Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Friday, 18 April 2014

Ellen May Books

Isinya bagus...recommended buat yang pengen tau serba serbi saham ! 

Bulan lalu, saya udah pengen banget beli buku-buku Ellen May tapi baru kesampaian bulan ini, dan beruntungnya terbitan bulan ini sudah yang edisi revisi.

Ellen May punya akun twitter @pakarsaham yang sudah saya follow dan memberikan tips serta teori-teori trading & investing yang berguna.

Seperti yang selalu saya singgung di posting terdahulu, saya berencana untuk pensiun dini sebagai karyawan kantoran dan fokus untuk cari duit dari rumah.
Rencana pertama, saya akan buka online shop dikarenakan lebih mudah dilaksanakan dengan modal kecil, saat ini sih baru punya 1 onlen shop, masih belajar en coba-coba suka dukanya, mungkin someday bakal nambah untuk produk-produk laen hahahahaaa...
Rencana kedua, saya akan memulai trading dan investasi saham, mengikuti usaha saya tahun lalu dengan membuka akun reksa dana. Rencana ketiga, setelah saya mahir trading saham, saya akan mencoba trading forex dikarenakan forex ini jauh lebih sexy dari saham namun juga lebih liar karena tingkat volatilitas yang tinggi. Kalau saham itu ibarat Syahrini, kalau forex itu ibarat Julia Perez :p


Buku Ellen May yang pertama berjudul "Smart Trader Not Gambler" yang lebih fokus mengangkat topik psikologi atau Mind MAPS dalam trading, sedangkan bukunya yang kedua "Smart Trader, Rich Investor: The Baby Steps" lebih difokuskan untuk para pemula banget yang masih bingung dalam pengambilan langkah, akan fokus ke trading atau investasi dengan modal yang dimiliki. Jadi kalo menurut saya, lebih baik baca STRI:TBS dulu baru setelah itu baca STNG.

Setelah habis baca bukunya, kita cobain juga CD trial dari software analisis teknikal yang ditawarkan, yaitu Amibroker. Saya pernah juga ditawarin seorang teman dari sebuah sekuritas tempat saya kerja dulu, sebuah software trading bernama Metatrader. Nah, sebelum beneran buka akun real, ada baiknya kita belajar dengan akun virtual selama beberapa bulan. Saya sih akan belajar pakai akun virtual sampai modal terkumpul cukup dan siap untuk resign.

Setelah siap lahir batin, saya akan buka rekening di sekuritas. Kemungkinan di tempat suami saya kerja, atau di tempat saya dulu pernah kerja alias di perusahaan teman saya.

After that, sesuai saran dalam buku STRI:TBS, sebaiknya membedakan akun untuk trading jangka pendek, dengan akun untuk investasi jangka menengah/panjang, karena strateginya juga berbeda.

Kalo sudah lebih ahli lagi dalam trading saham dan modal lebih banyak, saatnya mulai terjun ke trading forex.

Satu hal yang sangat ditekankan oleh Ellen May adalah :
Jangan menganggap "Trading Saham" sama dengan "Main Saham". Main saham akan membuat seseorang menganggap bahwa jual beli saham bukanlah sesuatu yang serius, melainkan hanya "permainan" alias "judi" sehingga banyak orang mengalami kerugian karena pengen kaya secara instan. Tapi anggaplah jual beli saham sebagai bisnis yang serius dengan mempelajari teori yang ada, baik analisis teknikal maupun analisis fundamental serta pembatasan risiko yang ketat dan disiplin.

Lebih baik untung kecil tapi konsisten, daripada untung besar karena tamak tapi setelah itu buntung besar.
Tidak ada kaya yang instan di dunia ini, yang ada kaya instan jadi babi ngepet, berendam di danau keramat cari wangsit, atau jadi koruptor.

Let's learn and do stock trading !

Thursday, 17 October 2013

I Failed

Saya nggak sadar kalau ternyata tanggal 7 September 2013 kemarin, lomba menulis 7 deadly sins udah diumumin 20 besar karya terbaik, dan tanggal 7 Oktober 2013 akhirnya terpilih 7 pemenang utama.

Memang sih saya gak terlalu berharap banyak bakal menang mengingat ini pertama kalinya saya bikin cerita panjang, saya pikir saya akan cuek-cuek aja mengetahui karya saya gak masuk ke daftar itu, tapi ternyata ada sedikit rasa kecewa *ya iyalahhh...hello ?

I failed.

Sudah bertahun-tahun saya lupa rasanya ikut kompetisi dan gagal.
Sekarang jadi ingat lagi, waktu SD hampir setiap minggu ikut lomba gambar, kalo menang dapet piala ya syukur, kalo gak ya udah. Minggu depan akan ada kompetisi lain.

So...

Kayaknya saya HARUS KUDU SHOULD MUST beli novel Indonesia deh....
Kalo dipikir-pikir, saya hampir ga punya satu pun novel asli Indonesia, semuanya novel terjemahan, gimana bisa menguasai medan perang dan menang ???

My next project should be better than this :)

Friday, 11 October 2013

Nostalgia dan Jejak

Waktu lagi mikirin untuk nerusin novel idealis yang lagi mentok, tiba-tiba saya teringat kembali sama cerita pendek yang saya tulis ketika masih menjabat sebagai mahasiswa DKV semester 6 Universitas Kristen Petra Surabaya.

Ntah kenapa saya pengen banget membaca lagi cerpen saya itu, soalnya saya sudah agak-agak lupa. Sedih banget kalo rekam jejak karya kita hilang begitu saja gegara cuma di-save pada sebuah perangkat keras macam computer atau Hardisk. Padahal kannnnn....kita sudah mencurahkan segala passion dan hati kita untuk menciptakan sebuah masterpiece.

Terus, saya iseng-isenng browsing di Mbah Google, dan.....yatta !!! Saya menemukan pengumuman pemenang lomba cerpen yang diadain oleh Lipice-Selsun itu di sebuah artikel online.
Berikut screen shot nya :

 
 
Waaaaa.....ternyata rekam jejak itu tidak hilang !! Girangnya udah kayak nama kita keukir di prasasti aja :p

Sayang banget kenapa jabatan saya ditulis "Staf TU" sihhhh....padahal tadinya niat saya menulis TU itu supaya surat atau lain-lain ditujukan ke TU Jurusan DKV biar gak ilang.

Ternyata pemenang lomba cerpen itu ada banyak :
3 pemenang utama
15 pemenang harapan utama --> saya masuk ke yang ini :D
30 pemenang harapan

Kalo inget lagi data filenya hilang, saya jadi sedih T___T
Padahal kan ceritanya tentang cewek pribumi cupu yang menjalin cinta dengan sinyo Belanda (*hello ? again ???) hahahaaaa....

Ntah kenapa, saya suka banget tema beginian, bahkan novel idealis yang lagi mentok itu, lagi-lagi mengangkat tema yang sama, cuma kali ini pemeran utamanya bukan cewek pribumi, melainkan cewek keturunan Tionghoa.

Apa mungkin keinginan terpendam saya itu dapet jodoh cowok bule ya ????
heuheheueheheuuu.....*smoga postingan ini gak dibaca suami saya :p

Sunday, 28 April 2013

GagasMedia "7 Deadly Sins Writing Competition 2013"


Akhirnya setelah bergelut dengan waktu selama sekitar 5 minggu, karya amatiran ini selesai juga.
Sebagai salah satu syarat pengiriman naskah, panitia mengharuskan peserta membuat video promo untuk presentasi karyanya. Berhubung saya nggak pede menampilkan wajah dan suara medok saya, jadi videonya hanya berisi ilustrasi karya saya sendiri plus penggalan-penggalan kalimat yang dipikirkan atau diucapkan tokoh-tokoh dalam novel ini.

Berikut videonya :


Kalau kalian punya akun YouTube, boleh donk minta bantuan untuk like atau comment. Kalau nggak punya, di view aja juga nggak papa, untuk meningkatkan traffic-nya :)

Cover print-out nya nanti seperti ini :


Saya sangat sangat sangat menikmati proses pengerjaan karya ini, meskipun di bawah tekanan deadline yang ketat. Ternyata kalau sesuatu dikerjakan dengan passion, meskipun hasilnya mungkin tidak semaksimal ekspektasi tapi bisa memuaskan juga ya ? I just realized it.

Oiya, saya juga merasakan sensasi dan gairah menyenangkan sewaktu saya kembali memegang pensil warna dan kuas, setelah sekian lamaaa....
Mungkin terakhir kali saya menggambar manual secara serius itu waktu mau bikin portfolio untuk melamar di Faber-Castell, hahahaa :D

Saya berencana, suatu hari nanti kalau saya hamil, saya akan melukis di depan jendela sambil mendengarkan nada piano, entah itu piano klasik atau piano-nya Yiruma. Katanya psikolog sih, emosi yang dirasakan ibu hamil itu bisa tersalurkan kepada si anak meskipun dia masih dalam kandungan. Pasti sangat menyenangkan sekali, kalau anak saya punya darah seni dan memiliki bakat seni yang lebih besar, misalnya nggak cuma bisa menggambar, tapi bisa main musik juga, menyanyi juga, menari juga. Widihhh.....si mami banyak maunya ya ? Hamil aja belom berhasil !!!


Percakapan di masa depan :

Kid : mami...mamiii....aku mau maen piano, mi !!!
Mami : iya sayang, mami seneng kamu suka main piano...
Kid : beliin piano donk, mi !!
Mami : *ngelirik harga piano = 50 juta
*dilema "Aduuhhh...harga piano bisa buat biaya kuliah gue S2 desain nih, gimana ya ?? mendingan ngembangin bakat anak, apa meraih cita-cita diri sendiri ?? Mami galawwww !!!!"



Sunday, 14 April 2013

Writing Competition 2013

Setelah sekian lama nggak pernah ikutan kompetisi lagi, baik kompetisi menggambar atau menulis, akhirnya tahun ini saya nekat ikutan kompetisi lagi. Padahal dari segi waktu bisa dibilang sudah mepet banget, and very close to deadline !!!

Saya sudah setengah jalan, kira-kira sampai halaman 80an ketika akhirnya menyempatkan diri untuk browsing mengenai pemenang kompetisi tahun lalu, terus melihat-lihat video promosi - bahkan video untuk kompetisi tahun ini sudah ada yang upload ! - tiba-tiba saya merasa down.

Saya merasa alur cerita saya biasa saja, penggunaan frase dan kata tidak apa adanya, penggambaran karakter dan tokoh-tokoh di dalamnya kurang dalam, begitu juga dengan emosi yang ingin disampaikan. Singkat kata, tulisan saya sangat kurang dalam hal kualitas.

Yah, bukan berarti saya menyerah setelah menghabiskan berjam-jam di depan komputer dan kurang tidur selama berhari-hari. Karena sudah terlanjur nyemplung, lebih baik saya basah sekalian.

Mungkin ini kedengaran sangat pesimis, seperti demam panggung, galau !

Satu-satunya hal optimis yang bisa saya pikirkan adalah :

Kalo nggak menang, ya udah diperbaiki lagi dan kirim ke penerbit lain yang lebih ecek-ecek.
Mungkin kita bisa belajar dari karya para pemenang, untuk jadi lebih baik lagi.

Lebih baik kalah daripada tidak berani mencoba !

Arrghhh, aku galaw, CIYUS!!!!!

Monday, 18 March 2013

My Novel Progress

Hulalaaa....
setelah sekian lama, akhirnya saya mulai nulis proyek impian lagi dan baru memasuki bab III.
Saya juga mengubah setting waktu dari tahun 1921 menjadi 1931.
Hal ini disebabkan karena di Malang, sepertinya AMS (Algemeene Middelbare School) baru didirikan pada akhir tahun 1930an.

Ini dia sneak peak-nya, saya mendapatkan referensi kosa kata Belanda ini dari buku Kwee Thiam Tjing dan google translate. Sudah pasti yang dari Google translate grammarnya kacau. I need Steven, my relative from Belgium, semoga saja dia menjadi penerjemah saya, secara bahasa Belanda Belgia belum tentu sama dengan bahasa Belanda asli....ataukah sama ???!! ntahlah....

Lalu kami berdua menertawai Marco sampai terbahak-bahak, padahal tidak ada yang lucu dari kejadian itu. Dan Marco pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Albert kemudian mengulurkan tangan untuk berjabat dan mengatakan,

”Jij een…chinees, kunnen we vriend ?”
 
Aku sempat bingung dan tidak tahu harus jawab apa, tapi aku balas saja jabat tangannya dan mengangguk. Albert menjabat tanganku dengan mantap dan mengangguk juga, “Dan zijn we vrienden, ehh…..naam ?”

"My name is Khan"


Boong dink kalimat yang terakhir ini, cuma buat ngeles aja gamau kasi bocoran nama tokoh utamanya.
Intinya di bab III ini ketambahan 1 tokoh baru si sinyo Londo.


Friday, 2 November 2012

Candy-Candy itu Jodohnya Albert. TITIK.

Hayooo....angkat tangan, siapa angkatan anak SD tahun 1995 yang gak tau atau gak pernah denger Candy-Candy sama sekali ???

Candy-Candy adalah salah satu komik favorit saya, dan setiap kali baca komiknya, saya PASTI nangis! Saya benar-benar menyesal ketika komik Candy-Candy dijual sepaket dari seri 1-9 kenapa tidak saya beli ketika saya kelas 5 SD, saya malah beli serial Mari-Chan.
Huaaaa....stupidddd....
Sedangkan animenya sempat diputar di RCTI sekitar tahun 1994-1995 yang membuat Candy-Candy booming di kalangan anak cewek Indonesia. Bahkan tidak sedikit juga anak cowok yang tertarik.
Namun sayang sekali, karena masalah sengketa hak cipta antara pengarang ceritanya, dan ilustrator alias mangaka-nya, maka komik Candy-Candy ini tidak dipublish ulang.
Namun, karena kongkalikong antara mangaka-nya dan salah satu perusahaan TV Taiwan, anime Candy-Candy sempat dirilis dalam versi CD/DVD. Sayangnya saya cuma punya sampai season 2 ketika Candy-Candy bekerja sebagai perawat. Sampai saat postingan ini ditulis, saya belum dapet yang season 3.

Yang bikin saya geregetan adalah.....
Perhelatan di dunia maya mengenai ending Candy-Candy yang menggantung.

YA ! Pada bagian ending-nya, diceritakan Candy-Candy akhirnya bertemu dengan Paman William yang selama ini membantu dia mengatasi kesulitan, dan dia ternyata adalah cinta pertama Candy yang ditemui di bukit poni, yang disebut Candy sebagai "Pangeran Bukit Poni" dan juga adalah sahabat Candy yang suka berkelana, Albert.

Pangeran Bukit Poni = Albert = Paman William

Kalau dipikir secara logika, biasanya, cowok yang pertama ditemui di awal cerita dan meninggalkan kesan lalu muncul lagi di bagian ending secara mengejutkan, berarti cowok tersebut dimaksudkan si pengarang cerita sebagai JODOH dari si pemeran utama cewek.

Meski demikian, karena endingnya hanya diceritakan sampai terungkapnya jati diri Paman William, tanpa memberikan hint kepada siapa Candy akan melabuhkan cintanya, para penggemar Terrence Grandchester bersikeras bahwa Candy akan tetap jadian dengan mantannya itu.

Urrghh.......
sebenarnya saya cuma pengen menumpahkan uneg-uneg dan kengototan ini kepada penggemar Terry Grandchester, karena malas bergabung ke forum-forum ga jelas, lebih baik saya tumpahkan di blog saya sendiri.

Pokoknyaaaaaa..

CANDY WHITE + WILLIAM ALBERT ARDLEY

tidak boleh ada interupter lain, apalagi si nyebelin Terry. Biarin Terry ama si Suzanna, biar Candy berbahagia dengan cinta pertamanya yang selalu ada kapan pun dan di mana pun dia membutuhkan dukungan.
Namanya juga jodoh. Gak akan ke mana.

Masih belum percaya juga kalau Candy & Albert adalah SOULMATE ????

Mari kita telusuri perjalanan Candy :

1. Saat Candy sedih karena tak seorang pun menginginkan dia sebagai anak angkat, dia bertemu dengan Pangeran Bukit Poni (aka William Albert Ardley) yang memberi dia keberanian untuk berharap dan terus bermimpi. Saat itu Candy kecil menganggap sang pangeran adalah cinta pertamanya.

2. Enam tahun kemudian, saat Candy berumur 12 tahun dan pertama kali bertemu dengan Anthony Brown, yang dia ingat pertama kali adalah Pangeran Bukit Poni, cinta pertamanya. Tidak heran, karena Anthony adalah keponakan Albert yang memang sangat mirip dengannya. Anthony bahkan sempat cemburu dengan Pangeran Bukit Poni yang selalu diceritakan Candy.

3. Saat Candy hendak dijual sebagai budak ke Mexico oleh keluarga Regan, ia secara tak sengaja bertemu dengan Albert (aka William Albert Ardley) yang saat itu sedang menyamar sehingga tak seorang pun mengenali dia. Dia mengenakan wig coklat, padahal rambut aslinya pirang. Dan mengenakan jenggot palsu, sehingga tampak tua. Padahal aslinya masih muda dan gantenggggg......

4. Saat Candy hidup terlunta-lunta karena perlakuan keluarga Regan, Paman William (aka William Albert Ardley) dengan bantuan 3 bersaudara sepupu Anthonny, Archie, dan Stea mengangkat Candy sebagai putri keluarga Ardley. Konglomerat di Chicago. Di sini, Paman William digambarkan sebagai "Paman Kaki Panjang" yang dengan misterius selalu membantu Candy.
Karena tak seorang pun tahu jati diri William, kecuali si nenek Elroy, semua orang termasuk Candy mengira William adalah seorang lelaki tua kaya yang baik hati dan tidak tertarik bersosialisasi. Padahal William sebenarnya adalah seorang pemuda yang baru beranjak dewasa dan kaya karena dapat warisan, namun lebih suka berkelana dekat dengan alam sehingga dia menyerahkan urusan tetek bengek kepada nenek Elroy dan cuma memberikan instruksi jika keadaan urgent.

5. Paman William menyekolahkan Candy ke St. Paul, di mana ia bertemu dengan Terry Grandchester dan saling jatuh cinta. Sayang (walaupun sebenarnya tidak), kisah mereka tidak bisa berlanjut karena adanya pihak ketiga, Suzanna Marlow. Yahhhh....namanya juga gak jodoh, relain aja deh wahai penggemar Terry. Say bye-bye to Terry.

6. Candy memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah perawat. Di mana pada suatu ketika, ia bertemu dengan Albert yang lupa ingatan. Mereka bahkan sempat tinggal dalam sebuah rumah yang sama alias KUMPUL KEBO, dan menjadi bahan gosip orang. Candy saat itu mungkin hanya menganggap Albert sebagai "kakak" karena ia masih menyimpan rasa sayang pada Terry. Namun berbeda dengan Albert, justru rasa sayangnya pada Candy mulai tumbuh saat ia menjadi orang lain yang lupa ingatan. Rasa sayang Albert kepada Candy saat itu murni dan tulus, ketika ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Saat Albert mendapatkan ingatannya kembali, ia pergi dengan diam-diam sambil meninggalkan surat terima kasih pada Candy karena telah merawatnya.

6. Candy dan Terry akhirnya menyadari satu sama lain bahwa mereka tidak mungkin bisa bersama lagi, bagaimana pun rasa sayang itu masih ada. Kisah mereka adalah kenangan manis masa muda. Namun kenyataan yang berbicara lain memaksa mereka untuk bersikap dewasa atas pilihan mereka masing-masing. Sekalipun pilihan itu diambil secara terpaksa. Terry yang hancur-hancuran karena putus asa memutuskan untuk kembali melangkah dan berusaha meyayangi Suzanna, Candy juga memutuskan untuk tidak lagi menemui Terry dan berniat melupakannya.

7. Kisah Candy dan Terry yang menggambarkan kisah masa muda Candy berakhir. Lalu babak baru pun dimulai, babak di mana Candy menuju kedewasaan. Di mana ia kembali ke bukit poni, ke tempatnya berasal. Dan di saat inilah, di awal babak baru, jati diri Pangeran Bukit Poni, cinta pertama candy, yang sejak awal sengaja disembunyikan oleh pengarang, DIUNGKAPKAN. Dan dia adalah....jeng...jeng..jeng....
ALBERT !!!!!

Jadi, sekali lagi saya tegaskan dengan NGOTOT bahwa,

CANDY adalah jodohnya PANGERAN BUKIT PONI
CANDY adalah jodohnya ALBERT
CANDY adalah jodohnya PAMAN WILLIAM


 
Tuuuhh kannnn....adegan endingnya menyentuh banget, tiap kali baca langsung berkaca-kaca

Candy & Albert FOREVER

Thursday, 20 September 2012

September Books Review


Sebenarnya buku-buku ini sudah saya beli pada awal Juli lalu, tapi karena saya bacanya cuma sebentar-sebentar, atau kalo pas lagi pup di WC aja jadi selesainya lama. Bahkan buku yang judulnya "Rumah Arwah" aka The House of Spirit belum sempat saya baca karena baru-baru ini saya beli buku Memoar Kwee Thiam Tjing dan buku ke-4 tetralogi Inheritance yang pastinya lebih menarik untuk dibaca. Heheee....

The Spiderwick Chronicle

Ini nih buku jadul yang bioskopnya mau diputar di Surabaya beberapa tahun silam sebelum saya hijrah ke Jakarta, udah lama banget ya ? Waktu itu saya ingat banget pengen nonton Freddie Highmore yang nampak cute di diorama-nya. Alhasil setelah saya kelar baca novelnya, saya langsung minta suami donlotin film ini karena penasaran. Ternyataaaaa......filmnya jelek, aktingnya si Freddie juga pas-pasan kalo gamau dibilang jelek, cuma modal tampang doank imut. Kuciwaaa deh saia.....
Jadi, novel fantasy ini modelnya mirip kayak Narnia, mungkin juga pengarangnya dapet ide dari sana. Tokoh utama cerita yang hidup di dunia nyata berhubungan langsung dengan dunia gaib peri-peri dan makhluk ajaib di sekitar mereka. Plot cerita dibangun dengan sangat cerdas dan unik oleh Holly Black disertai ilustrasi menarik oleh Tony Diterlizzi sehingga membuat pembaca (saya) gak sabar untuk segera menyelesaikan ke-5 serinya.


The Story Girl


Pemeran utama dalam novel ini adalah anak-anak berusia belasan tahun dengan segala problema khas anak. Topik yang diangkat pada tiap bab pun rasanya ringan dan ceria, sesuai dengan emosi yang ingin dibangun oleh L.M.Montgomenry tentang romantisme dan keindahan pulau Prince Edward di musim panas dan musim gugur. Pengarang cewek itu tidak pernah membiarkan dirinya lupa menggambarkan betapa indah padang rumput, kebun buah, hutan mapple, gunung, lembah, bukit, tempat bermain, hutan, dan kebaikan hati orang-orang di Carlisle.
Saya ingin sekali bisa menceritakan keceriaan masa kanak-kanak yang begitu antusias dan penuh impian serta semangat dalam karya fiksi saya seperti yang sukses dilakukan L.M.Montgomery.


Nobody's Boy


"Slamat pagi pohonku...slamat pagi gunungku...slamat pagi teman-teman semuaaa....Aku kan pergi jauh demi cita-citaku, Remi mohon doa restu darimuuu...Jangan bersedih teman-temanku, hidup ini adalah perjuangan...marilah kita mulai melangkah, menuju cita-cita bahagiaa...."
Ya ampunnn, saya gak nyangka masih inget bagian lagu pembuka anime "REMI" yang ditayangkan RCTI setiap hari minggu pada tahun 1995, film animasi 3D pertama yang katanya kalo nonton kudu pake kacamata 3D, tapi meski udah saya pake, kayaknya itu efek 3D ga terlalu nampol hahahahaa....jaman dulu :D
Seperti yang sudah saya duga, membaca novel ini juga bisa membuat saya mencucurkan air mata, sama seperti ketika nonton anime-nya. Memang novel ini saya lahap dalam waktu sekejap dibanding ketika membaca The Story Girl, itu karena Hector Malot bisa menceritakan kisah dengan realistis dan mengalir apa adanya. Tapi ada poin minus dalam plot cerita ini, yang membuat aura jadulnya sangat terasa, yaitu kebahagiaan yang ditemukan dalam gelimangan harta. Yeahh..cinderella boy. Sang tokoh utama si Remi ternyata anak orang kaya, dan setelah penderitaan yang begitu panjang, ia bertemu dengan ibu kandungnya yang ternyata janda kaya, dan Remi adalah salah satu pewaris kekayaannya. Klise banget kan ?? Emangnya kalo udah kaya terus ga ada masalah yah ?? Untungnya Remi adalah anak yang baik, jadi meskipun kaya, dia tetap ingat sama orang-orang yang membantunya semasa masih miskin, dan dia nyumbangin duitnya buat mendonasi anak-anak pemusik jalanan.
Kalo alternate ending di animenya yang saya browsing di youtube, setelah Remi menemukan ibu kandungnya, ia tetap memutuskan untuk berkelana bersama sahabat sejatinya Mattia menjadi pemusik jalanan dan belajar mengenai kehidupan. Nahh...yang ini lebih mending. Para penulis script anime yang notabene adalah orang-orang modern mungkin berpikir, "so what kalo lu udah kaya ? it is not a fairy tale yang mesti berakhir di dalam istana jadi pewaris tahta dan gak ngapa-ngapain."



Menjadi Tjamboek Berdoeri


Ini adalah memoar tentang Kwee Thiam Tjing, seorang jurnalis yang aktif di tahun 1920-1930an dan pernah menulis buku Indonesia Dalam Bara & Api yang cukup fenomenal karena menuturkan pembantaian puluhan warga etnis Tionghoa di Malang.
Saya mengetahui buku ini dari suatu blog ketika browsing tentang Malang Tempo Doeloe dan cukup tergelitik untuk membacanya.
Gaya bahasa Thiam Tjing menurut saya cukup unik, karena meskipun ia mengangkat topik yang cukup serius, dia bisa menuturkannya dengan sesuatu yang lucu dan menggelitik. Entah bagaimana saya harus menyebutnya...Yang jelas saya cukup sering tertawa sendiri ketika membaca ulasan beliau mengenai perbedaan perlakuan yang diterima Inlander dan Nederlander,  atau ketika cowok-cowok ABG MULO menggoda cewek-cewek ABG Cor Jesu lalu disiram air oleh suster, atau sindiran si pemilik toko kebangsaan Jepang yang barangnya dianggap murahan, atau ketika rakyat Indonesia sama-sama meneriakkan "BANSAIIII" meski mereka tidak tahu artinya.
Saya membaca buku ini secara random, tidak urut dari depan ke belakang, sehingga masih banyak bagian yang belum sempat saya baca. Tapi saya jadi punya sedikit gambaran bahwa kondisi yang ingin saya tampilkan dalam literatur bebas saya ternyata tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di masa lalu, di mana kebebasan sangat mahal harganya.


Inheritance


Ini buku ke-4 Inheritance karya Christopher Paolini dan merupakan buku terakhir dari petualangan penunggang naga Eragon dan naganya Saphira. Ketika membaca beberapa bab di depan, saya sudah merasa bahwa buku ini jauh lebih menarik daripada buku ke-3 nya BRISINGR yang cukup membosankan dan bertele-tele.
Menurut teman saya, di seri terakhir ini cukup banyak adegan pertarungan ala abad pertengahan yang menegangkan, tentu saja karena di seri ini tokoh-tokoh utama harus menghadapi The Final Boss Galbatorix.
Lupakan tentang filmnya yang busuk, cukup nikmati saja petualangan Eragon dan Saphira di setiap lembarnya.


Next Book To Read....
The House Of Spirit, Peranakan Tionghoa di Nusantara, Candu Tempo Doeloe

Aduhhh, kapan yah bacanya ?! kebiasaan buruk saya adalah tidak dapat menahan diri dari godaan iman kalo lagi di toko buku, apalagi kalo kartu kreditnya masih ada saldo T__T
Buku lama belum kebaca, udah beli buku baru lagi >_<


"Jangan biarkan saya berkeliaran sendiri di toko buku atau saya akan kembali tanpa tangan hampa...."