manfaatkan waktu luang yang akan berjam-jam ini untuk melakukan apa saja yang Anda mau asal jangan menggangu orang lain :)
10. Well, giliran pembayaran saya jatuh pada pukul 13.00 setelah istirahat siang. Siapkan uang sebesar Rp. 255.000,- untuk biaya paspor dan administrasi, kemudian Anda akan diberi bukti lunas pembayaran. Setelah itu silakan menuju ke ruang antri foto & wawancara yang terletak di bagian depan. Anda akan melihat nomor antrian Anda (sama dengan nomor antrian pembayaran) tertera di monitor ruang tunggu. Tunggulah sampai ada panggilan masuk ke ruang foto dan wawancara.
11. Di dalam ruang foto & interview, sudah tidak ada panggilan nomor antrian lagi, karena kemungkinan besar bercampur dengan pengguna jasa calo, yang mana bisa dengan cepat mencapai proses ini tanpa harus menunggu lama. Jadi, bersabarlah Anda dan tunggu nama Anda dipanggil, pasang teling lebar-lebar. Setelah nama Anda dipanggil, segera menuju meja petugas yang memanggil nama Anda, di sana Anda akan diambil sidik jarinya dan difoto. Jangan pakai pakaian warna putih. Jaga agar poni Anda tidak menutupi alis mata, bila perlu bawalah jepit (bagi perempuan).
12. Setelah selesai tahap foto, Anda akan disuruh menunggu lagi di dalam ruangan tersebut untuk sesi wawancara. Di sini Anda akan ditanya mengenai data diri, keperluan Anda keluar negeri, tanggal berapa, berapa lama, dsb. Jawab saja apa adanya.
13. Setelah itu Anda akan diminta tandatangan dan....SELESAI. Kembalilah 3 hari lagi untuk mengambil paspor Anda.
Untuk pengambilan paspor, Anda tidak perlu datang terlalu pagi, sekitar pukul 08:00 - 09:00. Langsung letakkan form pembayaran Anda di loket pengambilan paspor dan silakan tunggu sampai nama Anda dipanggil. Setelah Anda menerima paspor, segera fotokopi di koperasi yang ada di seberang loket A lantai 2, kemudian serahkan fotokopi itu pada petugas yang memberikan paspor Anda.
CATATAN PENTING (penting bangeudh, ciyuss !!!)
- Disarankan untuk tidak membuat paspor pada hari Jumat, karena akan terpotong oleh waktu sholat berjamaah, dan antriannya lebih panjang dibanding hari Senin-Kamis, karena calo-calo juga entah kenapa lebih banyak hadir di hari Jumat.
- Jika Anda datang setelah pukul 08:00, maka map kuning yang seharusnya diberikan secara gratis kepada pengantri di loket nomor antrian, harus Anda beli di koperasi terlebih dahulu.
Selamat membuat paspor :)
Nah, berhubung saya belum pernah ke LN sebelumnya, saya yang cupu ini tidak punya paspor. Maka manager saya mengutus saya untuk mengurus paspor SENDIRI, dengan alasan lebih cepat (yang penting duitnya diganti kantor - seperti biasa gak mau rugi dot com heheeee...)
Tenyata mengurus paspor sendiri tanpa jasa biro perjalanan atau calo itu mudah tapi butuh perjuangan. Karena kita HARUS datang di pagi-pagi buta dan menunggu antrian hingga siang hari. Sebelum berangkat perang, saya dan suami sudah brosing ke berbagai blog untuk mengetahui medan perang. Yaa...suami saya juga rencananya mau bikin, meskipun belum tau kapan kesempatan ke LN itu datang heheee...yang penting siap duluan donk :p
TAHAPANNYA GINI :
1. Daftar secara online di website imigrasi. Di situ kita tuliskan data-data kita dan mengupload hasil scan dokumen yang diperlukan. Setelah selesai, kita akan dikirimi bukti pendaftaran yang harus diprint (karena ada barcodenya) dan ditunjukkan pada saat kita datang ke kantor imigrasi. Di wesbite itu ada pilihan dan daftar kantor imigrasi mana saja yang available, kita tentukan sendiri mau datang tanggal berapa. Kalau misalnya kita berhalangan hadir pada tanggal yang kita tentukan itu, kita HARUS daftar lagi dari awal dan menentukan tanggal lain karena data kita yang sebelumnya tidak akan berlaku.
2. Siapkan semua fotokopi dokumen (KTP, NPWP, KK, Akta Kelahiran, Surat Nikah, Surat Sponsor dari perusahaan, Ijazah). Jangan lupa agar fotokopi KTP dan NPWP JANGAN DIPOTONG kecil, tetapi biarkan tetap seukuran A4 kertas fotokopi. Jika dipotong kecil petugas tidak mau menerima dan kita harus fotokopi lagi. Siaplan juga semua dokumen aslinya karena HARUS ditunjukkan pada saat kita menyerahkan semua fotokopi tadi.
3. Datanglah ke kantor imigrasi pada pagi hari. Karena saya memilih Jakarta Selatan yang ramenya ampun-ampun, jadi harus datang pada pukul 06:00 WIB. Sopir taksi saya waktu itu sampai terheran-heran dan nanya, "Emangnya sudah buka, Bu ?", terus saya jawab, "Aduh, gatau deh bang, saya juga bingung..."Dan ternyata kebingungan saya itu tejawab karena di sana sudah ada sekitar 10 orang pengantri. Jika memungkinkan, pilihlah kantor imigrasi lain yang lebih sepi (Kelapa Gading misalnya). Nah, sesampainya di kanim Jaksel, segera menuju lantai dua dan mengantrilah di depan loket nomor antrian, letaknya persis di depan tangga. Kalau Anda merasa capek berdiri terus, duduk aja di lantai sambil mainan gadget. Atau letakkan tas Anda dan duduklah di kursi tunggu. Tapi jika waktu sudah menunjukkan pukul 06:45 segera masuk ke dalam antrian karena bisa jadi Anda diserobot orang lain yang berbaris di belakang.
4. Pukul 07:00 loket nomor antrian dibuka. Ketika giliran Anda tiba, segera tunjukkan bukti pendaftaran online Anda dan katakan "Saya daftar online" maka petugas tersebut akan memberikan nomor antrian dengan kode A khusus untuk pendaftar online. Selain nomor antrian, Anda juga akan diberikan sebuah map khusus kanim berwarna kuning untuk meletakkan semua fotokopi dokumen yang diperlukan. Masukkan semua fotokopi dokumen Anda ke dalam map tersebut.
Saya dapat antrian A 008 walaupun datang pukul 06:00.
Karcis Nomor Antrian ini memiliki kode A untuk pendaftaran online
Map kuning khusus Kanim Jaksel untuk meletakkan semua fotokopi dokumen
Sambil duduk tenang, coba perhatikan kesibukan di sekeliling Anda, rame banget kan ??? Entah ngapain aja mereka, kalau Anda jeli, mungkin Anda akan menjumpai beberapa calo yang berbaur dengan keramaian.
6. Pukul 08:00 Teng, loket mulai dibuka. Speaker yang mengumandangkan nomor antrian segera berbunyi, berisik banget !! Speaker ini akan berbunyi NON-STOP sampai antrian habis. Bayangin aja antriannya sampai ratusan. Jangan meleng, konsentrasi pada nomor Anda dan majulah ke loket yang disebutkan oleh si speaker otomatis. Kalau Anda meleng, siap-siaplah dilompatin dan harus minta nomor antrian lagi (gak mau banget kan ?!!)
Perhatikan nomor antrian yang tertera di layar monitor
8. Setelah Anda menerima form pembayaran, jangan buang-buang waktu dan segera menuju loket nomor antrian lagi. Tenang saja, kali ini di loket tersebut tidak ada antrian mengular seperti ketika baru buka tadi. Anda cukup menyerahkan form pembayaran kepada petugas untuk ditukar dengan slip nomor antrian pembayaran. Jangan kaget jika nomor Anda nominalnya RATUSAN, karena loket pembayaran tersebut digabung antara yang daftar online dan non-online. Loket pembayaran memiliki kode D dan C, untuk pembayaran individual biasanya memiliki kode C. Saya yang awalnya dapat antrian A008, ketika giliran membayar mendapat antrian C157, jauh amat yak ???
Nomor antrian pembayaran untuk loket C
9. Nahhh...sekarang tiba saatnya bersantai karena saya yakin, giliran Anda masih sangat lama. Anda bisa sarapan di cafe lantai 1 atau di kantin di basement. Anda juga bisa mengantri untuk ke toilet. Jika Anda beruntung, Anda akan mendapatkan tempat duduk sehingga bisa bersantai, jika tidak beruntung Anda terpaksa berdiri dan menunggu sampai ada kursi kosong. Manfaatkan waktu luang yang akan berjam-jam ini untuk melakukan apa saja yang Anda mau asal jangan menggangu orang lain :)
10. Well, giliran pembayaran saya jatuh pada pukul 13.00 setelah istirahat siang. Siapkan uang sebesar Rp. 255.000,- untuk biaya paspor dan administrasi, kemudian Anda akan diberi bukti lunas pembayaran. Setelah itu silakan menuju ke ruang antri foto & wawancara yang terletak di bagian depan. Anda akan melihat nomor antrian Anda (sama dengan nomor antrian pembayaran) tertera di monitor ruang tunggu. Tunggulah sampai ada panggilan masuk ke ruang foto dan wawancara.
Loket C dan D untuk pembayaran
Bukti LUNAS pembayaran dan karcis antri foto
Monitor antrian ke ruang foto
11. Di dalam ruang foto & interview, sudah tidak ada panggilan nomor antrian lagi, karena kemungkinan besar bercampur dengan pengguna jasa calo, yang mana bisa dengan cepat mencapai proses ini tanpa harus menunggu lama. Jadi, bersabarlah Anda dan tunggu nama Anda dipanggil, pasang teling lebar-lebar. Setelah nama Anda dipanggil, segera menuju meja petugas yang memanggil nama Anda, di sana Anda akan diambil sidik jarinya dan difoto. Jangan pakai pakaian warna putih. Jaga agar poni Anda tidak menutupi alis mata, bila perlu bawalah jepit (bagi perempuan).
Suasana di dalam ruang foto & interview, tidak ada nomor antrian lagi,
jadi dengarkan sampai nama Anda dipanggil
12. Setelah selesai tahap foto, Anda akan disuruh menunggu lagi di dalam ruangan tersebut untuk sesi wawancara. Di sini Anda akan ditanya mengenai data diri, keperluan Anda keluar negeri, tanggal berapa, berapa lama, dsb. Jawab saja apa adanya.
13. Setelah itu Anda akan diminta tandatangan dan....SELESAI. Kembalilah 3 hari lagi untuk mengambil paspor Anda.
Untuk pengambilan paspor, Anda tidak perlu datang terlalu pagi, sekitar pukul 08:00 - 09:00. Langsung letakkan form pembayaran Anda di loket pengambilan paspor dan silakan tunggu sampai nama Anda dipanggil. Setelah Anda menerima paspor, segera fotokopi di koperasi yang ada di seberang loket A lantai 2, kemudian serahkan fotokopi itu pada petugas yang memberikan paspor Anda.
CATATAN PENTING (penting bangeudh, ciyuss !!!)
- Disarankan untuk tidak membuat paspor pada hari Jumat, karena akan terpotong oleh waktu sholat berjamaah, dan antriannya lebih panjang dibanding hari Senin-Kamis, karena calo-calo juga entah kenapa lebih banyak hadir di hari Jumat.
- Jika Anda datang setelah pukul 08:00, maka map kuning yang seharusnya diberikan secara gratis kepada pengantri di loket nomor antrian, harus Anda beli di koperasi terlebih dahulu.
Selamat membuat paspor :)
Monday, 10 June 2013
Apakah ini benar-benar VERTIGO ??
Senin, 3 Juni 2013
Saya jalan ke kantor, di tengah jalan, tiba-tiba mata saya berwarna-warni. Saya pikir itu karena silau kena sinar matahari saja.
Sesampainya di kantor, saya mendadak pusing tujuh keliling, mual, dan muntah2 di WC, persis seperti orang hamil.
Seandainya saja benar-benar hamil T_T, tapi waktu itu saya habis mens, jadi nggak mungkin kalau hamil. Siangnya karena sudah nggak tahan lagi, saya diantar pulang oleh teman kantor. Di rumah setelah minum obat muntah dan membaringkan kepala, I feel a lot better.
Selasa, 4 Juni 2013
Saya masih pusing-pusing dikit, tapi karena nggak parah saya tetap menjalani aktivitas seperti biasa
Rabu, 5 Juni 2013
Hari ini jadwal saya ke pabrik di Cibitung. Karena paginya macet, manager saya tidak ke kantor dulu melainkan langsung ke pabrik, dan saya di kantor harus mencari tebengan. Tebengan saya berangkatnya pagi banget, saya baru saja sampai kantor belum sempat beli sarapan, mereka sudah akan berangkat. Akhirnya saya ke pabrik tanpa sarapan secuilpun. Di mobil, saya merasa agak pusing, untunglah nggak sampai mabok darat. Di pabrik, biasanya staff kantor dapet catering yang lumayan enak, entah kenapa hari ini menunya amat sangat tidak enak, sehingga saya cuma makan beberapa sendok dan nggak habis. Perjalanan kembali ke kantor bersama manager saya terjebak macet pula karena kamisnya libur. Sungguh hari yang melelahkan. Sampai di kantor, saya nggak langsung pulang, tapi masih harus balas email-email, dll. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 19:00.
Kamis, 6 Juni 2013
Meskipun ini hari libur, tapi saya nggak bisa bangun siang seperti biasa. Saya harus bangun pagi untuk menengok keponakan saya di Tangerang. Saya berangkat pukul 09:45 dan menuju daerah kebon kacang dulu untuk menjemput adik ipar saya. Pagi ini saya merasa mual dan kembung karena maag saya kumat. Tapi saya berusaha tidak hiraukan setelah minum obat maag.
Jumat, 7 Juni 2013
Setelah bangun pagi, baru beraktivitas 30 menit tiba-tiba saya merasakan gejala yang sama seperti hari Senin. Pandangan mata saya jadi warna-warni. Saya langsung duduk dan menimbang-nimbang apakah sebaiknya saya masuk kantor atau tidak, karena hari ini ada keperluan urgent berkaitan dengan pekerjaan saya. Akhirnya saya memutuskan tidak masuk karena takut muntah-muntah lagi di kantor, padahal maag saya belum sembuh benar. Nah sambil berbaring leyeh-leyeh dan pijat kepala, saya sempatkan meng-Whatsapp dan mem-BBM beberapa kolega untuk membantu menuntaskan urusan kerja. Benar saja, baru beberapa menit, gejala muter-muter itu pun muncul kembali disertai mual. Saya langsung menghentikan semua aktivitas chatting dan merem.
Setelah si eric pulang dari kantor, kami langsung ke dokter. Pertama maunya ke dokter praktek biasa aja, tapi akhirnya berakhir di UGD Siloam dan sama si dokter disuruh MRI scan.
Berhubung MRI scan ini mahal, sekitar 2.3 - 2.8 juta, si dokter menyarankan supaya saya nginep di RS saja supaya bisa klaim asuransi. Akhirnya kami pun setuju, karena selama ini saya belum pernah klaim asuransi, padahal selalu bayar tiap bulan.
Ahhhh, setelah sekian lama gak masuk RS, saya masuk RS lagi deh. Dan mengalami yang namanya infus lagi. Sepanjang memori saya, masuk RS itu berarti derita karena makanannya nggak enak, plus disuntik hampir tiap hari. Tapi benarkah demikian ?? Mari kita telusuri....
Masuk RS 1 : pas bayi sakit muntaber, ini sih saya gak ingat, cuma berdasarkan info dari mami
Masuk RS 2 : Pas TK nol kecil, ada peradangan usus buntu jadi harus operasi. Waktu itu tahun 1989, teknologi operasi (apalagi di kota Kudus) masih sederhana banget. Pasien dibius total, perut dibelek pake pisau, terus dijahit, selesai. Saya masih ingat tuh, usus saya yang kecil warnanya putih dimasukin ke tabung yang ada cairan entah apa. Kata papi, usus tuh harusnya warna merah, kalo udah warna putih berarti udah meradang. Tahun 2008, temen saya ada yang operasi usus buntu, ehhh...operasinya pake komputer, cuma dibelek 1 cm. Ajibb....bentaran bekasnya juga ilang tuh. Sedangkan saya, punya bekas jahitan sepanjang 6 cm di perut, tak mungkin saya pakai bikini T____T
Masuk RS 3 : Pas kelas 2 SD, gara-gara dokter anak di Kudus salah diagnosis, harusnya sakit CAMPAK, ehhh dibilang sakit TIPES. Yang seharusnya bisa berobat jalan, malah harus masuk RS beberapa hari sampai akhirnya muncul gejala bercak-bercak yang menandakan itu sakit campak. Dasar dokter di Kudus gak bonafit ah !
Masuk RS 3 : Pas kelas 4 SD, saya sakit demam berdarah. Seingat saya, sakit yang satu ini paling paling paling paling nggak enak. Perut sakittttttttt minta ampun. Dan menurut mami saya, di hari saya masuk RS, malemnya saya mengalami masa kritis, karena demam tinggi sampe badan menggigil semua, trombosit turun drastis, selain itu juga mengigau. Untung waktu itu saya masih polos, kalo udah mesum, bisa-bisa mengigau yang mesum-mesum, gawat banget !!
Masuk RS 4 : To Be Continued....
Saya jalan ke kantor, di tengah jalan, tiba-tiba mata saya berwarna-warni. Saya pikir itu karena silau kena sinar matahari saja.
Sesampainya di kantor, saya mendadak pusing tujuh keliling, mual, dan muntah2 di WC, persis seperti orang hamil.
Seandainya saja benar-benar hamil T_T, tapi waktu itu saya habis mens, jadi nggak mungkin kalau hamil. Siangnya karena sudah nggak tahan lagi, saya diantar pulang oleh teman kantor. Di rumah setelah minum obat muntah dan membaringkan kepala, I feel a lot better.
Selasa, 4 Juni 2013
Saya masih pusing-pusing dikit, tapi karena nggak parah saya tetap menjalani aktivitas seperti biasa
Rabu, 5 Juni 2013
Hari ini jadwal saya ke pabrik di Cibitung. Karena paginya macet, manager saya tidak ke kantor dulu melainkan langsung ke pabrik, dan saya di kantor harus mencari tebengan. Tebengan saya berangkatnya pagi banget, saya baru saja sampai kantor belum sempat beli sarapan, mereka sudah akan berangkat. Akhirnya saya ke pabrik tanpa sarapan secuilpun. Di mobil, saya merasa agak pusing, untunglah nggak sampai mabok darat. Di pabrik, biasanya staff kantor dapet catering yang lumayan enak, entah kenapa hari ini menunya amat sangat tidak enak, sehingga saya cuma makan beberapa sendok dan nggak habis. Perjalanan kembali ke kantor bersama manager saya terjebak macet pula karena kamisnya libur. Sungguh hari yang melelahkan. Sampai di kantor, saya nggak langsung pulang, tapi masih harus balas email-email, dll. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 19:00.
Kamis, 6 Juni 2013
Meskipun ini hari libur, tapi saya nggak bisa bangun siang seperti biasa. Saya harus bangun pagi untuk menengok keponakan saya di Tangerang. Saya berangkat pukul 09:45 dan menuju daerah kebon kacang dulu untuk menjemput adik ipar saya. Pagi ini saya merasa mual dan kembung karena maag saya kumat. Tapi saya berusaha tidak hiraukan setelah minum obat maag.
Jumat, 7 Juni 2013
Setelah bangun pagi, baru beraktivitas 30 menit tiba-tiba saya merasakan gejala yang sama seperti hari Senin. Pandangan mata saya jadi warna-warni. Saya langsung duduk dan menimbang-nimbang apakah sebaiknya saya masuk kantor atau tidak, karena hari ini ada keperluan urgent berkaitan dengan pekerjaan saya. Akhirnya saya memutuskan tidak masuk karena takut muntah-muntah lagi di kantor, padahal maag saya belum sembuh benar. Nah sambil berbaring leyeh-leyeh dan pijat kepala, saya sempatkan meng-Whatsapp dan mem-BBM beberapa kolega untuk membantu menuntaskan urusan kerja. Benar saja, baru beberapa menit, gejala muter-muter itu pun muncul kembali disertai mual. Saya langsung menghentikan semua aktivitas chatting dan merem.
Setelah si eric pulang dari kantor, kami langsung ke dokter. Pertama maunya ke dokter praktek biasa aja, tapi akhirnya berakhir di UGD Siloam dan sama si dokter disuruh MRI scan.
Berhubung MRI scan ini mahal, sekitar 2.3 - 2.8 juta, si dokter menyarankan supaya saya nginep di RS saja supaya bisa klaim asuransi. Akhirnya kami pun setuju, karena selama ini saya belum pernah klaim asuransi, padahal selalu bayar tiap bulan.
Ahhhh, setelah sekian lama gak masuk RS, saya masuk RS lagi deh. Dan mengalami yang namanya infus lagi. Sepanjang memori saya, masuk RS itu berarti derita karena makanannya nggak enak, plus disuntik hampir tiap hari. Tapi benarkah demikian ?? Mari kita telusuri....
Masuk RS 1 : pas bayi sakit muntaber, ini sih saya gak ingat, cuma berdasarkan info dari mami
Masuk RS 2 : Pas TK nol kecil, ada peradangan usus buntu jadi harus operasi. Waktu itu tahun 1989, teknologi operasi (apalagi di kota Kudus) masih sederhana banget. Pasien dibius total, perut dibelek pake pisau, terus dijahit, selesai. Saya masih ingat tuh, usus saya yang kecil warnanya putih dimasukin ke tabung yang ada cairan entah apa. Kata papi, usus tuh harusnya warna merah, kalo udah warna putih berarti udah meradang. Tahun 2008, temen saya ada yang operasi usus buntu, ehhh...operasinya pake komputer, cuma dibelek 1 cm. Ajibb....bentaran bekasnya juga ilang tuh. Sedangkan saya, punya bekas jahitan sepanjang 6 cm di perut, tak mungkin saya pakai bikini T____T
Masuk RS 3 : Pas kelas 2 SD, gara-gara dokter anak di Kudus salah diagnosis, harusnya sakit CAMPAK, ehhh dibilang sakit TIPES. Yang seharusnya bisa berobat jalan, malah harus masuk RS beberapa hari sampai akhirnya muncul gejala bercak-bercak yang menandakan itu sakit campak. Dasar dokter di Kudus gak bonafit ah !
Masuk RS 3 : Pas kelas 4 SD, saya sakit demam berdarah. Seingat saya, sakit yang satu ini paling paling paling paling nggak enak. Perut sakittttttttt minta ampun. Dan menurut mami saya, di hari saya masuk RS, malemnya saya mengalami masa kritis, karena demam tinggi sampe badan menggigil semua, trombosit turun drastis, selain itu juga mengigau. Untung waktu itu saya masih polos, kalo udah mesum, bisa-bisa mengigau yang mesum-mesum, gawat banget !!
Masuk RS 4 : To Be Continued....
Wednesday, 17 October 2012
Oktober Ceriaaaaa
Bulan Oktober ini adalah bulan yang bisa dikatakan bulan tersibuk of the year.
Pada minggu pertama, saya udah kelimpungan menyiapkan berbagai sample yang akan dipamerkan pada mini expo di event yang diselenggarakan pada minggu 2. Pada minggu ini saya setiap hari pulang malam dan pegal-pegal.
Pada minggu kedua, mulai dari hari Senin sampai Jumat, ada event yang namanya Asia Pasific Marketing Meeting, yang mana pada rangkaian acara ini saya harus meeting ini itu, konsentrasi dengerin orang ngomong bahasa Inggris maupun mengajak foreigner ngomong bahasa Inggris. Saya kasihan sama mereka karena harus menerjemahkan grammar saya yang kacau heheheeee....
Hal menariknya karena bisa makan enak di hotel bintang 5 secara gratis :)
Pada minggu ketiga, saudara saya dan teman kantor saya akan mengadakan pernikahan. Pada pernikahan saudara saya ini, ortu saya berencana datang...masih ditambah kedatangan mertua yang akan menjemput adik ipar. Meskipun kedatangan mereka membuat saya happy dan excited, tapi tetap saja saya jadi sibuk, sibuk yang menyenangkan tentunya.
Pada minggu keempat, saya harus pulang ke kampung halaman saya di Kudus untuk mengurus surat kepindahan kependudukan. Jadi nantinya saya akan jadi warga kota Malang, sama kayak suami saya. Untuk mengurus administrasi ini, saya harus cuti 2 hari kerja, beli tiket bus pulang pergi, plus booking hotel 1 malam karena saya udah ga punya rumah lagi di kota itu. Hal yang menyenangkan adalah....Saya bisa wisata kuliner !! Yippie....
Saya bahkan sudah membuat daftar menu dalam kepala untuk direalisasikan kelak.
- Tanggal 28 pagi hari : Sesampainya di Kudus, makan lentog di daerah wergu, lentog adalah makanan mirip ketupat sayur yang jauh lebih enak dan cuma ada di Kudus
- Tanggal 28 siang hari : setelah cek-in di hotel lalu beranjak menuju Mie Bandung & Es Teler di daerah pandjunan. Ini mie ayam favorit semua keluarga Kudus.
- Tanggal 28 malam hari : menuju pedagang Nasi Tahu Telor yang berjajar di sepinggir jalan Sunan Kudus atau pasar Kliwon, datengin langganan dan langsung pesan Tahu Telor Kudus yang rasanya susah ditemukan di tempat lain. Ini adalah makanan favorit suami saya sewaktu dia kerja praktek di Kudus dan juga teman kantor yang ternyata pacarnya kerja di Kudus, setelah mencicipi makanan ini langsung jatuh cinta.
- Tanggal 29 pagi hari : breakfast di hotel, semoga menunya lumayan
- Tanggal 29 siang hari : soto kerbau karso-karsi
- Tanggal 29 malam : udah balik ke Jakarta lagi....hixx...
Semoga saya tidak lupa memotret setiap kuliner yang berhasil saya santap, karena saya tidak tahu kapan akan ke kudus lagi.
Pada minggu pertama, saya udah kelimpungan menyiapkan berbagai sample yang akan dipamerkan pada mini expo di event yang diselenggarakan pada minggu 2. Pada minggu ini saya setiap hari pulang malam dan pegal-pegal.
Pada minggu kedua, mulai dari hari Senin sampai Jumat, ada event yang namanya Asia Pasific Marketing Meeting, yang mana pada rangkaian acara ini saya harus meeting ini itu, konsentrasi dengerin orang ngomong bahasa Inggris maupun mengajak foreigner ngomong bahasa Inggris. Saya kasihan sama mereka karena harus menerjemahkan grammar saya yang kacau heheheeee....
Hal menariknya karena bisa makan enak di hotel bintang 5 secara gratis :)
Pada minggu ketiga, saudara saya dan teman kantor saya akan mengadakan pernikahan. Pada pernikahan saudara saya ini, ortu saya berencana datang...masih ditambah kedatangan mertua yang akan menjemput adik ipar. Meskipun kedatangan mereka membuat saya happy dan excited, tapi tetap saja saya jadi sibuk, sibuk yang menyenangkan tentunya.
Pada minggu keempat, saya harus pulang ke kampung halaman saya di Kudus untuk mengurus surat kepindahan kependudukan. Jadi nantinya saya akan jadi warga kota Malang, sama kayak suami saya. Untuk mengurus administrasi ini, saya harus cuti 2 hari kerja, beli tiket bus pulang pergi, plus booking hotel 1 malam karena saya udah ga punya rumah lagi di kota itu. Hal yang menyenangkan adalah....Saya bisa wisata kuliner !! Yippie....
Saya bahkan sudah membuat daftar menu dalam kepala untuk direalisasikan kelak.
- Tanggal 28 pagi hari : Sesampainya di Kudus, makan lentog di daerah wergu, lentog adalah makanan mirip ketupat sayur yang jauh lebih enak dan cuma ada di Kudus
- Tanggal 28 siang hari : setelah cek-in di hotel lalu beranjak menuju Mie Bandung & Es Teler di daerah pandjunan. Ini mie ayam favorit semua keluarga Kudus.
- Tanggal 28 malam hari : menuju pedagang Nasi Tahu Telor yang berjajar di sepinggir jalan Sunan Kudus atau pasar Kliwon, datengin langganan dan langsung pesan Tahu Telor Kudus yang rasanya susah ditemukan di tempat lain. Ini adalah makanan favorit suami saya sewaktu dia kerja praktek di Kudus dan juga teman kantor yang ternyata pacarnya kerja di Kudus, setelah mencicipi makanan ini langsung jatuh cinta.
- Tanggal 29 pagi hari : breakfast di hotel, semoga menunya lumayan
- Tanggal 29 siang hari : soto kerbau karso-karsi
- Tanggal 29 malam : udah balik ke Jakarta lagi....hixx...
Semoga saya tidak lupa memotret setiap kuliner yang berhasil saya santap, karena saya tidak tahu kapan akan ke kudus lagi.
Monday, 16 July 2012
Tante and The Brondong
Fenomena tante dan brondongnya sudah bukan hal yang aneh bin ajaib lagi. mungkin kasus ini sudah terjadi sejak jaman purba. Kalau di jaman modern, fenomena ini mungkin mencuat berkat jasa infotainment. Sebut saja Malinda Dee dan brondongnya, Ashton Kutcher dan tantenya, Yuni Shara & Rafi, J.Lo and hers, dan masih banyak lagi sayangnya saya gak seberapa ngikutin gosip selebritis. Topik ini juga pernah diangkat dalam film The Reader yang memenangkan banyak penghargaan dengan bintang Kate Winslet, David Kross & Ralph Fiennes.
Kisah ini dimulai ketika perusahaan tempat saya bekerja punya gawe menyambut event tahunan yang membuat semua karyawan bagian marketing, promosi, & sales harus banting tulang peras keringat turun ke medan pertempuran. Prajurit kami tersebar di mall-mall seantero Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
Adalah si Neo, seorang prajurit training yang merantau ke Jakarta dari luar pulau. Berhubung masih dalam rangka training, si Neo ini penuh semangat dan tekad untuk membuktikan diri. Ia ditempatkan di suatu mall kawasan P**i Jakarta Barat. Neo datang lebih pagi dari jam yang dijadwalkan, dan pulang lebih malam dari yang seharusnya. Dia sangat gencar mempromosikan produk kami kepada para calon customer dan konsumen, apalagi kalau traffic-nya ramai.
Lalu, datanglah sang Tante. Pada awalnya dia tampak seperti ibu-ibu biasa yang tertarik dengan promosi kami. Karena dia tampak royal, si Neo semakin gencar menawarkan berbagai produk dengan harapan sang Tante membeli sebanyak mungkin.
Sampai kepada klimaks ketika sang Tante berkata,
"Ya sudah deh Mas, saya ambil semua ini, ga perlu hadiahnya....asalkan saya bisa pegang Mas."
TET TOT.
Ada bel berdering di otak Neo. Ada sirine. Ada setan. Ada malaikat. Semuanya ribut memperdebatkan apa yang harus dilakukan Neo selanjutnya.
Kalau jawab "TIDAK", sang Tante akan meninggalkannya tanpa beli apapun, karena pada dasarnya dia tidak butuh apa-apa.
Kalau jawab "IYA" nuraninya memberontak, teringat istri di luar pulau, tapi dia bisa kejar omset.
Mungkin di dalam otak si Neo, dia sedang mencabuti mahkota bunga satu persatu sambil bilang, "Yes. No. Yes. No. Yes. No.....YES"
Dan terlontarlah jawaban, "Oke deh Bu"
Saya sedang berpikir apakah sebaiknya saya menyensor bagian ini untuk diceritakan atau tidak. Tapi saya harap, siapa pun yang membaca tidak berpikir terlalu jauh. Singkatnya si Neo mengalami apa yang disebut pelecehan sexual by TANTE.
Tidak kurang. Tidak lebih.
Saya turut prihatin pada kejadian yang menimpa Neo. Tapi saya kagum atas loyalitasnya terhadap perusahaan. Semoga saja dia kelak mendapatkan sesuatu yang setimpal dengan pengorbanannya. Kejadian ini saya kutib persis seperti yang diungkapkan Neo kepada saya, jadi saya jamin keabsahannya, kecuali si Neo berbohong pada saya.
Mengenai sang Tante, beberapa tahun lagi saya juga akan menjadi tante. Tapi saya berharap sih saya gak jadi tante yang mengejar brondong, melainkan tante yang dikejar brondong**.
Heuheheheueheheuehhh......
**Apaan sihhh ???!!
Kisah ini dimulai ketika perusahaan tempat saya bekerja punya gawe menyambut event tahunan yang membuat semua karyawan bagian marketing, promosi, & sales harus banting tulang peras keringat turun ke medan pertempuran. Prajurit kami tersebar di mall-mall seantero Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
Adalah si Neo, seorang prajurit training yang merantau ke Jakarta dari luar pulau. Berhubung masih dalam rangka training, si Neo ini penuh semangat dan tekad untuk membuktikan diri. Ia ditempatkan di suatu mall kawasan P**i Jakarta Barat. Neo datang lebih pagi dari jam yang dijadwalkan, dan pulang lebih malam dari yang seharusnya. Dia sangat gencar mempromosikan produk kami kepada para calon customer dan konsumen, apalagi kalau traffic-nya ramai.
Lalu, datanglah sang Tante. Pada awalnya dia tampak seperti ibu-ibu biasa yang tertarik dengan promosi kami. Karena dia tampak royal, si Neo semakin gencar menawarkan berbagai produk dengan harapan sang Tante membeli sebanyak mungkin.
Sampai kepada klimaks ketika sang Tante berkata,
"Ya sudah deh Mas, saya ambil semua ini, ga perlu hadiahnya....asalkan saya bisa pegang Mas."
TET TOT.
Ada bel berdering di otak Neo. Ada sirine. Ada setan. Ada malaikat. Semuanya ribut memperdebatkan apa yang harus dilakukan Neo selanjutnya.
Kalau jawab "TIDAK", sang Tante akan meninggalkannya tanpa beli apapun, karena pada dasarnya dia tidak butuh apa-apa.
Kalau jawab "IYA" nuraninya memberontak, teringat istri di luar pulau, tapi dia bisa kejar omset.
Mungkin di dalam otak si Neo, dia sedang mencabuti mahkota bunga satu persatu sambil bilang, "Yes. No. Yes. No. Yes. No.....YES"
Dan terlontarlah jawaban, "Oke deh Bu"
Saya sedang berpikir apakah sebaiknya saya menyensor bagian ini untuk diceritakan atau tidak. Tapi saya harap, siapa pun yang membaca tidak berpikir terlalu jauh. Singkatnya si Neo mengalami apa yang disebut pelecehan sexual by TANTE.
Tidak kurang. Tidak lebih.
Saya turut prihatin pada kejadian yang menimpa Neo. Tapi saya kagum atas loyalitasnya terhadap perusahaan. Semoga saja dia kelak mendapatkan sesuatu yang setimpal dengan pengorbanannya. Kejadian ini saya kutib persis seperti yang diungkapkan Neo kepada saya, jadi saya jamin keabsahannya, kecuali si Neo berbohong pada saya.
Mengenai sang Tante, beberapa tahun lagi saya juga akan menjadi tante. Tapi saya berharap sih saya gak jadi tante yang mengejar brondong, melainkan tante yang dikejar brondong**.
Heuheheheueheheuehhh......
**Apaan sihhh ???!!
Subscribe to:
Posts (Atom)



















