Thursday, 8 January 2009

Arti Sebuah Tujuan

Pas lagi bongkar2 laci yang berantakan, ga sengaja nemuin "Mimbar Pastoral" dari gereja St. Yohanes blok Q tanggal 9 November 2008.
Dulunya sih, karena tertarik sama isinya mau kupost segera, tapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya lupa sampai sekarang.
Aku baca isinya lagi....

"Bayangkan saat kita berada di tengah samudra di atas sebuah speedboat. 50 km di depan kita adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang kita inginkan dan cita-citakan. Semua impian kita. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana ?

Masalahnya adalah kita tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan kita tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah akan membuat kita melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling kita yang terlihat cuma laut dan langit. Dalam 2 jam, kita bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila salah arah, kita bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.

Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup kita, adalah sama dengan dilema pulau impian. Semua impian kita sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya kita harus mengetahui apa, di mana, dan bagaimana mencapainya.

Kita mutlak mengetahui arah untuk mencapainya, dan untuk itu kita memerlukan peta. Tentukan peta kita dari sekarang, untuk dapat mencapai impian kita. Buat seteliti dan seakurat mungkin, dan selanjutnya kita tinggal mengarahkan speedboat ke pulau impian kita.

Wisdom of the day : Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak sekalipun. Tapi, pada pukulan yang ke 101 kali, batu itu pecah menjadi 2. Saya tahu bahwa bukan pukulan terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang telah dilakukan sebelumnya. (Jacob Riis)"


Naah, pada postingan awal tahun kemarin, saya bilang mau Let it Flow saja, tetapi setelah membaca artikel ini saya menyadari bahwa kita harus membuat rencana-rencana dalam hidup kita. Mungkin saya tetap akan Let it flow, tetapi tentu saja dengan arah yang jelas, saya tidak akan melawan angin, namun saya tetap mempunyai suatu destinasi.

We'll do the best, GOD will do the rest. Amen.