Belakangan ini, salah satu kesibukan saya adalah menulis.
Akhirnya saya memberanikan diri juga menulis sebuah karya panjang, meski ketidakpedean pastilah datang merayap.
Di antara beberapa ide yang sudah bermunculan, ada dua yang paling menonjol.
Yang satu berbentuk saga atau chronicle, seperti narnia, berjumlah 7 seri. Entah kapan saya bisa mewujudkannya menjadi sesuatu yang berarti daripada sekadar ide antah berantah.
Yang satunya lagi, adalah gabungan tema-tema dan ide yang sebelumnya pernah saya tulis. Dari tulisan pendek itu, hanya tinggal dikembangkan melalui penambahan karakter dan jalan cerita supaya lebih kompleks. Saya berencana menjadikan yang satu ini sebagai debut (Cieilee....gayanya bo' belum tentu juga ada yang mau nerbitin heheheheeee....)
Oke, ide sudah ada.
Plot dan kerangka sudah dibuat, meski harus disesuaikan lagi sambil jalan.
Lalu saatnya merangkai kata demi kata, menjadi bab demi bab.
Astagaaa....ternyata gak gampang.
Menurut plot yang saya buat, buku ini nantinya akan berjumlah 18-19 bab dengan total halaman 150. Jika 150/19 maka seharusnya per bab sepanjang 8 halaman A4 dengan font Times New Roman spasi 1,5.
Kesulitan yang paling nyata saya temui adalah merangkai percakapan. Saya selalu merasa percakapan yang terjadi kurang natural.
Seandainya dialog itu diucapkan anak berusia 10 tahun, saya selalu merasa tidak seharusnya anak sepuluh tahun mengeluarkan statement seperti itu.
Atau ketika percakapan terjadi di antara orang dewasa yang hidup pada awal abad ke 20, saya tidak punya bayangan bagaimana mereka saling bertukar pikiran.
Pokoknya, saya selalu merasa, dialog antar karakter kurang pas.
Mungkin ini bisa dikesampingkan dulu, dan menunggu suatu hari nanti apa pendapat editor.
Kesulitan lain adalah informasi mengenai latar belakang. Yep !!
Saya harus mengumpulkan banyak informasi untuk menggambarkan suasana dan kondisi pada saat cerita saya sedang berlangsung.
Saya tidak yakin ketika menuliskan jarak antara rumah karaker satu dengan karakter lainnya di kota Malang pada tahun 1920. Ke mana kendaraan mereka harus belok, atau di mana letak bangunan ini dan itu.
Memang ada sedikit informasi dari sebuah blog, tapi kurang detail. Seandainya saya punya bukunya Dukut Imam, "Malang Tempo Doeloe" mungkin sedikit membantu.
Untuk mempelajari sedikit gaya bahasa tempo dulu, saya beli juga buku Memoar Kwee Thiam Tjing. Tapi sepertinya tidak mungkin menulis percakapan dengan gaya jadul seperti itu, pembaca pasti akan pusing dan malas baca. Maka saya putuskan untuk menulis dengan gaya bahasa yang modern, sebenarnya untuk memudahkan saya juga heheheheeee......
Jadi dari pengalaman di atas, kesimpulan yang bisa saya tarik adalah :
IDE + SKILL = MASTERPIECE
Ide yang brilian harus bisa diwujudkan dengan skill yang mumpuni untuk menghasilkan suatu maha karya.
Dan meski ide saya yang gak brilian-brilian amat cukup membuat saya puas, tapi skill saya benar-benar melempem.
Oke, saatnya sneak peak membaca salah satu dialog yang terjadi dalam karya saya. Kalimat ini saya persiapkan untuk membangun emosi romantis pembaca akan harapan dan cita-cita masa kecil. Tapi asal tahu saja, bahwa dialog ini terjadi di antara anak berusia 9 tahun dan 12 tahun. Karena masih off the record, nama karakternya akan saya ganti dengan AAA dan BBB. Mungkinkah anak yang hidup di tahun 1921 dengan pendidikan ala kadarnya bisa berujar seperti ini ??
“Aku bercita-cita menjadi jurnalis suatu hari nanti. Kau tahu jurnalis ? Kurasa tidak. Jurnalis adalah orang yang bekerja di surat kabar dan membuat berbagai berita agar orang lain tahu.”
“Apa cita-cita itu sama dengan impian ?” tanya AAA penasaran.
BBB mengangguk, “Bisa dibilang begitu. Kau berharap dewa mau membantumu bisa membaca dan menulis. Apa yang akan kau lakukan jika semua itu sudah terwujud ? Pasti kau juga punya cita-cita. Jika kau mau terus menjadi buruh pencuci botol, kurasa kau tidak akan punya tekad sekuat itu untuk bisa membaca dan menulis.”
SKIP. SKIP. SKIP.
“Saya menebak usia pohon ini lebih tua daripada makam ini. Dan ia selalu berdiri tegak di puncak bukit tanpa bergerak sedikit pun memandang ke segala penjuru di bawah sana. Kalau ia bisa bercerita, pasti ia punya kisah-kisah hebat yang jumlahnya lebih banyak daripada jumlah hari dalam kehidupan saya. Saya ingin sekali bisa mendengar kisah-kisah hebat. Kelak jika saya sudah lancar membaca dan menulis, saya akan menuliskan semua kisah-kisah itu agar tidak hilang ditelan masa,” AAA menoleh pada BBB, “Apakah seorang jurnalis akan seperti itu BBB ? Menuliskan kisah-kisah hebat agar dunia tahu ?”
Mungkinkah anak kecil bisa membuat metafora seperti itu ??
Anak kecil dalam novel bisa saja :D
Friday, 24 August 2012
Monday, 16 July 2012
Tante and The Brondong
Fenomena tante dan brondongnya sudah bukan hal yang aneh bin ajaib lagi. mungkin kasus ini sudah terjadi sejak jaman purba. Kalau di jaman modern, fenomena ini mungkin mencuat berkat jasa infotainment. Sebut saja Malinda Dee dan brondongnya, Ashton Kutcher dan tantenya, Yuni Shara & Rafi, J.Lo and hers, dan masih banyak lagi sayangnya saya gak seberapa ngikutin gosip selebritis. Topik ini juga pernah diangkat dalam film The Reader yang memenangkan banyak penghargaan dengan bintang Kate Winslet, David Kross & Ralph Fiennes.
Kisah ini dimulai ketika perusahaan tempat saya bekerja punya gawe menyambut event tahunan yang membuat semua karyawan bagian marketing, promosi, & sales harus banting tulang peras keringat turun ke medan pertempuran. Prajurit kami tersebar di mall-mall seantero Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
Adalah si Neo, seorang prajurit training yang merantau ke Jakarta dari luar pulau. Berhubung masih dalam rangka training, si Neo ini penuh semangat dan tekad untuk membuktikan diri. Ia ditempatkan di suatu mall kawasan P**i Jakarta Barat. Neo datang lebih pagi dari jam yang dijadwalkan, dan pulang lebih malam dari yang seharusnya. Dia sangat gencar mempromosikan produk kami kepada para calon customer dan konsumen, apalagi kalau traffic-nya ramai.
Lalu, datanglah sang Tante. Pada awalnya dia tampak seperti ibu-ibu biasa yang tertarik dengan promosi kami. Karena dia tampak royal, si Neo semakin gencar menawarkan berbagai produk dengan harapan sang Tante membeli sebanyak mungkin.
Sampai kepada klimaks ketika sang Tante berkata,
"Ya sudah deh Mas, saya ambil semua ini, ga perlu hadiahnya....asalkan saya bisa pegang Mas."
TET TOT.
Ada bel berdering di otak Neo. Ada sirine. Ada setan. Ada malaikat. Semuanya ribut memperdebatkan apa yang harus dilakukan Neo selanjutnya.
Kalau jawab "TIDAK", sang Tante akan meninggalkannya tanpa beli apapun, karena pada dasarnya dia tidak butuh apa-apa.
Kalau jawab "IYA" nuraninya memberontak, teringat istri di luar pulau, tapi dia bisa kejar omset.
Mungkin di dalam otak si Neo, dia sedang mencabuti mahkota bunga satu persatu sambil bilang, "Yes. No. Yes. No. Yes. No.....YES"
Dan terlontarlah jawaban, "Oke deh Bu"
Saya sedang berpikir apakah sebaiknya saya menyensor bagian ini untuk diceritakan atau tidak. Tapi saya harap, siapa pun yang membaca tidak berpikir terlalu jauh. Singkatnya si Neo mengalami apa yang disebut pelecehan sexual by TANTE.
Tidak kurang. Tidak lebih.
Saya turut prihatin pada kejadian yang menimpa Neo. Tapi saya kagum atas loyalitasnya terhadap perusahaan. Semoga saja dia kelak mendapatkan sesuatu yang setimpal dengan pengorbanannya. Kejadian ini saya kutib persis seperti yang diungkapkan Neo kepada saya, jadi saya jamin keabsahannya, kecuali si Neo berbohong pada saya.
Mengenai sang Tante, beberapa tahun lagi saya juga akan menjadi tante. Tapi saya berharap sih saya gak jadi tante yang mengejar brondong, melainkan tante yang dikejar brondong**.
Heuheheheueheheuehhh......
**Apaan sihhh ???!!
Kisah ini dimulai ketika perusahaan tempat saya bekerja punya gawe menyambut event tahunan yang membuat semua karyawan bagian marketing, promosi, & sales harus banting tulang peras keringat turun ke medan pertempuran. Prajurit kami tersebar di mall-mall seantero Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
Adalah si Neo, seorang prajurit training yang merantau ke Jakarta dari luar pulau. Berhubung masih dalam rangka training, si Neo ini penuh semangat dan tekad untuk membuktikan diri. Ia ditempatkan di suatu mall kawasan P**i Jakarta Barat. Neo datang lebih pagi dari jam yang dijadwalkan, dan pulang lebih malam dari yang seharusnya. Dia sangat gencar mempromosikan produk kami kepada para calon customer dan konsumen, apalagi kalau traffic-nya ramai.
Lalu, datanglah sang Tante. Pada awalnya dia tampak seperti ibu-ibu biasa yang tertarik dengan promosi kami. Karena dia tampak royal, si Neo semakin gencar menawarkan berbagai produk dengan harapan sang Tante membeli sebanyak mungkin.
Sampai kepada klimaks ketika sang Tante berkata,
"Ya sudah deh Mas, saya ambil semua ini, ga perlu hadiahnya....asalkan saya bisa pegang Mas."
TET TOT.
Ada bel berdering di otak Neo. Ada sirine. Ada setan. Ada malaikat. Semuanya ribut memperdebatkan apa yang harus dilakukan Neo selanjutnya.
Kalau jawab "TIDAK", sang Tante akan meninggalkannya tanpa beli apapun, karena pada dasarnya dia tidak butuh apa-apa.
Kalau jawab "IYA" nuraninya memberontak, teringat istri di luar pulau, tapi dia bisa kejar omset.
Mungkin di dalam otak si Neo, dia sedang mencabuti mahkota bunga satu persatu sambil bilang, "Yes. No. Yes. No. Yes. No.....YES"
Dan terlontarlah jawaban, "Oke deh Bu"
Saya sedang berpikir apakah sebaiknya saya menyensor bagian ini untuk diceritakan atau tidak. Tapi saya harap, siapa pun yang membaca tidak berpikir terlalu jauh. Singkatnya si Neo mengalami apa yang disebut pelecehan sexual by TANTE.
Tidak kurang. Tidak lebih.
Saya turut prihatin pada kejadian yang menimpa Neo. Tapi saya kagum atas loyalitasnya terhadap perusahaan. Semoga saja dia kelak mendapatkan sesuatu yang setimpal dengan pengorbanannya. Kejadian ini saya kutib persis seperti yang diungkapkan Neo kepada saya, jadi saya jamin keabsahannya, kecuali si Neo berbohong pada saya.
Mengenai sang Tante, beberapa tahun lagi saya juga akan menjadi tante. Tapi saya berharap sih saya gak jadi tante yang mengejar brondong, melainkan tante yang dikejar brondong**.
Heuheheheueheheuehhh......
**Apaan sihhh ???!!
Saturday, 7 July 2012
There He Goes
Sejak kecil, saya udah sering melihat beberapa orang di sekitar saya mengalami pem-bully-an. Bahkan mungkin ketika saya kelas 2 SMP juga pernah mengalami pem-bully-an meskipun tidak parah. Pembullyan yang saya alami memang tidak parah, bukan secara fisik, tapi lebih secara emosional. Perasaan itu juga pernah saya alami ketika bekerja di suatu perusahaan saham yang notabene dunia baru buat saya.
Tapi untunglah, di samping setiap kelompok pembully, selalu ada kelompok yang bisa menerima kita apa adanya.
Lalu kejadian ini pun terjadi lagi di dunia kerja. Di tempat yang mana saya merasa nyaman bekerja bersama orang-orang yang menyenangkan dengan suasana yang menyenangkan, ternyata tidak selalu begitu adanya, terutama untuk anak baru.
Sebut saja namanya Bryan. Si Bryan masuk dalam 1 divisi yang sama dengan saya, tapi kalau saya lebih menangani pengembangan produk, dia lebih menangani administrasi dan marketing. Bryan, saya akui bukan anak yang good looking. Juga bukan anak yang pintar. Selain itu, 1 atau 2 hari terkadang ia menguarkan aroma tidak sedap alias bau badan. Dia benar-benar adalah tipikal orang yang mudah dibully, mungkin hampir sepanjang hidupnya. Bukannya saya tanpa alasan memberikan pernyataan seperti itu, tapi menurut sumber histori dari orang yang pernah sejurusan dan seangkatan dengannya ketika kuliah, dia adalah tipe orang yang dianggap menyebalkan dan tidak memiliki banyak teman. Kelebihan Bryan adalah, dia orang yang suka bercanda sehingga kalangan orang yang menerimanya menganggap dia lucu dan ramah.
Terus terang saya benci mengakui ini, tapi...dibandingkan kelebihannya, saya merasa dia lebih banyak memiliki hal-hal yang membuat orang tidak menyukainya. Mari kita telusuri melalui interview dari beberapa orang yang pernah berkomunikasi dengan si Bryan.
Interview 1
Q : Kenapa sih lo udah antipati sama Bryan padahal baru ngomong sekali dua kali ? Kan pepatah bilang jika tak kenal, maka tak sayang ?
A : Itu kan karena faktor "M"
Q : Apa itu faktor M ?
A : Faktor MUKA !!!!
Interview 2
Q : Kenapa sih dia ga boleh ikutan naik mobil kalian ?
A : Ntar mobil gw pait !!! Baunya ga nahan.....
Interview 3
Q : Adakah hal yang tidak terlupakan yang pernah terjadi antara Anda dan Bryan ?
A : Banyak banget. Waktu dia baru 2 hari masuk, sebagai anak baru biasanya orang jaga image donk ya ? Lha yang ini....udah berani ambil hape gw tanpa ijin dan mengutak-atik, waktu gw tanya "ngapain lo ?" dia dengan polosnya jawab "Minta lagu-lagu donk...."
Well, sejak saat itu saya merasa, ada yang kurang beres sama ni orang.
Interview 4
Q : Ada rumor yang mengatakan dia itu kepo, seperti apa contohnya ?
A : Yahh....misalnya kita lagi ngobrolin topik ABC berdua aja bisik-bisik, tau-tau dia nyamber aja dan nanya tentang DEF, yang mengindikasikan bahwa dia nguping. Udah gitu topik DEF-nya itu lho yang ngeselin, ga nyambung sama sekali sama topik ABC.
Interview 5
Q : Anda ditunjuk sebagai mentornya, apa pendapat Anda selama memberi pengarahan padanya ?
A : Pertama, dia bukan orang yang pintar, udah kelihatan dari gelagatnya. Well, tapi itu bukan masalah besar selama dia menunjukkan keseriusan dan sikap seseorang yang mau diajarin. Tapi, yang ini kalau gak ngerti bukannya nanya, malah bersikap sok ngerti, lalu ketika ditanya kembali tidak bisa menjawab. Setelah itu cengar-cengir. Pernah juga waktu saya presentasi mengenai perusahaan ini, dia gak fokus dan malah mainan ama produk. Bikin orang kesel !! Dia itu sikapnya kayak anak SMA yang takut dimarahin guru kalau ga bisa jawab soal. Come on....ini bukan dunia seperti itu lagi, dia harus ditabok kali ya biar bangun dan sadar akan sekelilingnya !!!
Q : Upps....tenang...tenangg....sabarrrrr bukkkkk......ini minum air dulu biar ga emosi
Interview 6
Q : Si Bryan dikabarkan genit dan centil, benarkah demikian ?
A : Selama saya duduk di sebelahnya, dia termasuk pendiam dan sadar diri kalau dia ditolak oleh beberapa orang di lingkungan ini. Tapi terkadang dia mengeluarkan statement yang aneh seperti misalnya, sungkan mengajak bicara si A dan si B karena mereka cantik dan imut. Lalu setelah berjabat tangan dengan anak baru yang bening bling bling, tiba-tiba dia mengusap tangannya dan cengar-cengir sendiri. Ketika saya nanya kenapa, dia jawab "akhirnya impian gw terkabul...." itu plus tampang mesum.
Interview 7
Q : Hmm...Bapak Manager, Anda adalah orang yang menginterview dia dan memutuskan untuk menerimanya. Anda sering ditanya mengapa Anda menerima orang seperti Bryan oleh rekan kerja yang lain, apa komentar Anda ?
A : Sebenernya saya buru-buru soalnya udah didesak sama direktur untuk cepat-cepat cari orang. Karena kandidat yang lain kelihatan sombong, jadi saya putuskan memilih yang ini. Selain itu karena di CV-nya dia bilang pernah membantu perusahaan keluarga, jadi saya rasa dia berpengalaman di bidang marketing. Saya baru sadar kalau dia....Rrr...aneh ? Saya mengistilahkan dia "setengah ON"
Interview 8
Q : Saudara Bryan, Anda dikabarkan pernah membantu bisnis keluarga, berapa kira-kira omset perusahaan tersebut ?
Bryan : Ngg....nggak tau ya, itu admin yang ngurusin
Q : Mengapa Anda tidak meneruskan bisnis tersebut dan malah bekerja di perusahaan lain sebagai karyawan ?
Bryan : Saya gak mau dimanja...
Q : Maksudnya ??
Demikian beberapa penggal interview yang berhasil dihimpun dari para rekan kerja di sekeliling Bryan.
Lalu hari nahas itu pun tiba.
Dia dan managernya pergi ke pabrik untuk menghadiri meeting. Si Bryan ke sana tanpa membekali dirinya dengan laptop, padahal beberapa hari sebelumnya dia sempat nanya bagaimana cara meminjam laptop. Saya udah kasi penjelasan, tapi entah kenapa pada hari H, dia tetap tidak membawanya.
Siangnya, saya di bbm salah seorang rekan yang bekerja di pabrik bahwa si Bryan diomelin habis-habisan di depan rekan-rekan yang lain karena ketahuan menggunakan laptop Pak Manager ketika beliau sedang meeting di ruangan lain.
Keesokan harinya, gosip menyebar ke seantero kantor. Ada yang bilang dia curhat ke si manager mengenai pembullyan terhadap dirinya, bagaimana orang-orang di kantor tidak mengajaknya bicara secara sengaja, tidak mengacuhkan dirinya, tidak menawari ikut makan siang, selalu disindir, dsb. Ada yang bilang saat itu dia menyatakan mau resign karena gak kuat lagi. Ada juga yang bilang dia sampai menangis karena diomelin Pak Manager.
Dan dia pun pergi tanpa sepatah kata pun.
Tanpa salam perpisahan. Apalagi surat resign.
Bye Bryan....saya berharap kamu menemukan tempat kerja yang lebih baik daripada di sini, tempat yang bisa menerima kamu apa adanya.
Tapi kalau tetap gak bisa menemukan tempat kerja yang seperti itu, sorry to say this...but the problem is yourself and you have to change.
Tapi untunglah, di samping setiap kelompok pembully, selalu ada kelompok yang bisa menerima kita apa adanya.
Lalu kejadian ini pun terjadi lagi di dunia kerja. Di tempat yang mana saya merasa nyaman bekerja bersama orang-orang yang menyenangkan dengan suasana yang menyenangkan, ternyata tidak selalu begitu adanya, terutama untuk anak baru.
Sebut saja namanya Bryan. Si Bryan masuk dalam 1 divisi yang sama dengan saya, tapi kalau saya lebih menangani pengembangan produk, dia lebih menangani administrasi dan marketing. Bryan, saya akui bukan anak yang good looking. Juga bukan anak yang pintar. Selain itu, 1 atau 2 hari terkadang ia menguarkan aroma tidak sedap alias bau badan. Dia benar-benar adalah tipikal orang yang mudah dibully, mungkin hampir sepanjang hidupnya. Bukannya saya tanpa alasan memberikan pernyataan seperti itu, tapi menurut sumber histori dari orang yang pernah sejurusan dan seangkatan dengannya ketika kuliah, dia adalah tipe orang yang dianggap menyebalkan dan tidak memiliki banyak teman. Kelebihan Bryan adalah, dia orang yang suka bercanda sehingga kalangan orang yang menerimanya menganggap dia lucu dan ramah.
Terus terang saya benci mengakui ini, tapi...dibandingkan kelebihannya, saya merasa dia lebih banyak memiliki hal-hal yang membuat orang tidak menyukainya. Mari kita telusuri melalui interview dari beberapa orang yang pernah berkomunikasi dengan si Bryan.
Interview 1
Q : Kenapa sih lo udah antipati sama Bryan padahal baru ngomong sekali dua kali ? Kan pepatah bilang jika tak kenal, maka tak sayang ?
A : Itu kan karena faktor "M"
Q : Apa itu faktor M ?
A : Faktor MUKA !!!!
Interview 2
Q : Kenapa sih dia ga boleh ikutan naik mobil kalian ?
A : Ntar mobil gw pait !!! Baunya ga nahan.....
Interview 3
Q : Adakah hal yang tidak terlupakan yang pernah terjadi antara Anda dan Bryan ?
A : Banyak banget. Waktu dia baru 2 hari masuk, sebagai anak baru biasanya orang jaga image donk ya ? Lha yang ini....udah berani ambil hape gw tanpa ijin dan mengutak-atik, waktu gw tanya "ngapain lo ?" dia dengan polosnya jawab "Minta lagu-lagu donk...."
Well, sejak saat itu saya merasa, ada yang kurang beres sama ni orang.
Interview 4
Q : Ada rumor yang mengatakan dia itu kepo, seperti apa contohnya ?
A : Yahh....misalnya kita lagi ngobrolin topik ABC berdua aja bisik-bisik, tau-tau dia nyamber aja dan nanya tentang DEF, yang mengindikasikan bahwa dia nguping. Udah gitu topik DEF-nya itu lho yang ngeselin, ga nyambung sama sekali sama topik ABC.
Interview 5
Q : Anda ditunjuk sebagai mentornya, apa pendapat Anda selama memberi pengarahan padanya ?
A : Pertama, dia bukan orang yang pintar, udah kelihatan dari gelagatnya. Well, tapi itu bukan masalah besar selama dia menunjukkan keseriusan dan sikap seseorang yang mau diajarin. Tapi, yang ini kalau gak ngerti bukannya nanya, malah bersikap sok ngerti, lalu ketika ditanya kembali tidak bisa menjawab. Setelah itu cengar-cengir. Pernah juga waktu saya presentasi mengenai perusahaan ini, dia gak fokus dan malah mainan ama produk. Bikin orang kesel !! Dia itu sikapnya kayak anak SMA yang takut dimarahin guru kalau ga bisa jawab soal. Come on....ini bukan dunia seperti itu lagi, dia harus ditabok kali ya biar bangun dan sadar akan sekelilingnya !!!
Q : Upps....tenang...tenangg....sabarrrrr bukkkkk......ini minum air dulu biar ga emosi
Interview 6
Q : Si Bryan dikabarkan genit dan centil, benarkah demikian ?
A : Selama saya duduk di sebelahnya, dia termasuk pendiam dan sadar diri kalau dia ditolak oleh beberapa orang di lingkungan ini. Tapi terkadang dia mengeluarkan statement yang aneh seperti misalnya, sungkan mengajak bicara si A dan si B karena mereka cantik dan imut. Lalu setelah berjabat tangan dengan anak baru yang bening bling bling, tiba-tiba dia mengusap tangannya dan cengar-cengir sendiri. Ketika saya nanya kenapa, dia jawab "akhirnya impian gw terkabul...." itu plus tampang mesum.
Interview 7
Q : Hmm...Bapak Manager, Anda adalah orang yang menginterview dia dan memutuskan untuk menerimanya. Anda sering ditanya mengapa Anda menerima orang seperti Bryan oleh rekan kerja yang lain, apa komentar Anda ?
A : Sebenernya saya buru-buru soalnya udah didesak sama direktur untuk cepat-cepat cari orang. Karena kandidat yang lain kelihatan sombong, jadi saya putuskan memilih yang ini. Selain itu karena di CV-nya dia bilang pernah membantu perusahaan keluarga, jadi saya rasa dia berpengalaman di bidang marketing. Saya baru sadar kalau dia....Rrr...aneh ? Saya mengistilahkan dia "setengah ON"
Interview 8
Q : Saudara Bryan, Anda dikabarkan pernah membantu bisnis keluarga, berapa kira-kira omset perusahaan tersebut ?
Bryan : Ngg....nggak tau ya, itu admin yang ngurusin
Q : Mengapa Anda tidak meneruskan bisnis tersebut dan malah bekerja di perusahaan lain sebagai karyawan ?
Bryan : Saya gak mau dimanja...
Q : Maksudnya ??
Demikian beberapa penggal interview yang berhasil dihimpun dari para rekan kerja di sekeliling Bryan.
Lalu hari nahas itu pun tiba.
Dia dan managernya pergi ke pabrik untuk menghadiri meeting. Si Bryan ke sana tanpa membekali dirinya dengan laptop, padahal beberapa hari sebelumnya dia sempat nanya bagaimana cara meminjam laptop. Saya udah kasi penjelasan, tapi entah kenapa pada hari H, dia tetap tidak membawanya.
Siangnya, saya di bbm salah seorang rekan yang bekerja di pabrik bahwa si Bryan diomelin habis-habisan di depan rekan-rekan yang lain karena ketahuan menggunakan laptop Pak Manager ketika beliau sedang meeting di ruangan lain.
Keesokan harinya, gosip menyebar ke seantero kantor. Ada yang bilang dia curhat ke si manager mengenai pembullyan terhadap dirinya, bagaimana orang-orang di kantor tidak mengajaknya bicara secara sengaja, tidak mengacuhkan dirinya, tidak menawari ikut makan siang, selalu disindir, dsb. Ada yang bilang saat itu dia menyatakan mau resign karena gak kuat lagi. Ada juga yang bilang dia sampai menangis karena diomelin Pak Manager.
Dan dia pun pergi tanpa sepatah kata pun.
Tanpa salam perpisahan. Apalagi surat resign.
Bye Bryan....saya berharap kamu menemukan tempat kerja yang lebih baik daripada di sini, tempat yang bisa menerima kamu apa adanya.
Tapi kalau tetap gak bisa menemukan tempat kerja yang seperti itu, sorry to say this...but the problem is yourself and you have to change.
Monday, 18 June 2012
Pengen Ikutan Reksa Dana
Saya iri sama suami saya.
Kenapa ??
Karena saat ini dia sedang mengikuti training reksa dana di perusahaannya (nb: khusus karyawan !)
Kalo training gratis ini bukan diadakan khusus untuk karyawan, udah pasti saya datang dan pergi bagai jelangkung, tak diantar dan pulang sendiri.
Habisnya kalo karyawan dikasi voucher taxi, lhaaa...kalo bukan karyawan so pastinya pulang sendiri yah ?!
Heheheee...masa udah dibolehin training gratis masih minta voucher taxi, rugi bandar donk yang ngadain training :p
Semoga aja beberapa bulan ke depan, saya sudah bisa nyisihin duit buat reksa dana.
Add to wishlist (v) then.....
Kenapa ??
Karena saat ini dia sedang mengikuti training reksa dana di perusahaannya (nb: khusus karyawan !)
Kalo training gratis ini bukan diadakan khusus untuk karyawan, udah pasti saya datang dan pergi bagai jelangkung, tak diantar dan pulang sendiri.
Habisnya kalo karyawan dikasi voucher taxi, lhaaa...kalo bukan karyawan so pastinya pulang sendiri yah ?!
Heheheee...masa udah dibolehin training gratis masih minta voucher taxi, rugi bandar donk yang ngadain training :p
Semoga aja beberapa bulan ke depan, saya sudah bisa nyisihin duit buat reksa dana.
Add to wishlist (v) then.....
Online Shop Project
Salah satu teman saya ada yg berjiwa entrepreneur. Dia kaluar dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini pun karena katanya saat kerja terbayang-bayang melulu ama bisnis plan-nya wakakakaaa.....#alibibiargakkerja
Tapi harus saya akui bahwa dia memang kreatif.
Oke, akhirnya dia pun nekat berhenti sebagai orang kantoran dan memulai bisnis e-marketing dengan sejumlah modal pinjaman dari bank. Kadangkala, untuk jadi seorang entrepreneur memang dibutuhkan sikap risk-taker aka nekat.
Jadi, bisnis dia kali ini berhubungan dengan e-business. Ini dia websitenya www.goonlineukm.com yang membahas tentang tutorial development toko online bagi pemula yang bener-bener cupu. Seperti saya contohnya heuheuheuheuu.....
Artikel dan modul yang dirangkum oleh teman saya ini cukup bagus karena mudah dipahami. Hmmm...saya jadi kepengen bisa mengembangkan kemampuan menulis tutorial seperti itu dan bukan cuma menulis omong kosong seperti ini. Tapi apa ya yang bisa saya jadikan topik tutorial ???
Memasak ?? Saya cuma amatiran yang baru kemarin sore belajar masak sayur bayam and sayur asem
Melukis ??? tangan aja udah kaku gimana mau kasi tutorial
Main musik ???? What the F... I'm just a listener, itupun lagunya itu-itu doank
Ahhh...mungkin saya bisa kasi tutorial tentang : "Bagaimana membuat orang percaya Anda bodoh walaupun sebenarnya Anda pintar" ??? Well, anggaplah itu masuk akal.
Semoga saja saat saya selesai membaca modul teman saya ini, saya sudah memiliki bisnis plan yang baik, memiliki online store, dan yang terpenting bisnisnya bisa jalan.
Go entrepreneur !! Be your own boss !!
Tapi harus saya akui bahwa dia memang kreatif.
Oke, akhirnya dia pun nekat berhenti sebagai orang kantoran dan memulai bisnis e-marketing dengan sejumlah modal pinjaman dari bank. Kadangkala, untuk jadi seorang entrepreneur memang dibutuhkan sikap risk-taker aka nekat.
Jadi, bisnis dia kali ini berhubungan dengan e-business. Ini dia websitenya www.goonlineukm.com yang membahas tentang tutorial development toko online bagi pemula yang bener-bener cupu. Seperti saya contohnya heuheuheuheuu.....
Artikel dan modul yang dirangkum oleh teman saya ini cukup bagus karena mudah dipahami. Hmmm...saya jadi kepengen bisa mengembangkan kemampuan menulis tutorial seperti itu dan bukan cuma menulis omong kosong seperti ini. Tapi apa ya yang bisa saya jadikan topik tutorial ???
Memasak ?? Saya cuma amatiran yang baru kemarin sore belajar masak sayur bayam and sayur asem
Melukis ??? tangan aja udah kaku gimana mau kasi tutorial
Main musik ???? What the F... I'm just a listener, itupun lagunya itu-itu doank
Ahhh...mungkin saya bisa kasi tutorial tentang : "Bagaimana membuat orang percaya Anda bodoh walaupun sebenarnya Anda pintar" ??? Well, anggaplah itu masuk akal.
Semoga saja saat saya selesai membaca modul teman saya ini, saya sudah memiliki bisnis plan yang baik, memiliki online store, dan yang terpenting bisnisnya bisa jalan.
Go entrepreneur !! Be your own boss !!
My First Echocardiography
Sejak beberapa tahun terakhir ini, saya sering banget ngerasain denyut jantung yang tidak normal, dan kelihatannya makin parah aja sejak beberapa bulan terakhir.
Kalau jalan di mall agak cepet dikit langsung deg deg deg deg...ngos ngos ngos...
Kalau naik tangga, cuma 1 lantai doank langsung deg deg deg...ngos ngos ngos...
Apalagi kalau lift kantor yang cuma satu-satunya itu mati dan saya harus naik by kaki, hosh hosh hosh...
udah kaya nenek-nenek umur 70 tahun (mungkin kalo nenek sehat malah lebih kuat dari saya kali yaa)
Kalau hampir telat, hehee.. maklum suka berangkat last minute jadi jalan cepet tuh salah 1 kewajiban, langsung deh megap-megap kayak ikan diangkat dari air :(
Waktu tidur juga sering banget denyut berdetak gak normal sebanyak 2-3 kali detak
Waktu browsing tentang denyut jantung yang aneh-aneh gitu, banyak artikel yang mengulas tentang penyakit jantung ini itu, serem gak sih bacanya ?!
Apalagi karena riwayat kebanyakan keluarga saya yang meninggal karena penyakit jantung, I may be the carrier....
Akhirnya setelah tertunda berminggu-minggu, dan dipaksa sama suami buat check up, berangkat juga lah kami ke Prodia. Kenapa harus dipaksa dan ditunda ?? Karena saya takut DISUNTIK !!!
Ternyata setelah konsultasi sama dokter Prodia, dia rekomendasi untuk check tiroid, ( yang notabene harus disuntik! ). Padahal saya pengennya cek treadmill, tapi dia ga mau kasi rekomendasinya dan nyuruh cek ke dokter spesialis.
Oke...akhirnya kita pun berangkat ke RS Jantung Harapan Kita. Pertama masuk, udah agak gak sreg sama nih rumah sakit yang kesannya jadul & suram. Dan CS-nya terkesan rada cuek meskipun dia mau jawab semua pertanyaan. Tapi akhirnya kita batal konsultasi di sana karena dokter praktek Sabtu cuma sampe jam 11, dan waktu itu udah jam 12an.
Setelah musyawarah mencapai mufakat sama si suami, akhirnya kita putusinlah ke RS terdekat dari rumah, di Royal Taruma aja heheee...
Pertama kita telpon dulu ada gak dokter spesialis jantung jam segitu, ternyata ada sampe jam 2an, lalu capcus lah kita.
Tampang dokternya mengingatkan saya pada salah seorang temen KMK semasa kuliah huehehee...terus nama susternya juga mirip, Rika.
Daaaannn dimulailah cek ini itu yang mengharuskan saya dalam kondisi half naked, what the...
Mulai dengan cek denyut jantung yang katanya temponya di atas batas normal alias terlalu cepat, lalu dilanjutkan dengan USG jantung. Dari situ terdeteksi bahwa klep jantung saya kepanjangan karena rongga dalam yang terlalu sempit.
Jadi kata dokter, kalau saya bergerak cepat, stress, cemas, atau olahraga berlebih, tabrakan antara bagian klep yang kepanjangan itu bisa sangat mengganggu dan mungkin ada aliran darah yang gagal lewat. Tapi so far, Puji Tuhan, kata dia sih oke2 saja asalkan saya gak beraktivitas berlebihan.
OR yang dilarang : lari & jogging >> jadi treadmill itu sebenarnya dilarang, untung tadi ga dikasi ijin treadmill sama dokter Prodia hihihiii...
OR yang disarankan : latihan isometrik & renang santai.
Saran : OR teratur untuk terapi melonggarkan rongga jantung, latihan isometrik, pola makan seimbang, kurangi minum kopi, & kurangi stress (cemas).
Demikian sekilas info.
Sesuatu dalam tubuh saya memang tidak benar, tapi saya masih bisa melanjutkan hidup dengan tenang. Thanks GOD.
Setiap orang diberi kekurangan agar bisa mensyukuri kelebihan yang diberikan.
GBU :)
Kalau jalan di mall agak cepet dikit langsung deg deg deg deg...ngos ngos ngos...
Kalau naik tangga, cuma 1 lantai doank langsung deg deg deg...ngos ngos ngos...
Apalagi kalau lift kantor yang cuma satu-satunya itu mati dan saya harus naik by kaki, hosh hosh hosh...
udah kaya nenek-nenek umur 70 tahun (mungkin kalo nenek sehat malah lebih kuat dari saya kali yaa)
Kalau hampir telat, hehee.. maklum suka berangkat last minute jadi jalan cepet tuh salah 1 kewajiban, langsung deh megap-megap kayak ikan diangkat dari air :(
Waktu tidur juga sering banget denyut berdetak gak normal sebanyak 2-3 kali detak
Waktu browsing tentang denyut jantung yang aneh-aneh gitu, banyak artikel yang mengulas tentang penyakit jantung ini itu, serem gak sih bacanya ?!
Apalagi karena riwayat kebanyakan keluarga saya yang meninggal karena penyakit jantung, I may be the carrier....
Akhirnya setelah tertunda berminggu-minggu, dan dipaksa sama suami buat check up, berangkat juga lah kami ke Prodia. Kenapa harus dipaksa dan ditunda ?? Karena saya takut DISUNTIK !!!
Ternyata setelah konsultasi sama dokter Prodia, dia rekomendasi untuk check tiroid, ( yang notabene harus disuntik! ). Padahal saya pengennya cek treadmill, tapi dia ga mau kasi rekomendasinya dan nyuruh cek ke dokter spesialis.
Oke...akhirnya kita pun berangkat ke RS Jantung Harapan Kita. Pertama masuk, udah agak gak sreg sama nih rumah sakit yang kesannya jadul & suram. Dan CS-nya terkesan rada cuek meskipun dia mau jawab semua pertanyaan. Tapi akhirnya kita batal konsultasi di sana karena dokter praktek Sabtu cuma sampe jam 11, dan waktu itu udah jam 12an.
Setelah musyawarah mencapai mufakat sama si suami, akhirnya kita putusinlah ke RS terdekat dari rumah, di Royal Taruma aja heheee...
Pertama kita telpon dulu ada gak dokter spesialis jantung jam segitu, ternyata ada sampe jam 2an, lalu capcus lah kita.
Tampang dokternya mengingatkan saya pada salah seorang temen KMK semasa kuliah huehehee...terus nama susternya juga mirip, Rika.
Daaaannn dimulailah cek ini itu yang mengharuskan saya dalam kondisi half naked, what the...
Mulai dengan cek denyut jantung yang katanya temponya di atas batas normal alias terlalu cepat, lalu dilanjutkan dengan USG jantung. Dari situ terdeteksi bahwa klep jantung saya kepanjangan karena rongga dalam yang terlalu sempit.
Jadi kata dokter, kalau saya bergerak cepat, stress, cemas, atau olahraga berlebih, tabrakan antara bagian klep yang kepanjangan itu bisa sangat mengganggu dan mungkin ada aliran darah yang gagal lewat. Tapi so far, Puji Tuhan, kata dia sih oke2 saja asalkan saya gak beraktivitas berlebihan.
OR yang dilarang : lari & jogging >> jadi treadmill itu sebenarnya dilarang, untung tadi ga dikasi ijin treadmill sama dokter Prodia hihihiii...
OR yang disarankan : latihan isometrik & renang santai.
Saran : OR teratur untuk terapi melonggarkan rongga jantung, latihan isometrik, pola makan seimbang, kurangi minum kopi, & kurangi stress (cemas).
Hasil USG yang kaga kebaca manusia awam ?_?
Ini nih...yang katanya kepanjangan :P
Demikian sekilas info.
Sesuatu dalam tubuh saya memang tidak benar, tapi saya masih bisa melanjutkan hidup dengan tenang. Thanks GOD.
Setiap orang diberi kekurangan agar bisa mensyukuri kelebihan yang diberikan.
GBU :)
If Life is Like A Wheel
Ketika membaca artikel tentang dugaan korupsi seorang pejabat, ada pertanyaan yang mengusik diriku. Kira-kira apa ya yang mendorong mereka melakukannya ??
Jika suatu saat, diriku berada jauh di ketinggian, apa yang akan aku pikirkan ?
Sometimes aku jadi berpikir jika suatu hari aku berada di atas, mungkin itu sebenarnya bukan hadiah dari Tuhan. Tapi sebuah ujian.
Ujian tentang apa yang akan aku lakukan dengan kelebihan itu ?
Apakah aku cuma memikirkan diriku sendiri dan ketakutan berada di bawah lagi ? Sehingga aku menggunakan kelebihan itu untuk memiliki lebih banyak lagi dan lagi dan lagi...karena begitu takutnya aku jatuh ke bawah...
Atau,
Apakah aku masih bisa memikirkan orang-orang yang berada di bawah, dan ingin mereka bisa melihat pemandangan indah sama sepertiku ?? Sehingga aku mau memberi dan memberi supaya orang lain yang dulunya sama sepertiku ada di bawah bisa melihat sebentar saja pemandangan indah ?
Dan lagi-lagi aku jadi berpikir, seandainya Tuhan memberi seseorang kemakmuran, pastilah Dia ingin menguji seberapa banyak orang itu memberi, dan bukannya seberapa banyak dia bisa memiliki.
Dan ketika orang tersebut gagal dalam ujian, Tuhan bisa kapan saja dan seketika mengambil semuanya.
Time is out, kata-NYA.
Jika suatu saat, diriku berada jauh di ketinggian, apa yang akan aku pikirkan ?
Sometimes aku jadi berpikir jika suatu hari aku berada di atas, mungkin itu sebenarnya bukan hadiah dari Tuhan. Tapi sebuah ujian.
Ujian tentang apa yang akan aku lakukan dengan kelebihan itu ?
Apakah aku cuma memikirkan diriku sendiri dan ketakutan berada di bawah lagi ? Sehingga aku menggunakan kelebihan itu untuk memiliki lebih banyak lagi dan lagi dan lagi...karena begitu takutnya aku jatuh ke bawah...
Atau,
Apakah aku masih bisa memikirkan orang-orang yang berada di bawah, dan ingin mereka bisa melihat pemandangan indah sama sepertiku ?? Sehingga aku mau memberi dan memberi supaya orang lain yang dulunya sama sepertiku ada di bawah bisa melihat sebentar saja pemandangan indah ?
Dan lagi-lagi aku jadi berpikir, seandainya Tuhan memberi seseorang kemakmuran, pastilah Dia ingin menguji seberapa banyak orang itu memberi, dan bukannya seberapa banyak dia bisa memiliki.
Dan ketika orang tersebut gagal dalam ujian, Tuhan bisa kapan saja dan seketika mengambil semuanya.
Time is out, kata-NYA.
Subscribe to:
Posts (Atom)

