Di tahun 2012 ini, banyak sekali teman kantor yang resign, karena berbagai alasan. Mulai dari yang jenuh sama pekerjaan, mau melanjutkan bisnis keluarga, mau kawin, mau fokus S2, mau mencari tantangan di luar, mau usaha sendiri, mau cari gaji yang lebih besar, de el el.
Saya sendiri, sejak lulus dari kuliah sampai saat ini sudah berpindah tempat kerja sebanyak 4x. Sudah capek juga bikin surat resign, surat lamaran, apalagi update portfolio.
Setiap tempat kerja, selalu ada poin minusnya. Tidak ada yang benar-benar memuaskan bagi saya. Tapi tentu saja juga ada poin plusnya. Kan hidup itu harus seimbang, ada negatif, ada positif. Saya pernah kerja di tempat yang bos-nya gendut dan galak, semua pegawai takut pada bos-nya. Kalo pake komputer, gak bisa internetan. Bosnya gamau tau tuh kalo graphic designer juga butuh browsing buat cari ide-ide dan referensi. Jadi, kalo mau internetan ya pakai komputer marketing yang cuma bisa dipake beberapa menit.
Kalo mau tidur atau mata merem boro-boro, karena ruangannya disekat pakai kaca dan bos bisa muncul sewaktu-waktu berhubung rumahnya ada di atas. Kalau pulang tenggo dikomentarin, padahal kalo telat potong gaji. Bekerja under pressure, itu istilah yang cocok untuk perusahaan itu. Sebagai fresh-grade yang sebelumnya belum pernah bekerja selain kerja praktek, tentu hal ini cukup membuat saya shock. Karena di tempat saya kerja praktek, bos-nya baik dan suasana kerja menyenangkan. Akhirnya saya cuma bertahan selama 6 bulan di sana, dan memutuskan hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi, pengen S2 cing !! Meski kerja di perusahaan tersebut banyak negatifnya, tetap ada kenangan manis dan lucu bersama teman-teman seperguruan.
Sesampai di Jakarta, saya berkenalan dengan teman-teman S2 binus yang lumayan membuka wawasan dan channel. Beberapa bulan pertama, saya hanya menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada uang saku dari orang tua. Tapi lama-kelamaan, saya merasa menjadi beban bagi mereka. Saya sudah lulus S1, seharusnya sudah bisa cari duit sendiri. Sementara orang tua saya masih harus menanggung biaya kuliah dan sekolah 2 adik saya. Akhirnya saya putuskan untuk melamar kerja di Jakarta ini, dan berhasil diterima di salah satu perusahaan game online. Gajinya tidak besar, tapi lumayan buat menghidupi saya sendiri daripada saya terus meminta orang tua. Di titik inilah, saya benar-benar lepas dari supply orang tua. Saya merasa senang bekerja di perusahaan ini meskipun gajinya kecil untuk standard Jakarta dan hari Sabtu masuk. Semua yang bekerja di situ adalah gamer, jadi setiap pulang kerja selalu ada pertandingan DOTA, termasuk manager saya sendiri ikut kecanduan heheheeee.....
Setahun pertama saya lalui dengan riang gembira, lalu memasuki 1,5 tahun saya merasa jenuh dengan pekerjaan yang itu-itu saja. Apalagi kantor perusahaan yang pindah dari gedung di tengah kota ke ruko terpencil membuat mood kerja meredup, ditambah lagi frekuensi main DOTA yang semakin dibelenggu oleh bos - padahal saya kan belum jago, gelar MONSTER KILL aja belum bisa apalagi BEYOND GODLIKE !!!
Lalu kesempatan dan keputusan untuk resign muncul setelah saya lulus S2 dan ditawari oleh teman untuk bekerja di perusahaannya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Dengan tawaran gaji yang 30% lebih besar, tentu saya jadi ngiler dot com. Belum lagi lokasi kantornya di Menara BCA, persis di depan bundaran HI, what a prestigious place to work hahaaa....
Ternyata impian dan bayangan tak seindah kenyataan. Again. Di kantor ini, ada lagi yang namanya bos nyebelin. Kalo di pekerjaan pertama saya seorang om gendut, kali ini seorang tante centil. Setau saya, di perusahaan itu ga ada yang suka sama tuh tante, termasuk teman saya sendiri yang mana adalah komisaris perusahaan. Tapi karena tante centil itu adalah istri pemegang saham, jadi walopun dia ga pintar, tetap aja bisa duduk di kursi Vice President tanpa bisa didepak. Itu satu hal, dan hal lainnya adalah bidang pekerjaan dan suasana kerja. Ternyata kerjaan saya banyak berhubungan dengan administrasi, yang mana tidak ada lagi software-software ADOBE di komputer saya, tidak ada lagi desain, hanya ada angka dan tulisan. It's so stressful !! Lalu ada 2 kelompok kerja, front office dan back office. Saya sebenarnya kurang suka dengan kelompok front office, dan cenderung bergaul dengan kelompok back office. Dan ternyata entah kenapa, 2 kelompok ini juga tidak bisa berbaur. Jika kelompok front mengadakan acara, kelompok back tidak mau ikut, begitu juga sebaliknya. Akhirnya saya cuma bertahan di perusahaan ini selama 4 bulan. Tadinya cuma mau 3 bulan lalu kabur, tetapi saya merasa tidak enak pada teman saya yang adalah komisarisnya, saya tidak ingin hubungan kami menjadi buruk karena saya kabur dan mempermalukan dia, akhirnya saya diperpanjang 1 bulan. Dalam 1 bulan terakhir itu, bisa dibilang saya jarang masuk karena sibuk interview hahahahaa.....
Di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, bisa dibilang hal negatif dan positifnya lebih banyak positifnya, jika dibandingkan perusahaan-perusahaan sebelumnya. Pertama, bos-nya baik dan pintar, bisa menjadi teladan bagi bawahannya. Bidang pekerjaan sesuai dengan skill dan minat. Teman-teman dan suasana yang menyenangkan. Poin minusnya cuma gaji. Yahh...tapi kalo dipikir-pikir lagi, sebagai karyawan saya gak akan pernah puas dengan gaji. Yang bisa memuaskan kita adalah jika kita bekerja sendiri sebagai pengusaha dan penghasilan ditentukan oleh kita sendiri. Karena itu saya berharap, bisa memiliki usaha sendiri di tahun-tahun berikutnya entah kapan, karena saya sudah capek pindah-pindah kerja dengan berbagai alasan. Saya harus berhenti di 1 titik dan fokus, daripada loncat-loncat kayak kutu.
Dulu setiap kali saya resign, saya merasa sedih karena meninggalkan teman-teman yang sudah akrab. Dan setelah beberapa bulan, berkenalan dengan orang baru membuat jarang kontak dengan teman-teman lama, karena sibuk dengan hal baru dan teman baru. Saya berharap teman-teman saya yang resign meninggalkan saya di perusahaan ini bisa tetap menjaga kontak dan suatu hari nanti bisa reuni lagi.
LIFE CHANGES, FRIENDS DON'T
Dedicated to all my ex-colleagues and ex-colleague soon to be :
Dina, Rossa, Jun, Pras, Pak Alex, Bu Yuli, Lily, Bengky, Rizki, Sianne, Franky, Simon, Nita, Budi Anduk, Andreas, Patrick, Vivi, Susan, Vina, Suwandi, Dhini, Koento, Fani, Andini, Rere, Diko, Anggita, Lia "Cila", Jessica, Ko Bro, Oka, David ?, Niken ?, Mbak Tri ?, Wening ?, Liswandi ??
Wednesday, 2 January 2013
Big Christmas Gift
Finally, I got it in December 26, 2012....
Rasa syukur yang begitu dalam dan terima kasih yang susah diungkapkan dengan kata dalam doa apalagi dalam blog ingin saya sampaikan pada Tuhan Yesus yang telah mendengarkan doa saya, dan Bunda Maria yang telah turut mendoakan saya.
Saya berterima kasih karena orang tua saya diberi jalan dan kemudahan tepat pada waktunya sehingga bisa membiayai uang masuk Universitas adik bungsu saya yang mana biayanya tidak kecil. Benar-benar deh...Tuhan memberikan tidak lebih cepat atau lebih lambat, tetapi TEPAT WAKTU.
Lalu, cerita mengenai saya sendiri. Betapa kesabaran dan penantian selama setahun ini akhirnya terbayar sudah dengan kehadiran sebuah mobil yang sebentar lagi akan dikirim ke Jakarta.
Memang mobil ini bukan mobil baru, istimewa, harga selangit, kinclong, blink-blink dan bisa membuat penumpangnya bangga setengah mati. Mobil ini cuma mobil sedan biasa, yang diproduksi tahun 2003 alias umurnya sudah 10 tahun dan teknologinya tidak secanggih mobil-mobil sekarang. Beruntung, pemilik sebelumnya merawat mobil ini dengan baik sehingga meski usianya cukup tua, tetapi mobil ini masih terlihat sehat walafiat.
Meski mobil ini cuma sedan tua, tapi saya sangat berterima kasih pada Tuhan. Karena saya boleh memilikinya dari hasil keringat sendiri. Mobil ini tidak jatuh dari langit, tidak dibelikan orang tua, tidak dipinjami oleh kantor, tidak diberikan secara cuma-cuma oleh orang lain, tetapi hasil dari kesabaran menabung se-sen demi se-sen, dan tentunya atas ijin Tuhan.
Saya tidak akan lupa setahun lalu, ketika saya membulatkan tekad untuk memiliki mobil ini. Meskipun suami saya bilang menabung dengan persentase sekian dari gaji cukup berat, tetapi saya tidak peduli. Bulan demi bulan kami jalani seperti komitmen awal tahun. Godaan juga datang bertubi-tubi, di saat teman-teman bisa pelesir ke Bali dan luar negeri atau nonton konser dengan tiket harga jutaan atau beli hape baru, saya dan suami harus menahan keinginan jalan-jalan demi menabung. Padahal kan suami istri yang belum dikaruniai anak seharusnya banyak-banyak refreshing biar gak stress dan gampang bikin anak hahahahahaaa.....
Kadang-kadang, tidak jarang juga terjadi percekcokan yang disebabkan misi menabung gila-gilaan ini karena beda prinsip. Menurut suami, untuk menambah tabungan, kami harus semakin berhemat, menurut saya untuk menambah tabungan justru pendapatan kita harus ditambah, alias punya passive income. heheeee....seperti analogi gelas berisi 1/2 air, suami saya berpikir, "Gelas ini setengah kosong". Sedangkan saya berpikir,"Gelas ini setengah isi".
Sebagai manusia biasa, sering juga saya merasa iri pada orang-orang atau pasangan muda yang sepertinya tidak harus se-struggle kami. Yang sudah diberi rumah oleh orang tuanya, sudah diberi mobil, tinggal meneruskan bisnis keluarga, sehingga yang perlu dipikirkan mereka cuma "bikin anak" saja. Tidak perlu repot-repot memikirkan materi. Tapi kalau melihat ke atas terlalu lama ya bakal capek juga. Melihat ke atas perlu untuk motivasi, tapi kalau pikiran sudah menjurus ke iri, saya perlu sekali orang yang mengingatkan saya untuk melihat ke bawah. Betapa banyak juga orang-orang maupun pasangan yang tidak seberuntung kami berdua. Yang harus berjuang lebih keras lagi dan menghadapi cobaan yang jauh lebih berat. Seharusnya kami bersyukur atas semua yang kami punya.
Jadi, ini bukan akhir perjuangan. 1 wish list sudah terpenuhi di akhir tahun 2012. Masih banyak wish list yang lain yang harus dikejar ketika kita masih muda dan diberi kesehatan. Kalau teman saya woro-woro di facebook mengenai resolusinya di tahun 2013, saya cukup woro-woro di blog ini. Resolusi saya ya...semua yang ada di wish list heheheee....
Mari mengejar impian, dan semoga Anda selalu dalam berkat Tuhan, amin.
Rasa syukur yang begitu dalam dan terima kasih yang susah diungkapkan dengan kata dalam doa apalagi dalam blog ingin saya sampaikan pada Tuhan Yesus yang telah mendengarkan doa saya, dan Bunda Maria yang telah turut mendoakan saya.
Saya berterima kasih karena orang tua saya diberi jalan dan kemudahan tepat pada waktunya sehingga bisa membiayai uang masuk Universitas adik bungsu saya yang mana biayanya tidak kecil. Benar-benar deh...Tuhan memberikan tidak lebih cepat atau lebih lambat, tetapi TEPAT WAKTU.
Lalu, cerita mengenai saya sendiri. Betapa kesabaran dan penantian selama setahun ini akhirnya terbayar sudah dengan kehadiran sebuah mobil yang sebentar lagi akan dikirim ke Jakarta.
Memang mobil ini bukan mobil baru, istimewa, harga selangit, kinclong, blink-blink dan bisa membuat penumpangnya bangga setengah mati. Mobil ini cuma mobil sedan biasa, yang diproduksi tahun 2003 alias umurnya sudah 10 tahun dan teknologinya tidak secanggih mobil-mobil sekarang. Beruntung, pemilik sebelumnya merawat mobil ini dengan baik sehingga meski usianya cukup tua, tetapi mobil ini masih terlihat sehat walafiat.
Meski mobil ini cuma sedan tua, tapi saya sangat berterima kasih pada Tuhan. Karena saya boleh memilikinya dari hasil keringat sendiri. Mobil ini tidak jatuh dari langit, tidak dibelikan orang tua, tidak dipinjami oleh kantor, tidak diberikan secara cuma-cuma oleh orang lain, tetapi hasil dari kesabaran menabung se-sen demi se-sen, dan tentunya atas ijin Tuhan.
Saya tidak akan lupa setahun lalu, ketika saya membulatkan tekad untuk memiliki mobil ini. Meskipun suami saya bilang menabung dengan persentase sekian dari gaji cukup berat, tetapi saya tidak peduli. Bulan demi bulan kami jalani seperti komitmen awal tahun. Godaan juga datang bertubi-tubi, di saat teman-teman bisa pelesir ke Bali dan luar negeri atau nonton konser dengan tiket harga jutaan atau beli hape baru, saya dan suami harus menahan keinginan jalan-jalan demi menabung. Padahal kan suami istri yang belum dikaruniai anak seharusnya banyak-banyak refreshing biar gak stress dan gampang bikin anak hahahahahaaa.....
Kadang-kadang, tidak jarang juga terjadi percekcokan yang disebabkan misi menabung gila-gilaan ini karena beda prinsip. Menurut suami, untuk menambah tabungan, kami harus semakin berhemat, menurut saya untuk menambah tabungan justru pendapatan kita harus ditambah, alias punya passive income. heheeee....seperti analogi gelas berisi 1/2 air, suami saya berpikir, "Gelas ini setengah kosong". Sedangkan saya berpikir,"Gelas ini setengah isi".
Sebagai manusia biasa, sering juga saya merasa iri pada orang-orang atau pasangan muda yang sepertinya tidak harus se-struggle kami. Yang sudah diberi rumah oleh orang tuanya, sudah diberi mobil, tinggal meneruskan bisnis keluarga, sehingga yang perlu dipikirkan mereka cuma "bikin anak" saja. Tidak perlu repot-repot memikirkan materi. Tapi kalau melihat ke atas terlalu lama ya bakal capek juga. Melihat ke atas perlu untuk motivasi, tapi kalau pikiran sudah menjurus ke iri, saya perlu sekali orang yang mengingatkan saya untuk melihat ke bawah. Betapa banyak juga orang-orang maupun pasangan yang tidak seberuntung kami berdua. Yang harus berjuang lebih keras lagi dan menghadapi cobaan yang jauh lebih berat. Seharusnya kami bersyukur atas semua yang kami punya.
Jadi, ini bukan akhir perjuangan. 1 wish list sudah terpenuhi di akhir tahun 2012. Masih banyak wish list yang lain yang harus dikejar ketika kita masih muda dan diberi kesehatan. Kalau teman saya woro-woro di facebook mengenai resolusinya di tahun 2013, saya cukup woro-woro di blog ini. Resolusi saya ya...semua yang ada di wish list heheheee....
Mari mengejar impian, dan semoga Anda selalu dalam berkat Tuhan, amin.
Nangkring di depan rumah mertua @ Malang
Thursday, 20 December 2012
How I Met Your Father - Part 2
It's a blue chair day that I will remember for the next years.
Kid, I just think that....
maybe...
We are not ready to be your parent yet......
I am so sad to think of it, but it's true.
Because I realized that I am an egoist person, careless, and stubborn.
Let the story begin...
Today, your father bought a blue chair from the nearest supermarket. Once I saw that blue chair, all I can think is....THAT IS AN UGLY CHAIR !!!
When I asked him why he bought it, he answered me that it's the cheapest chair that he can found.
I can't believe it !!!!
He forget about what I said long long time ago that I want to buy the same chair for our dining room - the same black flowery chair. And he suddenly bought that ugly chair. How can he said that he knows me but he can't understand my sense of art ?
I knew, because of my words, your father would be feel offended since he is a kind of person who get upset easily.
You know, your mom is a kind of person who will say everything that she likes and dislikes straightly. And I said, "That chair will make our room looks bad, I don't like it, it's so ugly..."
And your dad said, "Never mind, I'll throw it away to the garbage room !!"
His answer is sooooo childish.
I even didn't ask him to do anything. I just said that I don't like it.
I knew he is so tired of brought that chair all the way home. He even said that he is shaking. How can I ask him to throw it away ? Am I that mean ?
But I don't want to interrupt his decision. I have asked him if it's a waste, but he just acted that didn't care (but actually I knew he DOES CARE about it).
He just want to save his ego.
Kid, I know your mother and father are just kids sometimes.
And maybe, God want us to learn to be more mature before He let us to take care of you.
I also really hope that the chair - which is now in the apartment garbage room - will find a nice master who will keep it carefully.
Kid, I just think that....
maybe...
We are not ready to be your parent yet......
I am so sad to think of it, but it's true.
Because I realized that I am an egoist person, careless, and stubborn.
Let the story begin...
Today, your father bought a blue chair from the nearest supermarket. Once I saw that blue chair, all I can think is....THAT IS AN UGLY CHAIR !!!
When I asked him why he bought it, he answered me that it's the cheapest chair that he can found.
I can't believe it !!!!
He forget about what I said long long time ago that I want to buy the same chair for our dining room - the same black flowery chair. And he suddenly bought that ugly chair. How can he said that he knows me but he can't understand my sense of art ?
I knew, because of my words, your father would be feel offended since he is a kind of person who get upset easily.
You know, your mom is a kind of person who will say everything that she likes and dislikes straightly. And I said, "That chair will make our room looks bad, I don't like it, it's so ugly..."
And your dad said, "Never mind, I'll throw it away to the garbage room !!"
His answer is sooooo childish.
I even didn't ask him to do anything. I just said that I don't like it.
I knew he is so tired of brought that chair all the way home. He even said that he is shaking. How can I ask him to throw it away ? Am I that mean ?
But I don't want to interrupt his decision. I have asked him if it's a waste, but he just acted that didn't care (but actually I knew he DOES CARE about it).
He just want to save his ego.
Kid, I know your mother and father are just kids sometimes.
And maybe, God want us to learn to be more mature before He let us to take care of you.
I also really hope that the chair - which is now in the apartment garbage room - will find a nice master who will keep it carefully.
Sunday, 25 November 2012
Pengen Android
Yaelahhh....rasanya kalo ngomongin wish list tuh ga pernah ada habisnya. Satu belum keturutan, eh muncul keinginan lain.
Apaaa lagi kali ini ????
ANDROID !!!!
Yeapp...si robot ijo ini sebenernya jadi dilema waktu aku mau beli bebe jaman dahulu kala. Cuman karena si bebe waktu itu memberikan pengaruh social pressure, alias kalo ga punya, kamu akan terkucil. Maka saya pun menetapkan hati membeli bebe.
Waktu berlalu, dan sama seperti Facebook yang jadi membosankan, saya juga bosan sama bebe. Terutama entah karena kutukan atau apa, bebe yang saya miliki selalu bermasalah dalam jangka waktu kurang dari setaon. Nasibbb....
Saya pun jadi teringat hape-hape jadul saya yang awet-awet, terutama si Motorola RAZR V3 yang dulu pernah melegenda, dan saya bangga banget memakainya meski fiturnya ga secanggih nokia ABC. Tapi stylenya donkkk..."gue banget dah si RAZR"
Terus karena sekarang jaman Android, maka saya pun jadi kepengen memiliki satu. Entah itu tablet atao smartphone. Dilemaaaa lagiiii....
Kalo smart phone, pilihan saya adalah
Motorola Droid RAZR Xt910
Kalo tablet, yang cocok di budget kayaknya
Samsung Galaxy Tab 2 Espresso
Mau mau mauuuuuuu.........
Apaaa lagi kali ini ????
ANDROID !!!!
Yeapp...si robot ijo ini sebenernya jadi dilema waktu aku mau beli bebe jaman dahulu kala. Cuman karena si bebe waktu itu memberikan pengaruh social pressure, alias kalo ga punya, kamu akan terkucil. Maka saya pun menetapkan hati membeli bebe.
Waktu berlalu, dan sama seperti Facebook yang jadi membosankan, saya juga bosan sama bebe. Terutama entah karena kutukan atau apa, bebe yang saya miliki selalu bermasalah dalam jangka waktu kurang dari setaon. Nasibbb....
Saya pun jadi teringat hape-hape jadul saya yang awet-awet, terutama si Motorola RAZR V3 yang dulu pernah melegenda, dan saya bangga banget memakainya meski fiturnya ga secanggih nokia ABC. Tapi stylenya donkkk..."gue banget dah si RAZR"
Terus karena sekarang jaman Android, maka saya pun jadi kepengen memiliki satu. Entah itu tablet atao smartphone. Dilemaaaa lagiiii....
Kalo smart phone, pilihan saya adalah
Motorola Droid RAZR Xt910
Kalo tablet, yang cocok di budget kayaknya
Samsung Galaxy Tab 2 Espresso
Mau mau mauuuuuuu.........
Bandung Culinary Journey
Sementara teman-teman saya merencanakan honeymoon ke Bali, Lombok, Singapore, Korea, Amerika, Eropa, Aussie....saat ini saya harus cukup puas dengan merayakan anniversary di kota yang gak jauh-jauh amat dari Jakarta, Bandung.
Selain karena memang saya jarang banget ke sana, juga karena cutinya mau dihabiskan di akhir tahun, jadi untuk jalan ke Bandung ini ga perlu sampai cuti. Cukup pergi hari Sabtu en pulang hari Minggu. So far...pengalaman ke sana cukup menyenangkan, sayangnya kami berdua buta arah dan gak bisa ke tempat yang jauh karena ga ada mobil. someday kalo ada mobil, mungkin saya akan menjelajah daerah-daerah lain seperti Dago Pakar, Ciwidey kawah putih, Lembang Boscha, Pasteur, dll.
Jadi, perjalanan setengah backpacker ini dimulai dari keberangkatan dengan travel DayTrans tujuan Grogol-Cihampelas. Sampai di Cihampelas, kami jalan kaki tanpa tahu arah menyusuri tepi jalan sampai ke Cihampelas Point. Suatu FO yang menurut saya bangunannya klasik. Di situ ada food court, dan karena lapar, kami pun berhenti untuk makan siang. Saya pesan batagor, si eric pesan mie kocok. Ternyata rasanya ga enakkkk....habisnya asal beli sih !
Perjalanan kaki pun berlanjut dan sampailah kami ke Cihampelas Walk. Suatu mall unik dengan konsep outdoor. Di sana kami nyobain beberapa menu tahu di Kedai Talaga.
Eh, gataunya di depan kedai talaga ada yang jual topi rajut ungu, yang pernah saya tulis di blog "Yui dan Sepatu Boot"
Tanpa banyak pikir en nawar, karena emang ga bisa nawar, maka saya langsung beli tuh topi.
Sorenya setelah boci di Hyatt dan merasakan ofuro di bathtub (*katro banget nih), kami melanjutkan kuliner ke Hyper Square Food Market yang katanya menyediakan 1100 macam menu. Di sana suasananya romantis. Ada Wish Fountain juga, buat make a wish terus nyemplungin koin.
Menu dinner kami adalah.....
Kenyang. Balik hotel. Meskipun sebenarnya saya masih pingin ke daerah Pasteur, tapi karena habis ujan, takutnya macet menurut info sopir taxi.
Besok paginya, saya bela-belain berenang dan menarik si eric keluar dari selimut gulungnya. Soalnya, kalo nginep di hotel berkolam renang, tapi gak renang, rasanya kurang afdol. Habis berenang, kami menuju cafe untuk breakfast, dan saya sedikit kecewa karena menu-nya gak sevariatif di G.H.Universal huhuuu...
Oke, perjalanan di Bandung yang menyenangkan namun singkat dan kurang memuaskan ini pun berakhir sudah. Semoga ke depannya kalo udah punya mobil sendiri bisa menjelajahi tempat yang lain.
Selain karena memang saya jarang banget ke sana, juga karena cutinya mau dihabiskan di akhir tahun, jadi untuk jalan ke Bandung ini ga perlu sampai cuti. Cukup pergi hari Sabtu en pulang hari Minggu. So far...pengalaman ke sana cukup menyenangkan, sayangnya kami berdua buta arah dan gak bisa ke tempat yang jauh karena ga ada mobil. someday kalo ada mobil, mungkin saya akan menjelajah daerah-daerah lain seperti Dago Pakar, Ciwidey kawah putih, Lembang Boscha, Pasteur, dll.
Jadi, perjalanan setengah backpacker ini dimulai dari keberangkatan dengan travel DayTrans tujuan Grogol-Cihampelas. Sampai di Cihampelas, kami jalan kaki tanpa tahu arah menyusuri tepi jalan sampai ke Cihampelas Point. Suatu FO yang menurut saya bangunannya klasik. Di situ ada food court, dan karena lapar, kami pun berhenti untuk makan siang. Saya pesan batagor, si eric pesan mie kocok. Ternyata rasanya ga enakkkk....habisnya asal beli sih !
Perjalanan kaki pun berlanjut dan sampailah kami ke Cihampelas Walk. Suatu mall unik dengan konsep outdoor. Di sana kami nyobain beberapa menu tahu di Kedai Talaga.
Ini di lokasi mall, bukan di pedagang kaki lima...lucu ya ?
The Menus.....
Eh, gataunya di depan kedai talaga ada yang jual topi rajut ungu, yang pernah saya tulis di blog "Yui dan Sepatu Boot"
Tanpa banyak pikir en nawar, karena emang ga bisa nawar, maka saya langsung beli tuh topi.
yeyy...my purple hat *joget-joget
Sorenya setelah boci di Hyatt dan merasakan ofuro di bathtub (*katro banget nih), kami melanjutkan kuliner ke Hyper Square Food Market yang katanya menyediakan 1100 macam menu. Di sana suasananya romantis. Ada Wish Fountain juga, buat make a wish terus nyemplungin koin.
yuhuuuii....take a bath, not a shower !!! *katro' dipelihara
It's not that hard to throw a coin ^^ jadi inget game FF IX
*Bamboo rice - kayak di Harvest Moon
*cakue
*Martabak manis, helloooo ?!!
Kenyang. Balik hotel. Meskipun sebenarnya saya masih pingin ke daerah Pasteur, tapi karena habis ujan, takutnya macet menurut info sopir taxi.
Besok paginya, saya bela-belain berenang dan menarik si eric keluar dari selimut gulungnya. Soalnya, kalo nginep di hotel berkolam renang, tapi gak renang, rasanya kurang afdol. Habis berenang, kami menuju cafe untuk breakfast, dan saya sedikit kecewa karena menu-nya gak sevariatif di G.H.Universal huhuuu...
Swimming timee.....baru 1/2 putaran udah ngos-ngosan >_<
Oke, perjalanan di Bandung yang menyenangkan namun singkat dan kurang memuaskan ini pun berakhir sudah. Semoga ke depannya kalo udah punya mobil sendiri bisa menjelajahi tempat yang lain.
Wednesday, 7 November 2012
Continuing My Study In Design Field
Sepertinya wish list saya harus nambah lagi, padahal belum satu pun terwujud.
Yap, saya ingin melanjutkan kuliah S2 di bidang desain.
Sebenarnya keinginan ini sudah muncul sejak saya berencana mengambil S2 Manajemen, tapi waktu itu saya sepertinya lebih tertarik dengan bidang lain yang masih asing bagi saya. Saya pengen belajar manajemen, dan jadilah saya kuliah di Binus Business School.
Setelah resmi lulus dari Magister Manajemen, saya untuk sementara puas. Keinginan untuk S2 desain sirna. Namun beberapa hari ini, ketika saya membaca literatur-literatur tentang sejarah sosial Indonesia pada masa kolonial, sebagai referensi untuk karya tulis fiksi saya yang entah kapan bisa selesai, saya jadi kepikiran untuk melanjutkan studi desain.
Saya ingin melakukan penelitian atau pengkajian desain yang berhubungan dengan sejarah. Bahkan topik intinya langsung muncul di kepala saya ketika membaca salah satu literatur itu. Saya pengen melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung, fakultas seni rupa dan desain. Tapi tentu saja, itu bukan prioritas saat ini. Saya percaya, semua ada waktunya. Untuk saat ini, saya pikir lebih baik jika saya fokus pada karir dan bikin anak dulu hehehee....
Mungkin nanti, ketika anak saya sudah jadi toddler dan bisa diajak pergi-pergi, saya bisa mengajaknya keliling Jakarta-Bandung. Maminya kuliah, anaknya diajak juga hahahaaa...
Ehhh...tapi berarti saya harus resign donk ?!
Yahh, kenapa karir dan impian tidak berjalan seirama T__T
Friday, 2 November 2012
Candy-Candy itu Jodohnya Albert. TITIK.
Hayooo....angkat tangan, siapa angkatan anak SD tahun 1995 yang gak tau atau gak pernah denger Candy-Candy sama sekali ???
Candy-Candy adalah salah satu komik favorit saya, dan setiap kali baca komiknya, saya PASTI nangis! Saya benar-benar menyesal ketika komik Candy-Candy dijual sepaket dari seri 1-9 kenapa tidak saya beli ketika saya kelas 5 SD, saya malah beli serial Mari-Chan.
Huaaaa....stupidddd....
Sedangkan animenya sempat diputar di RCTI sekitar tahun 1994-1995 yang membuat Candy-Candy booming di kalangan anak cewek Indonesia. Bahkan tidak sedikit juga anak cowok yang tertarik.
Namun sayang sekali, karena masalah sengketa hak cipta antara pengarang ceritanya, dan ilustrator alias mangaka-nya, maka komik Candy-Candy ini tidak dipublish ulang.
Namun, karena kongkalikong antara mangaka-nya dan salah satu perusahaan TV Taiwan, anime Candy-Candy sempat dirilis dalam versi CD/DVD. Sayangnya saya cuma punya sampai season 2 ketika Candy-Candy bekerja sebagai perawat. Sampai saat postingan ini ditulis, saya belum dapet yang season 3.
Yang bikin saya geregetan adalah.....
Perhelatan di dunia maya mengenai ending Candy-Candy yang menggantung.
YA ! Pada bagian ending-nya, diceritakan Candy-Candy akhirnya bertemu dengan Paman William yang selama ini membantu dia mengatasi kesulitan, dan dia ternyata adalah cinta pertama Candy yang ditemui di bukit poni, yang disebut Candy sebagai "Pangeran Bukit Poni" dan juga adalah sahabat Candy yang suka berkelana, Albert.
Pangeran Bukit Poni = Albert = Paman William
Kalau dipikir secara logika, biasanya, cowok yang pertama ditemui di awal cerita dan meninggalkan kesan lalu muncul lagi di bagian ending secara mengejutkan, berarti cowok tersebut dimaksudkan si pengarang cerita sebagai JODOH dari si pemeran utama cewek.
Meski demikian, karena endingnya hanya diceritakan sampai terungkapnya jati diri Paman William, tanpa memberikan hint kepada siapa Candy akan melabuhkan cintanya, para penggemar Terrence Grandchester bersikeras bahwa Candy akan tetap jadian dengan mantannya itu.
Urrghh.......
sebenarnya saya cuma pengen menumpahkan uneg-uneg dan kengototan ini kepada penggemar Terry Grandchester, karena malas bergabung ke forum-forum ga jelas, lebih baik saya tumpahkan di blog saya sendiri.
Pokoknyaaaaaa..
CANDY WHITE + WILLIAM ALBERT ARDLEY
tidak boleh ada interupter lain, apalagi si nyebelin Terry. Biarin Terry ama si Suzanna, biar Candy berbahagia dengan cinta pertamanya yang selalu ada kapan pun dan di mana pun dia membutuhkan dukungan.
Namanya juga jodoh. Gak akan ke mana.
Masih belum percaya juga kalau Candy & Albert adalah SOULMATE ????
Mari kita telusuri perjalanan Candy :
1. Saat Candy sedih karena tak seorang pun menginginkan dia sebagai anak angkat, dia bertemu dengan Pangeran Bukit Poni (aka William Albert Ardley) yang memberi dia keberanian untuk berharap dan terus bermimpi. Saat itu Candy kecil menganggap sang pangeran adalah cinta pertamanya.
2. Enam tahun kemudian, saat Candy berumur 12 tahun dan pertama kali bertemu dengan Anthony Brown, yang dia ingat pertama kali adalah Pangeran Bukit Poni, cinta pertamanya. Tidak heran, karena Anthony adalah keponakan Albert yang memang sangat mirip dengannya. Anthony bahkan sempat cemburu dengan Pangeran Bukit Poni yang selalu diceritakan Candy.
3. Saat Candy hendak dijual sebagai budak ke Mexico oleh keluarga Regan, ia secara tak sengaja bertemu dengan Albert (aka William Albert Ardley) yang saat itu sedang menyamar sehingga tak seorang pun mengenali dia. Dia mengenakan wig coklat, padahal rambut aslinya pirang. Dan mengenakan jenggot palsu, sehingga tampak tua. Padahal aslinya masih muda dan gantenggggg......
4. Saat Candy hidup terlunta-lunta karena perlakuan keluarga Regan, Paman William (aka William Albert Ardley) dengan bantuan 3 bersaudara sepupu Anthonny, Archie, dan Stea mengangkat Candy sebagai putri keluarga Ardley. Konglomerat di Chicago. Di sini, Paman William digambarkan sebagai "Paman Kaki Panjang" yang dengan misterius selalu membantu Candy.
Karena tak seorang pun tahu jati diri William, kecuali si nenek Elroy, semua orang termasuk Candy mengira William adalah seorang lelaki tua kaya yang baik hati dan tidak tertarik bersosialisasi. Padahal William sebenarnya adalah seorang pemuda yang baru beranjak dewasa dan kaya karena dapat warisan, namun lebih suka berkelana dekat dengan alam sehingga dia menyerahkan urusan tetek bengek kepada nenek Elroy dan cuma memberikan instruksi jika keadaan urgent.
5. Paman William menyekolahkan Candy ke St. Paul, di mana ia bertemu dengan Terry Grandchester dan saling jatuh cinta. Sayang (walaupun sebenarnya tidak), kisah mereka tidak bisa berlanjut karena adanya pihak ketiga, Suzanna Marlow. Yahhhh....namanya juga gak jodoh, relain aja deh wahai penggemar Terry. Say bye-bye to Terry.
6. Candy memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah perawat. Di mana pada suatu ketika, ia bertemu dengan Albert yang lupa ingatan. Mereka bahkan sempat tinggal dalam sebuah rumah yang sama alias KUMPUL KEBO, dan menjadi bahan gosip orang. Candy saat itu mungkin hanya menganggap Albert sebagai "kakak" karena ia masih menyimpan rasa sayang pada Terry. Namun berbeda dengan Albert, justru rasa sayangnya pada Candy mulai tumbuh saat ia menjadi orang lain yang lupa ingatan. Rasa sayang Albert kepada Candy saat itu murni dan tulus, ketika ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Saat Albert mendapatkan ingatannya kembali, ia pergi dengan diam-diam sambil meninggalkan surat terima kasih pada Candy karena telah merawatnya.
6. Candy dan Terry akhirnya menyadari satu sama lain bahwa mereka tidak mungkin bisa bersama lagi, bagaimana pun rasa sayang itu masih ada. Kisah mereka adalah kenangan manis masa muda. Namun kenyataan yang berbicara lain memaksa mereka untuk bersikap dewasa atas pilihan mereka masing-masing. Sekalipun pilihan itu diambil secara terpaksa. Terry yang hancur-hancuran karena putus asa memutuskan untuk kembali melangkah dan berusaha meyayangi Suzanna, Candy juga memutuskan untuk tidak lagi menemui Terry dan berniat melupakannya.
7. Kisah Candy dan Terry yang menggambarkan kisah masa muda Candy berakhir. Lalu babak baru pun dimulai, babak di mana Candy menuju kedewasaan. Di mana ia kembali ke bukit poni, ke tempatnya berasal. Dan di saat inilah, di awal babak baru, jati diri Pangeran Bukit Poni, cinta pertama candy, yang sejak awal sengaja disembunyikan oleh pengarang, DIUNGKAPKAN. Dan dia adalah....jeng...jeng..jeng....
ALBERT !!!!!
Jadi, sekali lagi saya tegaskan dengan NGOTOT bahwa,
CANDY adalah jodohnya PANGERAN BUKIT PONI
CANDY adalah jodohnya ALBERT
CANDY adalah jodohnya PAMAN WILLIAM
Candy-Candy adalah salah satu komik favorit saya, dan setiap kali baca komiknya, saya PASTI nangis! Saya benar-benar menyesal ketika komik Candy-Candy dijual sepaket dari seri 1-9 kenapa tidak saya beli ketika saya kelas 5 SD, saya malah beli serial Mari-Chan.
Huaaaa....stupidddd....
Sedangkan animenya sempat diputar di RCTI sekitar tahun 1994-1995 yang membuat Candy-Candy booming di kalangan anak cewek Indonesia. Bahkan tidak sedikit juga anak cowok yang tertarik.
Namun sayang sekali, karena masalah sengketa hak cipta antara pengarang ceritanya, dan ilustrator alias mangaka-nya, maka komik Candy-Candy ini tidak dipublish ulang.
Namun, karena kongkalikong antara mangaka-nya dan salah satu perusahaan TV Taiwan, anime Candy-Candy sempat dirilis dalam versi CD/DVD. Sayangnya saya cuma punya sampai season 2 ketika Candy-Candy bekerja sebagai perawat. Sampai saat postingan ini ditulis, saya belum dapet yang season 3.
Yang bikin saya geregetan adalah.....
Perhelatan di dunia maya mengenai ending Candy-Candy yang menggantung.
YA ! Pada bagian ending-nya, diceritakan Candy-Candy akhirnya bertemu dengan Paman William yang selama ini membantu dia mengatasi kesulitan, dan dia ternyata adalah cinta pertama Candy yang ditemui di bukit poni, yang disebut Candy sebagai "Pangeran Bukit Poni" dan juga adalah sahabat Candy yang suka berkelana, Albert.
Pangeran Bukit Poni = Albert = Paman William
Kalau dipikir secara logika, biasanya, cowok yang pertama ditemui di awal cerita dan meninggalkan kesan lalu muncul lagi di bagian ending secara mengejutkan, berarti cowok tersebut dimaksudkan si pengarang cerita sebagai JODOH dari si pemeran utama cewek.
Meski demikian, karena endingnya hanya diceritakan sampai terungkapnya jati diri Paman William, tanpa memberikan hint kepada siapa Candy akan melabuhkan cintanya, para penggemar Terrence Grandchester bersikeras bahwa Candy akan tetap jadian dengan mantannya itu.
Urrghh.......
sebenarnya saya cuma pengen menumpahkan uneg-uneg dan kengototan ini kepada penggemar Terry Grandchester, karena malas bergabung ke forum-forum ga jelas, lebih baik saya tumpahkan di blog saya sendiri.
Pokoknyaaaaaa..
CANDY WHITE + WILLIAM ALBERT ARDLEY
tidak boleh ada interupter lain, apalagi si nyebelin Terry. Biarin Terry ama si Suzanna, biar Candy berbahagia dengan cinta pertamanya yang selalu ada kapan pun dan di mana pun dia membutuhkan dukungan.
Namanya juga jodoh. Gak akan ke mana.
Masih belum percaya juga kalau Candy & Albert adalah SOULMATE ????
Mari kita telusuri perjalanan Candy :
1. Saat Candy sedih karena tak seorang pun menginginkan dia sebagai anak angkat, dia bertemu dengan Pangeran Bukit Poni (aka William Albert Ardley) yang memberi dia keberanian untuk berharap dan terus bermimpi. Saat itu Candy kecil menganggap sang pangeran adalah cinta pertamanya.
2. Enam tahun kemudian, saat Candy berumur 12 tahun dan pertama kali bertemu dengan Anthony Brown, yang dia ingat pertama kali adalah Pangeran Bukit Poni, cinta pertamanya. Tidak heran, karena Anthony adalah keponakan Albert yang memang sangat mirip dengannya. Anthony bahkan sempat cemburu dengan Pangeran Bukit Poni yang selalu diceritakan Candy.
3. Saat Candy hendak dijual sebagai budak ke Mexico oleh keluarga Regan, ia secara tak sengaja bertemu dengan Albert (aka William Albert Ardley) yang saat itu sedang menyamar sehingga tak seorang pun mengenali dia. Dia mengenakan wig coklat, padahal rambut aslinya pirang. Dan mengenakan jenggot palsu, sehingga tampak tua. Padahal aslinya masih muda dan gantenggggg......
4. Saat Candy hidup terlunta-lunta karena perlakuan keluarga Regan, Paman William (aka William Albert Ardley) dengan bantuan 3 bersaudara sepupu Anthonny, Archie, dan Stea mengangkat Candy sebagai putri keluarga Ardley. Konglomerat di Chicago. Di sini, Paman William digambarkan sebagai "Paman Kaki Panjang" yang dengan misterius selalu membantu Candy.
Karena tak seorang pun tahu jati diri William, kecuali si nenek Elroy, semua orang termasuk Candy mengira William adalah seorang lelaki tua kaya yang baik hati dan tidak tertarik bersosialisasi. Padahal William sebenarnya adalah seorang pemuda yang baru beranjak dewasa dan kaya karena dapat warisan, namun lebih suka berkelana dekat dengan alam sehingga dia menyerahkan urusan tetek bengek kepada nenek Elroy dan cuma memberikan instruksi jika keadaan urgent.
5. Paman William menyekolahkan Candy ke St. Paul, di mana ia bertemu dengan Terry Grandchester dan saling jatuh cinta. Sayang (walaupun sebenarnya tidak), kisah mereka tidak bisa berlanjut karena adanya pihak ketiga, Suzanna Marlow. Yahhhh....namanya juga gak jodoh, relain aja deh wahai penggemar Terry. Say bye-bye to Terry.
6. Candy memutuskan untuk melanjutkan ke sekolah perawat. Di mana pada suatu ketika, ia bertemu dengan Albert yang lupa ingatan. Mereka bahkan sempat tinggal dalam sebuah rumah yang sama alias KUMPUL KEBO, dan menjadi bahan gosip orang. Candy saat itu mungkin hanya menganggap Albert sebagai "kakak" karena ia masih menyimpan rasa sayang pada Terry. Namun berbeda dengan Albert, justru rasa sayangnya pada Candy mulai tumbuh saat ia menjadi orang lain yang lupa ingatan. Rasa sayang Albert kepada Candy saat itu murni dan tulus, ketika ia bahkan tidak mengenali dirinya sendiri. Saat Albert mendapatkan ingatannya kembali, ia pergi dengan diam-diam sambil meninggalkan surat terima kasih pada Candy karena telah merawatnya.
6. Candy dan Terry akhirnya menyadari satu sama lain bahwa mereka tidak mungkin bisa bersama lagi, bagaimana pun rasa sayang itu masih ada. Kisah mereka adalah kenangan manis masa muda. Namun kenyataan yang berbicara lain memaksa mereka untuk bersikap dewasa atas pilihan mereka masing-masing. Sekalipun pilihan itu diambil secara terpaksa. Terry yang hancur-hancuran karena putus asa memutuskan untuk kembali melangkah dan berusaha meyayangi Suzanna, Candy juga memutuskan untuk tidak lagi menemui Terry dan berniat melupakannya.
7. Kisah Candy dan Terry yang menggambarkan kisah masa muda Candy berakhir. Lalu babak baru pun dimulai, babak di mana Candy menuju kedewasaan. Di mana ia kembali ke bukit poni, ke tempatnya berasal. Dan di saat inilah, di awal babak baru, jati diri Pangeran Bukit Poni, cinta pertama candy, yang sejak awal sengaja disembunyikan oleh pengarang, DIUNGKAPKAN. Dan dia adalah....jeng...jeng..jeng....
ALBERT !!!!!
Jadi, sekali lagi saya tegaskan dengan NGOTOT bahwa,
CANDY adalah jodohnya PANGERAN BUKIT PONI
CANDY adalah jodohnya ALBERT
CANDY adalah jodohnya PAMAN WILLIAM
![]() |
| Tuuuhh kannnn....adegan endingnya menyentuh banget, tiap kali baca langsung berkaca-kaca |
![]() |
| Candy & Albert FOREVER |
Subscribe to:
Posts (Atom)



















