Sunday, 25 October 2015

Jogja Trip 2015 - Part 1 : The Trip Begin

Akhirnya setelah hiatus hampir setahun, blog ini ada update-nya juga... so many things happened. Banyak yang ingin ditulis, banyak momen, tapi tidak disertai niatan untuk membuka laptop dan menulis.
Ntah kenapa suasana di rumah ini membuat saya kehilangan mood menulis. Adaaaa aja alasan yang dibuat, internet susah, meja kerja gak kondusif, hawanya panas, pemandangan gak membangkitkan mood. I MISS LIVING IN A HIGH FLOOR APARTMENT T___T

Libur lebaran bulan Juli 2015 yang lalu saya berencana mengunjungi sang nenek yang tinggal di Kudus. Sebelum ke kudus, saya ingin menghabiskan 3 hari 2 malam di Jogja yang sudah lamaaaaaa sekali tidak saya kunjungi, terakhir kayaknya waktu masih SD kelas 6 deh.

Hari pertama keberangkatan dari Jakarta, kami udah colong start duluan sementara para karyawan lain masih belum libur. Takutnya kalo berangkat pas H-2 jalan pantura bisa macetos bangetos... jadilah kami, aku-suami-adek cowok, berangkatnya H-7 hahahaaa...
Kebetulan si adek cowok lagi berlibur ke Jakarta dalam rangka liburan semester, jadinya dia diboyong juga ke Jogja daripada jamuran sendiri di rumahku.

Kami mulai excited waktu pertama kali melewati gerbang tol Cipali yang sedang happening itu. Ternyata jalan tol baru ini masih sepiiiii banget, jalan 120 km/jam serasa jalan 80 km/jam.... gak terasa uiii kalo ngebut, habisnya sejalan cuma 1-2 mobil yang berlalu.
Jalan di tol baru kayak gini, para pengemudi harus ekstra hati-hati, percaya gak percaya, biasanya masih banyak korban kecelakaan, kalo kami sih yang penting berdoa aja sepanjang jalan, urusan hidup mati itu sudah di tangan Tuhan.
Eh, ternyata bener loh... ada mobil yang kebalik di depan kami, tapi si eric nggak turun bantuin karena mobil lain di depan tetep jalan, padahal mobil-mobil di belakang banyak yang berhenti dan bantuin. Sepintas sih kayaknya penumpangnya gak kenapa-kenapa karena masih bisa keluar dan jalan-jalan, syukurlah ya....

Perjalanan cukup lancar sampai di Brebes, kita maksi bentar di ayam goreng Mbok Berek, terus dilanjutkan lagi sampai Pekalongan. Dari situ kita menuju selatan ke arah Magelang.
Jalannya kecil, berliku, naik turun gunung. Untungnya saat itu masih jam 4 sore, kalo udah malem pasti serem banget jalan sendirian di gunung cuma bertiga. Pemandangannya cukup indah juga.

Gambar kiri : gerbang tol Cipali, Cikopo - Palimanan
Gambar kanan atas : suasana tol Cipali yang masih lengang
Gambar kanan bawah : suasana perbukitan ke arah Temanggung

Jam 8 malem, kami sampe di Magelang dan makan malam di resto sejenis Special Sambal, tapi lupa namanya apa... yang jelas menunya mirip "SS" gitu, berbagai lauk goreng plus pilihan sambel yang beraneka ragam. Berhubung di SS, sambelnya gak terlalu nendang, aku dan si adek kalap pesen sambelnya, dan pas dateng ternyata porsinya banyak dan rasanya pedessssss gak pake ampun... jadilah kami berdua nangis kepedesan, sementara si eric yang gak makan sambel cuma adem ayem aja kekenyangan.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Kaliurang pakai sahabat setia para traveller, yaitu google map. Kami cukup heran karena suasananya sepi banget gak kayak di Puncak, feeling udah gak enak karena Gugel map menyuruh kami lewat jalan kecil yang bukan merupakan jalan protokol.
Ternyata...apa yang kami takutkan terjadi juga. Gugel map menginstruksikan kami untuk menuju ke suatu titik yang menurutnya adalah "Raffles Villa" seperti yang saya pesan lewat agoda. Anehnya... berdasarkan Gugel map villa itu masuk ke sebuah gang kecil yang jalannya seperti jalan kampung tidak diaspal. Si Eric gak mau meneruskan jalan karena takut mobilnya selip di tengah gang super gelap itu, dan hanya ada secercah cahaya di ujung sana. Seingatku, peta di agoda menunnjukkan bahwa villa itu berada di tepi jalan protokol dan berada di dekat persimpangan jalan.... kok ini malah menyuruh kami lewat gang sempit tak beraspal. Kami langsung teringat pada kejadian-kejadian di mana bus atau truck terjebak di sebuah hutan tanpa jalan setapak yang awalnya mereka kira adalah sebuah jalan di kampung....kami langsung merinding....

Akhirnya, setelah sempat masuk sepanjang 10 meter, kami memutuskan untuk keluar dari gang gelap itu dan kembali ke jalan utama dan bertanya di poskamling. Ternyata jawaban petugas poskamling pun tak banyak membantu karena dia tidak terlalu mengenal daerah yang kami maksud. Dia hanya menyuruh kami untuk kembali ke arah "Patung Udang", dalam bahasa Jawa, udang disebut "urang" asal nama Kaliurang.
Kami pun mulai galau...karena dari tadi kami tidak melihat sesuatu berbentuk udang sama sekali.

Akhirnya sambil berdoa, kami melanjutkan perjalanan terus naik ke atas sambil berharap S*mpati-nya tidak kehilangan sinyal... ada untungnya juga ya pakai paket internet itu, kalo pake yang lain bisa-bisa sinyalnya lenyap di gunung begini T__T

Puji Tuhan, setelah sekitar 20 menit mengikuti jalan kecil yang gelap namun beraspal, akhirnya kami sampai di sebuah persimpangan jalan, dan tepat di kiri kami ada sebuah villa cukup besar dengan spanduk "RAFFLES VILLA" Puji Tuhan alhamdulilah...waktu menunjukkan pukul 22:30 WIB

Kami langsung melakukan check-in dan bersih-bersih karena badan udah terasa lengket gimana gitu, tidak butuh waktu lama sampai akhirnya kami tertidur.

Eits...ceritanya belum selesai !!

Kami tidur di kamar yang paling kecil, terletak di tengah ruangan antara ruang makan dan dapur. Di depan kami ada kamar yang lebih besar dengan teras, tapi kamar itu sedang kosong tanpa penghuni.
Kami tidur bertiga berjejer kayak pindang di atas sebuah kasur dengan tirai kelambu.

Karena space tidur yang sempit dan diapit 2 cowok, saya jadi merasa tidur kurang nyenyak dan suka terbangun. Mata melek ganti posisi, merem lagi, melek lagi ganti posisi, merem lagi, dst...

Kira-kira pada pukul 4 atau 5 pagi, ketika akan ganti posisi untuk yang kesekian kalinya, tiba-tiba lampu kamar mandi MENYALA sendiri terus ada air mengucur di bak mandi. Saat itu, pintu kamar mandi dalam keadaan tertutup.
Saya menoleh ke kanan dan ke kiri, si adek dan si eric masih lengkap, tidur dengan nyenyaknya di kanan kiri saya.
Ketika saya berpikir mungkin mereka lupa mematikan lampu....tiba-tiba lampu kamar mandi MATI SENDIRI.




JENG JENG
........
.....




Belum berhenti sampai di situ, kira-kira lampu kamar mandi menyala dan mati sampai sekitar 3x. Dan ada bunyi ceklek-ceklek seperti bunyi saklar dipencet. Jadi kalau misalnya lampunya konslet kan matinya byar-pet-byar-pet... nahh yang ini tuh lampunya mati hidup tapi disertai bunyi "ceklek"
dan ada suara air samar-samar dari dalam kamar mandi.
Saya sempet kebingungan selama beberapa detik, dan berpikir apakah penjaga villa ini punya tombol otomatis dari luar kamar ???
Karena saya teramat sangat ngantuk dan lelah, saya pun melanjutkan tidur lagi sampai matahari bersinar.

Paginya, ketika saya cek isi bak mandi tidak bertambah airnya, padahal semalam sepertinya kerannya nyala...

Ide mengenai penjaga villa yang punya tombol otomatis dari luar juga sepertinya tidak mungkin, karena villa ini kan villa sederhana, ngapain juga dimodifikasi kayak villa film-film agen rahasia, dan kenapa pula mereka harus mati nyalain lampu pada dini hari. Kan kurang ajar kesannya.
Jadi, saat itu saya menyimpulkan bahwa "penunggu" rumah yang lain juga ingin menyapa tamunya.
Untung nginepnya cuman 1 malem...

  
Penampakan Raffles Villa di pagi hari. Untuk kamar paling kecil, semalam tarifnya Rp. 195.000,- sudah dapet sarapan berupa nasi goreng.
Overall villanya bersih dan cukup nyaman, ditambah bonus X-Moment yang mati nyala itu.... 

Ini mesin generator air panas sederhana. Terletak di halaman depan villa, bahan bakunya adalah daun-daun kering di sekitar pekarangan. Jadi air panas yang dihasilkan juga gak bisa panas-panas banget melainkan suam-suam kuku... katanya sih ini yang punya villa menganut gerakan GO-GREEN


Halaman depan Raffles Villa, di sebelah kanan itu ruangan Suite yang terpisah dari bangunan utama. Cocok untuk pasangan yang lagi hanimun karena dekorasinya creepy-creepy romantis gitu deh, serba kayu dengan penerangan sendu... untuk tarif semalam bisa cek di Agoda atau telepon langsung


Yang ini iseng nyobain kamera hape baru. Waktu itu si ASUS Zenfon 2 baru aja dipake menggantikan si Tab dan BB, dan berjasa terhadap pengambilan hampir semua foto di JOGJA TRIP kali ini....


Lalu kami pun bersiap untuk melakukan "LAVA TOUR" salah satu atraksi menarik di kaki gunung Merapi.
 To Be Continued....

2 comments:

Lia Harahap said...

sereeeemmm. kmu kok berani ihhh

Denny Herdiyanto said...

*memantau* *sr mode*