Friday, 27 September 2013

From Sydney to Melbourne - My First Overseas Trip

Pernah suatu kali saya dan seorang teman di divisi export berkelakar gini :

Saya : kasian banget yah kita, kerja di divisi export, nanganin customer dari seluruh benua tapi gak pernah disuruh keluar negeri T_T

Colleague : Iyah mbak, mungkin kalo kita keluar negeri diberangkatinnya bareng barang, dipack en dikirim pake sea freight T__T

Saya & colleague : hahahahahahaa..... *ketawa hampa sambil menerawang jauh


Ehh, tak disangka-sangka, ternyata manager kami (yang gembul dan baik hati) sudah menyiapkan surprise buat kami berdua. Pada bulan Agustus (tadinya Juli tapi dimundurin jadi Agustus) saya berangkat ke Sydney untuk mengikuti reguler meeting dengan customer terbesar kami, Australia. Sedangkan kolega saya itu akan berangkat ke Malaysia pada bulan Oktober nanti dalam rangka Asia Pacific Marketing Meeting.

Wuaaa...saya yang belum pernah keluar negeri seumur hidup sebelumnya tentu saja girang banget, antara percaya dan gak percaya. Padahal target pertama saya keluar negeri itu cuma Singapore aja, itupun gak kesampaian melulu. Lalu ini tiba-tiba dapet duren runtuh kesempatan ke Ausie. Terima kasih Tuhan, terima kasih Pak Manager, terima kasih Pak Direktur.
Sebenarnya kalau mau jadi orang skeptis, saya akan berpikir, "Ahhh...ini mah strategi Pak Bos aja untuk appreciate karyawan supaya lebih loyal, karena dia sebelumnya dikhianati oleh karyawan kesayangannya, dan banyak karyawan resign karena merasa kurang dihargai"
Tapi saya tetep positive thinking aja deh, saya diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan lebih luas.

Jadilah saya berangkat ke Ausie dengan rincian sebagai berikut (Halaahhh, kok kayak orang finance !!)

1. Berangkat dengan Qantas Airways dibayarin kantor

2. Perjalanan lebih kurang 7-8 jam, yang membuat saya mabok udara dan muntah-muntah, lebih parahnya saya lupa bawa obat muntah sehingga di sana sakit perutnya berkelanjutan sampai berhari-hari. Btw, ini pertama kalinya saya naik pesawat yang ada TV-nya hiakakakaka....dan udah ada film Hangover 3, tapi saya ga nonton, malah nonton reality show perjalanan menyusuri Australia.

3. Sampai di Sydney, menginap di Rydges World Square selama 3 malam dibayari kantor, yang terletak di daerah pecinan, sekitar 2 km dari Opera House. Mengapa 3 malam ? Itu karena sebenarnya jadwal meeting saya cuma 4 hari saja, lalu sisanya extend sendiri :D

Rydges World Square

4. Hari 1 - 3 saya meeting dengan customer di kantornya yang artistik, gak kayak kantor Indonesia yang boring abis. Udah gitu CEO di sana bawa anjingnya ke kantor, plus handuknya dan tempat makannya hehehee...lucu banget, padahal lantai kantor sana dilapis karpet ! Coba aja kalo di Indonesia, jangankan anjing, paling banter cuma boleh bawa ikan hias.

5. Setelah jadwal meeting kelar, kami semua berpencar. Direktur saya balik ke Singapore, manager saya ke rumah sodaranya di Newcastle sebelah utara Sydney, sedangkan saya pindah hotel yang lebih murah di daerah Potts Point, yaitu Springfield Lodge. Ternyata daerah Potts Point ini gak seramai daerah pecinan, kalau malam jalanan sepi dan klub-klub nya makin ramai, orang Asianya dikit. Oiya di hari ini saya masih bisa ke Hyde Park, St. Mary's Cathedral, Opera House, Royal Botanical Garden, Darling Harbour, Madame Tussaud.
St. Mary's Cathedral di sebelah timur Hyde Park, 
sempat masuk ke dalamnya dan berdoa setengah menit hihii...
Sayang gak boleh motret di dalam, padahal buagusss buangettt !!!

6. Keesokannya, dari Springfield Lodge di pagi-pagi buta saya minta dijemput oleh airport shuttle untuk terbang ke Melbourne dengan Jetstar, low cost airline yang 1 grup dengan Qantas. Nah, ini bayar pakai duit sendiri dan sempat ada kegalauan karena jadwal meetingnya mundur *baca di sini* tapi akhirnya syukur alhamdulilah Pak Direktur mengijinkan tiket yang hangus itu diganti dengan tiket baru pakai budget kantor. Ini berkat jasa Pak Manager juga yang sudah memperjuangkan hak saya huhuuu...

Springfield Lodge, gak senyaman Rydges sih...tapi bolehlah :)

7. Melbourne !! The Culture city...si cupu ini tiba di bandara Tullamarine seorang diri, kemudian naik Sky Bus seorang diri pula tanpa tahu dibawa ke mana. Ternyata bus shuttle ini berhenti di Southern Station yang dekat dengan Federation Square, tempat di mana saya janjian dengan tour guide saya. Ketika saya mau naik taksi ke Federation Square, si sopir taksi bilang kalo Federation Square deket banget, tinggal 15 menit jalan kaki. Lalu saya pun jalan kaki, dan membutuhkan waktu 45 menit !!!! karena keseringan berhenti, galau, dan nanya orang-orang di tiap traffic light. Udah gitu gara-gara ditelpon sama si tour guide, pulsa saya Rp. 300.000,- lenyap dalam sekejap karena roaming huaaaa T____T
Dan setelah perjalanan nan melelahkan, dimulailah perjalanan yang sesungguhnya menyusuri gang-gang Melbourne yang pernuh lukisan mural. Menurut tour guide saya, si Dave Carswell, total perjalanan kami 3 km. Pantes rasanya udah mau pingsan. Untunglah kami berpisah di tepi Yarra River dan saya bisa duduk santai beberapa menit sebelum melanjutkan jalan lagi ke Eureka Skydeck 88, menara tertinggi di Melbourne.
Pukul 4 sore, dari Eureka Skydeck, saya belain naik taksi buat balik lagi ke depan Flinder's Station yang terletak di depan Federation Square. Meski jaraknya dekat, tapi saya udah males banget jalan karena kaki mau copot. Sampai-sampai si sopir taksi yang asli Sri Lanka bilang, "that's a very expensive picture because you have to pay 22$ for the taxi, are you a journalist ?"
Hahahaa....22$ buat foto narsis, saya cuma jawab, "It's OK. it will be paid by my company."
Kalo dipikir-pikir, hmmm...22$ = Rp. 220.000,- buat taksi dari HI ke Sarinah, ampun Pak Bos !
Abis itu, saya balik lagi Ke bandara dan sampai Sydney jam 10 malem.

 Melbourne City dari lantai 88 Eureka Skydeck

Ini nih foto mahal yang bikin sopir taksi terheran-heran hahahahaaa....
Minta difotoin orang di traffic light, not bad lah hasilnya :P

8. Hari Sabtu, setelah kelelahan tak terperikan di Melbourne, saya bilang ke tour guide saya yang akan memandu ke Blue Mountain bahwa saya gak bisa jalan banyak-banyak karena capek banget dan gak enak badan. Untung tour guide yang ini bawa mobil jadinya dia nurunin saya di poin terdekat dan jemput saya lagi di poin itu. Bahkan ketika ada wahana yang diharuskan jalan memutar, tour guide saya ini bilang ke petugasnya bahwa saya ada problem dengan jalan jauh, wakakakaka....dan akhirnya kita diijinkan naik wahana tersebut tanpa harus muter :p
Malessss kan kalo harus naik turun tangga ini !

9. Hari Minggu, saatnya balik ke kampung halaman. Memang bener kata pepatah, "Hujan emas di negeri orang, masih lebih enak hujan batu di negeri sendiri." Mungkin saya merasakan hal itu karena saya melakukan perjalanan sendirian dan merasa kesepian. Saya tidak tahu, jika saya pergi bersama teman-teman saya dan bisa have fun bareng, apakah saya masih merasakan hal yang sama.

Akhirnya pecah telor juga rekor saya belum pernah keluar negeri.
I guess I am a lucky woman :)

2 comments:

r-auLia said...

enaknyaaa jalan2 ke luar negeri :)) hihihihi

**Erika said...

kamu abis dari Thailand juga kannn ??