Tuesday, 20 May 2014

Out of My Comfort Zone

Akhir-akhir ini saya menjalani hari-hari yang cukup hectic, riwa-riwi ke sana-sini, pulang malem, rasanya capekkk....
Terus terang saya mulai merasa agak jenuh dan lelah dengan pekerjaan saya ini.
Walaupun apa yang saya kerjakan tiap tahun berbeda yaitu mengembangkan produk baru, tapi saya sudah menemukan sistem yang mana tinggal diulang-ulang saja polanya.
Suasana kantor sudah berubah, sudah berbeda dengan ketika saya masuk di sini tahun 2011 lalu, banyak yang sudah resign, orang baru datang dan pergi. Tak terasa saya sudah 3 tahun di sini. Rekor kerja terlama yang saya capai sejak saya bekerja pada tahun 2007.

Dan sampailah saya pada tahap itu.

Saya berpikir untuk keluar dari comfort zone ini. Saya ingin melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Mungkin ke jenjang assistant manager atau junior manager. Saya pikir saya sudah usia 29 tahun dan kelamaan jadi staff. Kebanyakan teman-teman saya juga udah di jenjang middle management.
Mungkin memang saya gak seambisius mereka yang loncat sana-sini dan berhasil dalam karir. Saya lebih suka be patience, I know it's worth it. Paling gak, saya lulus dari perusahaan ini dengan jabatan supervisor (walau tanpa anak buah).

Itu satu hal. Hal lainnya bisa dibilang karena faktor finansial. Saya pengen pensiun muda, tapi dengan pendapatan yang sekarang, saya rasa cita-cita itu susah dicapai dalam waktu dekat.
Jadi solusinya cuma loncat ke perusahaan lain dan meningkatkan pendapatan secara signifikan.
Hehehee....memang bisa dibilang ini money oriented.

But I think it's fine.
I don't have to be idealist.
I have my own purpose.
I have my own dream.

Sekarang mungkin saatnya untuk kembali sebar undangan....mmm....application letter :P

Will you hire me ?

3 comments:

r-auLia said...

keren euy buyik hehehe... aku mah anaknya ga betahan hihihihi

**Erika said...

kayaknya ini gak keren deh...tapi kurang motivasi hahahahaa....

Robert - a.k.a - ravenheart said...

Erika, uda lama gak mampir mengunjungi blog Shiromage, ternyata sudah banyak hal berubah ya. Di usia yang hampir menginjak kepala 3, dilema yang sama juga aku rasakan. Antara tetap bertahan di kantor lama dengan kompensasi gaji rutin per bulan dan probabilitas kenaikan gaji per tahun dengan persentase sedikit di atas rate inflasi atau memantapkan langkah keluar sepenuhnya dari jebakan zona nyaman.

Dan langkah kedua ini yang akhirnya aku ambil dengan mencoba berbisnis sendiri, hehe...