Tidak pernah terbersit sedikit pun di pikiranku bahwa ulang tahun ke-29 akan kurayakan di Rumah sakit dan menerima kabar paling mengejutkan dalam hidupku.
Semua ini berawal ketika suami membelikan paket MCU diskonan dari Groupon Disdus yang di dalamnya termasuk paket foto Rontgen THorax. Setelah hasilnya jadi, suami mendapat telepon dari lab tempat MCU itu kalo hasil foto Rontgen-nya ada yang gak beres, dan si petugas lab itu menyarankan supaya kita ambil tes Echocardiography.
Kita yang sebelumnya sudah pernah periksa ke berbagai macam dokter, mulai dari dokter jantung, dokter THT, dokter saraf, tanpa pikir panjang pun langsung memutuskan untuk periksa ke dokter paru-paru, tanpa memedulikan saran si pegawai lab untuk ECG. Karena tahun 2012, aku sudah pernah melakukannya dengan dokter jantung di salah satu rumah sakit di Grogol.
Dokter spesialis paru-paru ini merupakan rekomendasi salah seorang temanku yang juga dokter muda. Dia pernah menderita pneumonia dan menjadi pasien si dokter paru ini. Namanya Dr. P. Handojo, katanya salah satu dokter spesialis paru senior yang cukup terkenal di Jakarta.
Begitu melihat hasil rontgen-ku, dr. Handojo langsung mengklaim bahwa ada yang tidak beres dengan jantungku. Dia menyarankan untuk CT Scan, untuk melihat lebih detail ke dalam paru-paru ku, meskipun kecurigaan terhadap si pembawa masalah adalah jantung.
Berhubung biaya CT Scan mahal, aku langsung mengajukan untuk rawat inap di RS supaya bisa direimburse asuransi. Dokter langsung setuju, karena dengan dirawat di RS dia jadi bisa langsung kolaborasi dengan dokter jantung, dan langsung merujuk aku ke ketua tim jantung di RS tersebut. Jadilah kami pulang dan berkemas untuk rawat inap di salah satu rumah sakit Kristen di kawasan Kebon Jeruk.
Selama 2 hari pertama, keadaanku di RS baik-baik aja, beberapa tes aku jalani satu persatu :
1. CT Scan dengan disuntikkan cairan kontras. Jadi prosesnya hampir mirip sama tes HSG waktu aku cek apakah di saluran tuba falopi ada kebuntuan atau tidak. Kali ini cairan kontras disuntikkan dari alat berbentuk tabung ke infus dan masuk ke jantung serta paru-paru. Aliran cairan kontras ini kemudian difoto. Ada sensasi panas di sekujur tubuh sewaktu cairan ini mengaliri nadi-nadiku hihiii...untung sebelumnya udah dikasi tau jadi gak shock.
2. Tiup paru-paru. Aku disuruh menghirup napas dalam-dalam, kemudian tahan napas dan memasukkan semacam tabung sensor ke dalam mulut, lalu hembus napas kuat-kuat melalui tabung tersebut. Hasilnya nanti akan muncul di monitor berupa grafik-grafik. Yang lucunya, di monitor ada animasi ikan dan tirai panggung. Kalau kita hembus napasnya pelan, tirai panggung dalam animasi itu cuma akan terbuka dikit dan ikan yang kelihatan cuma 1-2 ekor. Katanya kalau hembus napas kita kuat, tirai yang terbuka akan lebar dan akan nampak jenis ikan lainnya. Dari hasil grafik, sepertinya kemampuanku hanya mencapai kurang dari 50% alias not good.
3. Echo jantung. Nah...yang ini sebelumnya aku sudah pernah, tapi kali ini alat yang digunakan lebih canggih kelihatannya. Dari sini bisa kelihatan bahwa bilik kanan jantung yang menyambung ke arteri paru-paru membesar lebih dari normal. Padahal seharusnya bilik kanan itu lebih kecil dari bilik kiri, karena kan bilik kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Di sini juga ketahuan bahwa diagnosis dokter jantung sebelumnya, yang mengatakan bahwa klep jantungku terlalu panjang sebenarnya TIDAK TEPAT. Klep jantungku sebenarnya baik-baik aja, cuman karena ukuran bilik kanan membesar dan bilik kiri mengecil, tampaklah si klep jantung seperti kepanjangan pada bilik kiri.
4. Cek darah setiap hari. Ganti infus sampai 2x karena normalnya infus cuma boleh sampai 3 hari, kalo lebih dari itu harus diganti sebab bisa mengakibatkan infeksi. Selain disuntik melalui pembuluh vena untuk mengetahui profil darah secara keseluruhan, aku juga diambil darahnya melalui PEMBULUH ARTERI untuk mengetahui secara langsung kadar O2 yang dibawa darah Fresh From The Lungs, yaitu pembuluh yang terletak jauh di dalam, yang terasa denyutnya, dan aliran darahnya menyembur, jika dipotong cocok untuk orang yang mau bunuh diri. Kalo biasanya orang cek darah diambil dari pembuluh vena cuman sakit bentar pas jarum masuk dan keluar, beda dengan ketika disuntik di pembuluh arteri. Luka tusukan di luar udah sembuh, tapi yang di dalem ini berasanya masih sampai berhari-hari kemudian....
Setelah cek ini itu, akhirnya (untuk sementara) para dokter menyimpulkan bahwa penyebab aku gampang capek dan ngos-ngos an di luar batas normal adalah PULMONARY HYPERTENSION PRIMARY.
Psstt...ternyata penyakit ini masuk ke kategori CRITICAL DISEASE di dalam polis asuransi prudential. Tapi belum bisa klaim karena belum masuk stadium 4 alias masih di tingkat menengah.
Kenapa disebut primary ?
Karena waktu itu para dokter masih di grey area untuk menyimpulkan penyebab tingginya tekanan di paru-paru. Selama ini, di dunia kedokteran, 90% penyebab pulmonary hypertension termasuk dalam kategori tidak diketahui alias faktor X karena, penyakit itu sendiri sangat langka terjadi, perbandingannya 1 : 1000
TAPI...
masih ada 1 tes lagi yang bisa dilakukan untuk memperkuat kesimpulan para dokter. Tes itu adalah TEE.
Sayangnya, pada saat dokter jantung akan melakukan TEE, aku malah terserang demam yang menyebabkan trombosit turun setiap harinya. Karena dicurigai virus Demam Berdarah, akhirnya ditunggulah 3 hari untuk menunggu munculnya virus itu sejak masa inkubasi. Puji Tuhan, hasilnya negatif. Ternyata demamnya cuma karena virus biasa, dan setelah 3 hari aku gak demam lagi.
Maka pada hari Kamis, 6 Maret 2014, aku melakukan TEE.
Sebuah prosedur untuk mendapatkan foto organ dalam dengan lebih jelas, dengan memasukkan kamera micro melalui kerongkongan. Untuk melakukan tes ini, mulutku dibius lokal dan aku dibius total alias terlelap tanpa daya selama 1 jam. Meskipun dokternya nawarin supaya aku ga perlu bius total, tapi hatiku lebih tenang kalo aku bius total dan terlelap ke alam mimpi... jadi bangun-bangun semuanya udah kelar. Daripada cuma bius lokal, aku bisa liat ini itu malah cemas dan panik.
1 jam berlalu....
Dan akhirnya si dokter jantung, Antono Sutandar beserta asistennya, Reynold Agustinus, menemukan sesuatu.
Sesuatu yang menyebabkan terjadinya Pulmonary Hypertension.
Sesuatu yang mengubah diagnosis para dokter yang sebelumnya PRIMARY menjadi SECONDARY.
Sesuatu yang menyebabkan mamaku menangis di tempat dan tidak nafsu makan sampai beberapa jam sesudahnya.
Sesuatu yang membuatku divonis tidak boleh hamil, karena 75% akan menyebabkan kematian padaku, bayiku, atau kami berdua.
Sesuatu yang akan mengubah hidupku selamanya.
Sesuatu yang menjadi SALIBKU.
Salib yang harus aku pikul sampai saat Tuhan berkenan mengangkatnya.
Sesuatu yang akan aku ceritakan pada dunia suatu hari nanti.
NB : Perjalanan ini belum selesai sampai sini. Akan ada 2nd opinion dari dokter-dokter lain mungkin suatu hari nanti, akan ada obat-obat alternatif, dan lain-lain dan lain-lain
Tuesday, 11 March 2014
Friday, 21 February 2014
Mr. Nyebelin
Gue punya kolega yang duduk tepat di depan kubikel gue, sebut aja namanya PETER.
Peter ini orangnya loyal banget sama perusahaan, dan bukti keloyalannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan diangkatnya dia menjadi Supervisor dan mendapat fasilitas mobil dari perusahaan.
Gue tau sih, emang dari sononya si Peter ini udah agak nyebelin orangnya. Tapi belakangan, ntah kenapa kok gue ngerasa dia makin meningkat kadar ke-nyebelin-nya.
Jadi ceritanya begini...
Di suatu sore menjelang malam nan cerah selepas jam kerja, sebagian staff di lantai gue udah berkemas untuk pulang, termasuk gue. Tiba-tiba, si Peter ini mendatangi gue dan meneplok lengan gue dengan gulungan kertas, "PLOK !"
Gue meringis aja, karena emang ga sakit sama sekali. Dan dimulailah percakapan kami.
Peter : Eh, udah mau pulang ? Tumben...
Gue : Iya...
Peter : Gak sakit ya gue teplok, udah biasa main kasar di rumah ?
Gue : *tau maksudnya main kasar tuh masokist style, sex pake kekerasan, soalnya si Peter jablai ini kalo guyonan sama gue ntah kenapa topiknya selangkangan melulu*
"Bukan gue donk yang biasa sakit, kan suami gue yang kata lo sering gue kasarin, harusnya dia yang biasa sakit"
Peter : Oh gitu yaa...hehehee...pantesan suami lu naik busway terus, gak pernah naik motor ke kantornya. Pasti gara-gara dengkulnya pegel tiap malem lo kasarin !"
Gue : Hahaaa....kok cowok sih yang dengkulnya pegel. Harusnya kan cewek yang biasanya dengkulnya pegel. Lagian suami gue sering kok naik motor kalo pas lagi macet kayak hari Jumat atao Senin."
Peter : Kalo naik mobil gak pernah ya ?
Gue : Gak...selain karena jalur 3 in 1, di sana meski karyawan tetep harus bayar parkir 3000 per jam. Gak ada sistem langganan kayak di ruko kita.
Peter : Mobilnya dipake cuman buat kondangan doank ya ? ahahahaa....Jual aja lahh...ganti AGYA.
Gue : Gak ah, gue gak suka interiornya AGYA, keliatan ringkih.
Peter : Kan mobil lo bempernya udah mo copot ! Kalo AGYA kan masih baru.
Gue : *Mulai sebel* Udah gue asuransiin kok bempernya kemarin, udah diganti dan gak beret-beret lagi.
Rasanya pengen gue jitak tuh orang.
Mentang-mentang abis dapet Panther dari kantor, dia lupa ama mobil sedannya yang juga keluaran 10 tahun lalu kayak mobil gue, dan power windownya macet pas di kondangan. Masih mendingan mobil gue, biar beret sana-sini tapi gak pernah rewel.
Gue masih inget banget tuh, waktu dia beli mobil sedan tuanya itu. Tiba-tiba aja tanpa ada angin, tanpa ada ujan, dia nunjukin bukti setoran Rp. 40 Juta ke gue dan bilang kalo itu DP mobil. Waktu itu gue kasih dia selamat karena akhirnya bisa beli mobil, dan gue bilang juga lagi nabung buat beli mobil meski gatau kapan bisa beli. Waktu itu kita bercanda-canda kalo beli mobil buat kondangan aja biar dandanan gak rusak, kita ketawa-ketawa, bahkan melakukan TOS aka high five.
Sekarang aja sok-nya kumat dan nyuruh-nyuruh orang jual mobil jelek, mentang-mentang dia udah dapet mobil dari kantor. Teruss...kalo gue beneran jual dan beli BMW seri 5, pasti gue bakal disuruh jual lagi biar bisa beli Jaguar. Kalo gue beli jaguar, mungkin juga disuruh jual dan beli Ferarri !
Pernah juga di suatu hari saat makan siang, dia menyinggung-nyinggung soal jual mobil. Waktu itu dia habis mampir ke apartemen lama gue yang rusunami, dan mungkin agak shock melihat kondisi apartemen yang sumpek dan semrawut. Banyak yang jemur pakaian di balkon yang ketutup pagar bak penjara, terus parkiran sempit nan kacau.
Peter : Tuh mobil lu ga pernah dipake, cuman buat kondangan, mending jual aja lah...buat DP rumah
Gue : *sebel* hehehee...gak lah, gue pengen beli rumah yang DP-nya 300 juta, ga cukup lah kalo mobil gue dijual.
Gue dalem hati : sotoy bener sih nih orang bilang mobil gue ga pernah dipake. Lagian tanpa jual mobil juga gue bisa kok beli rumah someday. Gak kayak elu, udah umur 30 tahun lebih masih aja numpang di rumah orang tua.
Peter : Kok bisa sih tahan tinggal di apartemen sempit banget kayak gitu. Ih kalo gue sih gak bakalan betah deh...hahahahaa....mana kemarin banyak banget lagi bangku baksonya (info: gue ga punya sofa, alhasil tamu didudukin di bangku-bangku bakso).
Udah gitu berantakan, kayak tempat tinggal gue, kayak ga ada ceweknya.
Gue : hahahahaa.....
Gue dalem hati : memble banget nih orang ! udah bagus kemarin gue ajak ke rumah karena dia minta pinjem charger laptop. Dah gue pinjemin, malah jelek-jelekin apartemen gue. Ya emang rusunami masa mau dibandingin sama kondominium. Hello ??!
Daripada elu, ga kluar ongkos sewa, numpang rumah ortu, udah umur 30 tahun lebih, MASIH juga belum bisa beli rumah sendiri ??? Talk to my hand bro...
Terus, gue penasaran juga kenapa dia selaluuu nyaranin orang beli AGYA.
Masih di saat makan siang di lain hari, salah satu kolega kita yang baru aja merit, sebut aja namanya HARI, nanya-nanya ke gue tentang cicilan mobil. Rencananya dia pengen beli mobil Xenia / Avanza.
Eh tiba-tiba si Peter ini nimbrung....
Peter : Lo ngapain beli Xenia Avanza, Har ? Itu mobil kan buat family. Mending lo beli AGYA ato AYLA aja, lebih mungil cocok buat penganti baru.
Hari : Yaaa....gue mikirnya mending beli mobil second tapi bagus, daripada mobil baru tapi ringkih.
Terus terang, gue heran banget sama si Peter ini. Ada temen mau beli mobil yang spec-nya lebih bagus, kenapa dia malah nyaranin beli mobil kelas bawahnya ?
Ya duit-duit nya si Hari, suka-suka dia mau beli apa. Palingan juga seandainya si Hari beneran beli AGYA baru, pasti bakal diledekin sama si Peter kalo itu mobil murah ato apalah...pasti dia lupa kalo dia yang pernah nyaranin.
Gue yakin itu !
Peter ini orangnya loyal banget sama perusahaan, dan bukti keloyalannya itu akhirnya membuahkan hasil dengan diangkatnya dia menjadi Supervisor dan mendapat fasilitas mobil dari perusahaan.
Gue tau sih, emang dari sononya si Peter ini udah agak nyebelin orangnya. Tapi belakangan, ntah kenapa kok gue ngerasa dia makin meningkat kadar ke-nyebelin-nya.
Jadi ceritanya begini...
Di suatu sore menjelang malam nan cerah selepas jam kerja, sebagian staff di lantai gue udah berkemas untuk pulang, termasuk gue. Tiba-tiba, si Peter ini mendatangi gue dan meneplok lengan gue dengan gulungan kertas, "PLOK !"
Gue meringis aja, karena emang ga sakit sama sekali. Dan dimulailah percakapan kami.
Peter : Eh, udah mau pulang ? Tumben...
Gue : Iya...
Peter : Gak sakit ya gue teplok, udah biasa main kasar di rumah ?
Gue : *tau maksudnya main kasar tuh masokist style, sex pake kekerasan, soalnya si Peter jablai ini kalo guyonan sama gue ntah kenapa topiknya selangkangan melulu*
"Bukan gue donk yang biasa sakit, kan suami gue yang kata lo sering gue kasarin, harusnya dia yang biasa sakit"
Peter : Oh gitu yaa...hehehee...pantesan suami lu naik busway terus, gak pernah naik motor ke kantornya. Pasti gara-gara dengkulnya pegel tiap malem lo kasarin !"
Gue : Hahaaa....kok cowok sih yang dengkulnya pegel. Harusnya kan cewek yang biasanya dengkulnya pegel. Lagian suami gue sering kok naik motor kalo pas lagi macet kayak hari Jumat atao Senin."
Peter : Kalo naik mobil gak pernah ya ?
Gue : Gak...selain karena jalur 3 in 1, di sana meski karyawan tetep harus bayar parkir 3000 per jam. Gak ada sistem langganan kayak di ruko kita.
Peter : Mobilnya dipake cuman buat kondangan doank ya ? ahahahaa....Jual aja lahh...ganti AGYA.
Gue : Gak ah, gue gak suka interiornya AGYA, keliatan ringkih.
Peter : Kan mobil lo bempernya udah mo copot ! Kalo AGYA kan masih baru.
Gue : *Mulai sebel* Udah gue asuransiin kok bempernya kemarin, udah diganti dan gak beret-beret lagi.
Rasanya pengen gue jitak tuh orang.
Mentang-mentang abis dapet Panther dari kantor, dia lupa ama mobil sedannya yang juga keluaran 10 tahun lalu kayak mobil gue, dan power windownya macet pas di kondangan. Masih mendingan mobil gue, biar beret sana-sini tapi gak pernah rewel.
Gue masih inget banget tuh, waktu dia beli mobil sedan tuanya itu. Tiba-tiba aja tanpa ada angin, tanpa ada ujan, dia nunjukin bukti setoran Rp. 40 Juta ke gue dan bilang kalo itu DP mobil. Waktu itu gue kasih dia selamat karena akhirnya bisa beli mobil, dan gue bilang juga lagi nabung buat beli mobil meski gatau kapan bisa beli. Waktu itu kita bercanda-canda kalo beli mobil buat kondangan aja biar dandanan gak rusak, kita ketawa-ketawa, bahkan melakukan TOS aka high five.
Sekarang aja sok-nya kumat dan nyuruh-nyuruh orang jual mobil jelek, mentang-mentang dia udah dapet mobil dari kantor. Teruss...kalo gue beneran jual dan beli BMW seri 5, pasti gue bakal disuruh jual lagi biar bisa beli Jaguar. Kalo gue beli jaguar, mungkin juga disuruh jual dan beli Ferarri !
Pernah juga di suatu hari saat makan siang, dia menyinggung-nyinggung soal jual mobil. Waktu itu dia habis mampir ke apartemen lama gue yang rusunami, dan mungkin agak shock melihat kondisi apartemen yang sumpek dan semrawut. Banyak yang jemur pakaian di balkon yang ketutup pagar bak penjara, terus parkiran sempit nan kacau.
Peter : Tuh mobil lu ga pernah dipake, cuman buat kondangan, mending jual aja lah...buat DP rumah
Gue : *sebel* hehehee...gak lah, gue pengen beli rumah yang DP-nya 300 juta, ga cukup lah kalo mobil gue dijual.
Gue dalem hati : sotoy bener sih nih orang bilang mobil gue ga pernah dipake. Lagian tanpa jual mobil juga gue bisa kok beli rumah someday. Gak kayak elu, udah umur 30 tahun lebih masih aja numpang di rumah orang tua.
Peter : Kok bisa sih tahan tinggal di apartemen sempit banget kayak gitu. Ih kalo gue sih gak bakalan betah deh...hahahahaa....mana kemarin banyak banget lagi bangku baksonya (info: gue ga punya sofa, alhasil tamu didudukin di bangku-bangku bakso).
Udah gitu berantakan, kayak tempat tinggal gue, kayak ga ada ceweknya.
Gue : hahahahaa.....
Gue dalem hati : memble banget nih orang ! udah bagus kemarin gue ajak ke rumah karena dia minta pinjem charger laptop. Dah gue pinjemin, malah jelek-jelekin apartemen gue. Ya emang rusunami masa mau dibandingin sama kondominium. Hello ??!
Daripada elu, ga kluar ongkos sewa, numpang rumah ortu, udah umur 30 tahun lebih, MASIH juga belum bisa beli rumah sendiri ??? Talk to my hand bro...
Terus, gue penasaran juga kenapa dia selaluuu nyaranin orang beli AGYA.
Masih di saat makan siang di lain hari, salah satu kolega kita yang baru aja merit, sebut aja namanya HARI, nanya-nanya ke gue tentang cicilan mobil. Rencananya dia pengen beli mobil Xenia / Avanza.
Eh tiba-tiba si Peter ini nimbrung....
Peter : Lo ngapain beli Xenia Avanza, Har ? Itu mobil kan buat family. Mending lo beli AGYA ato AYLA aja, lebih mungil cocok buat penganti baru.
Hari : Yaaa....gue mikirnya mending beli mobil second tapi bagus, daripada mobil baru tapi ringkih.
Terus terang, gue heran banget sama si Peter ini. Ada temen mau beli mobil yang spec-nya lebih bagus, kenapa dia malah nyaranin beli mobil kelas bawahnya ?
Ya duit-duit nya si Hari, suka-suka dia mau beli apa. Palingan juga seandainya si Hari beneran beli AGYA baru, pasti bakal diledekin sama si Peter kalo itu mobil murah ato apalah...pasti dia lupa kalo dia yang pernah nyaranin.
Gue yakin itu !
Monday, 17 February 2014
How I Met Your Father - Part 8
Dear Kid(s).....
Remember my last post when I said that I wanna do something on February ?
I decided to cancel it.
It's a kind of traditional eastern theraphy called acupuncture.
They said it is good to normalize hormones and metabolism in our body.
I am not sure why I changed my mind, in the beginning of February I decided to postpone it.
At least until I try the first IUI - Intrauterine Insemination.
I will back to Dr. Dario and ask if I can do IUI on March or April.
If he said I can't do it, I will move to another doctor in RSIA Bunda.
I really want to try IUI on March, but I have to go to Sydney again.
You know what makes me sad when I tried to refuse the order to go to Sydney ?
I told my manager about my plan to do IUI on March, and it has to be done exactly on my fertile period.
And he said, it should be no problem for me to postpone it one or two month because it has been 2 years after all.
I know he is right.
Remember my last post when I said that I wanna do something on February ?
I decided to cancel it.
It's a kind of traditional eastern theraphy called acupuncture.
They said it is good to normalize hormones and metabolism in our body.
I am not sure why I changed my mind, in the beginning of February I decided to postpone it.
At least until I try the first IUI - Intrauterine Insemination.
I will back to Dr. Dario and ask if I can do IUI on March or April.
If he said I can't do it, I will move to another doctor in RSIA Bunda.
I really want to try IUI on March, but I have to go to Sydney again.
You know what makes me sad when I tried to refuse the order to go to Sydney ?
I told my manager about my plan to do IUI on March, and it has to be done exactly on my fertile period.
And he said, it should be no problem for me to postpone it one or two month because it has been 2 years after all.
I know he is right.
and it's so ironic....
FOREX, New Acquaintance of Mine
Berawal dari kunjunganku ke pameran properti di JCC minggu lalu, rasanya ngiler banget liat rumah-rumah berharga murah (yang sekitar 200 jutaan), yang cicilannya 2 jutaan. Pengen beli, terus dijual lagi buat modal rumah yang lebih besar, tapi apa daya cicilan mobilnya belom kelar. Ditambah lagi bayar kontrakan yang sebulan sekitar 3 jutaan. Kalo misalnya berandai-andai nih, cicilan mobil dan biaya kontrakan dipangkas, kami yakin mampu bayar cicilan rumah yang harganya 400-500 jutaan. Kalau misalnya bisa beli rumah harga segitu, aku juga pengen jual lagi dan beli yang lebih gede lagi hahahaaaa..... salah siapa, rumah-rumah idaman yang di brosur-brosur itu harganya berkisar 700 juta ke atas.
Permasalahannya sekarang adalah "CONDITION".
Aku kan cewek.
Cita-citaku pengen kerja dari rumah tanpa harus meninggalkan anak-anak. Atau kalau misalnya pun harus kerja, pengennya yang waktunya fleksibel. Mau nawarin aku kerja macam MLM ? PLease no....that's not my type. Aku yakin di luar sana masih banyak hal yang bisa menghasilkan uang selain
MLM.
Saat ini, aku masih belum punya anak, dan masih jadi karyawan berlevel staff. Level staff ini dilihat dari tingkat ke-stress-an tergolong dalam kelas menengah, karena itu wajar jika gajinya juga masuk dalam kelas menengah alias pas-pasan. Belum lagi kalau staff tersebut gak punya passive income alias cuma ngandelin gaji bulanan doank. Kemajuannya dalam memiliki berbagai aset pasti lambat.
Sebagai seorang yang gampang bosen dan jenuh terjebak dalam rutinitas, membayangkan akan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore - belum termasuk perjalanan dari rumah ke kantor - selamaaa......katakanlah selama membayar cicilan rumah alias 15 TAHUN, adalah sebuah mimpi buruk bagi aku.
Timbul pertanyaan-pertanyaan :
Nanti siapa yang urus anak-anakku ? Baby sitter ?
Baby sitter jaman sekarang apa bisa dipercaya ditinggalin seharian ?
terus ntar anakku apakah bakal menganggap baby sitter itu emaknya ??
kalau aku jadi ibu rumah tangga, siapa yang bakal bantuin suami bayar cicilan rumah, baby sitter, bensin kendaraan, listrik, air, susu bayi yang sebulan bisa ngabisin 2 juta lebih ?
Gimana aku bisa jadi ibu rumah tangga dengan penghasilan yang sama seperti seorang karyawan ?
Hmmm....mari kita berhitung !
Katakanlah penghasilan seorang karyawan adalah 6 juta.
Upss....jangan 6 juta, ntar kurang motivasi, lebih baik kita buat lebih tinggi karena gaji karyawan kemungkinan naik sampai 35% toh tiap tahun ?
Baik, katakanlah gaji karyawan level staff 7,5 juta.
7,5 juta dibagi 22 hari kerja = sekitar 340 ribu
Biar makin termotivasi, mari bulatkan ke atas menjadi 350 ribu.
Tiga ratus lima puluh ribu rupiah per hari !
Apakah menurutmu jumlah tersebut banyak ???
mungkin saat kamu masih jomblo, atau belum punya anak, kamu akan menjawab iya.
Tapi sebetulnya TIDAK.
Dengan effort 5 hari seminggu, minimal 8 jam sehari, jumlah tersebut bisa dibilang KECIL.
Apalagi inflasi tiap tahun ga berbanding lurus dengan kenaikan gaji seorang karyawan. Pasti makin lama, kebutuhan-kebutuhan makin sulit dijangkau, padahal secara naluri manusia tuh pasti ingin berkembang dan kebutuhan serta keinginannya makin banyak.
Bandingkan dengan orang yang buka warteg !
Saya yakin seyakin-yakinnya, penghasilan mereka sehari bisa mencapai jutaan (NB: kalau laris)
Jadi, buat apa bangga jadi karyawan level staff ?
Mendingan buka warteg kan ?
Masalah lain untuk buka warteg ini juga ga gampang loh.
Seorang enterpreneur pasti dituntut untuk kreatif, kerja keras, pantang menyerah, pokoknya syarat PEJUANG TAKESHI deh !
Jika kita belum mau membakar perahu kita bernama "PEGAWAI KANTORAN",
totalitas untuk menjadi enterpreneur BELUM BISA DILAKUKAN.
Terus gimana donk ?
Pernah liat mobil-mobil mewah harga milyaran berseliweran di Jakarta ?
Pernah penasaran gak gimana mereka bisa dapet uang sebanyak itu ?
Bisa jadi mereka pengusaha sukses, bisa jadi mereka koruptor, bisa jadi
juga mereka pegawai TOP MANAGEMENT di perusahaan TOP GAIN REVENUE.
Tapi saya yakin 1 hal....
mereka semua adalah INVESTOR !
THEY DON'T WORK FOR MONEY, THE MONEY WORK FOR THEM.
oke, katakanlah hal penting semacam investasi itu sudah aku lakukan dari tahun-tahun kemarin. Tapi semua itu adalah long term investment. Imbal hasilnya tidak bisa aku rasakan dalam waktu dekat. Dibutuhkan 3 atau 5 atau bahkan 10 tahun untuk menikmati hasilnya. Sedangkan kondisiku saat ini mengharuskan aku bergerak cepat. Masak aku berdoa siang malam tiap hari memohon dikaruniai seorang anak, tapi masih belom bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ?
I feel so stupid and silly then....
Jadi, aku mulai bertanya-tanya sama adekku, YES my little brother, yang masih ababil dan baru saja berusia 18 tahun itu mengenai seluk beluk forex.
Sejak kuliah di finance, dia mulai tertarik dengan yang namanya cari duit. Entah itu jadi broker properti, MLM kosmetik, sampai belajar forex. Di antara semua coba-coba yang dia lakukan, ternyata dia paling serius menekuni bidang forex. Selain karena dia juga dilatih oleh seorang manager di perusahaan tempatnya latihan pakai virtual account, dia juga termotivasi untuk mendapatkan real account dan nasabah.
Kalau motivasi adek saya ini lain lagi.
Ya iyalah...hidup kan mesti ngikutin fase, masa baru umur 18 tahun udah disuruh mikir ngurus anak.
Jadi ceritanya, dia pengen banget beli mobil buat PDKT ke cewek-cewek.
Memang orang tua kami bukan tergolong orang yang mampu membelikan anaknya mobil buat kuliah. Boro-boro buat anaknya, buat dipakai sendiri aja kagak punya.
Terkadang agak keki juga kalo ke-ababil-an adekku ini lagi kumat. Kenapa sih jadi anak gak bisa ngerti kondisi orang tuanya yang lagi susah. Kerja banting tulang peras keringat buat bayarin dia kuliah, masih aja gak bersyukur.
Tapi kalau mau dipikir lebih lanjut lagi, aku gak bisa juga nyalahin dia 100%, lha wong tempat kuliahnya sekarang didominasi anak orang tajir. Sebagai seorang kakak yang open minded *ciehhh...* aku mikir kalo dia pasti mengalami yang namanya social pressure.
Ibarat San Chai di Universitas Ying De....wakakakakaa....
Karena itulah, dia getol banget pengen cari duit sendiri, sebanyak-banyaknya, as soon as possible. Menunggu sampai lulus kuliah adalah SANGAT TERLAMBAT. Betul dik, jangan ikutin jejak kakak-kakakmu ini yang baru mikirin cari duit sejak lulusan. Walo sebenarnya pun, cari duit pada saat kuliah ini bisa menimbulkan ketidakfokusan. Terbukti dari IP adik saya yang ga nyampe 3, ampunnn dahh...ngelus dada !
Serba salah emang menghadapi anak ababil @_@
Sekian curcol saya hari ini.
Mari kita segera menuju TKP belajarforex.com dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
Selamat berinvestasi.
NB: Beli juga bukunya Ellen May "Smart Trader Not Gambler" yang katanya
bagus buat trader pemula, saham ada forex juga ada.
*kok malah ngiklan ya?*
Permasalahannya sekarang adalah "CONDITION".
Aku kan cewek.
Cita-citaku pengen kerja dari rumah tanpa harus meninggalkan anak-anak. Atau kalau misalnya pun harus kerja, pengennya yang waktunya fleksibel. Mau nawarin aku kerja macam MLM ? PLease no....that's not my type. Aku yakin di luar sana masih banyak hal yang bisa menghasilkan uang selain
MLM.
Saat ini, aku masih belum punya anak, dan masih jadi karyawan berlevel staff. Level staff ini dilihat dari tingkat ke-stress-an tergolong dalam kelas menengah, karena itu wajar jika gajinya juga masuk dalam kelas menengah alias pas-pasan. Belum lagi kalau staff tersebut gak punya passive income alias cuma ngandelin gaji bulanan doank. Kemajuannya dalam memiliki berbagai aset pasti lambat.
Sebagai seorang yang gampang bosen dan jenuh terjebak dalam rutinitas, membayangkan akan bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore - belum termasuk perjalanan dari rumah ke kantor - selamaaa......katakanlah selama membayar cicilan rumah alias 15 TAHUN, adalah sebuah mimpi buruk bagi aku.
Timbul pertanyaan-pertanyaan :
Nanti siapa yang urus anak-anakku ? Baby sitter ?
Baby sitter jaman sekarang apa bisa dipercaya ditinggalin seharian ?
terus ntar anakku apakah bakal menganggap baby sitter itu emaknya ??
kalau aku jadi ibu rumah tangga, siapa yang bakal bantuin suami bayar cicilan rumah, baby sitter, bensin kendaraan, listrik, air, susu bayi yang sebulan bisa ngabisin 2 juta lebih ?
Gimana aku bisa jadi ibu rumah tangga dengan penghasilan yang sama seperti seorang karyawan ?
Hmmm....mari kita berhitung !
Katakanlah penghasilan seorang karyawan adalah 6 juta.
Upss....jangan 6 juta, ntar kurang motivasi, lebih baik kita buat lebih tinggi karena gaji karyawan kemungkinan naik sampai 35% toh tiap tahun ?
Baik, katakanlah gaji karyawan level staff 7,5 juta.
7,5 juta dibagi 22 hari kerja = sekitar 340 ribu
Biar makin termotivasi, mari bulatkan ke atas menjadi 350 ribu.
Tiga ratus lima puluh ribu rupiah per hari !
Apakah menurutmu jumlah tersebut banyak ???
mungkin saat kamu masih jomblo, atau belum punya anak, kamu akan menjawab iya.
Tapi sebetulnya TIDAK.
Dengan effort 5 hari seminggu, minimal 8 jam sehari, jumlah tersebut bisa dibilang KECIL.
Apalagi inflasi tiap tahun ga berbanding lurus dengan kenaikan gaji seorang karyawan. Pasti makin lama, kebutuhan-kebutuhan makin sulit dijangkau, padahal secara naluri manusia tuh pasti ingin berkembang dan kebutuhan serta keinginannya makin banyak.
Bandingkan dengan orang yang buka warteg !
Saya yakin seyakin-yakinnya, penghasilan mereka sehari bisa mencapai jutaan (NB: kalau laris)
Jadi, buat apa bangga jadi karyawan level staff ?
Mendingan buka warteg kan ?
Masalah lain untuk buka warteg ini juga ga gampang loh.
Seorang enterpreneur pasti dituntut untuk kreatif, kerja keras, pantang menyerah, pokoknya syarat PEJUANG TAKESHI deh !
Jika kita belum mau membakar perahu kita bernama "PEGAWAI KANTORAN",
totalitas untuk menjadi enterpreneur BELUM BISA DILAKUKAN.
Terus gimana donk ?
Pernah liat mobil-mobil mewah harga milyaran berseliweran di Jakarta ?
Pernah penasaran gak gimana mereka bisa dapet uang sebanyak itu ?
Bisa jadi mereka pengusaha sukses, bisa jadi mereka koruptor, bisa jadi
juga mereka pegawai TOP MANAGEMENT di perusahaan TOP GAIN REVENUE.
Tapi saya yakin 1 hal....
mereka semua adalah INVESTOR !
THEY DON'T WORK FOR MONEY, THE MONEY WORK FOR THEM.
oke, katakanlah hal penting semacam investasi itu sudah aku lakukan dari tahun-tahun kemarin. Tapi semua itu adalah long term investment. Imbal hasilnya tidak bisa aku rasakan dalam waktu dekat. Dibutuhkan 3 atau 5 atau bahkan 10 tahun untuk menikmati hasilnya. Sedangkan kondisiku saat ini mengharuskan aku bergerak cepat. Masak aku berdoa siang malam tiap hari memohon dikaruniai seorang anak, tapi masih belom bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ?
I feel so stupid and silly then....
Jadi, aku mulai bertanya-tanya sama adekku, YES my little brother, yang masih ababil dan baru saja berusia 18 tahun itu mengenai seluk beluk forex.
Sejak kuliah di finance, dia mulai tertarik dengan yang namanya cari duit. Entah itu jadi broker properti, MLM kosmetik, sampai belajar forex. Di antara semua coba-coba yang dia lakukan, ternyata dia paling serius menekuni bidang forex. Selain karena dia juga dilatih oleh seorang manager di perusahaan tempatnya latihan pakai virtual account, dia juga termotivasi untuk mendapatkan real account dan nasabah.
Kalau motivasi adek saya ini lain lagi.
Ya iyalah...hidup kan mesti ngikutin fase, masa baru umur 18 tahun udah disuruh mikir ngurus anak.
Jadi ceritanya, dia pengen banget beli mobil buat PDKT ke cewek-cewek.
Memang orang tua kami bukan tergolong orang yang mampu membelikan anaknya mobil buat kuliah. Boro-boro buat anaknya, buat dipakai sendiri aja kagak punya.
Terkadang agak keki juga kalo ke-ababil-an adekku ini lagi kumat. Kenapa sih jadi anak gak bisa ngerti kondisi orang tuanya yang lagi susah. Kerja banting tulang peras keringat buat bayarin dia kuliah, masih aja gak bersyukur.
Tapi kalau mau dipikir lebih lanjut lagi, aku gak bisa juga nyalahin dia 100%, lha wong tempat kuliahnya sekarang didominasi anak orang tajir. Sebagai seorang kakak yang open minded *ciehhh...* aku mikir kalo dia pasti mengalami yang namanya social pressure.
Ibarat San Chai di Universitas Ying De....wakakakakaa....
Karena itulah, dia getol banget pengen cari duit sendiri, sebanyak-banyaknya, as soon as possible. Menunggu sampai lulus kuliah adalah SANGAT TERLAMBAT. Betul dik, jangan ikutin jejak kakak-kakakmu ini yang baru mikirin cari duit sejak lulusan. Walo sebenarnya pun, cari duit pada saat kuliah ini bisa menimbulkan ketidakfokusan. Terbukti dari IP adik saya yang ga nyampe 3, ampunnn dahh...ngelus dada !
Serba salah emang menghadapi anak ababil @_@
Sekian curcol saya hari ini.
Mari kita segera menuju TKP belajarforex.com dan menyongsong masa depan yang lebih baik.
Selamat berinvestasi.
NB: Beli juga bukunya Ellen May "Smart Trader Not Gambler" yang katanya
bagus buat trader pemula, saham ada forex juga ada.
*kok malah ngiklan ya?*
Friday, 24 January 2014
How I Met Your Father - Part 7
Hi Kid(s).........
I just read an article in the internet, something that I planned since the end of last year.
Something that I want to try after 2 months I was going to the doctor.
It will start on February..........
And I can't wait for the days to come !
I just read an article in the internet, something that I planned since the end of last year.
Something that I want to try after 2 months I was going to the doctor.
It will start on February..........
And I can't wait for the days to come !
Wednesday, 22 January 2014
New Hair New Spirit
Sebenarnya sih, saya udah kepengen potong pendek waktu pulang ke Malang kemarin. Saya lihat mami mertua yang rambutnya cepak ala cowok dan ngerasa gaya itu keren.
Keinginan itu baru terwujud di pertengahan bulan Januari ini. Padahal rencananya sebelum masuk kantor di tanggal 5 Januari udah tampil dengan gaya baru, tapi terpaksa mundur karena gak sempat.
Dannn...sebenarnya gaya rambut ini tuh semi kecelakaan !!
Kan yang saya tunjukin ke stylist-nya (Koko Toy dari D'Height Central Park) foto saya yang ini nihhhh....foto waktu masih imut jaman kuliah :
Saya bilang, "modelnya kayak gini, tapi layernya dibikin lebih kelihatan"
terus dia manggut-manggut kayak ngerti....gunting-gunting....colouring warna Red semi copper....keramas....keringin....voilaaaa !!!!
PENDEK BANGET !!!!
Saya ga ngerti, ini karena instruksi saya yang salah karena minta layernya lebih kelihatan, atau karena pas ditanya bagian belakang mau seberapa, saya salah jawab ???
Sejujurnya, saya sedikit shock karena sebelumnya belum pernah sependek ini, tapi misua bilang rambut saya yang baru cukup OK.
Setelah sadar dari shock dan saya liat-liat lagi memang lumayan keren sih, si Koko pinter bikin layer natural...mungkin karena saya gak biasa aja melihat diri sendiri trondol begini.
Nih, jadinya "Girl with the Dragon Tattoo" hasil sotosop kurang kerjaan *padahal banyak kaleee*
Keinginan itu baru terwujud di pertengahan bulan Januari ini. Padahal rencananya sebelum masuk kantor di tanggal 5 Januari udah tampil dengan gaya baru, tapi terpaksa mundur karena gak sempat.
Dannn...sebenarnya gaya rambut ini tuh semi kecelakaan !!
Kan yang saya tunjukin ke stylist-nya (Koko Toy dari D'Height Central Park) foto saya yang ini nihhhh....foto waktu masih imut jaman kuliah :
Masih polos dan imut >_< [maunya !!]
Saya bilang, "modelnya kayak gini, tapi layernya dibikin lebih kelihatan"
terus dia manggut-manggut kayak ngerti....gunting-gunting....colouring warna Red semi copper....keramas....keringin....voilaaaa !!!!
PENDEK BANGET !!!!
Saya ga ngerti, ini karena instruksi saya yang salah karena minta layernya lebih kelihatan, atau karena pas ditanya bagian belakang mau seberapa, saya salah jawab ???
Sejujurnya, saya sedikit shock karena sebelumnya belum pernah sependek ini, tapi misua bilang rambut saya yang baru cukup OK.
Setelah sadar dari shock dan saya liat-liat lagi memang lumayan keren sih, si Koko pinter bikin layer natural...mungkin karena saya gak biasa aja melihat diri sendiri trondol begini.
Nih, jadinya "Girl with the Dragon Tattoo" hasil sotosop kurang kerjaan *
Udah jadi tante, tapi tetep keren !! [maunyaaa...]
Thursday, 16 January 2014
Resolusi Tahun 2014
Segenap kru Fly Me to My Dream mengucapkan...
SELAMAT NATAL 2013 dan TAHUN BARU 2014
Terima kasih atas kesediaan pembaca aktif, pembaca silent, dan pembaca nyasar untuk meramaikan blog GAJEBO ini.
Semoga kalian semua semakin sukses dalam segala hal di tahun yang baru ini :)
Menutup akhir tahun 2013, saya cukup puas karena bisa liburan selama 2 minggu untuk mudik. Meskipun akhirnya jadi bokek, tapi semuanya terbayar karena bisa kumpul bersama keluarga di Malang, Kudus, Surabaya, Jakarta dan Bandung. What a fun roadshow !
Sebelum menyusun resolusi tahun 2014, saya ingin kilas balik alias review apa saja yang terjadi di tahun 2013 lalu.
- Beli gadget Android yang dicicil 12x, akhirnya lunas juga akhir tahun 2013 lalu wakakaka.... lumayan mengurangi beban tagihan kartu kredit.
- Udah belajar nyetir mobil di Jakarta, tapi setelah nyobain keluar beberapa kali terus trauma dan berhenti total. Sekarang jadi kagok lagi, padahal udah setaun sejak punya mobil... hixx... menyedihkan.
- Dapat kesempatan ke Australia. Yeahh.... perjalanan pertama saya keluar negeri. Saking excited-nya, duit tabungan langsung ludes buat jalan-jalan ke Melbourne juga, maruk dot com hahaha....padahal destinasi yang ditentukan cuma Sydney doank !
- Dalam perihal kerjaan, gaji tahun 2013 naiknya lumayan dikarenakan efek kenaikan upah buruh dan peningkatan omset export. Meski demikian, kenapa pengeluaran juga berbanding lurus ama penghasilan ya ?? Terbukti dengan tagihan kartu kredit yang juga meningkat signifikan T__T
- Masih dalam hal kerjaan. Kalau tahun lalu saya masih meneruskan proyek-proyek peninggalan jaman lampau, tahun ini perusahaan sudah meluncurkan proyek yang saya handle dari NOL. Senangnya....langsung deh update CV LinkedIn sebagai "Key Achievement" hahahaaa....beberapa bulan kemudian, beberapa telepon dari perusahaan lain menawarkan interview, tapi ntah kenapa saya masih menikmati comfort zone ini, dan masih cinta ama perusahaan ini. Apakah loyalitas saya mulai terbentuk ??? Kalau teman saya tahu, bisa dihujat abis-abisan saya karena loyal !!
Meet Colleagues from Australia : Mike, Vincent, MJ, Dwayne, Craig
Christmas Pict @Central Park Mall, small gift from Craig
- Mulai ngegym untuk melatih pernapasan dan kekuatan jantung, tapi setelah beberapa bulan kok kayaknya gak ngefek yah ?? Meski demikian, saya harus tetap rajin datang minimal sekali seminggu, kalo gak...bisa disantet sama suami saya yang udah susah-susah bayarin hihihiiii....
- Bisa liburan bareng mami mertua, mami, papi, adek-adek ke Jakarta dan Bandung dengan budget sendiri. Walopun saya belum mampu menopang kebutuhan hidup mereka, cuma ini yang bisa saya lakukan. Dan ketika mami saya bilang bahwa dia menikmati liburan ini, rasanya saya juga ikut senaaaanngg...makasih Tuhan Kau masih ijinkan kami berkumpul dalam keadaan sehat.
Ke Ciater liburan akhir tahun 2013, berkabut bangettt....
- Have fun bareng teman-teman kantor. Snorkling ke kepulauan seribu, outing di Garut, jalan-jalan ke Gading walk, Food Festival, dll... meski kadang sedih karena beberapa di antara mereka resign, tapi kenangan itu akan selalu ada *kok jadi kayak lagu ya ??
Snorkling with colleagues @ Kepulauan Seribu
Company Gathering 2013 @ Kampung Sumber Alam Garut
- Memulai baby program, yang mana membuat kantong kempes dan belum kelihatan hasilnya. Semoga saja di tahun yang baru ini, kisah "How I Met Your Father" bisa memberikan kejutan-kejutan yang menyenangkan :)
- Pindah ke apartemen baru. Awalnya saya sangsi bisa tinggal di tempat baru ini, tapi ternyata bisa *kalo dipaksain* dan saya lega karena ternyata jauh lebih menyenangkan daripada apartemen lama.
Di awal tahun 2014 ini, saya ingin menetapkan beberapa resolusi yang, meskipun belum tentu terwujud tapi bisa jadi motivasi karena ada target untuk dicapai :)
- Meningkatkan saldo tabungan untuk : melunasi kredit mobil, investasi, bantuan modal usaha orang tua, kuliah S2 desain.
- Meneruskan baby program ke tahap lebih lanjut.
- Berani nyetir mobil sendiri ke mana-mana.
- Menyelesaikan salah 1 novel dan kirim ke beberapa penerbit
Subscribe to:
Posts (Atom)





